HERPES SIMPLEKS

By | February 10, 2015 |


Herpes simpleks pada bayi baru lahir merupakan suatu infeksi virus yang serius, yang menyerang organ utama (otak, hati, paru-paru) dan seringkali menyebabkan kerusakan yang permanen atau kematian. Infeksi bisa terjadi sebelum atau setelah bayi lahir.  Ibu dari bayi biasanya tidak menyadari bahwa dia menderita herpes simpleks dan tidak menunjukkan gejala-gejalanya.

Gejala

Gejala biasanya mulai muncul pada minggu pertama sampai minggu kedua.  Ruam kulit terbentuk sebagai lepuhan kecil berisi cairan, tetapi 45% bayi yang menderita herpes tidak memiliki ruam ini. Jika tidak segera diobati, akan timbul gejala yang lebih serius dalam waktu 7-10 hari:

– Suhu tubuh yang turun-naik

– Kejang akibat infeksi otak

– Otot yang kendur

– Gangguan pernapasan

– Peradangan hati (hepatitis)

– Pembentukan bekuan darah di dalam pembuluh darah yang menyebar.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya lepuhan berisi cairan. Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan pembiakan terhadap contoh cairan dari lepuhan. Virus juga dapat ditemukan dalam air kemih, lendir dari kelopak mata atau hidung, carah atau cairan serebrospinal.

Prognosis

Tanpa pengobatan, 85% bayi dengan penyakit yang menyebar akan meninggal. Jika penyakitnya terbatas pada kulit, mata dan mulut, jarang terjadi kematian; tetapi 30% di antaranya mengalami kerusakan otak atau saraf yang baru muncul pada saat usia anak menkapsulai 2-3 tahun.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Obat anti-virus asiklovir diberikan melalui infus. Infeksi mata juga diobati dengan tetes mata atau salep trifluridin dan salep idoksuridin.

Komentar