EMBOLI PARU

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > EMBOLI PARU


Emboli paru adalah penyumbatan yang terjadi pada satu atau lebih arteri di paru-paru. Dalam kebanyakan kasus, emboli paru disebabkan oleh pembekuan darah yang melewati paru-paru dari bagian lain tubuh, paling umum adalah dari bagian kaki. Emboli paru merupakan komplikasi dari deep vein thrombosis (DVT) yakni pembekuan pada pembuluh darah terjauh dari permukaan tubuh.

Emboli paru dapat terjadi (bahkan) pada orang sehat. TAnda-tAnda umum dan gejalanya termasuk sesak tiba-tiba, sesak napas yang tidak dapat dijelaskan, nyeri dada, serta batuk yang dapat membawa sputum (dahak) darah biru.

Emboli paru dapat mengancam jiwa, tetapi pengobatan secara cepat dengan obat anti pembekuan akan sangat mengurangi risiko kematina. Mengambil langkah-langkah untuk mencegah pembekuan darah di kaki Anda juga dapat membantu melindungi Anda terhadap emboli paru.

Gejala

Gejala emboli paru dapat sangat bervariasi, tergantung pada berapa banyak bagian paru-paru yang terpengaruh, ukuran dari bekuan, dan kondisi keshatan Anda secara keseluruhan – terutama ada atau tidak adanya penyakit paru-paru atau penyakit jantung.

TAnda-tAnda umun dan gejalanya termasuk:

  • Sesak napas. Gejala ini biasanya muncul tiba-tiba, dan tejadi saat Anda sedang aktif atau saat sedang istirahat.
  • Nyeri dada. Anda mungkin merasa seperti Anda sedang mengalami serangan jantung. Rasa sakit dapat menjadi lebih buruk ketika Anda menarik napas dalam-dalam, batuk, makan, menekuk badan atau membungkuk. Rasa sakit juga akan semakin parah ketika Anda mengerahkan tenaga Anda atau berolahraga, dan tidak akan hilang saat Anda pergi beristirahat.
  • Batuk. Batuk dapat mengeluarkan darah atau dahak-darah bercoreng/bergaris

TAnda dan gejala lain yang dapat timbul karena emboli paru diataranya:

  • Mengi
  • Kaki bengkak, biasanya hanya pada satu bagian kaki
  • Berkeringat atau kulit berwarna kebiruan
  • Keringat berlebih
  • Denyut jantung yang cepat atau tidak teratur
  • Denyut jantung melemah
  • Pusing kepala atau pingsan

Penyebab & Faktor Risiko

Emboli paru terjadi ketika gumpalan materi (seringkali berupa bekuan darah) terjepit ke dalam arteri di paru-paru Anda. Gumpalan darah ini umumnya berasal dari pembuluh darah pada kaki, tetapi dapat juga berasal dari bagian lain tubuh Anda. Kondisi ini dikenal sebagai deep vein thrombosis (DVT). Tidak semua penggumpalan darah DVT dapat menyebabkan emboli paru.

Kadang-kadang, zat lain dapat pula menimbulkan penyumbatan pembuluh darah di dalam paru-paru. Contohnya:

  • Lemak dalam sumsum tulang yang patah
  • Bagian dari tumor
  • Gelembung air

Emboli paru soliter sangat jarang ditemukan. Dalam kebanyakan kasus, beberapa bentuk gumpalan ikut terlibat. Jaringan paru-paru yang ditopang oleh setiap arteri yang terblokir dapat kehilangan “bahan bakar”nya dan mati. Hal ini membuat paru-paru semakin sulit untuk menyediakan oksigen ke seluruh tubuh.

Karena emboli paru hampulir selalu berkaitan dengan DVT, kebanyakan dokter akan menyebut kedua kondisi itu (bersama-sama) sebagai tromboemboli vena (VTE).

Faktor risiko

Meskipun setiap orang dapat mengembangkan gumpalan darah yang mengarah ke emboli paru, faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko Anda.

Imobilitas berkepanjangan

Gumpalan darah lebih mungkin terbentuk di kaki Anda ketika Anda dalam kondisi tidak aktif, seprti:

  • Istirahat di tempat tidur. Terbatasnya gerakan (tinggal di tempat tidur) untuk jangkat waktu tertentu pasca operasi, serangan jantung, patah tulang kaki, atau penyakit serius lainnya dapat membuat Anda jauh lebih rentan terhadap pembentukan bekuan darah pada kaki.
  • Perjalanan panjang. Duduk di posisi terbatas (sempit) selama perjalanan pesawat atau mobil dapat memperlambat arus aliran darah dalam pembuluh darah Anda, sehingga memberi kontribusi untuk pembentukan gumpalan darah pada kaki.

Usia

Orang tua memiliki risiko paling tinggi untuk mengalami pembekuan darah. Faktor yang terlibat:

  • Kerusakan katup. Dalam urat Anda, teradapat katup-katup kecil yang bertugas menggerakkan darah ke arah yang benar. Namun, fungsi katup ini cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Ketika mereka tidak lagi bekerja dengan baik, darah yang menggenang dapat membentuk gumpalan.
  • Dehidrasi. Orang tua berada pada risiko yang lebih tinggi terkena dehidrasi, yang kemudian dapat mengentalkan darah dan akhirnya menimbulkan penggumpalan.
  • Masalah medis. Orang tua juga cenderung memiliki masalah medis yang mengekspos mereka terhadap faktor risiko independen untuk mengalami pembekuan – seperti operasi penggantian sendi, kanker, atau penyakit jantung.

Sangat jarang anak-anak yang mengembangkan DVT atau VET.

Sejarah keluarga

Anda berisiko lebih tinggi terhadap pembekuan darah jika Anda atau keluarga Anda memiliki sejarah penggumpalan darah di masa lalu. Hal ini mungkin berkaitan dengan kelainan bawaan dari pembekuan darah. Anda dapat memastikan kelainan bawaan ini dengan mengecek diri Anda/keluarga di laboratorium khusus pembekuan (darah). Pastikan dokter mengetahui sejarah keluarga Anda sehingga tes yang sesuai dapat dilakukan untuk memeriksa gangguan pembekuan darah warisan.

Operasi

Pembedahan merupakan salah satu penyebab utama masalah pembekuan darah, terutama karena penggantian sendi pinggul dan lutut. Selama waktu penyusunan tulang untuk sendi buatan, puing-puing jaringan dapat memasuki aliran darah dan mendorong terbentuknya bekuan. Kondisi tubuh yang tidak banyak bergerak selama operasi cukup untuk menimbulkan penggumpalan darah. Risiko juga semakin meningkat karena lamanya waktu Anda berada di bawah pengaruh anestesi umum.

Kondisi medis

Anda mungkin cenderung untuk mengembangkan bekuan darah pada kondisi:

  • Penyakit jantung. Tekanan darah tinggi dan penyakit kardiovaskular membuat pembentukan bekuan lebih mungkin terjadi.
  • Kehamilan. Berat/beban dari bayi yang menekan pembuluh darah panggul dapat memperlambat kembalinya darah dari kaki. Gumpalan lebih cenderung terbentuk ketika darah berjalan lambat atau menggenang.
  • Kanker. Beberapa kanker tertentu – terutama pancreas, ovarium, dan kanker paru – dapat mengakibatkan kadar zat yang mendorong pembekuan darah. Kemoterapi juga meningkatkan risiko lebih lanjut. Wanita dengan riwayat kanker payudar4 yang menggunakan tamoxifen atau raloxifene juga berada pada risiko yang lebih tinggi dari pembekuan darah.
  • Pembekuan darah sebelumnya. Jika Anda pernah mengalami DVT atau VTE di masa lalu – untuk alasan apapun – maka Anda berada pada risiko tinggi untuk mengembangkan kembali pembekuan darah.

Gaya hidup

Faktor gaya hidup tertentu dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, diantaranya:

  • Merokok. Untuk alasan yang tidak dipahami dengan baik, penggunaan tembakau dapat mengarah pada pembekuan darah, terutama bila dikombinasikan dengan faktor risiko lainnya.
  • Kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko penggumpalan darah – terutama pada wanita yang merokok atau memiliki tekanan darah tinggi.
  • Estrogen tambahan. Estrogen dalam pil KB dan terapi penggantian hormon dapat meningkatkan faktor risiko pembekuan darah, terutama jika Anda perokok dan memiliki kelebihan berat badan.

Kapan Harus ke Dokter ?

Emboli paru dapat mengancam jiwa. Segera cari bantuan medis jika Anda mengalami sesak napas yang tidak beralasan, nyeri dada atau batuk yang menghasilkan dahak berdarah.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan yang tepat untuk emboli paru sangat penting untuk mencegah komplikasi serius atau bahkan, kematian.

Obat-obatan

Obat untuk emboli paru di antaranya:

  • Antikoagulan. Obat-obatan jenis heparin dan warfarin (Coumadin) mencegah pembentukan gumpalan baru. Heparin bekerja dengan cepat dan biasanya diberikan melalui jarum suntik. Warfarin (Coumadin) biasanya berbentuk pil dan tidak mulai berfungsi sampai beberapa hari setelah dosis pertama Anda. Risiko dari kedua obat ini adalah pendarahan dan mudah memar.
  • Clot dissolvers/pelarut gumpalan (trombolitik). Meskipun gumpalan biasanya akan larut dengan sendirinya, ada obat tertentu yang dapat melarutkan gumpalan darah secara lebih cepat. Karena jenis obat pelarut gumpalan ini dapat menyebabkan pendarahan yang cukup parah (dan tiba-tiba), maka mereka biasanya digunakan sebagai obat cadangan dan hanya digunakan pada situasi darurat.

Pembedahan dan prosedur lainnya

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan prosedur untuk mengobati emboli paru, seperti:

  • Penghilang gumpalan. Jika Anda memiliki gumpalan besar di paru-paru dan Anda mengalami shock, dokter mungkin akan mengikat tabung tipis yang fleksibel (kateter) melalui pembuluh darah Anda dan menghisap gumpalan tersebut. Penggunaan cara ini sangat sulit dilakukan, dan prosedur ini tidak selalu berhasil.
  • Saringan pembuluh darah. Sebuah kateter dapat juga digunakan untuk menempatkan filter di pembuluh darah utama – yang disebut vena cava inferior – yang mengarah dari kaki ke sisi kanan jantung Anda. Filter ini menangkap dan menghentikan penggumpalan/pembekuan darah yang bergerak melalui aliran darah ke paru-paru Anda. Penyisipan filter ini biasanya diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak dapat menggunakan obat antikoagulan atau bila obat antikoagulan yang digunakan tidak bekerja dengan baik.
  • Pembedahan. Jika Anda sedang dalam keadaan kaget dan obat trombolitik tidak bekerja cukup cepat untuk mengatasinya, maka dokter mungkin akan mencoba melakukan operasi darurat. Hal ini jarang terjadi, dan tujuannya adalah untuk menghapus sebanyak mungkin gumpalan darah, terutama jika ada gumpalan besar di arteri utama (pusat) paru-paru.

Pencegahan

Perawatan di rumah sakit sering kali melibatkan pencegahan DVT. Ada juga tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil dan praktekan sendiri.

Langkah pencegahan di rumah sakit

Strategi pencegahan penggumpalan darah di rumah sakit mungkin termasuk:

  • Terapi antikoagulan. Antikoagulan, seperti injeksi heparin, diberikan kepada siapa pun yang memiliki risiko pembekuan darah sebelum dan setelah operasi – serta orang yang dirawat di rumah sakit yang memiliki serangan jantung, stroke, kanker, atau komplikasi luka bakar. Anda mungkin akan menerima warfarin oral selama beberapa hari sebelum operasi elektif untuk mengurangi resiko pembekuan.
  • Stoking kompresi. Stoking kompresi terus menerus menekan kaki Anda, membantu pembuluh darah dan otot-otot untuk mengalirkan darah secara lebih efisien. Prosedur ini cenderung aman, sederhana, dan murah untuk menjaga darah dari stagnasi setelah operasi.
  • Penggunaan kompresi pneumatik. Perawatan ini menggunakan manset setinggi paha atau betis yang dapat mengembang secara otomatis setiap beberapa menit untuk memijat dan menekan pembuluh darah di kaki Anda serta meningkatkan aliran darah.
  • Aktivitas fisik. Bergerak (berjalan-jalan) segera setelah operasi selesai dapat membantu mencegah emboli paru dan mempercepat pemulihan secara keseluruhan. Ini adalah salah satu alasan utama perawat mungkin menganjurkan Anda untuk bangun dan berjalan-jalan satu hari setelah operasi selesai.

Langkah pencegahan saat bepergian

Duduk selama penerbangan jarak jauh atau naik mobil dapat meningkatkan risiko terjadinya pembekuan darah pada pembuluh darah kaki Anda. Untuk membantu mencegah pembentukan gumpalan darah:

  • Berjalan-jalan. Bergerak di sekitar kabin pesawat setelah satu jam penerbangan. Jika Anda sedang mengendarai mobil, hentikan mobil setiap satu jam dan cobalah berjalan di sekitar mobil beberapa kali. Tekukan lutut Anda beberapa kali.
  • Latihan/berolahraga ringan selama duduk. Lenturkan, panjangkan, dan putar pergelangan kaki Anda atau tekan kaki Anda ke arah kursi di depan Anda. Coba pula untuk menurun dan menaik-naikkan jari kaki Anda. Jangan duduk dengan kaki disilangkan untuk waktu yang lama.
  • Gunakan stoking pendukung. Penggunaan stoking yang ketat (memberikan tekanan) dapat membantu menjaga darah Anda berkumpul/tergenang di vena dalam. Anda dapat menggunakan alat yang disebut stocking butler untuk membantu Anda mengenakan stoking.
  • Mengambil satu dosis heparin, jika direkomendasikan oleh dokter. Jika Anda memiliki riwayat DVT atau VTE, bicaralah dengan dokter sebelum melakukan perjalanan panjang. Dokter mungkin menganjurkan untuk menyuntikkan satu dosis (yang berfungsi dalam jangka waktu yang panjang) heparin sebelum bepergian. Dokter juga akan memberi tahu apakah Anda perlu mengambil dosis lain ketika Anda kembali dari perjalanan Anda.
  • Minum banyak cairan. Air adalah cairan terbaik untuk mencegah dehidrasi, yang berkontribusi terhadap pembekuan darah. Hindari alkohol dan kafein, karena dapat menyebabkan hilangnya cairan tubuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *