Budesma

Farmasi-id.com > Sistem Gastrointestinal & Hepatobilier > Regulator GIT, Antiflatulen, & Antiinflamasi > Budesma

By | 11/04/2019

Kandungan dan Komposisi Budesma

Budesonide.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan

Merangsang terjadinya remisi pada pasien penyakit Crohn ringan s/d sedang yang melibatkan ileum & atau kolon desenden.

Farmakologi

Budesonide merupakan golongan kortikosteroid yang memiliki efek anti inflamasi disertai dengan aktivitas glukokortikoid yang kuat dan aktivitas mineralokortikoid yang lemah. Budesonid dapat menghambat sel dan mediator yang terlibat dalam proses inflamasi baik yang termasuk dalam kategori alergi maupun non-alergi.

Kontra Indikasi

Infeksi lokal intestinal, bayi & anak kecil, gangguan fungsi hati berat.

Perhatian

TB, hipertensi, DM, osteoporosis, ulkus peptikum, glaukoma, katarak, riwayat keluarga diabetes, riwayat keluarga glaukoma, gangguan hati. Hamil, laktasi.

Efek Samping

Eksantema alergi, striae merah, petekie, ekimosis, akne steroid, penyembuhan luka lambat, dermatitis kontak, kelemahan otot, osteoporosis, nekrosis aseptik tulang, glaukoma, katarak, depresi, iritabilitas, euforia, gangguan GI, ulkus duodenum, pankreatitis, sindrom Cushing, hipertensi, peningkatan risiko trombosis & vaskulitis, melambatnya respons imun.

Interaksi Obat

Vaksin virus hidup, glikosida jantung, diuretik hemat K, ketokonazol, troleandromisin, eritromisin, siklosporin, simetidin, kolestiramin.

Parameter Pemantauan

Beberapa parameter yang perlu di monitor pada penggunaan Budesonid untuk terapi :

  • Asma: Peak Expiratory Flow Rate (PEFR), penurunan intensitas mengi, sesak nafas dan kecepatan nafas; serta penurunan aktivitas akibat serangan asma.
  • Alergi Rhinitis: lakukan scratch testing (test yang dilakukan di kulit secara epicutaneous dengan menggunakan alergen khusus); penurunan gejala rhinitis.

Beberapa parameter lain yang perlu dimonitor meliputi:

  • Gejala Cushing’s syndrome
  • Gejala hypercorticism pada pasien yang mendapatkan pengobatan bersamaan dengan ketoconazole
  • Pertumbuhan pada anak-anak
  • Pemeriksaan katarak dan galukoma
  • Gejala oropharyngeal candidiasis
  • Gejala osteoporosis

Interaksi Obat

  • Dengan Obat Lain : Meningkatkan efek: Cimetidine dapat menurunkan clearance dan meningkatkan bioavailabilitas Budesonide dengan meningkatkan konsentrasi plasma. Ketoconazole dapat menghambat enzim CYP3A4 sehingga dapat meningkatkan serum level dan kemungkinan dapat terjadi toksisitas penggunaan Budesonide. Inhibitor enzim yang lain meliputi: Amiodarone, Clarithromycin, Delavirdine, Diltiazem, Dirithromycin, Disulfiram, Fluoxetine, Fluvoxamine, Indinavir, Itraconazole, Nefazodone, Nevirapine, Propoxyphene, Quinupristin-Dalfopristin, Ritonavir, Saquinavir, Verapamil, Zafirlukast, Zileuton. Penambahan Salmeterol meningkatkan respon inhaled corticosteroid. Secara teoritis penggunan bersamaan dengan Proton Pump Inhibitor (omeprazole dan pantoprazole) mempengaruhi pH lambung yang pada akhirnya juga mempengaruhi kecepatan disolusi enteric-coated kapsul sules. Pemakaian bersama dengan omeprazole tidak mempengaruhi kinetika Budesonid kapsul .
  • Dengan Makanan : Grapefruit juice dapat menggandakan jumlah Budesonid yang digunakan secara oral didalam sistemik. Penggunaan bersama kapsul dengan diet tinggi lemak dapat menunda penkapsulaian waktu puncak, tetapi tidak mempengaruhi tingkat absorpsi. St John’s wort dapat menurunkan kadar Budesonid.

Kategori Keamanan Penggunaan Pada Wanita Hamil (Menurut FDA)

Kategori C: Studi terhadap binatang percobaan, memperlihatkan adanya efek-efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil, atau studi terkontrol pada wanita hamil dan binatang percobaan. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Dosis dan Aturan Pakai

1 kapsul 3 x/hari. Lama terapi: 8 minggu.

Pemberian Obat

Sebaiknya diberikan pada saat perut kosong : Berikan 30 mnt sblm makan.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 20 container monodose @ 2 ml, cairan inhaler 0,25 mg/ml

Izin BPOM

DKI1848500168A1

Produsen

Genetic S.P.A

Pendaftar

Dexa Medica

Sekilas Tentang Dexa Medica

Dexa Medica adalah suatu perusahaan farmasi Indonesia yang didirikan pada 1969 oleh Drs. Rudy Soetikno Apt. seroang apoteker muda yang pernah bertugas sebagai tentara. Dikarenakan pernah terjadi kelangkaan pasokan obat, maka ia bersama rekannya mulai mendirikan sebuah perusahaan farmasi kecil dengan produk obat tablet.

Karena semakin meningkatnya permintaan, maka Dexa Medica meningkatkan kuantitas produksinya sehingga pada 1975 produknya telah tersedia di seluruh pulau Sumatera, dan pada 1978, produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh Indonesia. Sebagai perusahaan nasional, maka pada 1984 perusahaan ini mendirikan kantor pemasaran di Jakarta. Perusahaan ini pun semakin berkembang dan dibuktikan dengan produk-produknya yang berhasil menembus pasar negara-negara Asia dan Afrika sekaligus menjadikan Dexa Medica menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di Indonesia. Saat ini posisi CEO perusahaan dijabat oleh Ir. Ferry A. Soetikno, M.Sc., M.B.A.