Arsip untuk: Leptospirosis

Pengobatan LEPTOSPIROSIS

Pengobatan: Leptospirosis umumnya diobati dengan obat antibiotik, antara lain: Golongan Penisilin Doxycycline (Monodox) Eritromisin (E-Mycin, Ery-Tab). Pasien dengan kondisi parah akan memerlukan rawat inap untuk perawatan dan pemantauan. Obat lain untuk mengatasi nyeri, demam, muntah, kehilangan cairan, perdarahan, perubahan mental, dan tekanan darah rendah juga dapat diberikan oleh dokter yang menangani. Pencegahan: Orang yang beresiko… Read More »

Gejala LEPTOSPIROSIS

Gejala infeksi Leptospira terjadi dalam 7-12 hari setelah paparan bakteri. Gejala leptospirosis seringkali tidak spesifik. 1. Gejala fase pertama (Fase bacteremic) Berlangsung 3-7 hari dengan gejala, antara lain: Demam dengan temperatur 100-105°F (37,8-40,6°C) Sakit kepala parah Nyeri otot Nyeri perut Menggigil Mual Muntah Nyeri punggung Sendi nyeri Kekakuan leher Kelelahan ekstrim batuk Kadang terjadi ruam-ruam… Read More »

Penyebab LEPTOSPIROSIS

Leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans. Manusia dianggap ‘accidental hosts’ dan menjadi terinfeksi Leptospira interrogans oleh karena kontak dengan urine (melalui kontak dengan tanah, air, atau tanaman yang telah terkontaminasi oleh urin) dari binatang yang terinfeksi. Leptospira interrogans dapat bertahan selama enam bulan di luar ruangan. Kuman Leptospira dapat memasuki tubuh lewat luka atau… Read More »

LEPTOSPIROSIS

Infeksi oleh bakteri Leptospira interrogans mendapat nama yang berbeda-beda di berbagai tempat. Nama alternatif untuk Leptospirosis termasuk mud fever, swamp fever, sugar cane fever and Fort Bragg fever. Kasus yang lebih parah dari Leptospirosis disebut sindrom Weil atau icterohemorrhagic fever. Penyakit ini umumnya ditemukan di iklim tropis dan subtropis namun terjadi di seluruh dunia. Leptospirosis… Read More »