FRAKTUR STRES

By | February 10, 2015 |


Fraktur stres adalah sebuah retakan kecil pada tulang. Fraktur stres disebabkan oleh penggunaan kekuatan/tekanan yang berulang, sering, dan berlebihan – seperti melompat berulangkali, atau berlari jarak jauh. Fraktur stres juga dapat timbul dari penggunaan normal tulang yang telah melemah akibat kondisi seperti osteoporosis.

Fraktur stres paling umum terjadi pada tulang kaki bagian bawah yang berfungsi menahan beban. Atlet lari sangat rentan terhadap fraktur stres, namun siapa pun dapat mengalami fraktur stres. Jika Anda memulai program latihan baru, misalnya, Anda mungkin berisiko jika Anda melakukan terlalu banyak gerakan dalam waktu yang cepat.

Gejala

Gejala fraktur stres meliputi:

• Bengkak

• Nyeri

• Kerapuhan di tempat tertentu

• Peningkatan pembengkakan dan rasa sakit saat beraktivitas

• Penurunan pembengkakan dan rasa sakit saat beristirahat

• Rasa nyeri yang pernah ada sebelumnya dan bertambah setiap kali melakukan latihan secara berturut-turut.

• Nyeri lanjutan yang timbul saat istirahat akibat perkembangan kerusakan

Pada awalnya, fraktur stres mungkin hampulir tidak dapat diidentifikasi. Tetapi, Anda harus memperhatikan rasa sakit yang muncul. Perawatan diri dan pengobatan dapat menjaga fraktur stres agar tidak memburuk.

Penyebab & Faktor Risiko

Fraktur stres disebabkan oleh aplikasi sebuah tekanan/gerakan yang berulang pada tulang kaki dan kaki bagian bawah melebihi tekanan yang biasa ditanggung oleh tulang tersebut. Tekanan ini menyebabkan ketidakseimbangan antara resorpsi dan pertumbuhan tulang, dimana keduanya terus terjadi sepanjang waktu. Pengulangan gerakan dan tekanan mendorong terjadinya pergantian sel-sel tulang, sementara Anda menambahkan sel-sel tulang baru ketika Anda sedang beristirahat.

Jika tulang Anda dikenakan sebuah tekanan yang tidak biasa ia terima, tanpa memiliki cukup waktu untuk melakukanapemulihan, tubuh Anda akan mengisap sel-sel tulang lebih cepat daripada penggantian sel yang tubuh Anda dapat lakukan. Sebagai hasilnya, Anda mengalami “kelelahan tulang.” Tekanan yang berulang juga menyebabkan retakan kecil apda tulang yang lelah. Retakan ini lama kelamaan akan menjadi fraktur (patah tulang) stres

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko fraktur stres meliputi:

• Beberapa jenis olahraga. Fraktur stres lebih sering terjadi pada orang-orang yang berpartisipasi dalam olahraga seperti atletik, bola basket, tenis, atau senam.

• Peningkatan aktivitas. Fraktur stres sering terjadi pada orang yang tiba-tiba beralih dari gaya hidup biasa ke rejimen pelatihan aktif – seperti anggota militer baru yang menjalani latihan marching intens atau olahragawan yang meningkatkan intensitas kecepatan, durasi atau frekuensi sesi pelatihan.

• Jenis kelamin. Wanita yang periode haidnya tidak normal atau tidak haid sama sekali, berada pada risiko tertinggi terkena fraktur stres.

• Masalah kaki. Orang yang memiliki kaki datar atau kaki yang panjang /tinggi, dan lengkungan yang cenderung kaku lebih mungkin mengalami keretakan tulang.

 • Pelemahan tulang. Kondisi seperti osteoporosis dapat melemahkan tulang Anda dan membuatnya fraktur stres lebih mungkin terjadi.

Komplikasi

Beberapa kondisi fraktur stres tidak dapat sembuh secara menyeluruh. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa sakit yang kronis. Jika penyebab yang mendasarinya tidak ditangani, Anda mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi mengalami fraktur stres tambahan.

Kapan Harus ke Dokter ?

Hubungi dokter jika rasa sakit menjadi parah atau tetap ada, bahkan pada saat Anda sedang istirahat.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan untuk fraktur stres dapat bervariasi, tergantung pada lokasi fraktur stres, dan seberapa cepat Anda perlu melanjutkan aktivitas kembali.

Obat-obatan

Jika diperlukan, gunakan acetaminophen (Tylenol) untuk menghilangkan rasa sakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa  obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen (Aleve) dapat mengganggu proses penyembuhan tulang.

Terapi

Untuk mengurangi beban yang ditimpakan pada tulang hingga proses penyembuhan selesai, Anda mungkin perlu memakai boot berjalan (walking boot), penjepit (brace), ataupun kruk . Dalam kasus yang parah, dokter mungkin perlu untuk melumpuhkan tulang yang bermasalah dengan menggunakan bidai atau gips.

Operasi

Meskipun tidak biasa, operasi kadang-kadang diperlukan untuk memastikan kesembuhan total dari beberapa jenis fraktur stres, terutama yang terjadi di area dengan pasokan darah yang buruk.

Gaya Hidup & Pengobatan Rumah

Sangat penting untuk memberikan waktu penyembuhan tulang secara menyeluruh. Hal ini mungkin akan memakan waktu selama beberapa bulan atau bahkan lebih lama. Sementara itu Anda dapat:

• Istirahat. Diamkan anggota badan yang baru diobati sebagaimana arahan dokter Anda sampai tulang Anda dinyatakan dapat kembali menanggung berat/beban normal.

 • Es. Untuk mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit, dokter biasanya menganjurkan untuk menerapkan bungkusan es ke daerah luka sesuai dengan kebutuhan – sebanyak tiga atau empat kali sehari selama 10 menit pada satu waktu.

• Lanjutkan aktivitas secara perlahan. Ketika dokter telah memberikan persetujuan, perlahan-lahan lakukan kegiatan non-berat – seperti berenang. Kegiatan berdampulak tinggi, seperti berlari, harus dilanjutkan secara bertahap, dengan tahapan perkembangan waktu dan jarak yang sangat terkontrol.

Pencegahan

Langkah sederhana dibawah ini dapat membantu Anda mencegah fraktur stres.

• Lakukan perubahan secara perlahan-lahan. Mulailah program latihan baru secara perlahan dan bertahap.

• Gunakan alas kaki yang tepat. Pastikan sepatu Anda cocok dan sesuai untuk aktivitas Anda. Jika Anda memiliki kaki datar, tanyakan kepada dokter Anda tentang sepatu dengan lengkungan mendukung kondisi kaki Anda.

• Latihan silang. Tambahkan kegiatan berdampulak rendah untuk menghindari tekanan berulang pada satu bagian tertentu dari tubuh Anda.

• Dapatkan nutrisi yang tepat. Untuk menjaga tulang Anda tetap kuat, pastikan diet Anda mengandung banyak kalsium dan nutrisi lainnya.

Komentar