Cefarox Forte

By | November 6, 2020 | Farmasi-id.com > Antibiotik > Cefarox Forte

CEFAROX FORTE DRY SYRUP 60CC
Kapsul, Sirop kering

Kandungan dan Komposisi Cefarox Forte

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cefarox Forte adalah:

:
Kapsul        : Tiap kapsul mengandung Sefadroksil Monqhidrat yang setara dengan 250 mg/500 mg Sefadroksil.
Sirop kering: Seteiah penambahan air minum. tiap sendok takar (5 ml) mengandung Sefadroksi! Monohi-drat yang setara dengan 125 mg / 250 mg Sefadroksil.

FARMAKOLOGI :
CEFAT mengandung Sefadroksil Monohidrat suatu sefa-losporin semi sintetik untuk pemakaian oral. CEFAT® seperti umumnya sefalosporin bersifat bakterisidal karena bekerja dengan cara menghambat sintesa dinding sel bakteri

CEFAT® stabil dalam asam lambung dan diabsorpsi dengan baik seteiah pemberian oral.
Kadar puncak rata-rata dalam darah. masing-masing ada-lah 16 dan 28 mcg/ml yang terkapsulai dalam waktu 1,5 sampai 2 jam setelah pemberian dosis tunggal 500 mg dan 1 g. Absorpsi CEFAT tidak dipengaruhi oleh adanya makanan.

CEFAT memasuki hampulir seluruh jaringan dan cairan tubuh. Lebih dari 90 % dosis diekskresi dalam bentuk yang tidak berubah melalui urin ddlam waktu 24 jam. Waktu paruh dalam serum lebih kurang 1,5 jam.

INDiKASI :
CEFAT® diindikasikan untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme yang sensitif, terutama untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri Gram-positif, bakteri anaerob dan beberapa bakteri Gram-negatif seperti E. coli. Pr. mirabilis dan Klebsiella.
–     Infeksi saluran pernafasan: tonsilitis, faringitis, pneumonia,bronkitis, bronkiektqsis, abses paru, empiema, pieuritis, sfhiP sitis, otitis media.
–    Infeksi kulit dan jaringan lunak: limfangitis, abses, selulitis,ulkus dekubitus, mastitis, furun kulosis, erisipelas.
–    Infeksi saluran kemih dan kelamin: pielonefritis, sistitis, adneksitis, endometritis.
–    Infeksi lain seperti: osteomielitis, artritis, septisemia, peritonitis, sepsis puerperium.

Tidak dianjurkan untuk infeksi saluran pernafasan bagian atas dan otitis media yang disebabkan oleh H. influenzae

KONTRA-Indikasi :
Pada penderita yang hipersensitif terhadap sefalosporin.

Perhatian Penggunaan Cefarox Forte


–      Hati-hati bila diberikan pada penderita yang diketahui alergi terhadap penicillin karena adanya kemungkinan reaksi silang.
–      Penderita dengan gangguan fungsi ginjal, kolitis.
–      Dapat memberikan reaksi positif semu pada reaksi Coombs dan uji glukosa dalam urin bila digunakan larut-an Benedict atau Fehling.
–      Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan tumbuhnya mikroorganisme yang tidak sensitif terhddap CEFAT®.
–      Keamanan penggunaan pada wanita hamil dan bayi prematur belum diketahui dengan pasti.

Efek Samping Cefarox Forte

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Cefarox Forte yang mungkin terjadi adalah:

:
CEFAT® umumnya dapat ditoleransi dengdn baik. Gangguan saluran pencernaan (seperti kram perut, nyeri, mual, muntah, diare ) dan reaksi hipersensitivitas (seperti ruam kulit, merah-merah, gatal-gatal) dapat terjadi.Gejala kolitis pseudomembran dapat timbul selama pengobatan.

Sekilas Tentang Obat Antibiotik
Antibiotika adalah segolongan molekul, baik alami maupun sintetik, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri molekul. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.

Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat virus, jamur, atau nonbakteri lainnya, dan setiap antibiotik sangat beragam keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif, ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.

Antibiotika oral (diberikan lewat mulut) mudah digunakan dan antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih serius. Antibiotika kadang kala dapat digunakan setempat, seperti tetes mata dan salep.

Dosis dan Aturan Pakai Cefarox Forte

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cefarox Forte:

:
Pengobatan sebaiknya dilanjutkan sampai 2 – 3 hari seteiah gejala infeksi hilang.
Dewasa : Dosis lazim 1 – 2 g per hari, diberikan dalam dua dosis terbagi setiap 12 jam atau 1 kali setiap 24 jam.
–  Infeksi saluran kemih.
Infeksi saluran kemih bagian bawah yang tidak terkompli-kasi (sistitis): 1 – 2 g per hari dalam’dosis tunggal atau dua dosis terbagi. Infeksi saluran kemih lainnya 2 g per hari dalam dua dosis terbagi.
–  Infeksi kulit dan jaringan lunak 1 g  per hari dalam dosis tunggal atau dalam dua dosis terbagi.
–  Infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, Infeksi ringan, dosis lazim 1 g per hari terbagi dalam dua dosis ( 2 kali 500 mg ).
Infeksi sedang sampai berat, dosis yang dianjurkan 1 – 2 g per hari terbagi ddlam dua dosis ( 500 mg – 1 g setiap 12 jam).
Untuk faringitis dan tonsilitis yang disebabkan oleh Strep-tokokus beta-hemolitikus grup A, dosisnya 1 g per hari dalam dua dosis terbagi diberikan selama 10 hari.

Anak-anak: 25-50mg/kg berat badan per hari   dalam dua dosis terbagi.
Tabel dosis suspensi untuk anak-anak

Dosis per hari    :
 –    CEFAT (125 mg/5ml)
Berat Badan kg :
4,5 – 9,1         : 1/2 sendok takar,2 kali sehari
9,1 – 13,6       : 1 sendok takar,2 kali sehari
13,6 – 18,2     : 1 1/2 sendok takar,2 kali sehari
18,2 – 22,7     : 2 sendok takar,2 kali sehari
22,7 – 27,3     : 2 1/2 sendok takar,2 kali sehari

 –   CEFAT FORTE (250mg/5ml)
Berat Badan kg :
4,5 – 9,1         :  –
9,1 – 13,6       : 1/2 sendok takar,2 kali sehari
13,6 – 18,2     : 3/4 sendok takar,2 kali sehari
18,2 – 22,7     :1 sendok takar,2 kali sehari
22,7 – 27,3     : 2 1/4 sendok takar,2 kali sehari

Pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal, dosis harus disesuaikan (dengan cara menurunkan dosis per hari atau memperpanjang interval antara dua dosis) berdasarkan kecepatan bersihan kreatinin untuk mencegah penimbunan obat.
Dosis awal yang disarankan untuk orang dewasa adalah 1 g dan dosis pemeliharaan ( bergantung pada kecepatan bersihan kreatinin ) adalah 500 mg pada interval waktu sebagai berikut:
Bersihan kreatinin:     Interval :
0- 10 ml/menit         36 jam
10- 25 ml/menit       24 jam
25 – 50 ml/menit      12 jam

36 jam 24 jam 12 jam
Penderita dengan nilai bersihan kreatinin di atas 50 ml/ menit, dapat diberikan dengan dosis seperti pada penderita dengan fungsi ginjal yang normal.

HARUS DENGAN RESEP DOKTER

CARA MEMBUAT SUSPENSI :
Tuangkan air minum sampai sedikit di bawah tanda. Tutup botol, erat-erat. Baiikkan botol dan kocok sampai se-mua granui terdispersi. Tambah lagi air minum secukupnya sampai tanda (60 ml) dan kocok baik-baik. Setelah pencampuran dengan air minum, suspensi stabil selama 7 hari pada suhu kamar ( 15°- 30°C ) atau 14 hari bila disimpan dalam lerriori es. Kocok dahulu sebelum dipakai. Simpan ddlam wadah tertutup rapat.

Izin, Kemasan & Sediaan Cefarox Forte

:
Kapsul             : Dus isi 10 strip @ 10 kapsul .
Sirop kering      : Botol berisi sirup kering untuk ditdmbah dengan air minum sampai 60 ml
Kapsul             : CEFAT® 250 mg CEFAT® 500 mg
Sirop kering      : CEFAT
CEFAT® Forte

PENYIMPANAN :
Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.

Dibuat oleh: PT SANBE FAHMA
Bandung – Indonesia

Harga Cefarox Forte

Rp 85.000

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Cefarox Forte Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Cefarox Forte, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Cefarox Forte?

Jika Anda lupa menggunakan Cefarox Forte, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Cefarox Forte Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Cefarox Forte?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Cefarox Forte yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sanbe Farma merupakan suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 28 Juni 1975 oleh Drs. Jahja Santoso, Apt yang merupakan seorang apoteker lulusan ITB yang berhasil lulus dengan predikat cum laude. Awalnya Sanbe Farma hanyalah sebuah industri rumahan yang memproduksi kapsul Colsancetine. Kemudian seiring dengan meningkatnya kebutuhan produksi, pada 1980 perusahaan ini memindahkan lokasinya ke tempat yang lebih luas yaitu di Cimahi dan di tempat itu perusahaan ini mendirikan fasilitas produksi berbagai jenis obat.

Selanjutnya pada 1992, Sanbe Farma mulai memproduksi obat-obatan bebas atau OTC. Pada 1996 perusahaan ini kembali memperluas area industrinya untuk memenuhi kebutuhan produksi yang semakin besar diantaranya untuk memproduksi produk betalaktam, sefalosporin, injeksi, tetes mata, sediaan steril, serbuk injeksi, dan lain-lain. Sanbe Farma telah mengantongi lebih kurang 43 sertifikat CPOB dari berbagai negara. Perusahaan ini memiliki produk yang telah dipasarkan di lebih kurang 20 negara. Berdasarkan informasi, perusahaan ini menepati urutan ke-4 sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Sanbe Farma juga memiliki beberapa anak perusahaan yang juga bergerak dibidang farmasi dan produk kesehatan seperti PT Caprifarmindo Laboratories dan PT Bina San Prima .
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 6 November). Cefarox Forte. Diakses pada 26 November 2020, dari https://www.farmasi-id.com/cefarox-forte/


Format MLA (Modern Language Association)

"Cefarox Forte". Farmasi-id.com. 6 November 2020. 26 November 2020. https://www.farmasi-id.com/cefarox-forte/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Cefarox Forte", 6 November 2020, <https://www.farmasi-id.com/cefarox-forte/> [Diakses pada 26 November 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Last Updated on

Category: Antibiotik Produsen, komposisi, dan klasifikasi Cefarox Forte: ,
Tags: ,