Diabetes Gestasional (Diabetes saat kehamilan)

By | February 8, 2015 |


Diabetes gestasional muncul pada masa kehamilan (gestasi). Seperti diabetes tipe lainnya, diabetes gestasional mempengaruhi bagaimana sel menggunakan gula (glukosa) — bahan bakar utama tubuh. Diabetes gestasional menyebabkan kadar gula darah tinggi sehingga dapat mempengaruhi kehamilan dan kondisi kesehatan bayi.

Semua komplikasi kehamilan memang mengkhawatirkan, namun ada kabar baik. Ibu yang akan melahirkan dapat mengendalikan diabetes gestasional dengan cara mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan jika perlu, mengonsumsi obat. Menjaga diri dengan baik dapat memastikan kesehatan ibu dan bayi selama kehamilan.

Pada diabetes gestasional, biasanya kadar gula darah kembali normal segera setelah persalinan. Akan tetapi, jika pernah mengalami diabetes gestasional, Anda berisiko terkena diabetes tipe 2 di masa yang akan datang. Anda akan terus  berkerja sama dengan tenaga kesehatan untuk terus mengawasi dan menjaga kadar gula darah.

Gejala

Pada kebanyakan wanita, diabetes gestasional tidak menimbulkan gejala atau tAnda yang dapat dirasakan. Kadang-kadang, diabetes gestasional dapat menyebabkan rasa haus berlebih dan peningkatan eksresi urin.

Penyebab & Faktor Risiko

Peneliti belum dapat memastikan mengapa seorang wanita mengidap diabetes gestasional. Memahami bagaimana diabetes gestasional terjadi dapat membantu pemahaman bagaimana kehamilan memengaruhi proses pengolahan glukosa tubuh secara normal

Tubuh mencerna makanan untuk menghasilkan glukosa yang kemudian masuk ke dalam peredaran darah. Sebagai respon kondisi tersebut, pankreas — sebuah kelenjar besar di dalam perut — menghasilkan insulin. Insulin adalah hormon yang membantu perpindahan glukosa dari aliran darah ke dalam sel tubuh, di mana kemudian digunakan sebagai energi.

Selama kehamilan, plasenta yang menghubungkan bayi dengan suplai darah ibu menghasilkan berbagai macam hormon dengan kadar tinggi. Kebanyakan dari hormon tersebut menghambat kerja insulin di dalam sel, sehingga meningkatkan kadar gula darah. Pada kehamilan, sedikit peningkatan kadar gula darah setelah makan masih dianggap normal.

Seiring dengan bertumbuhnya bayi, plasenta menghasilkan lebih banyak hormon yang menghambat insulin. Pada diabetes gestasional, hormon plasenta menyebabkan peningkatan kadar gula darah hingga dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan bayi. Diabetes gestasional biasanya muncul pada paruh kedua masa kehamilan — terkadang dapat timbul sejak minggu ke-20 kehamilan, namun umumnya jarang ditemui hingga beberapa waktu kemudian.

Faktor risiko

Semua wanita memiliki risiko mengalami diabetes gesatasional, namun beberapa di antaranya memiliki risiko yang lebih besar. Faktor risiko diabetes gestasional, meliputi:

  • Usia lebih dari 25 tahun.Perempuan berusia lebih dari 25 tahun cenderung terkena diabetes gestasional.
  • Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga.Risiko menderita diabetes gesatasional meningkat apabila Anda memiliki prediabetes — peningkatan kadar gula darah dalam jumlah kecil dapat menginduksi timbulnya diabetes tipe 2  — atau keluarga dekat Anda, seperti orangtua dan saudara, memiliki diabetes tipe 2. Anda juga cenderung mengalami diabetes gestasional jika Anda pernah mengalaminya pada kehamilan sebelumnya, pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4,1 kg, atau pernah mengalami keguguran yang tidak dapat dijelaskan.
  • Kelebihan berat badan.Anda cenderung mengalami diabetes gestasional apabila Anda memiliki berat badan berlebih dengan IMT 30 atau lebih besar.
  • Ras selain kulit putih.Tanpa alasan yang jelas, perempuan dengan ras kulit hitam, Hispanik, Indian, atau Asia memiliki risiko menderita diabetes gestasional yang lebih tinggi.

Komplikasi

Hampulir semua wanita yang memiliki diabetes gestasional melahirkan bayi yang sehat. Akan tetapi diabetes gestasional yang tidak ditangani dengan hati-hati dapat menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol sehingga menimbulkan masalah bagi ibu dan bayi, termasuk peningkatan kemungkinan melahirkan yang membutuhkan operasi Caesar.

Komplikasi yang dapat dialami bayi Jika Anda mengalami diabetes gesatasional, bayi Anda berisiko:

  • Kelebihan berat lahir.Glukosa berlebih di dalam peredaran darah melintasi plasenta sehingga memicu pankreas bayi menghasilkan lebih banyak insulin. Akibatnya, bayi dapat tumbuh terlampulau besar (makrosomia). Bayi yang terlalu besar berisiko tersangkut di saluran kelahiran dan menyebabkan cedera atau memerlukan operasi Caesar.
  • Kelahiran prematur dan respiratory distress syndrome. Kadar gula darah ibu yang tinggi meningkatkan risiko berkontraksi dan melahirkan anak sebelum waktunya.Dokter juga mungkin merekomendasikan persalinan dini karena bayi tumbuh terlalu besar. Bayi yang lahir premature dapat mengalami respiratory distress syndrome —suatu kondisi kesulitan bernapas. Bayi dengan sindrom ini membutuhkan bantuan pernapasan hingga paru-parunya berkembang. Meskipun tidak lahir prematur, bayi dari ibu yang mengidap diabetes gestasional juga dapat mengalami respiratory distress syndrome.
  • Gula darah rendah (hipoglikemia).Terkadang, bayi dari ibu dengan diabetes gestasional dapat mengalami penurunan kadar gula darah (hipoglikemia) segera setelah kelahiran karena produksi insulinnya terlalu tinggi. Kondisi hipoglikemia itu dapat menyebabkan kejang. Untuk mengembalikan kadar gula darah agar normal, bayi dapat diberikan ASI atau larutan glukosa intravena segera.
  • Jaundice.Perubahan warna kulit dan sklera mata menjadi kekuningan dapat terjadi apabila hati bayi belum cukup dewasa untuk memecah zat bernama bilirubin yang biasanya terbentuk ketika tubuh mengolah sel darah merah tua atau rusak . Walaupun jaundice biasanya tidak perlu terlalu dikhawatirkan, pengawasan secara hati-hati tetap penting dilakukan.
  • Diabetes tipe 2 di kemudian hari.Bayi dari ibu yang mengalami diabetes gestasional berisiko menjadi obese dan mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Gestasional diabetes yang tidak tertangani dapat menyebabkan kematian bayi sebelum atau segera setelah kelahiran.

Komplikasi yang dapat dialami ibu Diabetes gestasional meningkatkan risiko ibu mengalami:

  • Tekanan darah tinggi, preeklamsiadan eklamsia.Diabetes gestasional meningkatkan risiko tekanan darah tinggi selama kehamilan. Selain itu, ibu juga berisiko mengalami preeklamsia dan eklamsia – dua komplikasi serius yang menyebabkan peningkatan tekanan darah dan gejala lainnya yang dapat mengancam keselamatan ibu dan bayi.
  • Diabetes di masa mendatang.Jika Anda mengidap diabetes gestasional, kemungkinan Anda juga akan mengalaminya kembali pada kehamilan selanjutnya. Selain itu, Anda juga berisiko menderita diabetes tipe 2 di masa mendatang. Meskipun demikian, dengan menerapkan pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2 di masa mendatang.Pada perempuan dengan diabetes gestasional yang menkapsulai berat badan ideal setelah persalinan, kurang dari satu dari empat mengalami diabetes tipe 2.

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika memungkinkan, carilah pelayanan kesehatan ketika berencana memiliki anak sehingga dokter dapat mengevaluasi risiko diabetes gestasional sebagai bagian dari keseluruhan perencanaan kehamilan. Ketika hamil, dokter akan menguji diabetes gestasional sebagai bagian dari pelayanan prenatal reguler. Jika memiliki diabetes gestasional, Anda akan diminta untuk lebih sering memeriksakan diri, khususnya pada tiga bulan terakhir kehamilan. Dalam pemeriksaan itu, dokter akan mengawasi kadar gula darah Anda dan kesehatan bayi.

Dokter mungkin akan merujuk Anda pada tenaga kesehatan yang ahli dalam bidang manajemen diabetes, seperti endokrinologis, seorang ahli diet atau edukator diabetes. Mereka akan membantu Anda mempelajari cara mengatur kadar gula darah selama kehamilan.

Untuk memastikan kadar gula darah telah kembali normal setelah persalinan, tim kesehatan akan memeriksa kadar gula darah setelah kelahiran dan enam minggu setelahnya. Begitu mengalami diabetes gestasional, sebaiknya Anda memeriksa kadar gula dara secara berkala. Frekuensi pemeriksaan kadar gula darah bergantung pada hasil pemeriksaan.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Memang tidak mudah untuk mengetahui bahwa Anda memiliki kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan bayi. Namun, mengkhawatirkan bayi dapat menyebabkan Anda kesulitan menjaga diri sendiri. Anda mungkin akan mengonsumsi makanan yang tidak tepat dan kurang energi untuk berolahraga.

Ingatlah bahwa langkah-langkah yang dapat mengendalikan kadar gula darah — seperti mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga teratur — dapat mengurangi stress dan memenuhi kebutuhan bayi. Aktivitas ini juga dapat mencegah diabetes tipe 2 di kemudian hari. Oleh karena itu, olahraga dan nutrisi yang tepat merupakan kunci utama untuk menjaga kehamilan dan kehidupan yang sehat — bagi Anda dan bayi Anda.

Anda mungkin akan merasa lebih tenang jika mengetahui lebih banyak hal mengenai diabetes gestasional. Berkonsultasilah dengan tim kesehatan Anda. Bacalah buku dan artikel mengenai diabetes gestasional. Bergabunglah dengan kelompok pendukung untuk wanita dengan diabetes gestasional. Semakin Anda paham, Anda semakin tenang.

Pencegahan

Tidak ada cara yang pasti untuk mecegah diabetes gestasional — namun akan lebih baik jika Anda membiasakan hidup sehat sebelum kehamilan. Jika Anda memiliki diabetes gestasional kebiasaan hidup yang sehat dapat mengurangi risiko munculnya diabetes gestasional kembali pada kehamilan berikutnya atau mengalami diabetes tipe 2.

  • Mengonsumsi makanan yang sehat.Pilihlah makanan yang kaya serat dan rendah lemak serta kalori. Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, dan gandum. Cobalah bervariasi makanan untuk menkapsulai tujuan Anda tanpa mengurasi rasa dan nutrisi.
  • Tetap aktif.Berolahraga sebelum dan selama kehamilan dapat melindungi Anda dari diabetes gestasional. Usahakan beraktivitas fisik sedang selama 30 menit setiap hari. Biasakan berjalan cepat. Kendarai sepeda Anda. Berenang dalam waktu cukup. Jika Anda tidak dapat berolahraga dalam waktu 30 menit sekaligus, beberapa sesi singkat juga tidak apa-apa. Parkirlah pada area yang cukup jauh agar dapat berjalan kaki. Turunlah dari bis satu halte sebelum tujuan. Setiap langkah yang Anda lakukan meningkatkan kemungkinan Anda tetap sehat.
  • Kurangi berat badan berlebih sebelum kehamilan. Dokter tidak merekomendasikan penurunan berat badan selama kehamilan — tubuh Anda sudah bekerja lembur untuk menunjang perkembangan bayi. Akan tetapi, jika merencanakan kehamilan, kurangilah berat badan yang berlebih agar kehamilan dapat lebih sehat. Berfokuslah pada perubahan permanen pola makan. Motivasikan diri dengan mengingat keuntungan jangka panjang dari penurunan berat badan, seperti jantung yang lebih sehat, energi yang lebih banyak, dan peningkatan rasa  percaya diri.

Komentar