Canicol

Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Kloramfenikol > Canicol

By | 11/05/2015
Produsen Caprifarmindo
KomposisiThiampulhenicol.
IndikasiInfeksi yang disebabkan oleh Salmonella sp, H influenzae, riketsia, limfogranuloma-psitakosis, kuman Gr – penyebab meningitis & bakterimia.
DosisDws 250-500 mg dalam 3-4 dosis terbagi. Anak 50 mg/kgBB/hari dibagi 3-4 dosis. Bayi prematur & bayi <2 minggu 25 mg/kgBB/hari dibagi 4 dosis.
Pemberian ObatSebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan pada saat perut kosong, 1 jam sblm atau 2 jam sesudah makan.
Kontra IndikasiHipersensitivitas. Gangguan fungsi ginjal & hati berat. Jangan digunakan untuk pencegahan infeksi bakteri, influenza, atau infeksi tenggorokan.
PerhatianPemeriksaan hematologik untuk pemakaian yang lama. Gangguan ginjal. Hindari penggunaan jangka panjang. Hamil & laktasi.
Efek Samping yang Mungkin Timbul Diskrasia darah, gangguan GI & reaksi hipersensitivitas, sakit kepala, depresi mental, neuritris optik & sindrom Gray.
Interaksi ObatKloramfenikol, dikumarol, fenitoin, tolbutamid, phenobarbital.
Bentuk SediaanKemasan/Harga
Canicol kapsul 500 mg
10 × 10’s (Rp291,500/boks)
Sekilas tentang kloramfenikol / chloramphenicol
Kloramfenikol (chloramphenicol) adalah suatu antibiotik C11H12Cl2N2O5 didapat dari Streptomyces venezuelae, anti-bakteri, antiriketsia. Obat penyakit tifus abdominalis. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang ditemukan pada tahun 1947 dari kultur Streptomyces venezuelae yang tidak diproduksi secara sintetik sekaligus menjadi antibakteri pertama yang berspektrum luas, dengan mekanisme kerja menghambat sintesis protein dan bersifat bakteriostatik.