DEMENSIA VASKULAR

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > DEMENSIA VASKULAR


Demensia vaskular adalah istilah umum yang menggambarkan suatu masalah pada penalaran, perencanaan, penilaian, memori dan proses berpikir lainnya yang disebabkan oleh kerusakan otak akibat gangguan aliran darah ke otak.

Anda dapat mengembangkan demensia vaskular setelah sebuah gangguan stroke memblokir arteri di otak, akan tetapi stroke tidak selalu menyebabkan demensia vaskular. Apakah stroke mempengaruhi pemikiran dan penalaran seseorang sangat tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi dari stroke. Demensia vaskular juga dapat dihasilkan dari kondisi lain yang merusak pembuluh darah dan mengurangi sirkulasi, sehingga otak Anda kekurangan oksigen dan nutrisi penting.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke – termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan merokok – juga dapat meningkatkan risiko demensia vaskular. Mengontrol faktor ini dapat membantu Anda menurunkan peluang terkena demensia vaskular.

Gejala

Gejala demensia vaskular bisa bervariasi, tergantung pada bagian otak yang aliran darahnya terganggu. Gejala yang muncul sering kali tumpang tindih dengan gejala dimensia jenis lainnya, terutama penyakit Alzheimer. Gejala demensia vaskular paling jelas terlihat ketika mereka tiba-tiba terjadi setelah adanya stroke. Ketika perubahan pemikiran dan penalaran Anda tampulak jelas terkait dengan stroke, kondisi ini disebut “demensia pasca-stroke.”

Pola karakteristik lainnya dari gejala demensia vaskular terkadang diikuti oleh serangkaian stroke atau stroke-mini. Pada pola ini, perubahan dalam proses berpikir Anda terjadi pada adanya “lompatan” penurunan tingkat fungsi Anda dari sebelumnya, berbeda dengan penurunan secara bertahap dan stabil sebagaimana yang biasa terjadi pada penyakit Alzheimer.

Demensia vaskular juga dapat berkembang secara bertahap, seperti halnya penyakit Alzheimer. Terlebih lagi, demensia vaskular dan Alzheimer sering terjadi secara bersamaan. Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan gejala demensia biasanya mengalami tipe perubahan otak lebih dari satu jenis. Beberapa dokter menyebutnya sebagai kondisi “demensia campuluran.”

Gejala demensia vaskular meliputi:

• Kebingungan

• Kesulitan memberikan perhatian dan berkonsentrasi

• Penurunan kemampuluan untuk mengatur pikiran atau tindakan

• Penurunan kemampuluan untuk menganalisis situasi, mengembangkan rencana yang efektif, dan mengkomunikasikan rencana kepada orang lain

• Kesulitan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya

• Masalah dengan memori

• Kegelisahan dan agitasi

• Cara berjalan yang goyah (tidak kukuh/tegak)

• Sering (ataupun mendadak) ingin buang air kecil, atau ketidakmampuluan untuk mengontrol pengeluaran urin

• Berkeluyuran di malam hari

• Depresi

Penyebab & Faktor Risiko

Vascular demensia dihasilkan dari sebuah kondisi yang merusak pembuluh darah otak Anda, sehingga mengurangi kemampuluan mereka memasok otak Anda dengan sejumlah nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan untuk melakukan proses berpikir secara efektif.

Kondisi umum yang dapat menyebabkan demensia vaskular meliputi:

• Stroke (infark) yan memblokir arteri otak. Stroke yang memblokir arteri otak biasanya menyebabkan berbagai gejala yang mungkin termasuk demensia vaskular. Tetapi beberapa stroke tidak menimbulkan gejala yang terlihat. Jenis infark otak yang tidak terdeteksi ini (infark otak diam) masih dapat meningkatkan risiko demensia. Pada jenis stroke diam ataupun jelas, risiko demensia vaskular tetap meningkat seiring dengan jumlah infark yang terjadi dari waktu ke waktu. Salah satu jenis demensia vaskular yang melibatkan banyak stroke disebut demensia multi-infark.

• Penyempitan atau kerusakan kronis pada pembuluh darah otak. Kondisi pembuluh darah otak yang sempit atau kondisi yang menimbulkan kerusakan jangka panjang juga dapat menyebabkan demensia vaskular. Kondisi ini termasuk keausan dan kerusakan pada pembuluh yang terkait dengan penuaan, tekanan darah tinggi, pengerasan pembuluh darah, diabetes, lupus eritematosus, pendarahan otak, dan arteritis temporal.

Faktor Risiko

Secara umum, faktor risiko untuk demensia vaskular sama dengan faktor risiko untuk penyakit jantung dan stroke. Faktor risiko demensia vaskular meliputi:

• Peningkatan usia. Risiko Anda terhadap demensia vaskular meningkat ketika Anda bertambah tua. Kelainan ini jarang terjadi sebelum usia 65 tahun, dan resiko akan meningkat secara substansial ketika Anda menkapsulai usia 80-an dan 90-an.

• Riwayat serangan jantung, stroke atau stroke mini. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung, Anda mungkin memiliki peningkatan risiko terhadap masalah pembuluh darah pada otak. Kerusakan otak yang terjadi bersamaan dengan stroke atau mini stroke (serangan iskemik transient) dapat meningkatkan resiko terkena demensia.

• Aterosklerosis. Kondisi ini terjadi ketika deposito kolesterol dan zat lainnya (plak) menumpuk di arteri Anda dan mempersempit pembuluh darah. Aterosklerosis dapat meningkatkan risiko demensia vaskular – dan mungkin juga risiko penyakit Alzheimer – dengan mengurangi aliran darah yang mensuplai otak Anda.

• Kolesterol tinggi. Peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL), yang disebut kolesterol “buruk”, berhubungan dengan peningkatan risiko demensia vaskular, dan mungkin juga risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit Alzheimer.

• Tekanan darah tinggi. Bila tekanan darah Anda terlalu tinggi, kondisi ini dapat menempatkan tekanan ekstra pada pembuluh darah (dimanapun) dalam tubuh Anda, termasuk otak Anda. Hal ini meningkatkan risiko masalah vaskular di otak.

• Diabetes. Kadar glukosa tinggi dapat merusak pembuluh darah di seluruh tubuh Anda. Kerusakan pada pembuluh darah otak dapat meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular.

• Merokok. Merokok secara langsung dapat merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko aterosklerosis dan penyakit peredaran darah lainnya, termasuk demensia vaskular.

• Fibrilasi atrial. Pada kasus irama jantung yang abnormal ini, ruang atas jantung Anda mulai berdetak dengan cepat dan tidak teratur, serta tidak terkoordinasi dengan bilik jantung bawah Anda. Fibrilasi atrial meningkatkan risiko stroke karena dapat menyebabkan gangguan pada aliran darah ke otak serta ke tempat lain dalam tubuh Anda.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Mengontrol kondisi mendasar dan faktor risiko

Mengontrol kondisi yang mempengaruhi kesehatan jantung dan pembuluh darah kadang dapat memperlambat tingkat keparahan demensia vaskular dan mungkin juga mencegah kemunduran/keparahan yang lebih lanjut. Tergantung pada situasi pribadi Anda, dokter mungkin meresepkan obat untuk:

• Menurunkan tekanan darah

• Mengurangi kadar kolesterol

• Mencegah pembekuan darah serta menjaga arteri tetap bersih

• Membantu mengontrol gula darah jika Anda memiliki diabetes

Obat-obatan untuk Alzheimer

The Food and Drug Administration (FDA) melarang penggunaan obat-obatan khusus untuk mengobati masalah perubahan pada memori, penilaian/pengambilan keputusan, perencanaan dan gangguan proses berpikir lainnya yang disebabkan oleh demensia vaskular. Namun, obat-obatan tertentu yang disetujui oleh FDA untuk mengobati gejala-gejala penyakit Alzheimer dapat membantu orang dengan demensia vaskular sebagaimana obat-obatan tersebut dapat membantu orang-orang dengan penyakit Alzheimer (meskipun dalam tingkatan yang sederhana).

Dokter mungkin meresepkan salah satu atau kedua jenis obat Alzheimer berikut ini:

• Cholinesterase inhibitor – termasuk Donepezil, galantamine dan rivastigmine – bekerja dengan meningkatkan kadar kimia sel otak yang terlibat dalam memori dan proses penilaian. Efek Samping dapat berupa mual, muntah, kram otot dan diare.

• Memantine mengatur kimia sel otak lainnya yang berperan dalam pemrosesan, penyimpanan, pengolahan dan pengambilan informasi. Efek Samping yang muncul antara lain sakit kepala, sembelit, pusing dan kebingungan.

Pencegahan

Kesehatan pembuluh darah otak Anda berhubungan erat dengan kesehatan jantung Anda secara keseluruhan. Menjalankan langkah-langkah untuk menjaga kesehatan jantung Anda dapat membantu mengurangi risiko demensia vaskular:

• Menjaga tekanan darah yang sehat. Menjaga tekanan darah Anda dalam rentang normal dapat membantu mencegah demensia vaskular dan penyakit Alzheimer.

• Menjaga kolesterol melalui pemeriksaan. Pola diet sehat-rendah lemak dan penggunaan obat penurun kolesterol (jika perlu) dapat mengurangi risiko demensia vaskular, mungkin dengan mengurangi jumlah timbunan plak di dalam arteri otak Anda.

• Mencegah atau mengontrol diabetes. Menghindari diabetes, dengan diet sehat dan olahraga, adalah cara lain yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko demensia. Jika Anda sudah memiliki diabetes, pengontrolan kadar glukosa dapat membantu melindungi otak Anda dari kerusakan pembuluh darah.

• Berhenti merokok. Merokok dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah (dimanapun) dalam tubuh Anda.

• Latihan/olahraga fisik. Aktivitas fisik secara teratur harus menjadi bagian penting dari rencana kesehatan semua orang. Di samping banyaknya manfaat yang dihasilkan, olahraga dapat membantu menghindari demensia vaskular.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *