Hematuria (Darah dalam Urin)

By | February 10, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Hematuria (Darah dalam Urin)


Munculnya darah dalam urin memang menimbulkan kecemasan. Namun, darah dalam urin (hematuria) tidak selalu berbahaya. Olahraga berat misalnya, dapat menyebabkan urin yang berdarah. Beberapa obat seperti aspirin juga dapat menimbulkan darah pada urin. Namun, perdarahan kemih dapat menjadi petunjuk adanya gangguan yang serius.

Ada dua jenis darah dalam urin. Darah yang terlihat disebut gross hematuria. Darah kemih yang hanya dapat dilihat melalui mikroskop dikenal sebagai hematuria mikroskopik dan umumnya ditemukan ketika dokter melakukan tes pada urin.

Pengobatan akan sangat bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Darah dalam urin yang disebabkan oleh latihan olahraga berat biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu atau dua hari. Akan tetapi, masalah lain yang lebih serius akan memerlukan peralatan medis.

Gejala

TAnda umum dari hematura adalah urin yang berwarna merah muda, merah atau berwarna seperti cola – tAnda adanya sel darah merah pada urin. Dibutuhkan darah dalam jumlah kecil untuk dapat menghasilkan urin berwarna merah, dan hal ini biasanya tidak disertai rasa sakit.

Jika mendapati darah yang menggumpal pada urin, ini biasanya akan menimbulkan rasa sakit. Dalam banyak kasus, kencing berdarah terjadi tanpa disertai tAnda atau gejala lainnya. Kandungan darah dalam urin juga ada yang hanya dapat ditemukan melalui mikroskop.

Penyebab & Faktor Risiko

Dalam hematuria, ginjal ataupun bagian lain dari saluran kemih memungkinkan sel darah bocor ke dalam urin. Sejumlah masalah dapat menyebabkan kebocoran ini, termasuk:

  • Infeksi saluran kemih. Infeksi ini dapat terjadi ketika bakteri memasuki tubuh melalui uretra dan mulai berkembang biak di kandung kemih. Gejalanya dapat berupa dorongan untuk buang air kecil yang terus-menerus, rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, dan urin yang berbau tajam. Bagi sebagian orang, terutama orang tua, satu-satunya tAnda dari infeksi saluran kemih hanya dapat diketahui melalui tes mikroskopis.
  • Infeksi ginjal. Infeksi ginjal (pielonefritis) dapat terjadi ketika bakteri memasuki ginjal dari aliran darah atau bergerak naik dari ureter ke ginjal. TAnda-tAnda dan gejala ini sangat mirip dengan infeksi kandung kemih meskipun infeksi ginjal dapat juga menyebabkan demam atau nyeri pada panggul.
  • Kandung kemih atau batu ginjal. Mineral dalam urin yang terkonsentrasi kadang mengendap, membenuk kristal pada dinding ginjal atau kandung kemih. Seiring waktu, kristal dapat menjadi batu kecil yang keras. Batuan kecil ini umumnya tidak menimbulkan rasa sakit, Anda mungkin tidak akan sadar kecuali jika batuan tersebut menyebabkan penyumbatan. Biasanya batu ginjal juga dapat menyebabkan rasa sakit yang parah. Batu ginjal dan kandung kemih juga bisa menyebabkan perdarahan (baik yang terihat maupun bersifat mikroskopik).
  • Pembesaran prostat. Kelenjar prostat yang terletak tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi bagian atas uretra – sering muncul pada sebagian pria yang mendekati usia paruh baya. Ketika kelenjar membesar, ia menekan uretra, sebagian akan menghalangi aliran urin. Gejala pembesaran prostat (benign prostatic hyperplasia, atau BPH) meliputi: sulit buang air kecil, kebutuhan buang air kecil yang mendesak – berlangsung terus menerus, serta kemunculan darah pada urin (terlihat ataupun tidak). Infeksi pada prostat (prostatitis) dapat menyebabkan tAnda dan gejala yang sama.
  • Penyakit ginjal. Perdarahan kemih yang bersifat mikroskopik merupakan gejala umum dari glomerulonefritis, yang menyebabkan peradangan dari sistem penyaringan ginjal. Glomerulonefritis mungkin menjadi bagian dari penyakit sistemik, seperti diabetes, ataupun dapat menjadi penyakit yang berdiri sendiri. Hal ini dapat dipicu oleh infeksi virus atau bakteri streptokokus, penyakit pembuluh darah (vaskulitis), dan masalah imun seperti immunoglobulin A nefropati, yang mempengaruhi kapiler kecil yang menyaring darah di ginjal (glomeruli).
  • Kanker. Perdarahan kemih yang terlihat mungkin merupakan tAnda kanker ginjal, kanker kandung kemih, atau prostat. Sayangnya, Anda mungkin tidak akan mengalami tAnda-tAnda khusus pada tahap awal kanker ini. Gejala baru terlihat ketika kanker tengah diobati.
  • Gangguan kesehatan warisan. Anemia sel sabit (sickle cell anemia) – yakni cacat turun temurun dari hemoglobin dalam sel darah merah – dapat menjadi penyebab terdapatnya darah dalam urin, baik terlihat ataupun tidak terlihat. Begitu pula sindrom Alport, penyakit ini dapat mempengaruhi membran penyaringan dalam glomeruli dan ginjal.
  • Cedera ginjal. Pukulan atau cedera lain untuk ginjal Anda dari hasil kecelakaan atau olahraga dapat menyebabkan darah dalam urin (umumnya terlihat).
  • Obat-obatan. Obat umum yang dapat menyebabkan darah pada kemih diantaranya aspirin, penicillin, heparin obat cyclophosphamide anti-kanker.
  • Latihan berat. Belum cukup jelas mengapa olahraga menyebabkan hematuria. Hal ini mungkin terkait dengan trauma terhadap dehidrasi, kandung kemih, pemecahan sel darah merah akibat latihan olahraga yang berat. Pelari paling sering terkena, meskipun hampulir setiap atlet dapat mengalami perdarahan kemih setelah latihan yang intens.

Faktor risiko

Hampulir setiap orang (termasuk anak dan remaja) dapat mengalami perdarahan pada urin. Faktor yang  meningkatkan terjadinya hal ini di antaranya:

· Usia. Banyak pria yang berusia lebih dari 50 tahun mengalami hematuria karena pembesaran kelenjar prostat.

·  Jenis kelamin. Lebih dari setengah perempuan akan mengalami infeksi saluran kemih setidaknya sekali dalam hidup mereka, mungkin disertai dengan sejumlah perdarahan kemih. Pria muda lebih mungkin untuk menderita batu ginjal atau sindrom Alport, yaitu bentuk nefritis herediter (diturunkan) yang menyebabkan darah dalam urin.

· Infeksi baru. Radang ginjal setelah infeksi virus atau bakteri (pasca infeksi glomerulonefritis) merupakan salah satu penyebab utama darah kemih pada anak-anak.

· Sejarah keluarga. Anda mungkin akan lebih rentan terhadap perdarahan kemih jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit ginjal atau batu ginjal.

· Obat-obatan tertentu. Aspirin, obat anti-inflamasi penghilang rasa sakit, dan antibiotik seperti penicillin dapat meningkatkan risiko perdarahan kemih.

· Latihan berat. Pelari jarah jauh sangat rentan terhadap pendarahan kemih. Bahkan, kondisi ini kadang disebut hematuria pelari. Meskipun demikian, siapapun yang melakukan latihan terlalu keras dapat mengembangkan gejala hematuria.

Kapan Harus ke Dokter ?

Meskipun banyak kasus hematuria tidak berbahaya, sangat penting untuk tetap berkonsultasi dengan dokter ketika Anda melihat kandungan darah dalam urin. Perlu diingat bahwa beberapa obat pencahar Ex-lax dan makanan tertentu (termasuk bit, rubarb dan buah) dapat menyebabkan urin berubah menjadi merah.

Perubahan warna urin akibat obat-obatan, makanan, atau olahraga, biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Namun, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan segera ketika mengalami kencing berdarah.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Hematuria tidak memiliki pengobatan khusus. Sebaliknya, dokter akan fokus pada pengobatan kondisi yang mendasarinya. Ini mungkin termasuk konsumsi antibiotik untuk membersihkan infeksi saluran kemih, mencoba resep obat untuk mengecilkan pembesaran prostat, atau terapi gelombang kejut untuk memecah batu ginjal atau batu kandung kemih. Jika kondisi yang dialami tidak serius, pengobatan tidak akan diperlukan.

Pencegahan

Pencegahan hematuria tidak mungkin dilakukan, tapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan  untuk mengurangi risikonya. Strategi pencegahan itu meliputi:

· Infeksi saluran kemih. Minumlah banyak air, buang air kecil segera setelah Anda merasakan dorongan dan setelah berhubungan 5eksual. Menyeka dari depan dan belakang setelah buang air kecil, dan menghindari produk kesehatan wanita yang menyebabkan iritasi.

· Batu ginjal. Untuk membantu menurunkan kemungkinan batu ginjal, banyaklah minum air dan garam, makanan yang mengandung protein dan oksalat, seperti bayam dan kelembak.

·  Kanker kandung kemih. Berhentilah merokok, hindari paparan terhadap bahan kimia dan minum banyak air dapat mengurangi risiko kanker kandung kemih.

· Kanker ginjal. Untuk membantu mencegah kanker ginjal, berhentilah merokok, menjaga berat badan yang sehat, makan makanan sehat, tetap aktif dan hindari paparan bahan kimia beracun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *