Cameloc

By | September 6, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Muskuloskeletal > Cameloc

CAMELOC

Tablet

Kandungan dan Komposisi Cameloc

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Cameloc adalah:

CAMELOC 7,5
Tiap tablet mengandung:
Meloxicam 7,5 mg

CAMELOC 15
Tiap tablet mengandung:
Meloxicam 15 mg

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Cameloc

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Cameloc adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

  • Pengobatan simtomatik jangka pendek pada osteoartritis eksaserbasi akut
  • Pengobatan simtomatik jangka panjang pada artritis rematoid (poliartritis kronik)

Kontraindikasi Cameloc

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Cameloc dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien yang hipersensitif terhadap meloxicam, asetosal atau obat-obat NSAIDs lainnya
  • Penderita dengan penyakit ginjal berat
  • Wanita hamil dan menyusui
  • Anak-anak di bawah usia 15 tahun
  • Tukak lambung aktif selama 6 bulan terakhir atau memiliki riwayat penyakit tukak lambung
  • Gagal ginjal non-dialisis berat
  • Perdarahan gangguan saluran pencernaan, perdarahan serebrovaskular atau perdarahan penyakit lainnya
  • Gangguan fungsi hati berat
  • Pasien yang mengalami/memiliki riwayat asma, polip nasal, angioedema/urtikaria

Dosis dan Aturan Pakai Cameloc

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Cameloc:

  • Osteoartritis: 7,5 mg satu kali sehari, jika diperlukan dosis dapat ditingkatkan hingga 15 mg satu kali sehari
  • Artritis rematoid: 15 mg satu kali sehari, dapat dikurangi sampai 7,5 mg/hari tergantung respon klinis
  • Untuk pasien dengan risiko tinggi, dosis awal yang diberikan sebesar 7,5 mg satu kali sehari
  • Untuk pasien penderita gagal ginjal dosis yang diberikan tidak lebih dari 7,5 mg satu kali sehari
  • Pemberian kombinasi: total dosis per oral/rektal tidak boleh melebihi 15 mg/hari

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Cameloc

  • Hati-hati jika diberikan kepada pasien dengan riwayat penyakit gastrointestinal (perdarahan dan tukak), penurunan fungsi ginjal, kegagalan fungsi hati, penyakit hepatik, dehidrasi, hipertensi ataupun asma
  • Hati-hati jika diberikan pada orang tua
  • Hati-hati jika digunakan bersamaan dengan antikoagulan
  • Keamanan penggunaan untuk anak-anak dan ibu menyusui belum diketahui dengan pasti
  • hati-hati pada pasien dengan retensi cairan atau gagal jantung

Efek Samping Cameloc

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Cameloc yang mungkin terjadi adalah:

Abnormalitas fungsi hati, eructation, gangguan saluran cerna , mual dan muntah, meningkatkan tekanan darah, flushing, udem, rasa sakit, palpitasi, nyeri, vertigo, tinnitus, mengantuk, pusing, sakit kepala, anemia, arthalgia, nyeri tulang belakang, insomnia, asma akut, batuk, gangguan pernapasan atas, ISPA, stomatitis, urtikaria, fotosensitisasi, pruritus, ruam, micturition frequency, infeksi saluran kemih, reaksi anafilaksis, angioedema.

Efek Samping Cameloc

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Efek samping Cameloc yang mungkin terjadi adalah:

CAMELOC tablet 7.5 mg:
Kotak, 5 strip @ 10 tablet ,

CAMELOC tablet 15 mg:
Kotak, 5 strip @ 10 tablet ,

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Cameloc Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Cameloc, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Cameloc?

Jika Anda lupa menggunakan Cameloc, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Cameloc Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Cameloc?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Cameloc yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 6 September). Cameloc. Diakses pada 20 Oktober 2020, dari https://www.farmasi-id.com/cameloc/


Format MLA (Modern Language Association)

"Cameloc". Farmasi-id.com. 6 September 2020. 20 Oktober 2020. https://www.farmasi-id.com/cameloc/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Cameloc", 6 September 2020, <https://www.farmasi-id.com/cameloc/> [Diakses pada 20 Oktober 2020]


Bagikan ke Rekan Anda
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *