Pengertian Penyakit Keputihan, Gejala, Penyebab dan Pencegahan

By | February 15, 2015 |

Pengertian Penyakit Keputihan, Gejala, Penyebab dan Pencegahan
Pengertian penyakit keputihan, gejala, penyebab dan pengobatan. Keputihan merupakan penyakit yang dialami oleh kaum hawa. Keputihan adalah keluarnya cairan bukan darah yang berlebihan dari kelamin perempuan (vagin4).

Jenis Keputihan

Keputihan atau Fluor Albus merupakan sekresi vagin4l pada wanita. Keputihan pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :

1. Keputihan normal (fisiologis)

Keputihan fisiologis adalah keputihan yang biasanya terjadi setiap bulannya, biasanya muncul menjelang menstruasi atau sesudah menstruasi ataupun masa subur

Ciri-ciri cairan keputihan fisiologis :

  1. Encer
  2. Berwarna krem atau bening
  3. Tidak berbau
  4. Tidak menyebabkan gatal
  5. Jumlah cairan yang keluar terbilang sedikit

2. Keputihan abnormal (patologis)


Keputihan patologis dapat disebabkan oleh infeksi biasanya disertai dengan rasa gatal di dalam vagin4 dan di sekitar bibir vagin4 bagian luar. Yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain bakteri, virus, jamur atau juga parasit. Infeksi ini dapat menjalar dan menimbulkan peradangan ke saluran kencing, sehingga menimbulkan rasa pedih saat si penderita buang air kecil.

Ciri-ciri cairan keputihan patologis :

  1. Kental
  2. Berwarna putih seperti susu, atau berwarna kuning atau juga hijau
  3. Terasa gatal
  4. Berbau yang tidak sedap
  5. Biasanya menyisakan bercak-bercak yang telihat pada celana dalam wanita
  6. Jumlah cairan yang keluar sangat banyak.

Asal keputihan


Leukorea berasal dari:

  1. Vulva.
  2. Vagin4.
  3. Servik uteri.
  4. Korpus uteri.
  5. Tuba.

Gejala keputihan
  1. Keputihan normal (fisiologis), sebenarnya tidak berwarna putih dan tidak cocok disebut keputihan, banyak dipengaruhi oleh sistem hormonal, sehingga banyak sedikitnya sekret/cairan vagin4 sangat bergantung pada siklus bulanan dan stress yang juga dapat mempengaruhi siklus bulanan itu sendiri.
  2. Cairan sekresi berwarna bening, tidak lengket dan encer.
  3. Tidak mengeluarkan bau yang menyengat.
  4. Gejala ini merupakan proses normal sebelum atau sesudah haid dan tAnda masa subur pada wanita tertentu.
  5. Pada bayi perempuan yang baru lahir, dalam waktu satu hingga sepuluh hari, dari vagin4nya dapat keluar cairan akibat pengaruh hormon yang dihasilkan oleh plasenta atau uri.
  6. Gadis muda kadang-kadang juga mengalami keputihan sesaat sebelum masa pubertas, biasanya gejala ini akan hilang dengan sendirinya.
  7. Biasanya keputihan yang normal tidak disertai dengan rasa gatal. Keputihan juga dapat dialami oleh wanita yang terlalu lelah atau yang daya tahan tubuhnya lemah. Sebagian besar cairan tersebut berasal dari leher rahim, walaupun ada yang berasal dari vagin4 yang terinfeksi, atau alat kelamin luar.
  8. Pada wanita hamil keputihan lebih sering timbul, karena pada ssat wanita hamil, maka kekebaln tubuhnya akan menurun.
  9. Pada waktu menopause dimana keseimbangan hormonalnya terganggu.
  10. Pada orang tua dimana kekebalan tubuhnya sudah menurun dapat pula timbul Keputihan
  11. Keputihan abnormal (patologis)
  12. Keluarnya cairan berwarna putih pekat, putih kekuningan, putih kehijauan atau putih kelabu dari saluran vagin4. Cairan ini dapat encer atau kental, lengket dan kadang-kadang berbusa.
  13. cairan ini mengeluarkan bau yang menyengat.
  14. Pada penderita tertentu, terdapat rasa gatal yang menyertainya serta dapat mengakibatkan iritasi pada vagin4.
  15. Merupakan salah satu ciri-ciri penyakit infeksi vagin4 yang berbahaya seperti HIV, Herpes, Candyloma.

Penyebab keputihan


Penyebab keputihan secara umum adalah:

  1. Ketidakseimbangan hormon
  2. Gejala suatu penyakit tertentu
  3. Rusaknya keseimbangan biologis dan keasaman (ph) lingkungan vagin4.
  4. Sering memakai tissue saat membasuh bagian kewanitaan, sehabis buang air kecil maupun buang air besar
  5. Memakai pakaian dalam yang ketat dari bahan sintetis (bukan katun), sehingga berkeringat dan memudahkan timbulnya jamur
  6. Sering menggunakan WC Umum yang kotor
  7. Tidak mengganti panty liner
  8. Membilas vagin4 dari arah yang salah, yaitu dari arah anus ke arah depan vagin4
  9. Sering bertukar celana dalam/handuk dengan orang lain
  10. Kurang menjaga kebersihan vagin4
  11. Kelelahan yang amat sangat
  12. Stress
  13. Tidak segera mengganti pembalut saat menstruasi
  14. Sering membasuh vagin4, yang harus dibasuh adalah vulva (bagian yang menggembung) dan bukan vagin4nya
  15. Tidak mejalani pola hidup sehat (makan tidak teratur, tidak pernah olah raga, tidur kurang)
  16. Lingkungan sanitasi yang kotor.
  17. Sering mandi berendam dengan air hangat dan panas. Jamur yang menyebabkan keputihan lebih mungkin tumbuh di kondisi hangat.
  18. Sering berganti pasangan dalam berhubungan sex
  19. Kadar gula darah tinggi
  20. Sering menggaruk vagin4
  21. Sedangkan dengan memperhatikan cairan yang keluar, kadang-kadang dapat diketahui penyebab keputihan.
  22. Infeksi kencing nanah, misalnya, menghasilkan cairan kental, bernanah dan berwarna kuning kehijauan.
  23. Keputihan yang disertai bau busuk dapat disebabkan oleh kanker.
  24. Keputihan akibat jamur Candida albicans, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna putih seperti susu,cairan kental,  bau tak sedap dan sangat gatal, terkadang dapat menimbulkan radang pada vagin4 sehingga kelihatan kemerahan.
  25. Keputihan akibat bakteri Vaginosis atau Gardnerella, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna abu-abu, tidak terlalu kental,  cairan berbuih, mengeluarkan bau yang amis, dan gatal yang mengganggu.
  26. Keputihan akibat parasit Trichomonas vagin4lis, Keputihan jenis ini memiliki ciri-ciri warna kehijauan atau kuning,  cairan berbuih dan bau amis, tidak menimbulkan gatal, tetapi saat ditekan, vagin4 akan terasa sakit. keputihan ini dapat ditularkan melalu hubungan 5eks yang tidak sehat, perlengkapan kamar mandi atau kloset.
  27. Keputihan akibat virus, Keputihan jenis ini dapat diakibatkan oleh virus, HIV, Herpes atau Candyloma. keputihan yang diakibatkan oleh jenis ini dapat memicu kanker rahim, pada keputihan herpes biasanya disertai tAnda-tAnda herpes seperti luka yang melepuh, sedangkan pada keputihan candyloma disertai tAnda-tAnda candyloma berupa kutil-kutil yang tumbuh di vagin4 atau rahim. Penyakit herpes atau candyloma terkadang tidak terdeteksi secara dini, karena umumnya tAnda-tAndanya tidak mudah terlihat, karena muncul di dalam vagin4.

Pencegahan

  1. Bersihkan selalu organ intim Anda dengan menggunakan pembersih yang tidak menyebabkan gangguan kestabilan pH pada daerah vagin4 Anda. Gunakan produk pembersih terbuat dari bahan susu. Produk yang terbuat dari bahan dasar susu dapat menjaga pH seimbang juga meningkatkan flora dan bakteri yang tidak bersahabat dapat ditekan. Penggunaan sabun antiseptik kurang baik bagi vagin4 dalam jangka panjang, karena bersifat agat keras.
  2. Jangan menggunakan bedak atau bubuk yang bertujuan membuat vagin4 harum atau kering. Bedak sangat kecil dan halus, hal ini mudah terselip dan tidak dapat terbersihkan, sehingga mengundang datangnya jamur pada vagin4.
  3. Keringkanlah selalu vagin4 Anda setelah mandi, cebok atau mencui vagin4 sebelum Anda berpakaian
  4. Pakailah selalu pakaian dalam yang kering. Usahakan selalu untuk membawa cadangan guna berjaga-jaga jika celana dalam Anda perlu diganti
  5. Gunakan celana luar yang memiliki pori-pori cukup, jangan terlalu seirng menggunakan celana luar yang ketat, hal ini dapat menyebabkan sirkluasi di daerah kewanitaan terganggu.
  6. Gunakan celana dalam dari bahan katun, karena bahan katun mampulu menyerap keringat.
  7. Saat periode menstruasi, seringlah Anda mengganti pembalut
  8. Panty liner digunakan saat dirasa perlu saja, janga digunakan terlalu lama.
  9. Jika Anda stress, ambil waktu libur atau cuti Anda, rileks kan pikiran Anda sejenak. Karena stress juga dapat memacu keputihan
  10. Kurangi untuk kegiatan yang membuat Anda sangat letih, kepanasan dan banyak mengeluarkan keringat, atau jika sudah melakukan aktivitas tersebut, segera mandi dan bersihkan tubuh Anda khususnya daerah kemaluan.

Pengobatan


Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang masalah keputihan, karena dokter akan memberikan obat-obatan sesuai dengan penyebab keputihan yang dialami. Bila setelah pengobatan dari dokter keputihan tidak juga sembuh, maka sebaiknya dilakukan pengecekkan lebih lanjut. Hal ini mungkin disebabkan oleh penyakit serius seperti kanker leher Rahim yang biasanya ditAndai dengan cairan banyak, bau busuk, sering disertai darah tak segar.

Tambahan

Istilah keputihan akapsul kali digunakan sebagai referensi umum untuk sekresi vagin4l, baik yang normal maupun abnormal. Karena tidak ada istilah lain dalam bahasa Indonesia yang umum dipakai untuk sekresi vagin4l. Hal ini menimbulkan kerancuan di masyarakat.

Sebenarnya Vagin4 telah memiliki Keseimbangan Keasaman Vagin4 dan Bakteri. Membasuh Vagin4 akan menyebabkan keseimbangan terganggu dan membunuh/membuang Bakteri Baik, apalagi jika menggunakan sabun atau cairan antiseptic ataupun Cairan/Ramuan Herbal. Hal ini dapat menimbulkan Keputihan, karena Bakteri Baiknya telah mati dan tidak lagi memiki pertahanan yang cukup terhadap infeksi. Vagin4l Douche atau Pencucian Vagin4 baik menggunakan Cairan Kalium Permanganat yang murah ataupun Cairan Antiseptic juga dapat menimbulkan Keputihan.

Sumber referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Keputihan diakses tanggal 20 desember 2014

http://bidanku.com/keputihan-pada-wanita-jenis-penyebab-dan-pencegahan diakses tanggal 20 desember 2014

http://dokita.co/blog/penyebab-keputihan-dan-cara-mengatasinya/ diakses tanggal 20 desember 2014

Powered by Farmasi-id.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *