ENCOPRESIS

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > ENCOPRESIS


Encopresis terjadi ketika anak Anda memiliki masalah dengan buang air besar (tidak buang air besar), menyebabkan tinjeksia terkumpul dalam usus besar dan rektum. Bila usus anak Anda penuh tinjeksia yang mengumpul, tinjeksia cair dapat bocor di sekitar tinjeksia yang mengumpul dan keluar dari anus, menimbulkan noda pada pakaian anak Anda. Encopresis juga dapat disebut tinjeksia yang tertahan.

Encopresis biasanya terjadi setelah usia 4, yakni ketika anak Anda telah belajar untuk menggunakan toilet. Dalam kebanyakan kasus, encopresis adalah gejala sembelit kronis. Pada kasus yang jarang, encopresis mungkin disebabkan oleh masalah pertumbuhan atau masalah emosioanl.

 Encopresis bisa membuat Anda cukup frustasi – dan memalukan bagi anak Anda. Namun, dengan kesabaran dan pikiran positif, pengobatan untuk encopresis biasanya dapat berhasil.

Gejala

TAnda dan gejala encopresis dapat mencakup:

• Kebocoran tinjeksia atau feses cair pada pakaian anak Anda. Jika jumlah kebocoran besar, Anda mungkin salah menafsirkan kondisi tersebut sebagai diare.

• Sembelit dengan kotoran yang kering dan keras.

• Pangeluaran tinjeksia dalam jumlah besar hingga (hampulir) menyumbat toilet.

• Menghindari buang air besar.

• Periode waktu yang panjang untuk tidak buang air besar, mungkin selama seminggu.

• Kurangnya nafsu makan.

• Nyeri perut.

• Infeksi saluran kemih berulang

Penyebab & Faktor Risiko

Ada beberapa penyebab dari encopresis. Yang paling umum adalah:

• Sembelit. Kebanyakan kasus encopresis dihasilkan dari sembelit kronis. Pada saat sembelit, kotoran anak sulit keluar, kering dan mungkin menyakitkan untuk dikeluarkan. Akibatnya, anak menghindari pergi ke toilet – membuat masalah menjadi  lebih buruk. Semakin lama tinjeksia terkumpul dalam usus besar, semakin sulit bagi anak untuk mendorong feses keluar. Usus besar akan meregang,  dan akhirnya mempengaruhi saraf yang bertugas memberi sinyal untuk pergi ke toilet. Ketika usus besar menjadi terlalu penuh, tinjeksia cair/lembut dapat bocor keluar.

Penyebab umum terjadinya sembelit termasuk kurangnya makan makanan berserat, tidak minum cukup cairan atau mengkonsumsi produk susu secara berlebihan. Kadang-kadang, seorang anak dengan intoleransi terhadap susu sapi mungkin juga mengalami sembelit, meskipun intoleransi susu lebih sering menyebabkan diare daripada sembelit.

• Masalah emosional. Stres akibat masalah emosional juga dapat memicu encopresis. Seorang anak mungkin mengalami stres akibat pelatihan penggunaan toilet yang terlalu dini atau perubahan fase hidup yang penting – misalnya, perceraian orang tua atau kelahiran saudara.

Faktor-faktor risiko berikut dapat meningkatkan kemungkinan anak Anda memiliki encopresis:

• Jenis kelamin. Encopresis lebih sering terjadi pada anak laki-laki.

• Sembelit kronis. Hal ini dapat menyebabkan anak Anda untuk menghindari buang air besar.

• Tidak minum cukup cairan. Hal ini dapat memperburuk sembelit yang sudah ada.

Komplikasi

Seorang anak yang memiliki encopresis mungkin mengalami berbagai emosi, termasuk rasa malu, frustrasi, dan kemarahan. Jika anak Anda diejek oleh teman-teman atau dihukum oleh orang dewasa, ia mungkin merasa tertekan atau memiliki percaya diri yang rendah.

Pengobatan dini, termasuk berkonsultasi dengan kesehatan mental profesional, dapat membantu mencegah dampulak sosial dan emosional dari encopresis.

Kapan Harus ke Dokter ?

Hubungi dokter jika anak Anda, yang berusia lebih tua dari 4 tahun dan sudah terlatih menggunakan toilet, mulai menunjukkan satu atau lebih gejala-gejala yang tercantum di atas.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Secara umum, semakin dini pengobatan dimulai, maka semakin baik. Langkah pertama dalam perawatan akan terfokus pada pembersihan usus dari sisa-sisa tinjeksia yang terkumpul. Setelah itu, pengobatan difokuskan pada upaya menciptakan usus yang sehat. Ini termasuk melatih anak Anda pergi ke toilet sesegera mungkin ketika dorongan untuk buang air besar muncul.

Ada beberapa metode untuk membersihkan usus dan menghilangkan sembelit. Dokter anak Anda mungkin akan merekomendasikan satu atau lebih dari hal berikut:

• Pelembut tinjeksia, seperti laktulosa

• Pelumas kolon, seperti minyak mineral

• Supositoria rektal

• Enema

• Cairan oral

Dokter anak Anda dapat pula merekomendasikan sinar-X perut untuk memeriksa kemajuan dari usus yang dibersihkan.

Setelah usus dibersihkan, penting untuk mendorong anak Anda agar menjaga kondisi ususnya. Selain merekomendasikan langkah-langkah perawatan diri seperti diet tinggi serat, dokter anak Anda biasanya merekomendasikan penggunaan obat pelunak tinjeksia selama enam bulan atau lebih.

Psikoterapi

Jika anak Anda merasa malu, bersalah, depresi atau rendah diri terkait dengan encopresis, psikoterapi dapat membantu. Seorang psikolog dapat membantu menangani perasaan anak Anda dan juga memberikan teknik pada anak Anda untuk tidak menahan buang air besar.

Gaya Hidup & Pengobatan Rumah

Jangan gunakan enema atau pencahar – termasuk produk herbal atau homeopati – tanpa berkonsultasi dengan dokter anak Anda terlebih dahulu.

Jika anak Anda pernah dirawat karena encopresis, penting bagi Anda mengambil langkah-langkah untuk membentuk tinjeksia yang lebih lunak dan membiasakan buang air besar secara teratur. Tips berikut dapat membantu:

• Fokus pada serat. Beri anak Anda makanan yang mencakup banyak buah-buahan, sayuran serta makanan tinggi serat. Berikan pula asupan biji-bijian yang berwarna coklat (tidak putih)

 • Mendorong untuk minum air. Air membantu tinjeksia agar tidak mengeras. Anjurkan anak Anda untuk minum banyak air. Sebuah pedoman yang umum digunakan adalah minum 2 ons (59,1 mililiter) dari cairan non-susu untuk setiap gram serat yang dimakan.

• Batasi produk susu dan lemak. Produk ini dapat mengurangi gerakan usus. Namun, produk susu juga mengandung nutrisi penting, jadi tanyakan kepada dokter anak Anda berapa banyak susu yang dibutuhkan anak Anda setiap harinya.

• Aturlah waktu pergi ke toilet. Biarkan anak Anda menghabiskan lima menit sendirian di toilet setelah makan dua sampai tiga kali setiap hari, tindakan ini ditujukan untuk mendorong terjadi gerakan usus. Hal ini hanya berlaku untuk anak-anak yang terlatih menggunakan toilet dan setidaknya berusia 4 tahun.

• Letakkan tumpuan kaki dekat toilet. Anak Anda mungkin lebih nyaman dengan tumpuan kaki dan tumpuan kaki dapat memudahkan ia ketika mengubah posisi kakinya, atau dia dapat menempatkan lebih banyak tekanan pada perut, sehingga membuat gerakan usus lebih mudah.

• Menjalankan program secara teratur selama beberapa bulan. Tingkat kekambuhan untuk encopresis cukup tinggi.

Saat Anda membantu anak Anda mengatasi encopresis, bersabarlah dan selalu berpikiran positif. Jangan memyalahkan, mengkritik atau menghukum anak Anda jika ia melakukan kesalahan. Sebaliknya, berikan cinta, kasih sayang , dan dukungan Anda.

Pencegahan

Didik diri Anda sendiri mengenai teknik pelatihan toilet yang efektif. Hindari memulai terlalu dini atau terlalu keras dalam metode Anda. Tunggu sampai anak Anda siap, dan kemudian ggunakan penguatan positif dan dorongan untuk membantu dia menkapsulai kemajuannya. Kebanyakan anak tidak siap untuk pelatihan menggunakan toilet sampai setelah ulang tahun kedua mereka.

Bantulah anak Anda menghindari sembelit dengan memberikan makanan tinggi serat dan dorong anak Anda untuk minum banyak air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *