Pfizer dan GSK sepakat menggabungkan unit usaha OTC mereka

FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Pfizer dan GSK sepakat menggabungkan unit usaha OTC mereka

By | 21/12/2018

Dua perusahaan farmasi raksasa dunia, Pfizer dan GSK (GlaxoSmithKline) dikabarkan sepakat untuk menggabungkan unit usaha mereka dibidang consumer health care untuk produk-produk OTC (over-the-counter). GSK akan memegang 68% saham, sedangkan sisanya sebesar 32% dipegang oleh Pfizer. Berdasarkan hasil penjualan tahun lalu (2017), jika digabungkan maka total hasil penjualan mereka di seluruh dunia mencapai sekira 12,7 miliar dollar.

Menurut CEO Pfizer, Ian Read, pihaknya sangat senang dengan kerjasama ini dan dengan melihat kerjasama sebelumnya yang sudah pernah terjadi, pihaknya optimis untuk meraih kesuksesan di tahun-tahun mendatang. Keputusan Pfizer untuk bekerja sama dengan GSK kemungkinan menjadi strategi besar yang dilakukan oleh CEO mereka, Ian Read, setelah empat tahun sebelumnya gagal mengakuisisi AstraZeneca.

Pfizer diketahui menjadi salah satu pesaing utama GSK di pasar produk OTC dunia. Dengan adanya kerja sama patungan ini maka GSK akan memperkuat eksistensi produk mereka dalam satu unit usaha bersama. Produk-produk yang masuk dalam jajaran OTC antara lain pereda nyeri ringan, pasta gigi, obat-obat demam dan flu, vitamin, suplemen makanan, dan produk-produk lain yang intinya bisa dibeli dan digunakan tanpa resep dokter. Beberapa merek terkenal dari produk-produk OTC Pfizer seperti Advil, Centrum, Caltrate akan bergabung dalam lini usaha produk-produk OTC GSK seperti Sensodyne, Nicorette, Excedrin, dan lain-lain.

CEO GSK, Emma Walmsley yang mulai menjabat sejak April 2017, mengatakan bahwa dirinya saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan tingkat penjualan perusahaan yang dianggap kurang memuaskan oleh investor besarnya. Dan apa yang dilakukan oleh Walmsley sejauh ini cukup baik, terlebih dengan adanya usaha patungan dengan Pfizer ini. Sebelumnya pada bulan Maret lalu, GSK sudah mengambil alih kendali perusahaan patungan dengan Novartis senilai 13 miliar dollar. GSK juga mengakuisisi Tesaro, suatu perusahaan farmasi dan bioteknologi yang berfokus pada obat-obatan kanker. Salah satu trategi Walmsley adalah mengembalikan fokus perusahaan pada pengembangan dan komersialisasi produk-produk obat baru yang menguntungkan.

Dengan pembagian saham yang disepakati (32% Pfizer, dan 68% GSK) maka sebagai pemegang saham mayoritas, GSK berencana akan memisahkan divisi unit usaha bersama ini dalam waktu tiga tahun kedepan untuk kemudian didaftarkan pada daftar bursa saham Inggris. Unit usaha lain seperti produk obat resep dan vaksin akan tetap dipegang oleh masing-masing pemegang saham.

Dengan adanya unit usaha bersama ini membuatnya menjadi penyedia produk-produk OTC terbesar di dunia dengan pangsa pasar sebesar 7,3 persen, mengungguli, Johnson & Johnson, Bayer AG, dan Sanofi.

Daftar pustaka:

  • Pfizer, Glaxo agree to create OTC giant. https://www.pharmacist.com/article/pfizer-glaxo-agree-create-otc-giant. Diakses 21 Desember 2017.
  • GlaxoSmithKline and Pfizer to Merge Consumer Health Units. https://www.nytimes.com/2018/12/19/business/gsk-pfizer-consumer-healthcare.html. Diakses 21 Desember 2017.
  • Pfizer and GlaxoSmithKline Announce Joint Venture to Create a Premier Global Consumer Healthcare Company. https://www.businesswire.com/news/home/20181218005970/en/Pfizer-GlaxoSmithKline-Announce-Joint-Venture-Create-Premier. Diakses 21 Desember 2017.
  • GlaxoSmithKline to break up after striking Pfizer joint venture. https://www.ft.com/content/3681be02-035d-11e9-9d01-cd4d49afbbe3. Diakses 21 Desember 2017.
  • Glaxo to Split in Two Following Venture Deal with Pfizer. http://fortune.com/2018/12/19/glaxo-split-pfizer-deal/. Diakses 21 Desember 2017.