FLU BURUNG (AVIAN INFLUENZA)

By | February 10, 2015 |


Flu burung disebabkan oleh jenis virus influenza yang jarang menginfeksi manusia. Tetapi ketika flu burung menyerang manusia, hal ini seringkali menimbulkan kematian. Lebih dari separuh orang yang terinfeksi flu burung meninggal akibat penyakit ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, wabah flu burung telah terjadi di Asia, Afrika, dan sebagian Eropa. Kebanyakan orang yang telah mengembangkan gejala flu burung pernah memiliki kontak dengan unggas yang sakit. Dalam beberapa kasus, flu burung menular dari satu orang ke orang lain.

Para petugas kesehatan khawatir terjadinya wabah global jika virus flu burung bermutasi menjadi bentuk yang lebih mudah bertransmisi dari orang ke orang. Para peneliti sedang bekerja membuat vaksin untuk membantu melindungi manusia dari virus flu burung.

Gejala

TAnda dan gejala flu burung biasanya dimulai dalam waktu dua sampai lima hari setelah infeksi terjadi. Dalam kebanyakan kasus, mereka merip dengan gejala influenza konvensional, diantaranya:

· Batuk

· Demam

· Sakit tenggorokan

· Nyeri otot

Beberapa orang juga mengalami mual, muntah, atau diare. Dalam beberapa kasus, infeksi mata ringan (konjungtivitis) adalah satu-satunya indikasi dari penyakit flu burung.

Penyebab & Faktor Risiko

Flu burung terjadi secara alami pada unggas air liar dan dapat menyebar ke unggas domestik seperti ayam, kalkun, bebek, dan angsa. Penyakit ini ditularkan melalui kontak dengan kotoran burung yang terinfeksi atau sekresi dari mulut, hidung, atau mata.

Pasar terbukan, dimana telur dan burung dijual dalam kondisi penuh-sesak dan tidak sehat, adalah sarang-sarang infeksi dan dapat menyebarkan penyakit ke masyarakat luas.

Menurut Food and Drugs Administration, flu burung tidak dapat ditularkan dengan memakan daging unggas (ataupun telur unggas) yang terinfeksi, jika keduanya dimasak secara benar. Daging unggas aman  untuk dimakan jika sudah dimasak dengan suhu internal 165 F (74 C). Telur harus dimasak sampai bagian kuning dan putihnya memadat.

Faktor risiko

Faktor risiko terbesar untuk flu burung adalah kontak dengan unggas yang sakit atau dengan suatu permukaan yang terkontaminasi oleh air liru, bulu, atau kotoran unggas terinfeksi. Dalam kasus yang kecil, flu burung menular dari satu manusia ke manusia lain. Selama penularan antar manusia tidak terjadi secara masif, maka burung/unggas yang terinfeksi tetap menjadi bahaya terbesar.

Pola penularan antar manusia masih menjadi misteri. Orang dari berbagai usia telah terjangkit dan meninggal dunia karena flu burung.

 Komplikasi

Orang yang terjangkit flu burung dapat mengembangkan komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk:

· Pneumonia

· Kerusakan paru-paru

· Kegagalan pernapasan

· Disfungsi ginjal

· Masalah jantung

Meskipun flu burung telah membunuh lebih dari setengah orang yang terinfeksi, jumlah korban jika hanya sedikit karena tidak banyak orang yang terkena flu burung. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), beberapa ratus orang telah meninggal akibat flu burung sejak tahun 2003.

Sebalikanya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa flu musiman-lah yang bertanggung jawab atas ribuan kematian setiap harinya di AS.

Kapan Harus ke Dokter ?

Segera temui dokter jika Anda mengalami sakit demam, batuk, nyeri badan, dan baru melakukan perjalanan ke negara yang terjangkit flu burung. Pastikan untuk memberitahu dokter Anda jika Anda telah mengunjungi peternakan atau pasar yang terbuka.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Banyak virus influenza telah menjadi resisten terhadap efek dari obat antivirus kategori amantadine dan rimantadine. Petugas kesehatan merekomendasikan oseltamivir (tamiflu) dan mungkin zanamivir (relenza) sebagai gantinya.

Obat ini harus diminum dalam waktu dua hari setelah gejala muncul –suatu hal yang cukup sulit untuk dilakukan pada skala dunia.  Karena obat ini memiliki pasokan yang terbatas, tidak sepenuhnya jelas bagaiamana obat flu ini akan dialokasikan jika epidemi flu burung semakin meluas.

Pencegahan

Vaksin flu untuk burung/unggas

The Food and Drug Administration telah menyetujui satu vaksin untuk mencegah infeksi dengan strain virus flu burung H5N1. Vaksin ini tidak tersedia untuk umum, namun pemerintah AS adalah salah satu penyimpan cadangan vaksin ini dan akan mendistribusikannya jika terjadi wabah flu burung. Vaksin ini ditujukan untuk membantu melindungi orang dewasa berusia 18 hingga 64 tahun dan dapat digunakan sedini mungkin pada saat wabah mulai meluas untuk memberikan perlindungan terbatas sampai vaksin lain –yang dirancang untuk melawan bentuk spesifik dari virus yang menyebabkan wabah- berhasil dikembangkan dan diproduksi.

Para peneliti terus bekerja untuk memperoleh beragam jenis vaksin flu burung. Salah satu hambatannya adalah bahwa mayoritas vaksin membutuhkan telur ayam untuk proses pengembangan serta produksinya. Sementara itu, virus flu burung bersifat lethal (mematikan) terhadap telur ayam.

Rekomendasi untuk wisatawan

Jika Anda pergi ke Asia Tenggara atau kawasan manapun dengan wabah flu burung, pertimbangkanlah rekomendasi kesehatan publik:

· Hindari unggas peliharaan. Jika memungkinkan, hindari daerah pedesaan, pertanian kecil, dan pasar terbuka

· Cuci tangan Anda. Ini adalah salah satu cara yang paling sederhana dan terbaik untuk mencegah semua jenis infeksi. Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol ketika Anda dalam perjalanan.

· Tanyakan mengenai vaksinasi flu. Sebelum bepergian, tanyakan kepada dokter Anda tentang vaksinasi flu. Ini mungkin tidak akan melindungi Anda secara khusus dari flu burung, tetapi dapat membantu mengurangi risiko infeksi simultan dari virus flu burung dan flu manusia.

 Unggas dan produk telur

Karena panas dapat menghancurkan virus flu burung, maka unggas yang dimasak tidak menjadi ancaman kesehatan. Meskipun demikian, mengambil tindakan pencegahan ketika menangani dan mengelola unggas (yang mungkin terkontaminasi salmonella atau bakteri berbahaya lainnya) tetap dianjurkan.

· Hindari kontaminasi silang. Gunakan air panas dengan sabun untuk mencuci talenan, perlatan makan, dan semua permukaan yang bersentuhan dengan unggas mentah

· Masak secara menyeluruh. Masak ayam sampai kuahnya menjadi bening, dan menkapsulai suhu internal minimal 165 F (74 C)

· Hindari telur mentah. Karena kulit telur sering terkontaminasi dengan kotoran burung, hindari makanan yang mengandung telur mentah atau setengah matang

Komentar