FIBROSIS PARU

By | February 8, 2015 |


Fibrosis paru terjadi ketika jaringan paru-paru menjadi rusak dan terluka. Jaringan yang menebal dan kaku ini membuat paru-paru sulit bekerja dengan baik. Semakin buruk fibrosis paru, Anda akan semakin sering merasa sesak napas.

Luka yang berkaitan dengan fibrosis paru dapat disebabkan oleh banyak faktor. Namun dalam kebanyakan kasus, dokter tidak dapat menentukan penyebab utamanya. Bila penyebab tidak dapat ditemukan, kondisi ini disebut fibrosis paru idiopatik,

Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh fibrosis paru tidak dapat disembuhkan, tapi obat dan terapi kadang-kadang dapat membantu mengurangi gejalanya dan meningkatkan kualitas hidup. Bagi sebagai orang, transplantasi paru mungkin akan diperlukan.

Gejala

Anda dan gejala fibrosis paru di antaranya:

  • Sesak napas (dyspnea)
  • Batuk kering
  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
  • Sakit otot dan sendi

Kondisi fibrosis paru, serta tingkat parahnya gejala, dapat bervariasi pada tiap orang. Beberapa orang langsung menjadi sakit (sangat cepat) dan memiliki penyakit yang parah. Beberapa lainnya memiki gejala yang lebih ringan dan semakin memburuk dari waktu ke waktu.

Penyebab & Faktor Risiko

Fibrosis paru dapat meninggalkan luka serta menebalkan jaringan di sekitar dan di antara kantung udara (alveoli) paru-paru Anda. Hal ini membuat oksigen lebih sulit masuk ke dalam aliran darah Anda. Kerusakan dapat disebabkan oleh banyak hal – termasuk racun udara di tempat kerja Anda, penyakit paru-paru tertentu, bahkan beberapa jenis perawatan medis.

Faktor pekerjaan dan lingkungan

Paparan terhadap sejumlah racun dan polutan dalam jangkan panjang dapat merusak paru-paru Anda. Ini mungkin termasuk:

  • Debu silika
  • Serat asbestos
  • Debu kayu atau padi-padian
  • Kotoran burung dan hewan

Pengobatan radiasi

Beberapa orang menjalankan terapi radiasi untuk mengetahui apakah kanker paru-paru atau kanker payudar4 yang mereka miliki menimbulkan kerusakan pada paru-paru. Terapi ini biasanya dilakukan selama beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah pengobatan awal. Tingkat kerusakan akan bergantung pada:

  • Berapa banyak bagian paru-paru yang terkena radiasi
  • Jumlah total radiasi yang terkena
  • Apakah pernah menjalani kemoterapi atau tidak
  • Kehadiran jenis penyakit paru yang lain

Obat-obatan

Banyak obat-obatan yang dapat merusak paru-paru, termasuk:

  • Obat kemoterapi. Obat yang dirancang untuk membunuh sel-sel kanker seperti methotrexate (trexall) dan cyclophospohamide (cythoxant), juga dapat merusak jaringan paru-paru.
  • Obat jantung. Beberapa obat yang dipakai untuk mengobati detak jantung yang tidak teratur, seperti amiodarone (cordarone, nexterone, pacerone) atau propranolol (inderol, inderide, innopran) dapat membahayakan jaringan paru-paru.
  • Beberapa jenis antibiotik. Nitrofurantoin (macrobid, macrodantin) dan sulfasalazine (azulfidine) dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.

Kondisi medis

Kerusakan paru-paru juga dapat diakibatkan oleh:

  • Tuberkulosis
  • Pneumonia
  • Lupus eritematosus sistemik
  • Rheumatoid arthritis
  • Sarkoidosis
  • Skleroderma

Fibrosis paru idiopatik: bila penyebab tidak diketahui

Daftar zat dan kondisi yang dapat menyebabkan fibrosis paru dapat berjumlah sangat banyak. Meskipun demikian, dalam banyak kasus, penyebabnya kadang tidak dapat ditemukan. Fibrosis paru yang tidak diketahui penyebabnya disebut fibrosis paru idiopatik.

Para peneliti memiliki beberapa teori tentang apa yang mungkin memicu fibrosis paru idiopatik, termasuk virus dan paparan asap tembakau. Dan karena satu jenis fibrosis paru idiopatik dapat diwariskan dalam keluarga, maka faktor keturunan juga diduga cukup berperan.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang membuat Anda lebih rentan terhadap fibrosis paru meliputi:

  • Usia. Meskipun fibrosis paru telah didiagnosis pada anak-anak dan bayi, gangguan ini jauh lebih mungkin untuk mempengaruhi orang dewasa, setengah baya, dan orang tua.
  • Merokok. Perokok dan mantan perokok jauh lebih mungkin mengembangkan fibrosis paru dibandingkan orang yang tidak pernah merokok.
  • Pekerjaan. Anda memiliki peningkatan risiko fibrosis paru jika Anda bekerja di bidang pertambangan, pertanian, konstruksi, atau jika Anda sering terkena polutan yang dapat merusak paru-paru Anda.
  • Perawatan kanker. Pengobatan radiasi untuk dada atau penggunaan obat kemoterapi terntentu membuat Anda rentan terhadap fibrosis paru.
  • Faktor genetik. Beberapa jenis fibrosis paru tampulaknya diwariskan dalam keluarga, sehingga komponen genetik diduga turut berpengaruh.

Komplikasi

Komplikasi yang diakibatkan fibrosis paru mungkin termasuk:

  • Tekanan darah tinggi di paru-paru (pulmonary hypertension). Tidak seperti tekanan darah tinggi sistemik, kondisi ini hanya mempengaruhi arteri di paru-paru Anda. Kondisi ini dimulai ketika arteri terkecil dan kapiler dikompresi oleh jaringan parut, sehingga menyebabkan peningkatan resistensi terhadap aliran darah di paru-paru Anda. Hal ini pada akhirnya meningkatkan tekanan pada arteri paru. Hipertensi paru adalah penyakit serius yang dapat memburuk dan berakibat fatal.
  • Gagal jantung sisi kanan (cor pulmonale). Kondisi serius ini terjadi ketika bilik kanan bawah jantung Anda (ventrikel) harus memompa lebih keras dari biasanya untuk memindahkan darah melalui arteri paru yang terblokir (sebagian).
  • Kegagalan pernapasan. Kondisi ini seringkali merupaka tahap terakhir dari penyakit paru-paru kronis. Ini terjadi ketika tingkat oksigen pada darah jatuh sangat rendah.
  • Kanker paru-paru. Fibrosis paru dalam waktu lama juga meningkatkan risiko Anda terkena kanker paru-paru.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Luka (berbentu parutan) yang terjadi pada fibrosis paru tidak dapat disembuhkan, dan hingga saat ini tidak ada pengobatan yang terbukti efektif dalam menghentikan perkembangan penyakit tersebut. Meskipun beberapa perawatan dapat memperbaiki gejala sementara atau memperlambat perkembangan penyakit, namun sulit untuk sembuh secara total. Perawatan lainnya hanya dapat ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Obat-obatan

Banyak orang yang didiagnosis dengan fibrosis paru, pada awalnya diobati dengan kortikosteroid (prednisone), kadang dikombinasikan dengan obat lain yang menekan sistem kekebalan tubuh – seperti methotrexate atau siklosporin. Tak satu pun dari kombinasi ini terbukti efektif dalam jangka panjang. Penambahan N-acetylcysteine (yakni turunan dari asam amino alami) pada prednison dapat memperlambat perkembangan penyakit pada beberapa orang.

Terapi oksigen

Penggunaan oksigen tidka dapat menghentikan kerusakan paru-paru, namun dapat:

  • Membuat olahraga dan kegiatan bernapas menjadi lebih mudah
  • Mencegah atau mengurangi komplikasi dari rendahnya tingkat oksigen pada darah
  • Mengurangi tekanan darah di sisi kanan jantung pada
  • Meningkatkan kualitas tidur Anda dan perasaan nyaman

Kemungkinan besar Anda akan menggunakan oksigen ketika tidur atau berolahraga, meskipun beberapa orang mungkin menggunakannya sepanjang waktu (jam).

Rehabilitasi paru

Tujuan rehabilitasi paru tidak hanya untuk mengobati penyakit atau meningkatkan fungsi keseharian dari paru-paru, tetapi juga untuk membantu orang dengan fibrosis paru dapat menjalani hidup dengan normal dan memuaskan. Untuk itu, program rehabilitasi paru terfokus pada:

  • Latihan fisik, untuk meningkatkan daya tahan Anda
  • Teknik pernapasan yang meningkatkan efisiensi paru-paru
  • Dukungan emosional
  • Konseling nutrisi

Operasi

Transplantasi paru-paru mungkin menjadi pilihan terakhir bagi orang-orang berusia lebih muda yang memiliki tingkat fibrosis parah dan tidak dapat sembuh dengan jenis pengobatan lainnya.

Gaya hidup dan pengobatan rumahan

Terlibat aktif dalam proses perawatan Anda sendiri dan berusaha tetap sehat sangat penting untuk penderita fibrosis paru. Dengan demikian, sangat penting untuk:

  • Berhenti merokok. Jika Anda memiliki penyakit paru-paru, hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah berhenti merokok. Bicarakan dengan dokter mengenai pilihan program termasuk teknik-teknik yang telah terbukti membuat orang lain berhenti merokok. Karena menjadi perokok pasif bisa sama berbahaya bagi paru-paru Anda, jangan biarkan orang lain untuk merokok di sekitar Anda.
  • Makan dengan baik. Orang dengan penyakit paru-paru dapat mengalami penurunan berat badan karena mereka merasa tidak nyaman ketika makan, dank arena mereka membutuhkan energy ekstra untuk kegiatan bernapas. Namun, diet yang kaya nutrisi dan mengandung kalori yang memadai menjadi sangat penting. Seorang ahli diet dapat memberikan pedoman lebih lanjut mengenai pola makan sehat.
  • Dapatkan vaksinasi. Infeksi saluran pernafasan dapat memperburuk gejala fibrosis paru. Pastikan Anda menerima vaksin pneumonia dan vaksinasi flu tahunan.

Komentar