Herpes Pada Bayi Baru Lahir

By | February 10, 2015 |


Herpes pada bayi baru lahir merupakan suatu infeksi virus yang didapat dari ibu saat hamil atau melahirkan. Infeksi ini bersifat serius karena dapat menyerang organ utama (otak, hati, paru-paru) dan seringkali menyebabkan kerusakan yang permanen atau bahkan kematian.

Infeksi bisa terjadi sebelum atau setelah bayi lahir. Ibu dari bayi biasanya tidak menyadari bahwa dia menderita herpes simpleks dan tidak menunjukkan gejala-gejalanya.

Gejala

Gejala biasanya mulai muncul pada minggu pertama sampai minggu kedua. Ruam kulit terbentuk sebagai lepuhan kecil berisi cairan, tetapi sebagian bayi yang terkena herpes tidak memiliki ruam ini.

Jika tidak segera diobati, akan timbul gejala yang lebih serius dalam waktu 7-10 hari. Infeksi herpes bisa menyebar ke seluruh tubuh dan mengenai berbagai organ tubuh, seperti hati, paru-paru, ginjal, dan bahkan otak. Lepuhan-lepuhan kecil pada kulit bisa muncul atau bisa juga tidak.

Bayi baru lahir dengan herpes yang menyebar ke otak atau bagian tubuh lainnya bisa mengalami gejala-gejala berupa:

– Kesulitan bernapas (napas cepat, cuping hidung kembang kempis, adanya periode henti napas yang singkat, sianosis-bayi menjadi biru)

– Kuning (jaundice)

– Mudah terjadi perdarahan

– Sulit makan

– Lemas

– Kejang

– Syok

– Koma

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada, misalnya lepuhan-lepuhan berisi cairan. Untuk memastikan diagnosa, bisa dilakukan biakan terhadap contoh cairan dari lepuhan. Virus juga dapat ditemukan dalam air kemih, lendir dari kelopak mata atau hidung, carah atau cairan serebrospinal.

Prognosis

Tanpa pengobatan, 85% bayi dengan herpes simplex/simpleks yang menyebar akan meninggal. Jika penyakitnya terbatas pada kulit, mata dan mulut, maka jarang terjadi kematian; tetapi 30% di antaranya bisa mengalami kerusakan otak atau saraf yang baru muncul pada saat usia anak menkapsulai 2-3 tahun.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebabnya adalah virus herpes simpleks.

Bayi baru lahir bisa terinfeksi virus herpes dari berbagai cara:

* Saat berada di dalam rahim (herpes kongenital – herpes jenis ini tidak biasa terjadi)

* Melalui jalan lahir (paling sering)

* Segera setelah dilahirkan karena dicium atau kontak dengan orang yang terkena herpes

Jika ibu memiliki infeksi herpes genital aktif saat melahirkan, maka bayi sangat rentan untuk terkena infeksi saat dilahirkan. Sebagian ibu mungkin tidak menyadari bahwa mereka memiliki lesi herpes pada bagian dalam vagin4nya.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Infeksi virus herpes pada bayi umumnya diobati dengan pemberian obat-obat melalui pembuluh darah. Obat anti-virus yang paling sering digunakan adalah Acyclovir.

Terapi lain seringkali dibutuhkan untuk mengatasi efek-efek lain dari infeksi herpes, misalnya syok atau kejang. Infeksi mata juga diobati, misalnya dengan tetes mata atau salep trifluridin dan salep Idoksuridin. Karena bayi seringkali mengalami sakit yang berat, maka seringkali dibutuhkan ruang perawatan yang intensif.

Pencegahan

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya herpes pada bayi baru lahir:

– Calon ibu harus mengatakan pada dokter yang memeriksa jika memiliki riwayat terkena herpes pada genitalia.

– Jika seseorang sering mengalami herpes, maka obat anti-virus akan diberikan saat bulan terakhir kehamilan. Tindakan ini akan membantu mencegah terjadinya herpes yang mungkin terjadi sekitar waktu persalinan.

– Dianjurkan untuk operasi cesar pada wanita hamil yang memiliki lesi herpes dan akan segera melahirkan.

– Melakukan hubungan 5eksual yang aman bisa membantu untuk mencegah terkena herpes genital.

– Orang-orang dengan herpes harus menghindari kontak dengan bayi baru lahir.

[yarpp]Banyak Dibaca Hari Ini
Banyak Dibaca Minggu Ini
Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *