FILARIASIS (FILARIASIS LIMFATIK)

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > FILARIASIS (FILARIASIS LIMFATIK)


Filariasis limfatik adalah infeksi dari cacing filarial, Wuchereria bancrofti, Brugia malayi atau B. timor. Parasit-parasit ini ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dan berkembang menjadi cacing dewasa di dalam pembuluh getah bening, menyebabkan kerusakan parah dan pembengkakan (limfoedema).

Penyakit kaki gajah adalah kondisi yang menyakitkan, pembengkakan pada kaki dan organ genital, adalah tAnda bahwa penyakit ini sudah dalam tahap lanjut.

Infeksi yang terjadi dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Tetapi, kondisi yang sudah kronis tidak dapat disembuhkan oleh obat-obatan filarial dan memerlukan perawatan khusus, seperti pembedahan hydrocele, perawatan kulit dan olahraga untuk meningkatkan drainase limfatik pada limfoedema.

Pengobatan tahunan kepada seluruh individu berisiko (individu yang tinggal dalam area wabah) dengan memberikan kombinasi obat anti-filarial seperti diethyl-carbamazine citrate (DEC) dan albendazole, atau ivermectin dan albendazole, atau penggunaan regular fortifikasi garam DEC dapat mencegah terjadinya infeksi dan penyakit baru.

Gejala

Infeksi cacing filarial bisa menyebabkan berbagai manifestasi klinis, termasuk pembengkakan (limfoedema) pada tungkai kaki, penyakit kelamin (hydrocele, chylocele dan pembengkakan pada buah zakar dan pen1s) dan berulangnya serangan akut, yang sangat menyakitkan dan disertai dengan demam.

Sebagian besar orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala penyakit, tetapi sebenarnya mereka mengalami kerusakan limfatik subklinis dan sebanyak 40% dari mereka mengalami kerusakan ginjal, dengan proteinuria dan haematuria.

Cacing filarial ditularkan dari nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi oleh sejumlah larva menggigit manusia, parasit yang ada akan menempel di kulit manusia, dimana parasit masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Larva-larva tersebut berpindah ke jaringan limfatik dan berkembang menjadi cacing dalam waktu 6 – 12 bulan, menyebabkan kerusakan dan pelebaran pembuluh limfatik. Filaria dewasa hidup selama beberapa tahun dalam  tubuh manusia. Selama masa itu, mereke memproduksi jutaan mikrofilaria yang belum dewasa dan beredar dalam aliran darah perifer dan ditelan oleh nyamuk yang menggigit manusia yang terinfeksi. Larva-larva tersebut selanjutnya berkembang di dalam tubuh nyamuk sebelum menjadi infeksi ke manusia. Demikianlah siklus transmisi terbentuk.

Distribusi Geografis

Diperkirakan 120 juta orang di area tropis dan subtropis di seluruh dunia terinfeksi filariasis limfatik. Di antara mereka, hampulir 25 juta laki-laki menderita penyakit kelamin (paling umum adalah hydrocele) dan hampulir 15 juta, kebanyakan wanita, mengalami pembekakan pada kaki atau kaki gajah.

Bentuk dan diagnosis filariasis limfatik

Walaupun jarang menyebabkan kematian, filariasis limfatik adalah penyebab utama penderitaan dan cacat. Lebih dari 1,3 miliar orang di 72 negara dan teritori, hidup di daerah di mana mereka berisiko terinfeksi parasit filaria.

Banyaknya infeksi yang terjadi pada anak-anak telah lebih dimengerti beberapa tahun belakangan ini. Padahal sebelumnya pernah disangka bahwa penyakit ini hanya dialami oleh orang dewasa, sekarang diketahui bahwa sebagian besar infeksi diperoleh ketika masa kanak-kanak. Infeksi awal diikuti oleh periode panjang penyakit subklinis yang berkembang di kemudian hari menjadi penyakit klinis.

Diagnosa

Sampulai saat ini, satu-satunya metode diagnosa adalah melalui pengecekan darah dengan menusuk ujung jari sejumlah 20 – 60 μl. Darah ini harus dikumpulkan pada waktu tertentu, malam atau siang hari, tergantung pada periodisitas dari microfilaria. Metode ini tidak mahal dan layak bagi level individu dan masyarakat.

Metode yang lebih efisien, namun rumit, adalah diagnosa di tingkat masyarakat dengan melakukan penyaringan intravena darah dan pemeriksaan filtrat.

Perkembangan ICT (Immunochromatographic card test) dengan sensitivitas tinggi dan kekhususan untuk mendeteksi infeksi Wuchereria bancrofti telah mempermudah diagnosa, dan peralatan tes tersebut tersedia di pasaran komersial. Tesnya membutuhkan 100 μl darah dari ujung jari diambil pada saat kapan saja, siang atau pun malam.

Manifestasi klinis

Perkembangan filariasis limfatik pada manusia meninggalkan sebuah teka-teki, sementara infeksi biasanya diakuisisi pada anak usia dini, penyakit ini memerlukan waktu bertahun-tahun untuk muncul. Memang, banyak orang tidak pernah mengalami manifestasi klinis dari infeksi mereka.

Penelitian telah membuktikan bahwa pasien yang tampulaknya sehat mungkin memilliki patologi limfatik yang tersembunyi. Infeksi yang tidak terlihat sering kali mencirikan adanya ribuan atau jutaan larva parasit (mikrofilaria) di dalam darah dan cacing dewasa di dalam sistem limfatik.

Gejala yang paling parah dari penyakit kronis biasanya muncul pada orang dewasa, dan lebih banyak pria dibandingkan wanita. Dalam masyarakat yang terkena wabah, sejumlah 10 – 50% pria menderita kerusakan genital, terutama hydrocele (pembesaran kantung di sekitar testis yang berisi cairan) dan pembesaran bruto dari pen1s dan buah zakar. Pembesaran pada keseluruhan kaki atau tangan, kemaluan dan payudar4 dapat terjadi pada sampai 10% pria dan wanita dalam komunitas ini.

Tahap akut dapat terjadi sepert radang lokal di kulit, kelenjar getah bening dan jaringan limfatik dan sering disertai oleh pembengkakan kronis atau kaki gajah. Beberapa dari tahap ini disebabkan oleh respon imunitas tubuh terhadap parasit, namun kebanyakan adalah hasil dari infeksi bakteri pada kulit, terkait dengan kehilangan sebagian perlawanan normal tubuh sebagai hasil dari kerusakan jaringan limfatik.

Pembersihan hati-hati pada area yang terluka akan sangat membantu dalam penyembuhan area yang terinfeksi dan dapat memperlambat, atau yang lebih hebat, menyembuhkan kerusakan yang telah terjadi.

Pada daerah yang terkena wabah, manifestasi kronis dan akut dari filariasis cenderung berkembang lebih sering dan lebih cepat pada pendatang baru daripada penduduk lokal. Pembengkakan dapat terjadi dalam waktu 6 bulan dan kaki gajah dapat terjadi dalam waktu 1 tahun setelah kedatangan.

Penyebab & Faktor Risiko

Filariasis limfatik, umumnya dikenal dengan nama penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang menyakitkan dan terbukti merusak. Sementara infeksi biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, manifestasi munculnya penyakit dapat terjadi di kemudian hari, menyebabkan cacat sementara atau permanen. Di negara-negara yang terkena wabah, filariasis limfatik telah mempengaruhi kehidupan ekonomi dan sosial.

Penyakit ini disebabkan oleh tiga spesies cacing nematoda yang berbentuk seperti benang, dikenal sebagai cacing filarial – Wuchereria bancroffi, Brugia malayi dan Brugio timori. Cacing jantan berukuran panjang sekitar 3 – 4 sentimeter, dan cacing betina berukuran 8 – 10 sentimeter. Cacing jantan dan betina bersama-sama membetuk “jaring” dalam sistem limfatik tubuh manusia, simpul jaringan yang mengatur keseimbangan cairan darah dan jaringan tubuh yang rumit. Sistem limfatik adalah komponen penting dari sistem imun tubuh.

Filariasis limfatik disebabkan oleh infeksi oleh cacing nematoda dari keluarga Filarioidea : 90% dari infeksi disebabkan oleh Wuchereria bancroffi dan sebagian sisanya oleh Brugia malayi.

Tubuh manusia adalah tuan rumah eksklusif dari Wuchereria bancroffi. Walaupun bibit tertentu dari Brugia malayi dapat juga menginfeksi beberapa spesies binatang (kucing dan monyet), siklus hidup Brugia malayi dalam tubuh binatang-binatang tersebut biasanya secara epidemiologi tetap berbeda daripada di dalam manusia.

Perantara utama dari Wuchereria bancroffi adalah nyamuk genus Culex (di daerah perkotaan dan semi perkotaan), Anopheles (di daerah pedesaan Afrika dan tempat lainnya) dan Aedes (di kepulauan Pasifik).

Parasit Brugia malayi ditularkan oleh beberapa spesies dari genus Mansonia, di beberapa daerah, nyamuk anophelin yang bertanggung jawab menularkan infeksi. Parasit Brugian terbatas pada area timur dan selatan Asia, terutama India, Indonesia, Malaysia dan Filipina.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan masyarakat yang tekena wabah Tujuan utama dalam pengobatan masyarakat yang terinfeksi adalah untuk menghilangkan mikrofilaria dalam darah individu yang terinfeksi dalam rangka memutus transmisi infeksi oleh nyamuk. Studi telah menunjukkan bahwa satu dosis tunggal diethylcarbamazine citrate (DEC) memiliki efek menurunkan jumlah mikrofilaria selama sama dengan 1 tahun. Pasien disarankan untuk mengonsumsi DEC selama 12 hari. Yang lebih penting, penggunanaan satu dosis tunggal dari dua obat yang dikonsumsi bersamaan (albendazole dengan DEC atau ivermectin optimal) 99% efektif menghilangkan microfilaria dari dalam darah selama satu tahun penuh setelah pengobatan.

Tingkat keefektifan pengobatan ini telah membuat usaha baru yang baik untuk menghilangkan filariasis limfatik.

Pengobatan individu Kemajuan paling signifikan dalam upaya untuk meringankan penderitaan yang disebabkan oleh penyakit kaki gajah telah mendapatkan pengakuan bahwa banyaknya kemajuan dalam patologi adalah hasil dari bakteri dan jamur super infeksi di dalam jaringan, yang terhubung dengan fungsi limfatik dan disebabkan oleh infeksi filarial sebelumnya.

Menjaga kebersihan secara ketat pada kaki yang terserang penyakit dan dikombinasiken dengan langkah-langkah ajuvan untuk meminimalkan infeksi dan menaikkan aliran getah bening secara dramatis mengurangi frekuensi akut peradangan (demam filaria) dan sangat meningkatkan penyakit kaki gajah itu sendiri.

Pencegahan

Pencegahan dari gigitan nyamuk melalui langkah-langkah proteksi diri atau pengontrolan vektor tingkat masyarakat adalah pilihan terbaik dalam mencegah filariasi limfatik. Pengecekan darah berkala untuk mengetahui infeksi dan inisiasi  dari pengobatan yang dianjurkan cenderung dapat mencegah manifestasi klinis.

Manajemen gejala

Prosedur pembedahan yang relatif mudah dan terkenal sudah tersedia untuk memperbaiki hydrocele. Karena infeksi bakteri sekunder memainkan peranan penting dalam fase perkembangan adenolumphangitis dan perkembangan limfoedema, langkah-langkah higienis sederhana – apakah sendiri ataupun dalam kombinasi dengan pengobatan antibiotik – memainkan peranan penting dalam mencegah fase penyakit akut dan perkembangan limfoedema. Membersihkan kaki yang terinfeksi setiap hari dengan sabun dan air bersih dapat mencegah infeksi sekunder, digabungkan dengan olahraga ringan, pengangkatan kaki, dan perawatan celah-celah dan jalan masuk bakteri, memberikan bantuan penting terhadap fase akut dan memperlambat perkembangan penyakit.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *