CEDANTRON

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Antiemetik > CEDANTRON

By | 07/07/2018

Produsen:

Soho.

Komposisi:

Ondansetron HCl.

Indikasi:

Mual & muntah karena kemoterapi, radoterapi/pasca operasi.

Dosis:

Oral pencegahan mual & muntah pasca operasi Awal 1 tablet 8 mg, 1 jam sebelum pembiusan & 2 dosis selanjutnya 1 tablet 8 mg tiap 8 jam. Mual karena radioterapi 8 mg per oral 1-2 jam sebelum radioterapi dilanjutkan dengan 8 mg per oral tiap 8 jam, berikan hingga 5 hari. Injeksi pengobatan mual & muntah pasca operasi 4 mg/IM sebagai dosis tunggal atau IV perlahan. Kemoterapi yang sangat emetogenik Awal injeksi 8 mg (IV) perlahan atau infus 15 menit segera sebelum kemoterapi diikuti infus 1 mg/jam secara kontinyu s/d 24 jam atau 2 x injeksi 8 mg (IV) perlahan atau infus 15 menit dengan interval 4 jam. Semua cara kemudian diikuti dengan 8 mg peroral (maksimal 5 hari). Kemoterapi yang kurang emetogenik Injeksi 8 mg/IV perlahan atau infus 15 menit segera sebelum kemoterapi atau 8 mg/oral 1-2 jam sebelum kemoterapi diikuti dengan 8 mg per oral tiap 8 jam, berikan hingga 5 hari.

Pemberian Obat:

Berikan dengan atau tanpa makanan.

Perhatian:

Hamil, laktasi, usia lanjut.

Efek Samping:

Konstipasi, sakit kepala, rasa panas atau kemerahan pada kepala & epigastrium.

Kemasan/Harga:

Tab 8 mg x 10 (Rp165.000). Ampul 4 mg/2 mL x 5 (Rp105.000).  8 mg/4 mL x 5 (Rp160.000).

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA):

Kategori B: Studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko pada janin tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping (selain penurunan fertilitas) yang tidak terjadi pada studi terkontrol terhadap wanita hamil trimester 1 (dan tidak ada bukti mengenai risiko pada trimester selanjutnya).

Sekilas Tentang Obat Antiemetik

Antiemetik adalah obat yang efektif melawan muntah dan mual. Antiemetik biasanya digunakan untuk mengobati mabuk perjalanan dan efek samping analgesik opioid, anestesi umum, dan kemoterapi yang diarahkan melawan kanker. Mereka dapat digunakan untuk kasus gastroenteritis yang parah, terutama jika pasien mengalami dehidrasi.

Beberapa antiemetik yang sebelumnya dianggap menyebabkan cacat lahir, tampaknya aman untuk digunakan oleh wanita hamil dalam pengobatan mual di pagi hari dan hiperemesis gravidarum yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa tipe dari obat antiemetik:


    Antagonis reseptor 5-HT3 memblokir reseptor serotonin di sistem saraf pusat dan saluran pencernaan. Dengan demikian mereka dapat digunakan untuk mengobati mual & muntah obat pasca operasi dan sitotoksik. Namun, mereka juga bisa menyebabkan konstipasi atau diare, mulut kering, dan fatigue.

    1. Dolasetron

    2. Granisetron

    3. Ondansetron

    4. Tropisetron

    5. Palonosetron


    ----------------------
    Antagonis dopamin bekerja pada batang otak dan digunakan untuk mengobati mual dan muntah yang berhubungan dengan kanker, penyakit radiasi, opioid, obat sitotoksik, dan anestesi umum. Efek samping termasuk kejang otot dan kegelisahan.

    1. Domperidone

    2. Olanzapine

    3. Haloperidol (terbatas manfaatnya oleh efek samping ekstra-piramidal dan sedatif)

    4. Alizapride

    5. Prochlorperazine

    6. Chlorpromazine (Penggunaan dibatasi oleh sifat penenang)


    ----------------------
    Antagonis reseptor NK1

    1. Aprepitant

    2. Casopitan

    3. Rolapitant


    ----------------------
    dan masih ada tipe-tipe antiemetik yang lain.