Dishidrosis (Eksim dishidrotik / pompholyx)

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Dishidrosis (Eksim dishidrotik / pompholyx)


Dishidrosis, atau dikenal juga sebagai eksim dishidrotik atau pompholyx adalah kondisi kulit yang melepuh dan berisi cairan (vesikel) yang terjadi pada telapak tangan atau telapak kaki, atau keduanya.

Lepuhan yang terjadi pada dishidrosis biasanya berlangsung sekitar tiga minggu dan menyebabkan rasa gatal. Setelah lepuhan dari dishidrosis kering, retakan dan suatu bentuk alur (fissures) akan muncul, dan dapat menyakitkan.

Pengobatan untuk dishidrosis paling sering dengan menggunakan krim topikal, kompres basa, dan terapi sinar ultraviolet untuk meningkatkan tampulilan kulit dan meringankan gejala.

Gejala

Pada dishidrosis, kulit yang terkena akan meradang (dermatitis). Akibatnya, persimpangan antara sel-sel kulit akan terbuka dan memungkinkan cairan (serum) untuk mengisi ruang terbuka itu. Dokter menyebut proses ini sebagai spongiosis karena bila dilihat dari bawah mikroskop, kulit menjadi terlihat seperti spons dengan cairan pada banyak ruang.

TAnda dan gejala dishidrosis meliputi:

·      Benjolan kecil dan gatal yang secara bertahap berkembang menjadi ruam, dan terdiri dari lepuhan berisi cairan (vesikel)

·      Gatal yang intens

·      Retak atau bentuk alur (celah) pada jari tangan atau jari kaki

·      Nyeri, terutama disertai dengan lecet yang besar

Lepuhan kecil yang berisi cairan (vesikel) paling sering terjadi pada telapak tangan dan jari tangan Anda. mereka juga dapat timbul pada telapak kaki dan jari kaki yang biasanya berlangsung selama tiga minggu.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab dari dishidrosis tidak diketahui. Namun, dapat dikaitkan dengan gangguan kulit serupa yang disebut dermatitis atopic dan kondisi alergi, seperti asma, demam hay (alergi rhinitis). Pecahnya lepuhan mungkin terjadi musiman pada orang yang memiliki alergi.

Faktor risiko

Faktor risiko dari dishidrasi meliputi:

·      Berjenis kelamin perempuan. Perempuan nampulaknya lebih banyak terkena dishidrosis daripada laki-laki

·      Stres. Dishidrosis lebih umum terjadi selama masa stres

·      Paparan terhadap garam logam. Termasuk kromium, kobalt, dan nikel – biasanya melalui semen atau kerja mekanik

·      Memiliki alergi musimam. Salah satu cotohnya adalah demam

·      Paparan terhadap kelembaban. Sering mengekspos kulit Anda kepada air atau zat basah lainnya dapat memicu dishidrosis.

Komplikasi

Bagi kebanyakan orang, dishidrosis hanya menimbulkan ketidaknyamanan berupa rasa gatal. Bagi sebagian lainnya, rasa sakit dan gatal dapat membatasi gerak tangan mereka. dalam beberapa kasus, kerusakan kulit (termasuk penebalan) atau infeksi bakteri dapat terjadi sebagai akibat dari kulit yang terbuka atau akibat garukan intens. Hal ini dapat membuat pengobatan menjadi lebih panjang dan lebih sulit.

Kapan Harus ke Dokter ?

Hubungi dokter jika Anda memiliki ruam di tangan atau kaki yang tidak hilang dengan sendirinya. Juga hubungi dokter Anda jika Anda telah didiagnosa dengan dishidrosis dan mengalami tAnda/gejala dari infeksi, termasuk demam, sakit, atau peradangan pada situs ruam.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan untuk dishidrosis mungkin termasuk:

·      Krim atau salep kortikosteroid. Dokter mungkin meresepkan krim topikal kortikosteroid berpotensi tinggi untuk mempercepat hilangnya lepuhan dan memperbaiki tampulilan kulit, serta mengobati retakan yang terjadi setelah lepuhan mongering. Dalam kasus yang parah, dokter mungkin meresepkan steroid oral.

·      Kompres. Kompres basah atau dingin dapat membantu meringankan gatal, meningkatkan efektivitas krim topikal dan meminimalkan lecet.

·      Antihistamin. Dokter mungkin merekomendasikan obat anti-gatal yang disebut anti-pruritics atau antihistamin, seperti diphendhydramine (Benadryl) atau loratadine (Claritin, alavert), untuk membantu meringankan gatal.

·      Fototerapi. Jika pengobatan ini tidak efektif, dokter Anda dapat merekomendasikan jenis khusu dari terapi sinar ultraviolet yang disebut prosalen yang ditambah dengan ultraviolet A (PUVA). Perawatan ini menggabungkan paparan sinar ultraviolet (fototerapi) dengan obat yang membantu membuat kulit Anda lebih reseptfi terhadap efek sinar ultraviolet (psoralen). Jenis yang lebih baru dari ultraviolet B yang dikenal sebagai ultraviolet B narrow-band juga dapat membantu pada sebagian oaring.

·      Salep penekan imun. Obat seperti lacrolimus (protopic) dan pimekrolimus (elidel) mungkin dapat membantu ketika pilihan pengoabatan lain tidak bekerja. Tetapi karena obat ini menekan sistem kekebalan tubuh, infeksi kulit mungkin terjadi.

·      Suntikan toksin botulinum. Beberapa dokter mungkin mempertimbangkan untuk merekomendasikan suntikan botulinum untuk mengobati kasus dishidrosis yang parah. Namun, hal ini merupakan pilihan pengobatan yang relatif baru dan jarangan digunakan.

Gaya hidup dan pengobatan rumah

Jika Anda memiliki dishidrosis, beberapa langkah perawatan diri ini dapat membantu:

·      Hindari menggaruk ruam

·      Batasi paparah kulit Anda dengan air

·      Melembabkan tangan dengan krim tangan setelah mencuci tangan

·      Mengambil tidakan untuk melindungi tangan Anda dari iritan, seperti lotion wangi atau sabun cuci piring

Pencegahan

Karena penyebab dari dishidrosis umumnya tidak diketahui, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah kondisi ini. Namun, mengelola stres dan menghindari paparan garam logam, seperti kromium dan nikel, dapat membantu mencegah dishidrosis.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *