Penyakit Malaria Jenis, Gejala dan Cara Pencegahan

By | February 15, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Penyakit Malaria Jenis, Gejala dan Cara Pencegahan

pengertian penyakit malaria gejala dan penyebabnya

Pengertian Penyakit Malaria Gejala dan Penyebabnya. Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit bernama Plasmodium. Penularan penyakit ini melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Di dalam tubuh manusia, parasit Plasmodium akan berkembang biak di organ hati kemudian menginfeksi sel darah merah.

Penyakit ini paling banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis di mana parasit Plasmodium dapat berkembang baik begitu pula dengan vektor nyamuk Anopheles. Daerah selatan Sahara di Afrika dan Papua Nugini di Oceania merupakan tempat-tempat dengan angka kejadian malaria tertinggi.

Berdasarkan data di dunia, penyakit malaria membunuh satu anak setiap 30 detik. Sekitar 300-500 juta orang terinfeksi dan sekitar 1 juta orang meninggal karena penyakit ini setiap tahunnya. 90% kematian terjadi di Afrika, terutama pada anak-anak.

Baca Juga : 7 Fakta Menarik Malaria Yang Perlu Anda Ketahui

Jenis Penyakit Malaria Pada Manusia

Ada 4 jenis malaria pada manusia:

• Plasmodium falciparum

• Plasmodium vivax

• Plasmodium malariae

• Plasmodium ovale.

Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax merupakan jenis yang paling sering dijumpain, namun dari keempat jenis malaria tersebut yang paling mematikan adalah jenis Plasmodium falciparum.


Cara Penularan

Tingkat penularan malaria dapat berbeda tergantung pada faktor setempat, seperti pola curah air hujan (nyamuk berkembang biak pada lokasi basah), kedekatan antara lokasi perkembangbiakan nyamuk dengan manusia, dan jenis nyamuk di wilayah tersebut. Beberapa daerah memililki angka kasus yang cenderung tetap sepanjang tahun.

Epidemik yang luas dan berbahaya dapat terjadi ketika parasit yang bersumber dari nyamuk masuk ke wilayah di mana masyaratnya memiliki kontak dengan parasit namun memiliki sedikit atau bahkan sama sekali tidak memiliki kekebalan terhadapa malaria. Atau, ketika orang dengan tingkat kekebalan rendah pindah ke wilayah yang memiliki kasus malaria tetap. Epidemik ini dapat dipicu dengan kondisi iklim basah dan banjir, atau perpindahan masyarakat akibat konflik.


Gejala Malaria

Gejala penyakit ini awalnya menyerupai penyakit influenza, namun bila tidak diobati maka dapat terjadi komplikasi yang berujung pada kematian.

Gejala awal terindikasi penyakit malaria adalah :

1. Demam

2. Sakit Kepala
3. Mual dan muntah
Gejala tersebut biasanya muncul 10 sampai 15 hari setelah terinfeksi. Bila tidak mendapatkan pengobatan yang tepat, malaria dapat menyebabkan keseriusan dan sering berakhir dengan kematian.


Resiko Khusus Rawan Terkena Malaria

• Orang dengan sedikit atau tanpa kekebalan tubuh yang pindah dari wilayah bebas malaria menuju wilayah dengan tingkat penyakit malaria tinggi rentan terhadap penyakit tersebut.

• Wanita hamil tanpa kekebalan sangat beresiko terhadap malaria. Kesakitannya dapat berakibat pada tingginya tingkat kelahiran premature dan menyebabkan 10% kematian ibu maternal (meningkat 50% pada kasus penyakit parah) setiap tahun.

• Wanita hamil dengan kekebalan tubuh kurang akan beresiko terhadap anemia dan pertumbuhan janin yang tidak sempurna, walaupun mereka tidak menampulakkan tAnda-tAnda penyakit akut. Tiap tahun diperkirakan 200.000 bayi meninggal akibat malaria selama kehamilan.

• Wanita hamil yang menderita HIV juga memiliki resiko tinggi.


Pengobatan

Pengobatan malaria tergantung kepada jenis parasit dan resistensi parasit terhadap klorokuin. Untuk suatu serangan malaria falciparum akut dengan parasit yang resisten terhadap klorokuin, bisa diberikan kuinin atau kuinidin secara intravena. Pada malaria lainnya jarang terjadi resistensi terhadap klorokuin, karena itu biasanya diberikan klorokuin dan primakuin. Pengobatan dini terhadap malaria akan mengurangi durasi pengobatan, mencegah komplikasi dan kemungkinan kematian.

Pengobatan terbaik yang ada, terutama untuk jenis Malaria P. falciparum malaria, adalah kombinasi obat-obatan yang biasa dikenal sebagai artemisinin-based combination therapies (ACTs). Namun, meningkatnya potensi resistensi parasit pada pengobatan tersebut melemahkan upaya pengendalian malaria (lihat di bawah). Untuk pengobatan malaria ini, tidak ada alternatif efektif mendapatkan artemisinin di pasar maupun saat mendekati akhir proses pengembangan obat.

Sumber referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Malaria
www.depkes.go.id/…malaria…/fac_sheet_malaria.pdf

Powered by Farmasi-id.com

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *