PENYAKIT GRAVES

By | February 10, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > PENYAKIT GRAVES


Penyakit Graves adalah gangguan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan kelebihan produksi hormon tiroid (hipertiroidisme). Jika sejumlah gangguan dapat mengakibatkan hipertiroidisme, maka penyakit Graves adalah penyebab hipertiroidisme yang paling umum.

Karena hormon tiroid memengaruhi sejumlah sistem tubuh yang berbeda, tAnda dan gejala yang berhubungan dengan penyakit Graves bisa sangat luas dan berpengaruh signifikan terhadap keseluruhan kondisi tubuh Anda.

Penyakit Graves jarang mengancam jiwa. Meskipun penyakit ini dapat menyerang siapa saja, penyakit Graves lebih sering terjadi pada perempuan dan orang-orang yang berusia di bawah 40 tahun.

Tujuan pengobatan difokuskan untuk menghambat produksi hormon tiroid dan mengurangi tingkat keparahan gejala.

Gejala

TAnda-tAnda umum dan gejala penyakit Graves meliputi:

• Kecemasan

• Iritabilitas

• Sulit tidur

• Kelelahan

• Detak jantung yang cepat atau tidak teratur

• Tremor (yang cenderung halus) pada tangan atau jari

• Peningkatan keringat atau kulit lembab dan hangat

• Sensitivitas terhadap panas

• Kehilangan berat badan, meskipun kebiasaan makan tetap normal

• Pembesaran kelenjar tiroid (gondok)

• Perubahan dalam siklus menstruasi

• Disfungsi ereksi atau libido menjadi berkurang

• Sering buang air besar atau diare

• Mata melotot (ophthalmopathy Graves )

• Kulit yang tebal dan merah biasanya pada tulang kering atau bagian atas kaki (dermopathy Graves)

Graves dermopathy

Jenis manifestasi yang jarang dari penyakit Graves adalah Graves dermopathy yakni penebalan kulit yang memerah, paling sering terjadi pada tulang kering atau bagian atas kaki Anda.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyakit Graves disebabkan oleh terjadi disfungsi pada sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan penyakit.

Salah satu respon sistem kekebalan tubuh yang normal adalah produksi antibodi yang dirancang untuk melawan virus, bakteri tertentu atau zat asing lainnya. Pada penyakit Graves – untuk alasan yang tidak dipahami dengan baik – tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan protein tertentu pada permukaan sel-sel dalam tiroid, yakni kelenjar hormon yang diproduksi di bagian leher.

Biasanya, fungsi tiroid diatur oleh hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar kecil di dasar otak (kelenjar pituitari). Antibodi yang terkait dengan penyakit Graves – yakni antibody thyrotropin reseptor (Trab) – pada dasarnya dapat meniru tindakan hormon pituitari. Oleh karena itu, Trab mengesampulingkan regulasi normal dari tiroid dan menghasilkan kelebihan hormon tiroid (hipertiroidisme).

Hasil dari hipertiroidisme

Hormon tiroid mempengaruhi sejumlah fungsi tubuh, termasuk:

• Metabolisme, proses pengolahan nutrisi untuk memproduksi energi bagi sel-sel tubuh

• Jantung dan fungsi sistem saraf

• Suhu tubuh

• Kekuatan otot

• Siklus menstruasi

Akibatnya, dampulak dari penyakit Graves ‘mungkin meluas dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

Penyebab Ophthalmopathy Graves

Penyebab pasti dari ophthalmopathy Graves juga tidak dipahami dengan baik. Namun, nampulaknya antibodi yang sama yang dapat menyebabkan disfungsi tiroid mungkin juga memiliki “daya tarik” untuk merusak jaringan sekitar mata. Aktifitas antibodi ini memicu peradangan serta aktivitas sistem kekebalan tubuh lainnya yang menghasilkan tAnda-tAnda dan gejala ophthalmopathy Graves .

Ophthalmopathy Graves sering muncul pada saat yang bersamaan dengan hipertiroid, atau bisa juga muncul beberapa bulan kemudian. Akan tetapi tAnda-tAnda dan gejala ophthalmopathy dapat muncul beberapa tahun sebelumnya atau tepat sebelum terjadinya hipertiroidisme. Ophthalmopathy Graves juga dapat muncul tanpa adanya (tanpa disertai) hipertiroidisme.

Faktor Risiko

Meskipun setiap orang dapat mengembangkan penyakit Graves, sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko penyakitini. Faktor-faktor risiko tersebutantara lain:

• Sejarah keluarga. Karena riwayat keluarga penyakit Graves merupakan faktor risiko yang diketahui, terdapat kemungkinan adanya satu gen atau sekelompok gen yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap gangguan tersebut.

• Gender. Perempuan lebih mungkin mengembangkan penyakit Graves dibandingkan pria.

• Usia. Penyakit Graves biasanya berkembang pada orang yang berusia lebih muda dari 40 tahun.

• Gangguan autoimun lain. Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya, seperti diabetes tipe 1 atau rheumatoid arthritis, memiliki peningkatan risiko.

• Stres emosional atau fisik. Peristiwa kehidupan yang penuh stres atau penyakit dapat menjadi pemicu timbulnya penyakit Graves pada orang-orang yang rentan secara genetik.

• Kehamilan. Kehamilan atau persalinan yang baru terjadi dapat meningkatkan risiko gangguan, khususnya di kalangan wanita yang rentan secara genetik.

• Merokok. Merokok, selain dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, juga meningkatkan risiko penyakit Graves. Tingkat risiko ini terkait dengan jumlah rokok yang dihisap setiap hari – semakin besar jumlahnya, semakin besar pula risikonya. Perokok yang memiliki penyakit Graves juga memiliki peningkatan risiko penyakit Graves ophthalmopathy.

Komplikasi

Komplikasi dari penyakit Graves dapat berupa:

• Komplikasi Kehamilan. Kemungkinan komplikasi dari penyakit Graves selama kehamilan di antaranya kelahiran prematur, disfungsi tiroid janin, pertumbuhan janin yang lemah dan preeklamsia. Preeklamsia adalah suatu kondisi ibu yang mengakibatkan tekanan darah tinggi dan kenaikan jumlah protein dalam urin.

• Gangguan hati. Jika tidak diobati, penyakit Graves dapat menyebabkan gangguan detak jantung, perubahan struktur serta fungsi otot-otot jantung, dan ketidakmampuluan jantung untuk memompa darah yang mencukupi bagi tubuh (gagal jantung kongestif).

• Badai Thyroid. Sebuah komplikasi yang jarang terjadi, tetapi mengancam jiwa adalah penyakit Graves badai tiroid, juga dikenal sebagai hipertiroidisme akselerasi atau krisis tirotoksik. Penyakit ini lebih mungkin terjadi ketika hipertiroidisme yang parah tidak diobati atau tidak mendapatkan pengobatan yang memadai. Kenaikan hormone tiroid secara tiba-tiba dan drastis dapat menghasilkan sejumlah efek, termasuk demam,banyak berkeringat, kebingungan, delirium, kelemahan yang parah, tremor, detak jantung tidak teratur, tekanan darah rendah yang parah, hingga koma. Penyakit badai tiroid memerlukan perawatan darurat.

• Tulang rapuh. Hipertiroidisme yang tidak diobati dapat menyebabkan tulang yang lemah dan rapuh (osteoporosis). Kekuatan tulang Anda (sebagiannya)tergantung pada jumlah kalsium dan mineral lain yang dikandungnya. Terlalu banyak hormon tiroid dapat mengganggu kemampuluan tubuh untuk memasukkan kalsium ke dalam tulang Anda.

Kapan Harus ke Dokter ?

Sejumlah kondisi medis dapat menyebabkan tAnda-tAnda dan gejala yang berhubungan dengan penyakit Graves. Temui dokter jika Anda menemukan masalah yang berhubungan dengan penyakit Graves untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat.

Cari perawatan darurat jika Anda mengalami tAnda-tAnda dan gejala yang berkaitan dengan jantung, seperti detak jantung yang cepat atau tidak teratur.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Tujuan pengobatan untuk penyakit Graves adalah untuk menghambat produksi hormon tiroid dan untuk memblokir efek dari hormon ini pada tubuh. Beberapa pengobatan yang dapat dilakukan adalah:

Terapi Radioaktif Yodium

Pada proses terapi ini, Anda mengonsumsi yodium radioaktif, atau radioiodine, melalui mulut. Karena tiroid memerlukan yodium untuk menghasilkan hormon, maka diperlukan radioiod, yang berfungsi untuk merusak sel-sel tiroid yang terlalu aktif. Hal ini menyebabkan kelenjar tiroid Anda menyusut, dan masalah Anda akan berkurang secara bertahap, biasanya selama beberapa minggu sampai beberapa bulan.

Terapi radioiodine dapat meningkatkan risiko gejala baru atau gejala yang memburuk dari ophthalmopathy Graves. Efek Samping ini biasanya cenderung ringan dan bersifat sementara, tetapi terapi ini mungkin tidak dianjurkan jika Anda memiliki masalah mata yang parah.

Efek Samping lain mungkin termasuk nyeri di leher dan peningkatan hormon tiroid sementara waktu. Pria mungkin mengalami penurunan sementara kadar testosteron. Terapi radioiodine tidak digunakan untuk mengobati wanita hamil atau menyusui. Radioiod yang tidak masuk ke dalam kelenjar tiroid akan diekskresikan dalam urin dan air liur Anda.

Karena pengobatan ini menyebabkan aktivitas tiroid menjadi menurun, Anda mungkin akan memerlukan pengobatan kemudian untuk memasok tubuh Anda dengan jumlah normal hormon tiroid.

Obat anti-tiroid

Obat anti-tiroid obat bekerja dengan memengaruhi penggunaan yodium oleh tiroid untuk menghasilkan hormon. Obat resep anti-tiroid meliputi propylthiouracil dan methimazole (Tapazole).

Ketika kedua obat tersebut digunakan secara tersendiri (tidak dikombinasikan), maka kekambuhan hipertiroidisme dapat terjadi di lain waktu. Menggunakan obat ini selama lebih dari satu tahun dapat menghasilkan penyembuhan jangka panjang yang lebih baik. Obat anti-tiroid juga dapat digunakan sebelum atau setelah terapi radioiodine sebagai pengobatan tambahan.

Efek Samping dari kedua obat ini diantaranya ruam, nyeri sendi, kegagalan hati atau penurunan sel darah putih yang berfungsi melawan penyakit. Methimazole tidak digunakan untuk mengobati wanita hamil karena terdapat risiko cacat lahir pada bayi. Oleh karena itu, propylthiouracil adalah obat anti-tiroid yang lebih cocok digunakan oleh wanita hamil.

Beta blockers

Obat-obat ini tidak menghambat produksi hormon tiroid, tetapi mereka memblokir efek dari hormon pada tubuh. Mereka dapat memberikan bantuan yang cukup cepat terhadap masalah denyut jantung yang tidak teratur, tremor, kecemasan atau lekas marah, intoleransi panas, berkeringat, diare dan kelemahan otot.

Beta blockers di antaranya:

• Propranolol (Inderal)

• Atenolol (Tenormin)

• Metoprolol

• Nadolol (Corgard)

Beta blockers tidak diresepkan untuk penderita asma, karena obat tersebut dapat memicu serangan asma. Obat ini juga dapat mempersulit perawatan diabetes. Penghentian obat secara tiba-tiba dapat menyebabkan masalah jantung yang serius.

Operasi

Jika terapi lain tidak dapat dilaksanakan atau belum efektif, Anda mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat tiroid Anda (tiroidektomi). Setelah operasi, Anda mungkin akan membutuhkan pengobatan untuk memasok tubuh Anda dengan jumlah normal dari hormon tiroid.

Risiko operasi di antaranya potensi kerusakan pita suara dan kerusakan kelenjar paratiroid, yakni kelenjar kecil yang letaknya berdekatan dengan kelenjar tiroid. Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang mengontrol tingkat kalsium dalam darah. Komplikasi operasi jarang terjadi jika ditangani oleh seorang ahli bedah berpengalaman dalam operasi tiroid.

Mengobati ophthalmopathy Graves

Gejala ringan ophthalmopathy Graves dapat diatasi dengan menggunakan obat air mata buatan yang digunakan pada siang hari, dan gel pelumas pada malam hari.

Gaya hidup dan pengobatan rumah

Jika Anda memiliki penyakit Graves, usahakan unutk membuat kondisi kesehatan mental dan fisik Anda sebagai prioritas.

• Makan dengan baik dan berolahraga. Hal ini dapat meningkatkan perbaikan beberapa gejala saat dirawat dan membantu Anda merasa lebih baik secara umum. Misalnya, karena tiroid Anda mengendalikan metabolisme, Anda mungkin mengalami kecenderungan untuk menambah berat badan saat proses pengobatan hipertiroidisme. Tulang rapuh juga dapat terjadi saat Anda memiliki penyakit Graves, dan olahraga angkat beban dapat membantu mempertahankan kepadatan tulang.

• Menghilangkan stres sebanyak yang Anda bisa. Hal ini sangat membantu, karena stres dapat memicu atau memperburuk penyakit Graves. Mendengarkan musik, mandi air hangat atau berjalan dapat membantu Anda rileks dan menempatkan Anda dalam kerangka pikiran yang positif.

Bekerjasamalah dengan dokter Anda untuk menyusun rencana yang menggabungkan pasokan nutrisi yang tepat, olahraga, dan relaksasi ke dalam rutinitas harian Anda.

Ophthalmopathy Graves

Langkah ini dapat membuat mata Anda merasa lebih baik jika Anda memiliki ophthalmopathy Graves.

• Terapkan kompres dingin pada mata Anda. Penambahan zat pelembab dapat menenangkan mata Anda.

• Pakailah kacamata hitam. Ketika mata Anda menonjol, mereka lebih rentan terhadap sinar ultraviolet dan lebih sensitif terhadap cahaya terang. Mengenakan kacamata hitam yang juga membungkus sekitar sisi kepala Anda akan mengurangi iritasi mata.

• Gunakan obat tetes mata (pelumas). Obat tetes mata dapat meredakan sensasi kering dan gatal pada permukaan mata Anda. Sebuah gel berbasis parafin seperti Lacri-Lube, dapat diterapkan pada malam hari.

• Tinggikan bagian kepala tempat tidur Anda. Menjaga kepala Anda lebih tinggi dari bagian tubuh lain dpat mengurangi akumulasi cairan di kepala dan dapat meringankan tekanan pada mata Anda.

Dermopathy Graves

Jika penyakit ini memengaruhi kulit Anda (dermopathy Graves), gunakan obat krim atau salep yang mengandung hydrocortisone untuk mengurangi pembengkakan dan kemerahan. Selain itu, menggunakan bungkus kompresi pada kaki Anda juga dapat membantu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *