DIABETES INSIPIDUS

By | February 8, 2015 |


Diabetes insipidus (DI) merupakan kelainan yang jarang ditemukan dan ditAndai dengan rasa haus yang intens dan eksresi urin yang tinggi (poliuria). Pada kebanyakan kasus, DI disebabkan oleh gangguan pada produksi, penyimpanan, atau pelepasan hormon esensial, akan tetapi, DI juga dapat terjadi bila ginjal tidak dapat merespon hormon tersebut secara normal. Meskipun jarang, DI pada masa kehamilan (diabetes insipidus gestasional).

Anda mungkin beranggapan bahwa diabetes insipidus berkaitan dengan diabetes melitus. Meskipun, gangguan ini memiliki nama dan beberapa gejala yang serupa, diabetes melitus (tipe 1 dan 2) dan diabetes insipidus sebenarnya tidak berhubungan.

Tata laksana yang tersedia saat ini tersedia dapat mengurangi rasa haus dan normalisasi ekskresi urin.

Gejala

Gejala dan tAnda yang paling sering ditemukan, antara lain:

  • Rasa haus yang intens
  • Ekskresi urin dalam jumlah yang berlebihan dan encer

Bergantung pada derajat keparahannya, ekskresi urin dapat meningkat menjadi sekitar 2,5 liter/hari jika mengalami diabetes insipidus ringan atau hingga 15 liter/hari jika kondisinya berat dan meminum banyak air. Sebagai perbandingan, rata-rata ekskresi urin pada orang dewasa sehat berkisar antara 1,5 liter hingga 2,5 liter setiap harinya.

TAnda lainnya mungkin meliputi terbangun untukurinasi pada malam hari (nokturia) dan mengompol.

Bayi atau anak kecil yang memiliki diabetes insipidus mungkin mengalami gejala atau tAnda berikut:

  • Menangis yang tidak mereda
  • Mengompol
  • Demam, muntah, atau diare
  • Kulit kering dengan akral dingin
  • Pertumbuhan yang tertunda
  • Penurunan berat badan

Penyebab & Faktor Risiko

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh tidak mampulu meregulasi cairan di dalam tubuh. Dalam keadaan normal, ginjal membuang kelebihan air dari aliran darah. Sisa cairan ini secara sementara disimpan di dalam kandung kemih sebagai urin, sebelum dibuang melalui urinasi. Saat sistem regulasi cairan tubuh berfungsi dengan baik, ginjal menghasilkan sedikit urin ketika cairan tubuh berkurang, seperti pada saatberkeringat, untuk mempertahankan cairan tubuh.

Volume dan komposisi cairan tubuh dipertahankan seimbang melalui kombinasi asupan oral dan ekskresi melalui ginjal. Tingkat asupan cairan sebagian besar diatur oleh rasa haus, walaupun kebiasaan dapat meningkatkan asupan air jauh di atas kebutuhan. Tingkat ekskresi cairan oleh ginjal paling dipengaruhi oleh produksi anti-diuretic hormone (ADH), atau disebut juga sebagai vasopresin.

Tubuh Anda menghasilkan ADH di hipotalamus dan menyimpannya di kelenjar hipofisis, suatu kelenjar kecil yang berada di basal otak. ADH dikeluarkan ke dalam aliran darah ketika diperlukan dan mengonsentrasikan urin, dengan memicu tubulus ginjal mereabsorpsi air ke dalam aliran darah serta mengurangi eksresi air ke dalam urin.

Jenis diabetes insipidus yang diderita bergantung pada mekanisme dasar kerusakan sistem pengaturan cairan tubuh yang dialami:

  • Diabetes insipidus sentral.Diabetes insipidus sentral biasanya disebabkan oleh kerusakan kelenjar hipofisis atau hipotalamus, umumnya akibat tindakan bedah, tumor, penyakit tertentu (meningitis), inflamasi atau cedera kepala. Pada beberapa kasus, penyebabnya tidak diketahui. Kerusakan kelenjar tersebut menyebabkan gangguan produksi, penyimpanan, dan pelepasan ADH..
  • Diabetes insipidus nefrogenik.Diabetes insipidus nefrogenik terjadi akibat adanya kerusakan pada tubulus ginjal — struktur di dalam ginjal yang berfungsi dalam eksresi atau reabsorpsi air. Kerusakan ini meyebabkan ginjal tidak dapat merespon ADH secara normal. Penyebab defek tersebut dapat disebabkan oleh masalah genetik atau gangguan ginjal kronis. Obat-obatan tertentu seperti lithium dan tetrasiklin juga dapat menyebabkan DI nefrogenik.
  • Diabetes insipidus gestasional.Diabetes insipidus gestasional terjadi hanya pada saat kehamilan dan ketika enzim yang diproduksi plasenta — suatu sistem pembuluh darah dan jaringan lain yang berperan dalam pertukaran nutrisi dan produk sisa antara ibu dan bayi — merusak ADH Ibu.
  • Diabetes insipidus dipsogenik.Pada jenis DI ini, dikenal pula sebagai polidipsia primer atau polidipsia psikogenik, kelebihan asupan cairan menyebabkan penurunan kadar ADH. Meminum terlalu banyak air dapat diawali oleh rasa haus abnormal akibat kerusakan mekanisme regulasi haus yang berada di hipotalamus. Penyakit seperti sarkoidosis juga dapat menyebabkan kerusakan serupa. Selain itu, DI dipsogenik juga dapat dipicu oleh penyakit mental.

Dalam beberapa kasus diabetes insipidus, dokter tidak perlu menentukan penyebabnya.

Faktor Risiko

Diabetes insipidus nefrogenik yang muncul sesaat atau segera setelah lahir biasanya disebabkan oleh kelainan genetik yang secara permanen mengganggu kemampuluan ginjal menghasilkan urin yang terkonsentrasi. DI nefrogenik biasanya mengenai laki-laki, walaupun perempuan juga dapat mewariskan gen tersebut pada anaknya.

Komplikasi

Dehidrasi Selain DI dipsogenik yang menyebabkan retensi cairan berlebihan, diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh Anda kekurangan cairan sehingga dapat mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat mengakibatkan:

  • Mulut kering
  • Kelemahan otot
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Peningkatan natrium darah (hipernatremia)
  • Mata cekung
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Denyut jantung meningkat
  • Penurunan berat badan

Ketidakseimbangan elektrolit Diabetes insipidus juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Elektrolit merupakan mineral di dalam darah — contohnya natrium, kalium, dan kalsium — yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan tubuh. Ketidakseimbangan elektrolit dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:

  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Irritability
  • Nyeri otot

Keracunan air Kelebihan asupan air pada diabetes insipidus dipsogenik dapat menyebabkan keracunan air, suatu keadaan di mana kadar natrium darah berkurang sehingga dapat merusak otak.

Kapan Harus ke Dokter ?

Segera pergi ke dokter jika Anda menemukan dua gejala diabetes insipidus yang paling umum: ekskresi dan rasa haus yang berlebihan.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Jika mengalami diabetes insipidus sejumlah hal yang bisa dilakukan:

  • Cegah dehidrasi. Dokter akan menyarankan berapa banyak cairan yang perlu diminum untuk mencegah dehidrasi. Bawalah air ke mana pun Anda pergi untuk berjaga-jaga apabila air minum tidak tersedia. Untuk bayi dan anak kecil, tawarkan air minum setiap dua jam, pada pagi dan malam hari.
  • Kenakan gelang penAnda medis atau bawa kartu penAnda medis di dalam dompet.Jika mengalami kedaruratan medis, tenaga kesehatan akan segera mengetahui tata laksana yang sesuai bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *