Penelitian: Pemberian aspirin secepatnya setelah serangan stroke minor, mampu menurunkan risiko stroke mayor

FARMASI-ID.COM > BLOG | FARMASI-ID.COM > Penelitian: Pemberian aspirin secepatnya setelah serangan stroke minor, mampu menurunkan risiko stroke mayor

Pemberian aspirin beberapa menit setelah serangan stroke minor terjadi diketahui dapat menurunkan risiko terjadinya serangan stroke mayor/lanjutan beberapa hari setelah serangan awal terjadi, hal itu diketahui berdasarkan hasil penelitian terbaru.

Selama ini aspirin telah digunakan pada mereka yang menderita gejala mirip stroke yang dianggap sebagai serangan mini-stroke atau transient ischemic (TIA). Hal itu dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya serangan stroke lanjutan. Aspirin dianggap sebagai obat terapi profilaksis jangka panjang yang relatif aman untuk mencegah stroke dan mengurangi risiko hingga 15 persen, tapi ternyata manfaat aspirin ternyata lebih besar lagi.

Penelitian yang dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Profesor Peter Rothwell, pakar stroke dari Universitas Oxford, melakukan pemeriksaan data terhadap 16 ribu pasien pada 12 uji klinis dan diketahui bahwa pasien yang menggunakan aspirin sebagai terapi profilaksis jangka panjangnya, mengalami penurunan risiko stroke lanjutan. Penelitian ini juga menganalisa data dari sekira 40 ribu pasien dari 3 uji klinis yang menggunakan aspirin sebagai terapi serangan stroke akut. Ternyata hampir semua pasien yang menggunakan aspirin mendapatkan manfaat setelah stroke akut. Aspirin mampu mengurangi risiko awal terjadinya stroke fatal sekira 70-80 persen terutama pada mereka yang mengkonsumsi aspirin di minggu-minggu awal setelah serangan stroke awal terjadi.

Profesor Rothwell lebih jauh mengatakan bahwa penemuannya itu mengkonfirmasi keefektifan pentingnya terapi awal TIA dan stroke minor sekaligus menunjukkan bahwa aspirin merupakan suatu obat yang sangat penting.

Penemuan itu sekaligus menjadi pembelajaran publik yang penting sebab selama ini banyak pasien stroke yang tidak mencari atau mendapatkan pertolongan medis dengan cepat yang tertunda bahkan selama beberapa hari. Mengedukasi masyarakat bahwa mengkonsumsi aspirin jika mereka memang memiliki risiko serangan TIA atau stroke minor sangatlah penting untuk dilakukan terlebih jika karena situasi tertentu mengalami kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan yang ada, khususnya jika dalam keadaan darurat.

Dr Dale Webb, Direktur Riset dan Informasi di Stroke Association, mengatakan bahwa TIA merupakan keadaan medis darurat sehingga penelitian neurologis yang mendesak harus selalu dilakukan. Ia menyambut baik penelitian ini yang menunjukkan bahwa mengonsumsi aspirin setelah TIA atau stroke minor secara efektif mampu mengurangi risiko dan keparahan stroke lebih lanjut. Temuan menunjukkan bahwa dalam keadaan darurat sembari menunggu pertolongan medis datang, maka bagi mereka yang menderita gejala stroke, mengkonsumsi satu dosis aspirin 300 mg akan memberikan efek dan manfaat yang baik.

Daftar pustaka:

  • Immediate aspirin after mini-stroke substantially reduces risk of major stroke. http://www.ox.ac.uk/news/2016-05-19-immediate-aspirin-after-mini-stroke-substantially-reduces-risk-major-stroke. Diakses 02 Oktober 2018.
  • Aspirin Taken Right After a Stroke May Prevent a Second One. https://www.webmd.com/stroke/news/20000601/aspirin-after-stroke-helps-prevent-another. Diakses 02 Oktober 2018.
  • Taking aspirin after a mini STROKE can slash risk of major one by EIGHTY per cent. https://www.express.co.uk/life-style/health/671482/taking-aspirin-after-stroke-cut-major-attack-by-eighty-per-cent. Diakses 02 Oktober 2018.
  • Taking aspirin quickly after minor stroke ‘can cut risk of recurrence’. https://www.theguardian.com/science/2016/may/19/taking-aspirin-quickly-after-minor-stoke-can-cut-risk-of-recurrence. Diakses 02 Oktober 2018.
  • Immediate aspirin after mini-stroke substantially reduces risk of suffering a major stroke. https://www.telegraph.co.uk/science/2016/05/18/immediate-aspirin-after-mini-stroke-substantially-reduces-risk-o/. Diakses 02 Oktober 2018.