Diabetes tipe 2 pada anak

By | February 8, 2015 |


Diabetes tipe 2 pada anak-anak adalah suatu kondisi kronis yang mempengaruhi cara tubuh anak dalam mencerna gula (glukosa).

Diabetes tipe 2 adalah jenis penyakit yang umumnya terkait dengan orang dewasa. Bahkan, dulu disebut diabetes onset (permulaan) dewasa. Akan tetapi, saat ini diabetes tipe 2 pada anak-anak terus meningkat, hal ini sebagian besar didorong oleh faktor (epidemi) obesitas.

Banyak yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengelola atau mencegah diabetes tipe 2 pada anak-anak. Dorong anak Anda untuk makan makanan sehat, melakukan banyak aktivitas fisik dan menjaga berat badan yang sehat. Jika diet dan olahraga belum cukup untuk mengendalikan diabetes tipe 2 pada anak-anak, obat-obatan oral atau pengobatan insulin mungkin akan diperlukan.

Gejala

Diabetes tipe 2 pada anak mungkin berkembang secara bertahap. Beberapa anak yang memiliki diabetes tipe 2 tidak menimbulkan tAnda-tAnda atau gejala. Sebagian lainnya mengalami:

• Peningkatan rasa haus dan buang air kecil. Ketika kelebihan gula menumpuk dalam aliran darah anak Anda, maka cairan akan ditarik dari jaringan. Hal ini akan menyebabkan anak Anda kehausan. Akibatnya, anak Anda mungkin minum dan buang air kecil lebih sering dari biasanya.

• Peningkatan rasa lapar. Tanpa insulin (yang cukup) untuk memindahkan gula ke dalam sel anak, otot dan organ mereka kehilangan energi. Hal ini memicu rasa lapar.

• Kehilangan berat badan. Meskipun anak Anda makan lebih banyak dari biasanya (untuk meringankan rasa lapar), anak Anda tetap kehilangan berat badannya. Tanpa pasokan energi gula ke sel-sel tubuh anak, jaringan otot dan penyimpanan lemak semakin menyusut.

• Kelelahan. Jika sel-sel anak Anda yang kehilangan pasokan gula, anak Anda mungkin akan mudah lelah dan mudah marah.

• Penglihatan kabur. Jika gula darah anak Anda terlalu tinggi, maka cairan yang terdapat dalam lensa mata mereka akan ditarik. Hal ini akan mempengaruhi kemampuluan anak Anda untuk melihat/fokus dengan jelas.

• Penyembuhan luka yang lambat atau sering mengalami infeksi. Diabetes tipe 2 dapat mempengaruhi kemampuluan penyembuhan dan kemampuluan untuk melawan infeksi.

• Daerah kulit yang berwarna gelap. Area kulit gelap (acanthosis nigricans) mungkin merupakan pertAnda dari resistensi insulin. Area yang gelap ini sering muncul di ketiak atau leher.

Penyebab & Faktor Risiko

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh menolak/resisten terhadap insulin, atau ketika pankreas berhenti memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup. Mengapa hal ini bisa terjadi tidak diketahui secara persis, meskipun kelebihan berat badan, tidak aktif, dan faktor genetik tampulaknya menjadi faktor yang ikut berkontribusi.

Insulin: Sebuah “kunci” bagi gula

Insulin adalah hormon yang berasal dari pankreas, yakni sebuah kelenjar yang terletak tepat di belakang perut. Ketika anak Anda makan, pankreas akan mengeluarkan insulin ke dalam aliran darah. Ketika insulin beredar, insulin bertindak seperti kunci dengan membuka pintu mikroskopis yang memungkinkan gula memasuki sel anak Anda. Insulin akan menurunkan jumlah gula dalam aliran darah anak Anda. Ketika level gula darah anak Anda semakin berkurang, maka sekresi insulin dari pankreas juga berkurang.

Glukosa: Sumber Energi

Glukosa – gula – adalah sumber utama energi bagi sel-sel tubuh yang membentuk otot-otot dan jaringan lain pada tubuh. Glukosa berasal dari dua sumber utama: yakni makanan yang dimakan dan hati. Selama proses pencernaan, gula diserap ke dalam aliran darah. Gula kemudian akan memasuki sel dengan bantuan insulin.

Hati: Produksi dan penyimpanan

Hati bertindak sebagai tempat penyimpanan glukosa dan pusat manufaktur. Ketika tingkat insulin anak Anda rendah – ketika anak Anda belum makan, misalnya – hati akan melepaskan glukosa yang disimpan untuk menjaga kadar glukosa anak Anda dalam kisaran normal.

Pada kasus diabetes tipe 2, proses ini tidak berjalan dengan baik. Alih-alih pindah ke sel anak Anda, gula malah menumpuk di dalam aliran darahnya. Hal ini terjadi ketika pankreas anak Anda tidak memproduksi cukup insulin atau sel anak Anda menjadi resisten terhadap tindakan insulin.

Faktor Risiko

Para peneliti tidak sepenuhnya paham mengapa beberapa anak dapat mengembangkan diabetes tipe 2 dan yang beberapa lainnya tidak, bahkan meskipun mereka memiliki faktor risiko yang sama. Faktor-faktor tertentu memang sudah jelas dapat meningkatkan risiko, termasuk:

• Berat badan. Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2 pada anak-anak. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki anak, sel mereka akan semakin resisten terhadap insulin. Namun, berat badan bukanlah satu-satunya faktor yang dapat mengembangkan diabetes tipe 2. Beberapa anak dengan diabetes tipe 2 memiliki berat badan yang normal.

• Ketidakaktifan. Jika anak Anda kurang aktif, maka ia memiliki risiko yang lebih besar terhadap diabetes tipe 2. Aktivitas fisik dapat membantu anak Anda mengontrol berat badannya, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel-sel anak Anda lebih responsif terhadap insulin.

• Riwayat keluarga. Risiko diabetes tipe 2 secara signifikan meningkat jika orang tua atau saudaranya memiliki diabetes tipe 2 – tapi cukup sulit untuk mengetahui apakah diabetes berkaitan dengan gaya hidup, genetika atau keduanya.

• Ras. Masih tidak jelas mengapa anak-anak dari ras tertentu – terutama kulit hitam, Hispanik, penduduk asli Amerika, Asia-Amerika, dan Kepulauan Pasifik – lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2.

• Jenis kelamin. Diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada anak laki-laki selama masa kanak-kanak.

Komplikasi

Diabetes tipe 2 kadang cenderung diabaikan, terutama pada tahap awal – ketika anak Anda merasa baik-baik saja. Akan tetapi diabetes tipe 2 harus harus mendapat perhatian serius. Kondisi ini dapat mempengaruhi hampulir setiap organ utama dalam tubuh anak Anda, termasuk jantung, pembuluh darah, saraf, mata dan ginjal. Menjaga gula darah anak Anda pada kisaran normal dapat (secara drastis) mengurangi risiko komplikasi.

Komplikasi jangka panjang dari diabetes tipe 2 biasanya berkembang secara bertahap. Pada akhirnya, komplikasi dari diabetes dapat menonaktifkan atau bahkan mengancam jiwa anak.

• Penyakit jantung dan pembuluh darah. Diabetes (secara dramatis) dapat meningkatkan risiko anak Anda terhadap berbagai masalah kardiovaskular termasuk penyakit jantung, stroke, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

• Kerusakan saraf (neuropati). Kelebihan gula ini bisa melukai dinding pembuluh darah kecil (kapiler) yang mensuplai makanan pada saraf anak Anda, terutama di area kaki. Hal ini dapat menyebabkan kesemutan, mati rasa, rasa terbakar atau nyeri.

• Penyakit hati berlemak non-alkohol. Anak-anak dengan diabetes tipe 2 lebih mungkin mengembangkan penyakit hati berlemak nonalkohol, yang akhirnya menyebabkan jaringan parut pada hati serta sirosis.

• Kerusakan ginjal (nefropati). Diabetes dapat merusak sejumlah pembuluh darah kecil pada ginjal yang –dalam kondisi normal- bertugas untuk memfiltrasi limbah dari darah anak Anda. Semakin cepat diabetes berkembang, semakin besar pula kekhawatiran yang ditimbulkan. Kerusakan parah dapat menyebabka gagal ginjal atau penyakit ginjal -irreversible- stadium akhir, yang biasanya memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal.

• Kerusakan mata. Diabetes dapat merusak pembuluh darah pada retina (retinopati diabetik). Diabetes juga dapat menyebabkan katarak dan peningkatan risiko terhadap glaukoma.

• Kerusakan kaki. Kerusakan saraf di kaki atau aliran darah yang buruk ke kaki dapat meningkatkan berbagai risiko komplikasi pada kaki. Jika tidak diobati, luka dan lecet dapat berkembang menjadi infeksi yang serius.

• Kondisi kulit. Diabetes dapat menyebabkan anak lebih rentan terhadap masalah kulit, termasuk infeksi bakteri, infeksi jamur dan gatal-gatal.

• Masalah otak. Diabetes sering dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia dan penyakit Alzheimer di kemudian hari. Bagaima kondisi-kondisi tersebut saling terkait masih belum dapat dijelaskan.

Kapan Harus ke Dokter ?

Temui dokter jika anak Anda berada pada risiko (tinggi) diabetes tipe 2. Agar diabetes tipe 2 dapat didiagnosa sebelum muncul kerusakan yang serius, maka pemeriksaan diabetes sangat dianjurkan bagi  semua anak dan remaja yang beresiko tinggi, bahkan meskipun mereka tidak memunculkan tAnda-tAnda atau gejala dari kondisi tersebut. Anak Anda mungkin beresiko tinggi jika ia:

• Memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas persentil ke-85

• Memiliki saudara, orang tua, kakek, bibi, paman atau sepupu dengan diabetes tipe 2

• Berasal dari ras Negro (black), Hispanik, penduduk asli Amerika, Asia-Amerika atau dari Kepulauan Pasifik, karena diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada kelompok-kelompok ras ini.

• Memiliki tAnda-tAnda resistensi insulin, seperti kulit gelap di daerah leher

Bicaralah dengan dokter anak jika Anda khawatir mengenai diabetes atau jikaaAnda melihat salah satu dari tAnda-tAnda maupun gejala diabetes tipe 2 – seperti peningkatan haus dan buang air kecil, peningkatan rasa lapar, penurunan berat badan, kelelahan, penglihatan kabur, penyembuhan luka yang lambat atau sering mengalami infeksi.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan untuk diabetes tipe 2 mengharuskan komitmen seumur hidup terhadap; pemantauan gula darah, pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan kadang-kadang, penggunaan insulin atau obat lainnya – bahkan untuk anak-anak. Seiring dengan pertumbuhan dan perubahan yang dialami anak Anda, rencana pengobatan diabetes mereka pun akan berubah.

Jika mengelola diabetes anak Anda mulai sangat melelahkan, ingat bahwa Anda tidak sendirian. Anda akan bekerja sama dengan tim perawatan diabetes anak – dokter, pendidik diabetes bersertifikat dan ahli diet – untuk menjaga gula darah anak agar berada pada tingkat yang mendekati normal.

Pemantauan gula darah

Tergantung pada apa jenis obat yang diberikan pada anak, orangtua mungkin perlu memeriksa dan mencatat angka gula darah anak setidaknya sehari sekali, mungkin lebih sering. Hal ini biasanya memerlukan alat tongkat jari (finger sticks), meskipun alat meter glukosa darah juga dapat menjadi pilihan. Anak-anak yang membutuhkan terapi insulin perlu memeriksa kadar gula darah mereka setidaknya tiga kali sehari. Tanyakan kepada dokter mengenai seberapa sering anak perlu untuk menguji gula darahnya.

Pengujian adalah satu-satunya cara untuk memastikan bahwa kadar gula darah anak tetap dalam kisaran targetnya (yang dapat terus berubah seiring dengan pertumbuhan anak). Dokter akan memberitahukan berapa angka kisaran normal dari tingkat gula darah anak. Dokter juga mungkin akan meminta orangtua untuk menyimpan log pembacaan glukosa darah anak, atau ia dapat mengunduh informasi tersebut dari meter glukosa darah Anda.

Meskipun anak selalu makan tepat waktu (sesuai jadwal), jumlah gula pada darahnya dapat berubah secara tak terduga. Dengan bantuan dari tim perawatan diabetes, orangtua akan belajar bagaimana menanggapi perubahan tingkat gula darah anak karena:

• Makanan. Apa dan berapa banyak makanan yang dimakan anak dapat mempengaruhi tingkat gula darahnya.

• Aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat mendorong gerakan gula dari darah ke dalam sel-sel anak. Semakin aktif anak, semakin rendah pula level gula darahnya.

• Obat. Setiap jenis obat yang dikonsumsi oleh anak dapat mempengaruhi tingkat gula darahnya, hingga (kadang) anak memerlukan perubahan rencana pengobatan untuk diabetesnya.

• Penyakit. Ketika mengalami flu penyakit lainnya, tubuh anak akan memproduksi hormon yang dapat meningkatkan tingkat gula darahnya.

Makan sehat

Berlawanan dengan persepsi masyarakat umum, tidak ada jenis diet untuk diabetes. Anak tidak akan dibatasi oleh makanan hambar yang membosankan untuk seumur hidup mereka. Sebaliknya, anak akan membutuhkan banyak buah-buahan, sayuran dan biji-bijian – makanan yang tinggi nutrisi, rendah lemak dan kalori. Diet sehat biasanya membatasi konsumsi soda, jus, permen dan makanan yang mengandung sedikit lemak hewan. Jenis diet seperti ini umumnya merupakan rencana makan terbaik untuk seluruh keluarga. Bahkan makanan manis (sekali-kali) juga dapat diberikan, selama makanan tersebut masuk dalam rencana makan anak Anda.

Namun memahami apa dan berapa banyak orangtua harus memberi makan anak, menjadi suatu tantangan tersendiri. Seorang ahli diet terdaftar dapat membantu orangtua membuat rencana makan yang sesuai dengan tujuan kesehatan, preferensi makanan dan gaya hidup anak. Jika anak kelebihan berat badan atau mengalami obesitas, maka penurunan berat badan secara bertahap akan menjadi salah satu fokus/tujuan dari proses perawatan.

Aktivitas fisik

Setiap orang membutuhkan latihan aerobik secara teratur, termasuk anak-anak yang memiliki diabetes tipe 2. Doronglah anak supaya ia dapat melakukan aktivitas fisik secara teratur. Anda dapat mendaftarkan anak ke sebuah tim olahraga atau pelatihan tari. Akan lebih baik lagi jika Anda ikut terlibat dalam aktivitas fisik anak, seperti bermain kejar-kejaran di halaman belakang atau berjalan-jalan di sekitar lingkungan rumah. Anak juga dapat melakukan panjat tebing (dalam ruangan) atau mengunjungi kolam renang lokal. Buatlah aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas harian anak.

Aktivitas fisik dapat menurunkan gula darah. Jika anak memerlukan pengobatan insulin, periksa terlebih dahulu tingkat gula darah anak – sebelum ia melakukan aktivitas apapun. Anak mungkin memerlukan camilan sebelum berolahraga agar gula darahnya tidak turun secara drastis.

Obat dan insulin

Beberapa anak yang memiliki diabetes tipe 2 dapat mengontrol kondisi gula darah mereka melalui diet dan olahraga saja, tetapi banyak juga anak yang perlu mengkonsumsi obat oral atau pengobatan insulin.

Metformin adalah satu-satunya obat oral yang disetujui untuk dikonsumsi anak-anak dengan diabetes tipe 2. Metformin dapat mengurangi jumlah gula yang dikeluarkan hati ke aliran darah diantara waktu makan. Efek Samping yang mungkin muncul di antaranya adalah mual, sakit perut, diare, sakit kepala, dan dalam kasus yang jarang, penumpukan berbahaya dari asam laktat (asidosis laktat). Metformin tidak aman dikonsumsi oleh siapa saja yang memiliki gagal hati, gagal ginjal atau gagal jantung.

Karena enzim perut dapat mengganggu insulin yang diambil melalui mulut, maka insulin oral bukanlah pilihan tepat untuk menurunkan gula darah. Oleh karena itu, jika insulin diperlukan, maka insulin tersebut harus diberikan dari bawah kulit. Pengiriman insulin dapat dilakukan melalui:

• Suntikan. Biasanya, pengiriman insulin dilakukan melalui suntikan dengan menggunakan jarum halus dan jarum suntik atau pena insulin – yaitu sebuah perangkat yang terlihat seperti pena tinta, namun catridge-nya diisi dengan insulin.

• Pompa insulin. Pompa insulin juga bisa menjadi pilihan bagi beberapa anak. Pompa adalah perangkat seukuran ponsel dikenakan pada bagian luar tubuh. Sebuah tabung akan menghubungkan reservoir insulin kepada kateter yang dimasukkan di bawah kulit perut. Sebuah pompa nirkabel yang menggunakan cemuk/corong kecil berisi insulin adalah pilihan lain yang saat ini telah tersedia. Pompa ini telah diprogram untuk mengeluarkan/merilis jumlah tertentu dari insulin secara otomatis. Penyesuaian untuk memberikan lebih banyak atua lebih sedikit insulin, tergantung pada makanan, tingkat aktivitas dan tingkat gula darah.

Banyak jenis insulin telah tersedia, termasuk rapid-acting insulin (yang bekerja dengan cepat), long-acting insulin (yang efeknya lebih tahan lama) dan pilihan menengah. Keputusan tentang pengobatan terbaik sangat tergantung pada anak Anda, tingkat gula darahnya, dan kehadiran masalah kesehatan lainnya. Biasanya, anak-anak dengan tingkat gula darah di atas 200 mg / dL (11,1 mmol / L) atau yang bagi yang memiliki A1C di atas 8,5 persen, kemungkinan pengobatan mereka akan dimulai dengan terapi insulin untuk menstabilkan gula darahnya. Setelah kadar gula darah kembali normal, anak mungkin disapih dari insulin dan hanya diberikan metformin saja.

Namun, jika gula darah masih tidak dapat dikontrol setelah menggunakan metformin dan upaya perubahan gaya hidup, maka insulin harus diberikan kembali. Sebuah long-acting insulin, seperti insulin glargine, sering digunakan untuk diabetes tipe 2 pada anak-anak.

TAnda-tAnda masalah

Komplikasi jangka pendek dari diabetes tipe 2 sangat memerlukan perawatan segera, termasuk:

Gula darah rendah (hipoglikemia). Jika kadar gula darah anak Anda turun di bawah kisaran normal, maka hal ini dikenal sebagai gula darah rendah. Tingkat gula darah anak Anda dapat turun karena berbagai alasan, termasuk melewatkan makan, melakukan lebih banyak aktivitas fisik daripada biasanya, atau menyuntikkan insulin terlalu banyak.

Perhatikan tAnda:

• Berkeringat

• Kegoyahan atau bergetar

• Mengantuk

• Kelaparan (rasa lapar)

• Pusing

• Iritabilitas

• Sakit kepala

• Perubahan perilaku secara dramatis

• Kebingungan

• Kehilangan kesadaran

Mengobati gula darah rendah

Jika anak Anda memiliki tAnda-tAnda atau gejala gula darah rendah, berikan ia jus buah, tablet glukosa, permen keras, soda biasa (bukan diet) atau sumber gula lain yang setara dengan 15 gram karbohidrat, dan kemudian periksa kembali kadar gula darah anak Anda dalam waktu 15 menit. Jika pembacaan gula darah masih rendah, berikan anak Anda sumber gula lain yang lebih cepat diproses tubuh, kemudian tes kembali dalam 15 menit. Setelah gula darah menkapsulai tingkat normal, memberikan anak Anda makanan ringan campuluran, seperti selai kacang dan kerupuk, untuk menstabilkan kadar gula darah. Jika anak kehilangan kesadaran, ia mungkin membutuhkan suntikan darurat glukagon – hormon yang merangsang pelepasan gula ke dalam darah. Ini adalah keadaan darurat medis.

Gula darah tinggi (hiperglikemia). Demikian juga, gula darah anak dapat meningkat karena berbagai alasan, termasuk karena terlalu banyak banyak, tidak mengambil cukup insulin atau penyakit lainnya.

Perhatikan tAnda:

• Sering buang air kecil

• Peningkatan rasa haus

• Mulut kering

• Penglihatan kabur

• Kelelahan

• Mual

Menangani gula darah tinggi

Jika Anda menduga adanya indikasi hiperglikemia, segera periksa gula darah anak. Orangtua mungkin perlu menyesuaikan rencana menu makan atau obat-obatan anak. Jika gula darah anak terus berada di atas kisaran target yang ditetapkan oleh dokter, segera hubungi dokter anak atau cari perawatan darurat medis.

Peningkatan keton dalam urin anak Anda (diabetic ketoacidosis). Jika sel-sel anak kekurangan energi, tubuhnya mungkin akan mulai memecah lemak – memproduksi asam beracun yang disebut keton. Meskipun kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak dengan diabetes tipe 1, namun peningkatan keton juga dapat terjadi pada anak-anak dengan diabetes tipe 2.

Perhatikan tAnda:

• Kehilangan nafsu makan

• Mual

• Muntah

• Demam

• Nyeri perut

• Sebuah bau manis-buah pada napas anak Anda

• Kebingungan

• Kesulitan bernapas

• Kelelahan

Menangani peningkatan keton

Jika Anda menduga adanya ketoasidosis, periksa urin anak dengan perangkat tes keton (yang dapat diperoleh secara bebas). Jika anak memiliki kelebihan keton dalam urinnya, segera hubungi dokter anak atau cari perawatan darurat medis.

Terapi alternatif

Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian, sejumlah zat telah diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, akan tetapi belum ada penelitian yang dapat menunjukkan manfaat penurunan kadar A1C terhadap kontrol gula darah. Karena hasil penelitian yang bertentangan ini, saat ini tidak ada terapi alternatif yang direkomendasikan untuk diabetes. Beberapa zat yang telah ditemukan berkaitan dengan diabetes di antaranya:

• Alpha-lipoic

• Kafein

• Cinnamon (kayu manis)

• Kromium

• Biji rami

• Ginseng

• Glukomanan

• Getah guar

• Magnesium

• Niacinamide

• Vitamin D

• Vitamin E

Jika ingin mencoba terapi alternatif bagi anak, bicarakan hal ini kepada dokter yang akrab dengan jenis pengobatan alternatif. Sangat penting untuk terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak Anda untuk memastikan bahwa apapun perawatan yang ingin Anda coba tidak akan menyebabkan reaksi negatif terhadap obat lain yang mungkin diambil oleh anak. Penting juga untuk tidak berhenti memberikan anak obat-obatan yang diresepkan, terutama insulin, tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak.

Pencegahan

Pilihan gaya hidup sehat dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 pada anak-anak beserta komplikasinya. Jika anak sudah memiliki diabetes tipe 2, perubahan gaya hidup dapat mengurangi kebutuhan terhadap obat-obatan. Doronglah anak Anda untuk:

• Makan makanan yang sehat. Berikan anak Anda makanan rendah lemak dan kalori. Fokuslah pada konsumsi buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Usahakan agar makanan yang diberikan cukup bervariasi untuk mencegah kebosanan.

• Lakukan lebih banyak aktivitas fisik. Doronglah anak untuk menjadi aktif. Anda dapat mendaftarkan anak dalam sebuah tim olahraga atau pelajaran tari, atau mencari aktivitas yang dapat dilakukan bersama.

• Menurunkan berat badan. Bantulah anak untuk membuat perubahan permanen pada pola makan dan kebiasaan berolahraganya.

Akan lebih baik lagi jika pilihan gaya hidup tersebut dijadikan sebagai kebiasaan umum bagi keluarga. Pilihan gaya hidup ini tidak hanya membantu mencegah diabetes tipe 2 pada anak-anak, tapi juga mencegah diabetes pada orang dewasa. Diet terbaik untuk anak dengan diabetes juga merupakan diet terbaik bagi seluruh keluarga.

Menjaga kesehatan mata anak

Jika anak sudah memiliki diabetes tipe 2, pastikan untuk menjadwalkan pemeriksaan mata tahunan agar orangtua/dokter dapat mengetahui tAnda-tAnda awal dari penyakit mata.

Komentar