Penyebab SINDROM ANTIFOSFOLIPID

By | October 10, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Penyebab SINDROM ANTIFOSFOLIPID

Dalam sindrom antifosfolipid, tubuh keliru menghasilkan antibodi terhadap protein yang mengikat fosfolipid. Antibodi tersebut hadir dalam lemak darah yang memainkan peran penting dalam pembekuan (koagulasi). Antibodi adalah protein khusus yang biasanya menyerang tubuh, seperti virus dan bakteri.

Ada dua klasifikasi utama dari sindrom antifosfolipid:

1. Primer
Jika tidak memiliki gangguan autoimun lainnya, seperti lupus eritematosus sistemik (SLE), mungkin memiliki sindrom antifosfolipid primer.

2. Sekunder
Jika memiliki lupus atau kelainan autoimun, sindrom antifosfolipid termasuk daam klasifikasi sekunder.

Dengan sindrom antifosfolipid sekunder, penyebabnya adalah dianggap lupus atau gangguan autoimun lainnya. Penyebab sindrom antifosfolipid primer tidak diketahui. Namun, beberapa faktor yang terkait dengan pengembangan antibodi antifosfolipid dapat termasuk:

  • Infeksi
    Orang dengan sifilis, infeksi HIV, hepatitis C, dan malaria, memiliki insiden yang lebih tinggi memiliki antibodi antifosfolipid.
  • Obat-obatan
    Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti hydralazine yang merupakan obat tekanan darah tinggi, obat-obatan yang mengatur irama jantung, obat anti-kejang fenitoin (Dilantin), dan antibiotik amoksisilin dapat menyebabkan peningkatan risiko.
  • Kecenderungan genetik
    Meskipun gangguan ini tidak dianggap turun-temurun, penelitian menunjukkan bahwa kerabat orang-orang dengan sindrom antifosfolipid lebih cenderung memiliki antibodi tersebut.
[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *