FDA setujui penggunaan Inbrija untuk terapi periode ‘off’ parkinson

FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > FDA setujui penggunaan Inbrija untuk terapi periode ‘off’ parkinson

By | 15/03/2019

Acorda Therapeutics mengumumkan bahwa salah satu produknya dengan nama brand Inbrija, telah disetujui oleh FDA untuk digunakan dalam terapi periode ‘off’ intermitten pengobatan parkinson. Periode ‘off’atau dikenal juga dengan episode ‘off’ yaitu kembalinya gejala parkinson sebagai hasil dari rendahnya tingkat dopamin diantara carbidopa/levodopa, berdasarkan pengobatan parkinson berbasis oral standar.

Sebagai pengetahuan, penyakit parkinson memiliki tiga tingkatan yaitu mulai dari ringan, sedang, hingga berat. Nah pada level ringan yang biasanya antara 3 hingga 5 tahun setelah diagnosa, pasien diberikan levodopa dan masih meresponnya dengan baik dan efeknya akan terjaga selama terapi. Namun pada level sedang yang bisa terjadi antara 5 sampai 10 tahun setelah diagnosa, ada suatu periode ‘on’ dan off’. Periode ‘on’ yaitu pasien masih memberikan respon pada obat yang diberikan, namun ada kalanya gejala parkinson akan kambuh sewaktu-waktu bahkan saat dalam masa pengobatan, inilah yang disebut periode ‘off’. Periode ‘off’ ini tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapanpun dan berbeda-beda tiap pasien, ditandai dengan gangguan motorik seperti tremor, anggota tubuh kaku, sukar berbicara, otot kram, kesulitan berjalan, problem keseimbangan tubuh, dan perubahan pada ekspresi wajah.

Pada level berat, pasien sudah tidak merespon walaupun sudah diberikan levodopa, karena sudah terjadi kerusakan motorik dan gangguan non motorik yang progresif. Akibatnya akan terjadi komplikasi seperti fluktuasi dan diskinesia yang kemungkinan sudah sangat sulit untuk diobati walaupun dengan terapi obat. Selain itu gangguan non-motorik yang biasa dialami oleh pasien parkinson level berat ini antara lain depresi, halusinasi, dan disautonomia.

CEO Acorda, Ron Cohen, M.D., mengatakan bahwa persetujuan FDA ini merupakan suatu tonggak utama bagi penderita parkinson, dan pihaknya merasa sangat bersyukur karena telah berhasil mengembangkan produk ini. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perusahannya membutuhkan waktu lebih dari dua puluh tahun untuk pengembangan Inbrija yang dimulai dari laboratorium Dr. Robert Langer di MIT (Massachusetts Institute of Technology).

CEO dari The Michael J. Fox Foundation, Todd Sherer, Ph.D., mengatakan bahwa meskipun dilakukan terapi, pasien parkinson kemungkinan akan mengalami periode ‘off’, dan ini sangat mengganggu dan disetujuinya produk ini oleh FDA merupakan suatu langkah maju yang signifikan bagi penderita parkinson karena menjadi satu alternatif baru untuk terapi pengobatan. The Michael J. Fox Foundation adalah salah satu pihak yang ikut dalam pembiayan pengembangan Inbrija.

FDA memberikan persetujuannya atas Inbrija berdasarkan pada uji coba obat ini pada 900 orang penderita parkinson yang menggunakan rejimen carbidopa/levodopa yang mengalami periode ‘off’ ringan hingga moderat. Hasilnya mereka mengalami perkembangan yang positif pada fungsi motoriknya ditinjau pada minggu ke 12 ditandai dengan penurunan nilai Unified Parkinson’s Disease Rating Scale (UPDRS).

Inbrija ini adalah bentuk baru levodopa, prekursor metabolisme dopamin. Produk ini menggunakan platform teknologi ARCUS yang memungkinkan pengiriman obat sistemik melalui inhalasi dengan mengubah molekul menjadi serbuk kering ringan dan berpori. Melalui ini, dosis obat yang jauh lebih tinggi dapat diberikan melalui teknologi serbuk kering konvensional. Inbrija tersedia dalam sediaan serbuk inhalasi yang diberikan melalui pompa inhalasi oral. Dan ini tentu lebih praktis dari pada sediaan oral lainnya seperti kapsul yang mana biasanya untuk pengobatan periode ‘off’ dalam satu dosis pasien harus menelan hingga dua kapsul. Inbrija tidak boleh diberikan pada pasien yang diberikan atau sedang menggunakan inhibitor monoamine oksidase seperti fenelzin atau tranylcypromine dalam dua minggu terakhir. Inbrija tidak boleh ditelan dan selama pengobatan pasien tidak boleh mengemudi, mengoperasikan mesin, atau aktivitas lainnya karena obat ini akan menyebabkan kantuk.

Beberapa efek samping yang umum terjadi akibat penggunaan Inbrija ini antara lain batuk, infeksi saluran pernapasan atas, mual, dan perubahan warna air liur atau air ludah.

Beberapa efek samping lainnya yang bisa terjadi seperti:

  • Tekanan darah rendah (gejala: dengan atau tanpa pusing, pingsan, mual, dan berkeringat).
  • Hiperpireksia dan kebingungan (gejala: demam, otot kaku, perubahan denyut jantung, perubahan pola nafas).
  • Halusinasi dan psikosis lainnya (gejala: bingung, disorientasi, sulit tidur, banyak bermimpi, curiga terhadap orang lain, mempercayai hal yang tidak nyata, tindakan agresif, dan gelisah).
  • Gerakan tubuh mendadak dan tak terkontrol (diskinesia).
  • Bronkospasme (penderita asma, COPD, atau penderita penyakit paru lainnya dapat mengalami eksulitan bernapas atau mengi).
  • Peningkatan tekanan mata dengan glaukoma.
  • Perubahan hasil lab seperti pada tes hati.

Pasien hendaknya memberitahu pada dokter jika sedang mengonsumsi obat berikut ini:

  • Inhibitor MAO-B.
  • Dopamine D2 reseptor antagonis (seperti phenothiazines, butyrophenones, risperidone, metoclopramide), atau isoniazid.
  • Multivitamin yang mengandung garam besi seperti ferrous fumarate, ferrous gluconate, ferrous succinate, dan ferrous sulfate.

Inbrija ini dikembangkan oleh Acorda Therapeutics yaitu suatu perusahaan farmasi bioteknologi yang berpusat di Ardsley, New York, Amerika Serikat. Perusahaan ini berfokus pada produk-produk untuk gangguan saraf.

Daftar pustaka:

[bg_collapse view=”button-blue” color=”#fff” expand_text=”Show ” collapse_text=”Hide” ]

  • Inbrija Inhalation Powder Approved for Parkinson’s Disease . https://www.empr.com/home/news/inbrija-inhalation-powder-approved-for-parkinsons-disease/. Diakses 15 Maret 2019.
  • Acorda Therapeutics Announces FDA Approval of INBRIJA™ (levodopa inhalation powder). http://ir.acorda.com/investors/investor-news/investor-news-details/2018/Acorda-Therapeutics-Announces-FDA-Approval-of-INBRIJA-levodopa-inhalation-powder/default.aspx. Diakses 15 Maret 2019.
  • FDA Approves Inbrija™ (levodopa inhalation powder). https://www.apdaparkinson.org/article/fda-approves-inbrija-off-parkinsons-disease/. Diakses 15 Maret 2019.
  • Acorda’s Inbrija receives FDA approval. https://www.thepharmaletter.com/article/acorda-s-inbrija-receives-fda-approval. Diakses 15 Maret 2019.
  • Inbrija for the Treatment of OFF Episodes in Parkinson’s Disease. https://www.drugdevelopment-technology.com/projects/inbrija-levodopa-inhalation-powder/. Diakses 15 Maret 2019.

[/bg_collapse]