Pengobatan TRANSVERSE MIELITIS

By | November 18, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Pengobatan TRANSVERSE MIELITIS

Perawatan dan obat-obatan:

  1. Steroid intravena.
    Setelah mendapat diagnosis, pasien dapat menerima suntikan steroid melalui pembuluh vena di lengan selama beberapa hari. Steroid membantu mengurangi peradangan pada tulang belakang.
  2. Terapi pertukaran plasma. jika pasien tidak merespon steroid, ia akan menjalani terapi pertukaran plasma. Terapi ini akan menghilangkan cairan berwarna seperti jerami yang bercampur dengan sel darah dan menggantinya dengan cairan khusus. Pertukaran plasma menghilangkan antibodi menyebabkan peradangan.
  3. Obat nyeri. Obat-obatan yang dapat mengurangi rasa sakit terkait dengan kerusakan sumsum tulang belakang antara lain; asetaminofen (Tylenol), ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve, Naprosyn); obat antidepresan, dan obat anti kejang.
  4. Obat untuk mengobati komplikasi lain. Dokter mungkin meresepkan obat lain yang diperlukan untuk mengobati masalah seperti kekejangan otot, disfungsi kemih atau usus, depresi atau komplikasi lain.

Terapi tanpa obat:

  1. Terapi fisik. Terapi fisik membantu meningkatkan kekuatan dan meningkatkan koordinasi. Terapi fisik akan mengajarkan bagaimana menggunakan alat bantu seperti tongkat, kursi roda, atau kawat gigi jika diperlukan.
  2. Terapi okupasi. Terapi ini membantu pasien mempelajari cara-cara baru dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti mandi, menyiapkan makan dan membersihkan rumah.
  3. Psikoterapi. Seorang psikoterapis dapat menggunakan terapi bicara untuk mengobati kecemasan, depresi, disfungsi seksual, dan masalah emosional atau perilaku lain yang mungkin terkait untuk mengatasi pasien Transverse mielitis.

Prognosis:

Kebanyakan pasien dengan penyakit ini mengalami pemulihan parsial, dan prosesnya dapat memakan waktu satu tahun atau lebih. Pemulihannya sangat tergantung pada penyebab penyakitnya. Terdapat tiga kategori pasien yang berhasil sembuh dari Transverse mielitis;

  1. Tidak ada atau sedikit cacat. Pasien masih memiliki sedikit gejala sisa.
  2. Cacat sedang. Pasien masih dapat beraktifitas, tetapi mungkin memiliki kesulitan berjalan, mati rasa atau kesemutan, dan masalah kandung kemih atau usus.
  3. Cacat parah. Pasien harus duduk di kursi roda secara permanen dan memerlukan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Sulit untuk memprediksi perkembangan transverse mielitis. Umumnya, orang yang mengalami gejala awal cepat memiliki prognosis yang lebih buruk daripada yang gejala awalnya lebih lambat.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *