Flu Babi (Swine Flu/H1N1)

By | February 10, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Flu Babi (Swine Flu/H1N1)


Flu H1N1, yang lebih kondang disebut flu babi, adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza yang baru diketahui pada awal 2009. Virus baru ini, yang nama resminya adalah swine influenza A (H1N1), mengandung bahan genetis dari virus manusia, babi dan unggas.

Secara teknis, istilah ‘swine flu’ (flu mamalia) ini mengacu pada influenza babi. Kadang babi menularkan virus influenza kepada manusia, terutama terhadap petugas di kAndang dan petugas peternakan. Jarang terjadi orang yang terinfeksi virus flu babi menularkannya kepada orang lain. Manusia juga tidak dapat tertular karena makan daging babi.

Tidak seperti tipikal flu mamalia lainnya, penyebaran flu H1N1 sangat cepat dan mudah. Pada Juni 2009, ketika penyebaran virus sudah menkapsulai sejumlah negara di dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan flu babi sebagai pandemi global.

Vaksin H1N1 telah dikembangkan untuk mengantisipasi musim flu 2009-2010.

Gejala

Gejala flu babi pada manusia mirip dengan infeksi lain yang disebabkan oleh virus flu, seperti:

• Demam

• Batuk

• Sakit tenggorokan

• Saki dan ngilu di sekujur tubuh

• Sakit kepala

• Menggigil

• Kelelahan

• Diare

• Muntah-muntah

Gejala-gejala flu babi muncul dalam iga hingga lima hari setelah sesorang terpapar virus dan berlanjut selama sekitar delapan hari, mulai dari sehari sebelum sakit dan terus berlanjut sampai sembuh.

Penyebab & Faktor Risiko

Disebabkan oleh virus influenza yang baru diketahui pada awal 2009. Virus baru ini, yang nama resminya adalah swine influenza A (H1N1), mengandung bahan genetis dari virus manusia, babi dan unggas.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Meski muncul gejala flu babi seperti demam, batuk dan badan terasa sakit, sebenarnya tak perlu ke dokter jika secara umum badan Anda sehat. Tapi penanganan dokter diperlukan jika gejala itu muncul dan Anda sedang hamil atau menderita sakit kronis, misalnya emphysema atau hati.

Virus Influenza menginfeksi sel yang berada di hidung, tenggrokan dan paru. Virus ini memasuki badan ketika menghirup udara yang mengandung virus atau memindahkan virus hidup dari permukaan yang terkontaminasi ke mata, hidung atau mulut melalui tangan.

Komplikasi Influenza meliputi:

• Memburuknya kondisi penyakit kronis, misalnya sakit jantung, diabetes dan asma

• Pneumonia

• Gagal dalam pernapasan

Komplikasi parah dari flu H1N1 pada manusia sepertinya berkembang dengan cepat.

Pencegahan

Sebuah vaksin sudah dikembangkan untuk mencegah flu babi. Di Amerika Serikat vaksinasi direkomendasikan bagi:

• Wanita hamil. Risiko komplikasi flu babi lebih tinggi selama kehamilan. Si ibu berpotensi memberikan perlindungan bagi bayinya yang tidak dapat divaksinasi.

• Kontak di dalam rumah tangga dan perawat bayi di bawah usia 6 bulan.  Bayi yang berusia lebih muda punya risiko lebih tinggi terkena komplikasi flu dan tidak bisa divaksinasi. Vaksinasi terhadap perawat bayi di bawah 6 bulan ini dapat mengurangi risiko si bayi terpapar virus.

• Petugas kesehatan. Infeksi sering dilaporkan terjadi pada para petugas kesehatan, dan ini berpotensi sebagai sumber infeksi terhadap pasien yang rentan terkena infeksi virus.   

• Bayi, anak-anak dan remaja belasan tahun, mulai usia 6 bulan hingga 18 tahun. Banyak kasus flu H1N1 terjadi pada anak-anak. Virus Influenza sangat mudah dan cepat menyebar di sekolah dan tempat penitipan anak. Dan anak-anak yang terinfeksi nantinya akan menyebarkan virus di rumah mereka.

• Mereka yang berusia antara 19 hingga 24 tahun. Imunisasi penting bagi kelompok usia ini sebab mereka cenderung aktif bekerja, belajar dan sering berinteraksi dengan banyak orang.

• Mereka yang berusia 25 hingga 64 tahun yang mengalami masalah kesehatan dan berisiko tinggi mengalami komplikasi akibat influenza. Kondisi ini meliputi penyakit jantung, paru dan berbagai jenis kanker.

Langkah-langkah berikut juga dapat membantu mencegah flu dan membatasi penyebarannya:

• Tinggal di rumah jika sakit. Jika Anda terinfeksi flu babi, Anda dapat menulari orang di sekeliling Anda dalam waktu sekitar 24 jam sebelum Anda mengalami gejalanya, dan gejala ini akan berakhir sekitar tujuh hari kemudian. Demi mencegah penularan ke orang lain, ada baiknya Anda yang terinfeksi tak berada di ruang perawatan rumah sakit, ruang dokter atau unit gawat darurat, karena di tempat-tempat ini banyak terdapat orang yang rentan terkena flu.

• Sering cuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas. Cuci tangan pakai air bersih dan sabun, dan jika tidak ada, bisa menggunakan cairan pencuci tangan berbasis alkohol. Virus flu dapat bertahan hidup selama dua jam atau lebih di berbagai permukaan benda, seperti pegangan pintu, meja, kursi dan lainnya.

• Hindari kontak. Menjauhlah dari kerumunan orang jika memungkinkan.

• Kurangi bersentuhan dengan anggota keluarga yang terinfeksi flu babi. Jika ada anggota keluarga yang terkena flu babi, sebaiknya salah satu anggota keluarga untuk merawat yang sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *