Hiperhidrosis (Hyperhidrosis)

By | February 10, 2015 |


Berkeringat adalah mekanisme alami bagi tubuh untuk melakukan pendinginan, dan hal ini juga sehat. Tapi sebagian orang berkeringat dengan frekuensi lebih sering serta banyak. Kondisi ini dinamakan hiperhidrosis. Hiperhidrosis adalah keluarnya keringat dalam jumlah lebih banyak untuk mendinginkan badan. Hiperhidrosis biasanya terjadi pada telapak tangan, telapak kaki dan ketiak. Selain mengganggu kegiatan sehari-hari, hiperhidrosis juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam hubungan sosial serta memalukan. Tapi tak perlu cemas, karena bermacam cara untuk mengatasinya. Untuk kasus yang parah, tak ada cara lain yang lebih efektif kecuali dilakukan operasi.

Gejala

Meski masing-masing orang berbeda kapan, di mana dan apa yang membuatnya berkeringat, tapi sebagian besar mengeluarkan keringat ketika berolahraga, dalam lingkungan yang panas atau dalam situasi cemas, takut dan stres. Namun, untuk kasus hiperhidrosis, keringat yang keluar jauh lebih banyak dari berkeringat normal.       TAnda-tAnda dan gejala hiperhidrosis termasuk:

• Sering berkeringat dan keringatnya juga berlebih hingga membasahi pakaian

• Jumlah keringat yang kelewat banyak sering terjadi pada ketiak, kepala dan wajah.

• Keringat berlebih juga dijumpai pada telapak tangan dan telapak kaki Hiperhidrosis bisa didefinisikan sebagai berkeringat yang mengganggu aktivitas normal. Kondisi ini biasanya terjadi setidaknya sekali dalam sepekan tanpa alasan yang jelas.  

Bagi sejumlah orang, hiperhidrosis dapat mengganggu kehidupan sosial mereka. Mereka mungkin merasa terganggu saat bekerja atau melakukan kegiatan lainnya bersama banyak orang dengan cucuran keringat yang berlebihan. Mereka juga pasti merasa tidak enak ketika bersalaman dengan orang lain dengan tangan basah karena keringat. Belum lagi bau keringat yang pasti mengganggu kenyamanan orang lain.  

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab hyperhidrosis berasal dari sistem pengaturan suhu di tubuh, khususnya kelenjar keringat. Pada kulit terdapat dua jenis kelenjar keringat, yaitu kelenjar eccrine (ekrin) dan kelenjar apocrine (apokrin). Kelenjar eccrine mengelarkan keringat pada hampulir semua bagian tubuh dan langsung keluar ke permukaan kulit. Sementara kelenjar apocrine mengeluarkan keringat di kulit kepala, ketiak dan selangkangan.

Ketika suhu tubuh meningkat, sistem saraf otonom mendorong kedua kelenjar keringat ini untuk mengeluarkan cairan ke permukaan kulit, yang berguna untuk mendinginkan tubuh. Cairan ini (perspirasi) terbentuk utamanya dari garam dan air (sodium klorida) dan juga mengandung elektrolit lainnya, yaitu zat yang dapat membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis dibagi menjadi dua jenis:

Focal hyperhidrosis. Kondisi ini biasanya terlihat dari banyaknya keringat pada siang hari di bagian telapak tangan dan telapak kaki, dan kadang-kadang di ketiak tanpa alasan yang jelas. Keluarnya keringat ini terjadi di kedua sisi, misalnya di kedua telapak tangan. Keringat ini biasanya berhenti saat tidur. Focal hyperhidrosis biasanya bermula sebelum usia 20 tahun. Penyebab pastinya sejauh ini belum diketahui, tapi bisa juga karena faktor genetik.

Generalized hyperhidrosis. Hiperhidrosis jenis ini terjadi pada area yang luas pada tubuh. Prosesnya terjadi tiba-tiba dan biasanya ada penyebabnya, seperti efek samping dari obat atau gejala sakit dan juga akibat penyakit tertentu, misalnya menopause, gula darah rendah, thyroid over aktif , leukemia, serangan jantung atau penyakit menular. Melakukan pengobatan dan perawatan yang berimbang seringkali mujarab untuk mengatasi melimpahnya keringat ini.

Komplikasi hiperhidrosis mencakup:

• Infeksi jamur kuku. Mereka yang mengeluarkan keringat berlebihan memicu tumbuhnya banyak jenis jamur. Itu karena jamur suka tumbuh di lingkungan hangat, lembab seperti di dalam sepatu yang basah karena keringat. Ini juga tergambar mengapa banyak orang mengalami infeksi pada kuku jari kaki ketimbang di kuku jari tangan. Infeksi kuku biasanya diawali dengan munculya titik putih atau kuning di bawah ujung kuku. Jika infeksi ini menyebar lebih dalam, kuku bisa menjadi tak berwarna, menebal dan tepian kuku menjadi rusak. Kadang kuku terlepas dan kulit di sekitarnya berwarna merah dan bengkak serta menebarkan bau tak sedap.

• Infeksi bakteri dan kutil. Hiperhidrosis dapat menyebabkan infeksi bakteri, terutama di sekitar kantung rambut atau di antara jari kaki. Kondisi ini bisa juga memicu munculnya kutil, yaitu kulit tumbuh akibat human papillomavirus (HPV).

• Ruam dan biang keringat. Ruam ini terjadi karena pori kulit di sekitar kelenjar keringat tertutup. Akibatnya, keringat terjebak di bawah kulit, yang menyebabkan bintik-bintik merah. Hal ini biasanya terjadi di daerah punggung bagian atas, dada atau lengan. Kondisi ini sering terjadi saat cuaca panas, lembab, dan korbannya kebanyakan anak-anak dan bayi.

• Konsekuensi sosial dan emosional. Para penderita hyperhidrosis biasanya mengeluarkan keringat berlebihan pada telapak tangan dan telapak kaki. Telapak tangan dan telapak kaki yang basah ini kerap membuat tak nyaman, baik bagi pemiliknya maupun orang lain. Terutama jari kaki yang basah akan menimbulkan bau tak sedap. Kondisi ini membuat penderitanya merasa minder, utamanya dalam kehidupan sosial.

Kapan Harus ke Dokter ?

Anda perlu pergi ke dokter jika:

• Tiba-tiba mulai berkeringat lebih banyak dari biasanya.

• Berkeringat sudah mengganggu rutinitas harian Anda.

• Berkeringat di malam hari karena alasan tak jelas.

Segera jalani perawatan jika Anda berkeringat dingin, terutama jika Anda memiliki gejala kekalutan atau sakit pada kepala dan dada. Keringat dingin biasanya muncul sebagai respons dari tubuh Anda terhadap penyakit serius, seperti jantung, kecemasan atau rasa sakit yang luar biasa.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Sebelum menjalani terapi dan pengobatan, biasanya dokter akan bertanya kepada Anda soal riwayat medis dan melakukan tes fisik. Anda bisa juga menjalani tes darah untuk mengetahui apakah penyebab keringat berlebih ini karena pengobatan lain, misalnya overactive thyroid (hyperthyroidism) atau gula darah rendah (hipoglikemia).

Juga akan dilakukan thermoregulatory sweat test. Selama tes ini, bubuk indikator yang peka terhadap lembab ditaburkan pada kulit. Bubuk itu kemudian akan berubah warna dari kuning kehijauan menjadi ungu gelap di area keluarnya keringat berlebih pada suhu kamar. Setelah itu, Anda akan ditempatkan dalam sebuah tempat yang panas dan lembab, sehingga akan membuat sekujur tubuh Anda berkeringat.

Mereka yang mengidap hyperhidrosis cenderung berkeringat, bahkan di telapak tangan dalam lingkungan yang hangat. Padahal di lingkungan seperti ini, orang normal tak akan berkeringat pada telapak tangan mereka. Hasil temuan dari thermoregulatory sweat test ini akan membantu dokter untuk membuat diagnosis dengan akurat dan menentukan tingkat keparahan kondisinya. Ini penting untuk menentukan terapi yang paling tepat.

Pencegahan

Bagi sebagian orang yang mengeluarkan keringat berlebihan, jawabannya mudah: Pakai antiperspiran pada tangan dan kaki serta ketiak. Antiperspiran bekerja dengan menghambat saluran keringat dengan garam aluminium. Berbeda dengan deodoran yang mencegah bau keringat, antiperspiran ini tugasnya mengurangi keluarnya keringat. Untuk hasil terbaik, pakai antiperspiran pada malam hari ke area yang berkeringat berlebihan, misalnya telapak tangan, telapak kaki dan kaki serta ketiak.

Untuk menghindari iritasi, pakai antiperspiran yang bebas parfum. Selain antiperspiran, ada beberapa saran yang mungkin dapat membantu mengurangi keluarnya keringat dan mencegah bau badan:

• Mandi. Mandi secara teratur dua kali sehari dapat membantu mengendalikan pertumbuhan bakteri di kulit. Jika melakukan kegiatan ekstra, mandi dapat dilakukan lebih dari dua kali sehari.

• Keringkan kaki setelah mandi. Mikroorganisme suka sekali hidup di tempat lembab di antara jari kaki. Pakai bedak kaki untuk membantu menyerap keringat di kaki.

• Pilih sepatu dan kaus kaki dari bahan alami. Sepatu yang terbuat dari bahan alami, misalnya kulit, dapat mencegah kaki berkeringat, sehingga kaki dapat bernapas.

• Rotasi sepatu. Sepatu yang lembab karena keringat, tak akan kering hanya dalam semalam. Untuk itu, perlu dilakukan rotasi dalam pemakaian sepatu dua hari sekali.

• Pakai kaus kaki berbahan alami. Kaus kaki yang terbuat dari bahan katun dan wool bagus untuk kesehatan kaki karena bahan ini dapat menyerap kelembaban.

• Sering ganti kaus kaki. Gantilah kaus kaki setidaknya setiap hari, karena kaus kaki yang basah karena keringat kerap menimbulkan bau dan menyebabkan infeksi jamur pada jari kaki.

• Biarkan kaki bernapas. Sempatkan melepas sepatu atau alas kaki untuk memberikan kesempatan kaki bernapas.

• Pilih pakaian berserat alami. Untuk pakaian, pilih yang berbahan alami, seperti katun, wool dan sutera, sehingga memberikan kesempatan kulit bernapas. Ketika berolahraga, pilih pakaian olahraga yang terbuat dari bahan berteknologi tinggi, sehingga dapat mengusir kelembaban dari kulit.

• Coba teknik relaksasi. Teknik-teknik relaksaki seperti yoga, meditasi atau biofeedback dapat membantu mengendalikan stres yang sering memicu perspirasi.

[yarpp]Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *