FIBROID UTERUS

By | February 8, 2015 |


Fibroid uterus adalah pertumbuhan sel non kanker pada uterus yang biasanya muncul saat masa anak-anak. Dapat pula disebut fibromioma, leiomioma atau mioma, fibroid uterus tidak berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker uterus dan tidak perkembang menjadi kanker.

Sebanyak 3 dari 4 wanita pernah memiliki fibroid uterus semasa hidupnya, namun sebagian besar tidak disadari karena kerap tidak menimbulkan gejala. Dokter dapat secara tidak sengaja menemukan fibroid saat pemeriksaan pelvis atau ultrasound prenatal.

Secara umum, fibroid uterus jarang membutuhkan penatalaksanaan. Terapi medis dan prosedur pembedahan dapat mengatasi atau mengeluarkan fibroid jika pasien merasa tidak nyaman atau merasakan gejalanya. Pada kasus yang jarang, fibroid dapat memerlukan penatalaksanaan emergensi jika tiba-tiba menimbulkan rasa nyeri pelvis yang tajam atau perdarahan menstruasi hebat.

Gejala

Pada wanita yang memiliki gejala, gejala yang paling sering timbul adalah:

• Perdarahan menstruasi yang hebat

• Memanjangnya periode menstruasi-perdarahan menstruasi selama tujuh hari atau lebih

• Tekanan atau nyeri pelvis

• Seringnya buang air kecil

• Sulitnya untuk mengosongkan kandung kemih

• Konstipasi

• Nyeri punggung atau tungkai

Pada kasus yang jarang, fibroid dapat menyebabkan nyeri akut saat suplai darah tidak mencukupi. Jika kekurangnya nutrisi, jaringan fibroid akan mulai mati. Produk yang dihasilkan jaringan fibroid yang berdegenerasi dapat masuk ke jaringan sekitar sehingga menyebabkan nyeri dan demam. Fibroid yang menggantung dengan tangkai di dalam atau luar uterus (fibroid bertangkai) dapat memicu rasa nyeri akibat terpuntir pada tangkainya sehingga menghambat suplai darah.

Lokasi fibroid memengaruhi tAnda dan gejala yang ditimbulkan:

• Fibroid submukosa. Fibroid yang tumbuh di dalam kavitas uterus (fibroid submukosa) akan memberikan respon berupa memanjangnya dan perdarahan menstruasi yang hebat serta menjadi masalah pada wanita yang ingin hamil.

• Fibroid subserosa. Fibroid yang berada di luar uterus (fibroid subserosa) terkadang dapat menekan kandung kemih, menyebabkan timbulnya gejala pada perkemihan. Jika fibroid tumbuh di belakang uterus maka dapat menekan rektum sehingga menyebabkan konstipasi atau pada nervus spinal sehingga menyebabkan nyeri punggung.

Penyebab & Faktor Risiko

Fibroid uterus tumbuh dari jaringan otot halus uterus (miometrium). Sel bereproduksi dengan cepat, membentuk massa pucat, berkelompok, kenyal yang berbeda dengan jaringan sekitarnya. Pertumbuhan pola fibroid uterus bervariasi-beberapa fibroid bertumbuh dengan lambat; fibroid lain dapat muncul dengan ukuran yang sama.

Fibroid memiliki rentang ukuran dari seukuran biji, tidak terlihat dengan mata manusia, hingga kumpulan massa yang dapat mendistorsi dan memperbesar uterus. Fibroid dapat hanya terdiri atas satu atau multipel, pada kasus ekstrim dapat memperluas uterus hingga menkapsulai ruang tulang rusuk.

Dokter tidak mengetahui penyebab fibroid uterus, tetapi penelitian dan pengalaman klinis merujuk beberapa faktor:

• Perubahan genetik. Banyak fibroid memiliki keturunan genetik yang berbeda dengan sel otot normal uterus.

• Hormon. Estrogen dan progesteron, dua hormon yang menstimulasi pertumbuhan uterus selama setiap siklus menstruasi dalam mempersiapkan kehamilan, muncul untuk merangsang pertumbuhan fibroid. Fibroid memiliki lebih banyak reseptor estrogen dan progesteron dibandingkan sel otot normal uterus.

• Zat kimia lain. Substansi yang membantu tubuh untuk mengatur jaringan, seperti insulin-like growth factor, dapat mempengaruhi pertumbuhan fibroid.

 Faktor risiko

Saat ini baru terdapat sedikit faktor fibroid uterus yang diketahui, selain wanita pada usia reproduksi. Faktor lain yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan fibroid adalah:

• Hereditas. Jika terdapat riwayat keluarga ibu atau saudara perempuan memiliki fibroid maka orang tersebut memiliki risiko tinggi menderita penyakit yang sama.

• Ras. Wanita berkulit hitam lebih sering menderita fibroid dibandingkan wanita dari ras lain. Selain itu, wanita berkulit hitam memiliki fibroid di usia muda dan dapat tumbuh menjadi fibroid yang lebih besar.

• Kehamilan dan kelahiran. Kehamilan dan kelahiran memiliki efek protektif dan dapat menurunkan risiko dari perkembangan fibroid uterus.

Area penelitian

Penelitian dalam mencari faktor potensial lain dalam perkembangan fibroid yang terkait dengan area:

• Obesitas. Beberapa studi menunjukkan bahwa wanita dengan obesitas memiliki risiko yang lebih tinggi untuk memiliki fibroid, tetapi studi lain tidak menjelaskan hubungannya.

• Kontrasepsi oral. Sejauh ini, data menunjukkan bahwa wanita yang memakai kontrasepsi oral memiliki risiko rendah memiliki fibroid. Pada umumnya hal ini berlaku pada semua wanita, kecuali wanita yang mulai menggunakan kontrasepsi oral di antara umur 13 dan 16 tahun. Beberapa bukti juga memperlihatkan bahwa kontrasepsi yang hanya mengandung progestin mungkin menurunkan risiko.

Komplikasi

Walaupun pada umumnya tidak berbahaya, fibroid uterus dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman dan dapat menimbulkan komplikasi seperti anemia yang disebabkan oleh kehilangan darah yang hebat. Pada kasus yang jarang, tumor fibroid dapat tumbuh keluar dari tangkainya di uterus. Jika fibroid terpuntir pada tangkainya maka hal ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang tiba-tiba, tajam, dan hebat di abdomen bagian bawah. Jika hal itu terjadi, datanglah ke pelayanan kesehatan secepatnya. Hal ini mungkin membutuhkan pembedahan.

Kehamilan dan fibroid

Fibroid biasanya tidak memengaruhi konsepsi dan kehamilan. Walaupun demikian, mungkin saja fibroid mendistorsi atau menutup tuba fallopi, atau mempengaruhi perjalanan sperma dari serviks ke tuba fallopi. Fibroid submukosa dapat mencegah implantasi dan pertumbuhan embrio, pada kasus ini dokter merekomendasikan untuk membuang fibroid sebelum hamil.

Pada kasus lain, penatalaksanaan fibroid pada masa kehamilan tidak penting. Komplikasi fibroid yang sering terjadi selama kehamilan adalah nyeri terlokalisasi, biasanya muncul di antara trimester pertama dan kedua. Gejala ini biasanya dapat ditangani dengan penghilang rasa sakit. Tetapi jika memiliki fibroid dan memiliki pengalaman keguguran, dokter akan merekomendasikan membuang satu atau lebih fibroid untuk meningkatkan kesempatan dalam menjaga janin, terutama tidak ada penyebab keguguran lain yang ditemukan dan jika fibroid mendistorsi bentuk dari kavitas uterus.

Kapan Harus ke Dokter ?

Datang ke dokter jika:

• Nyeri pelvis tidak hilang

• Periode menstruasi yang sangat hebat dan disertai nyeri

• Bercak atau perdarahan di antara periode mentruasi

• Rasa nyeri

• Sulitnya mengosongkan kandung kemih

• Pergerakan usus sulit

Datanglah ke pelayanan medis jika terdapat perdarahan vagin4l yang parah atau nyeri tajam pada pelvis yang dapat tiba-tiba.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Beberapa situs internet dan buku kesehatan mempromosikan pengobatan alternatif, seperti rekomendasi diet spesifik, enzim, krim hormon atau homeopati.

Penelitian merupakan hal yang penting untuk membuktikan pelaksanaan diet atau metoda lain yang dapat membantu mencegah atau mengobati fibroid. Sejauh ini, belum ada bukti akurat untuk mendukung efektivitas teknik ini.

Pencegahan

Meskipun para peneliti terus berusaha menemukan penyebab tumor fibroid, sedikit bukti telah ada tentang  bagaimana mencegah fibroid. Pencegahan fibroid uterus kemungkinan tidak dapat dilakukan, tetapi hanya sedikit persentase dari tumor ini yang membutuhkan penatalaksanaan.

Komentar