Dehidrasi (Kekurangan Cairan)

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Dehidrasi (Kekurangan Cairan)


Dehidrasi terjadi ketika Anda kehilangan banyak cairan sementara tubuh Anda tidak mendapatkan pasokan cairan yang cukup untuk melaksakan fungsi-fungsinya secara normal. Jika Anda tidak mengganti cairan yang hilang, Anda mungkin mengalami dehidrasi.

Penyebab umum dari dehidrasi di antaranya adalah diare, muntah, demam, atau keringat yang berlebihan. Tidak minum cukup air selama cuaca panas atau olahraga juga dapat menyebabkan dehidrasi. Siapapun bisa mengalami dehidrasi, namun anak-anak, orang dewasa, dan orang dengan penyakit kronis memiliki risiko paling tinggi.

Anda biasanya dapat mengatasi dehidrasi ringan dengan minum lebih banyak cairan, tetapi dehidrasi yang berat membutuhkan perawatan medis segera. Pendekatan paling aman adalah dengan mencegah terjadinya dehidrasi. Memantau cairan yang hilang selama cuaca panas, sakit, atau ketika Anda olahraga, dan minum cukup cairan untuk menggantikan cairan yang hilang adalah cara terbaik.

Gejala

Dehidrasi ringan sampai moderat kemungkinan besar akan menyebabkan antara lain mulut kering dan lengket, kantuk atau kelelahan (anak cenderung kurang aktif dari biasanya), kehausan, penurunan output urin (popok anak tidak basa selama tidak jam lebih untuk bayi, dan delapan jam atau lebih tanpa buang air kecil untuk anak dan remaja), tidak ada (atau sedikit) air mata ketika menangis, kulit kering, sakit kepala, sembelit, pusing.

Untuk dehidrasi berat, kondisi medis darurat dapat menimbulkan:

  • Rasa haus yang ekstrem
  • Rewel atau mengantuk yang berlebihan pada bayi dan anak-anak, lekas marah, atau kebingungan pada orang dewasa
  • Mulut sangat kering, kulit dan membrane mukosa yang kering
  • Keringat berkurang
  • Sedikit atau tidak ada buang air kecil – urin yang dihasilkan akan berwarna kuning gelap
  • Mata cekung
  • Keriput dan kulit kering tanpa elastisitas (ditAndai dengan kulit yang tidak megendur dan tidak kenyal ketika dicubit)
  • Tekanan darah rendah
  • Detak jantung yang cepat
  • Bernapas cepat
  • Tidak ada air mata ketika menangis
  • Demam
  • Dalam kasus yang serius, delirium atau tidak sadarkan diri

Sayangnya, rasa haus tidak selalu merupakan ukuran yang dapat diAndalkan sebagai pertAnda kebutuhan tubuh terhadap air, terutama pada anak-anak dan orang tua. Sebuah indikator yang paling baik dapat dilihat pada urin Anda. urang yang berwarna terang dan bening dapat berarti bahwa Anda terhidrasi dengan baik, sedangkan warna urin yang gelap biasanya merupakan sinyal dari dehidrasi.

Penyebab & Faktor Risiko

Dehidrasi terjadi ketika tidak ada cukup air untuk menggantikan air yang hilang sepanjang hari. Sistem tubuh Anda menjadi kering. Kadang-kadang dehidrasi terjadi karena alasan yang sederhana: Anda tidak minum cukup cairan karena Anda sakit atau sibuk, atau karena Anda kekurangan akses terhadap air minum ketika Anda bepergian, hiking, atau berkemah.

Penyebab dehidrasi lainnya meliputi:

– Diare atau muntah yang parah, diare akut- yaitu diare yang terjadi tiba-tiba dan parah sehinga menyebabkan tubuh Anda kehilangan air dan elektrolit dalam jumlah yang masif dan dalam waktu yang singkat. Jika Anda muntah dan disertai dengan diare, Anda akan kehilangan cairan dan mineral lebih banyak lagi. Anak-anak dan bayi sangat berisiko terkena hal ini.

– Demam. Secara umum, semakin tinggi demam Anda, semakin besar kemungkinan Anda mengalami dehidrasi. Jika Anda memiliki demam selain diare dan muntah, Anda akan kehilangan lebih banyak cairan.

– Keringat berlebihan. Anda kehilangan air ketika Anda berkeringat. Jika Anda melakukan aktivitas yang kuat dan tidak mengganti carian saat Anda pergi, Anda dapat mengalami dehidrasi. Cuaca yang panas dan lembab meningkatkan jumlah cairan dan otomatis menyebabkan Anda kehilangan cairan dan mineral lebih banyak. Anda juga dapat mengalami dehidrasi di musim dingin jika Anda tidak mengganti cairan tubuh yang hilang. Remaja dan anak-anak praremaja yang berpartisipasi dalam olahraga mungkin sangat rentan dehidrasi, baik karena faktor berat badan mereka –yang umumnya lebih rendah dari orang dewasa-, atau karena mereka tidak cukup berpengalaman untuk menyadari tAnda-tAnda peringat dari dehidrasi.

– Peningkatan buang air kecil. Hal ini paling sering disebabkan oleh diabetes mellitus yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol, yakni penyakit yang mempengaruhi cara tubuh Anda memproses gula darah. Diabetes tipe ini sering menyebabkan peningkatan rasa haus dan buang air kecil yang lebih sering. Tipe lain dari diabetes, yakni diabetes insipidus juga ditAndai dengan rasa haus dan buang air kecil yang berlebihan, tetapi kasus ini disebabkan oleh gangguan hormonal yang membuat ginjal Anda tidak mampulu menghemat air. Obat tertentu misalnya diuretik, antihistamin, obat tekanan darah, dan beberapa obat psikiatris –serta alkohol juga dapat menyebabkan dehidrasi, umumnya karena mereka menyebabkan Anda berkeringat atau buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Faktor risiko

Siapapun bisa mengalami dehidrasi jika mereka kehilangan cairan terlalu banyak. Tetapi orang-orang tertentu berada pada risiko yang lebih besar:

– Bayi dan anak-anak. Bayi dan anak-anak sangat rentan karena bobot tubuh mereka relatif kecil sementara pengeluaran cairan dan elektrolit cukup tinggi.

– Orang tua. Seiring pertambahan usia, Anda menjadi lebih rentan terhadap dehidrasi karena beberapa alasan: kemampuluan tubuh Anda untuk menghemat air semakin berkurang, rasa haus Anda menjadi kurang terasa dan Anda kurang mampulu merespon perubahan suhu. Terlebih lagi, orang tua terutama orang-orang di panti jompo atau yang hidup sendiri cenderung makan lebih sedikit daripada orang yang lebih muda atau kadang lupa untuk makan/minum sama sekali. Cacat atau kelalain juga dapat mecegah mereka mendapatkan gizi yang baik. Masalah ini biasanya diperparah oleh penyakit kronis seperti diabetes, perubahan hormonal yang berhubungan dengan menopause dan penggunaan obat-obat tertentu.

– Orang-orang dengan penyakit kronis. Memiliki diabetes yang tidak terkontrol atau tidak diobati akan menempatkan Anda pada risiko tinggi terkena dehidrasi. Tetapi penyakit kronis lainnya juga membuat Anda lebih rentan terkena dehidrasi, termasuk; penyakit ginjal, alkoholisme, dan gangguan kelenjar adrenal. Bahkan, sakit pilek atau sakit tenggorokan akan membua Anda lebih rentan terhadap dehidrasi karena Anda cenderung tidak ingin makan atau minum ketika Anda sedang sakit. Demam juga meningkatkan risiko dehidrasi menjadi lebih tinggi.

– Ketahanan atlet. Siapapun yang melakukan olahraga dapat mengalami dehidrasi, terutama jika dilakukan di tempat yang panas, kondisi lembab, atau ketinggian. Tetapi atlet yang dilatih dan berpartisipasi dalam ultramarathon, ekspedisi mendaki gunung, dan turnamen bersepeda, cenderung memiliki risiko paling tinggi. hal ini dikarenakan semakin lama Anda berolahraga, semakin sulit Anda tetap terhidrasi. Selama latihan, tubuh Anda mungkin kehilangan lebih banyak air daripada biasanya, sementara asupan air tidak berimbang dengan yang dikeluarkan. Semakin lama Anda berolahraga, semakin banyak “utang” pasokan air di tubuh Anda. dehidrasi juga juga dapat bersifat kumulatif selama beberapa hari, yang berarti bahwa Anda dapat mengalami dehidrasi bahkan dengan rutinitas sedang jika Anda tidak minum cukup air untuk menggantikan cairan yang hilang setiap harinya.

– Orang yang tinggal di ketinggian. Hidup, bekerja, dan berolahraga di ketinggian (umumnya didefinisikan sebagai daerah di atas 8.200 kaki atau sekitar 2500 meter) dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan. Salah satunya adalah dehidrasi, yang biasanya terjadi ketika tubuh Anda mencoba untuk menyesuaikan diri dengan ketinggian melalui peningkatan buang air kecil dan bernapas lebih cepat – semakin cepat Anda bernapas untuk mempertahankan kadar oksigen dalam darah Anda, semakin banyak uap air yang Anda keluarkan ketika bernapas.

– Orang yang bekerja atau berolahraga di tempat yang panas dan bersuhu lembab. Ketika panas dan lembab, risiko Anda terkena dehidrasi dan penyakit akibat panas lainnya semakin tinggi. hal ini karena ketika udara lembab, keringat tidak dapat menguatp dan mendinginkan Anda secepat yang biasanya dapat dilakukan, dan hal ini menyebabkan suhu tubuh meningkat dan tubuh akan membutuhkan lebih banyak lagi cairan.

Komplikasi

Dehidrasi dapat menyebabkan komplikasi yang serius, termasuk:

– Cedera panas. Jika Anda tidak minum cukup cairan ketika Anda berolahraga keras dan berkeringat berlebihan, Anda mungkin mengalami cedera panas. Tingkat keparahannya dimulai dari kram panas,  kelelahan panas, hingga pitam panas yang berpotensi mengancam jiwa.

– Pembengkakan otak (cerebral edema). Kadang-kadang, ketika Anda mendapatkan cairan setelah dehidrasi, tubuh mencoba untuk menarik terlalu banyak air ke dalam tubuh Anda. hal ini dapat menyebabkan beberapa sel membengkak dan pecah. Konsekuensi yang berat terutama terjadi ketika hal ini dialami oleh sel-sel otak.

– Kejang-kejang. Elektrolit –seperti kalium dan natrium- membantu membawa sinyal listrik dari dan ke sel-sel. Jika elektrolit Anda tidak seimbang, pesan listrik normal dapat bercampulur, hingga menyebabkan kontraksi otot secara tak sadar dan kadang-kadang kehilangan kesadaran.

– Shock volume darah rendah (shock hipovolemik). Kondisi ini adalah salah satu jenis komplikasi dehidrasi yang paling serius, dan kadang-kadang mengancam nyawa seseorang. Hal ini terjadi ketika volume darah yang rendah menyebabkan penurunan tekanan darah dan penurunan jumlah oksigen dalam tubuh Anda.

– Gagal ginjal. Masalah ini juga berpotensi mengancam nyawa dan terjadi ketika ginjal tidak lagi mampulu menghaps kelebihan cairan dan limbah dari darah Anda.

– Koma dan kematian. Jika tidak segera diobati dengan tepat, dehidrasi berat dapat berakibat fatal.

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika Anda orang dewasa yang sehat, Anda dapat mengobati dehidrasi ringan dengan minum lebih banyak cairan seperti air atau minuman olahraga (Gatorade, powerade)

Dapatkan perawatan medis sesegera mungkin jika Anda mengembangkan tAnda-tAnda yang parah dan gejala seperti rasa haus yang ekstrim, kurang buang air kecil, kulit keriput, pusing, dan kebingungan.

Perlakukan anak-anak dan orang tua dengan hati-hati. Hubungi dokter keluarga Anda segera jika orang terdekat Anda:

  • Mengalami diare berat, dengan atau tanpa disertai muntah atau demam
  • Memiliki tinjeksia yang berdarah
  • Telah mengalami diare selama tiga hari atau lebih
  • Tidak dapat minum cairan
  • Mudah marah atau bingung, lebih sering mengantuk atau kurang aktif dari biasanya
  • Mengalami tAnda-tAnda dehidrasi ringan atau sedang

Segera ke ruang gawat darurat jika Anda berpikir bahwa anak Anda atau orang tua menderita dehidrasi yang parah. Anda dapat membantu mencegah dehidrasi dengan memantau orang yang sakit dan memberikan ia cairan rehidrasi oral (pedialyte) sejak tAnda pertama dari diare, muntah atau demam, dan dengan mendorong anak Anda untuk minum cairan sebelum, selama, dan setelah berolahraga.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan yang paling efektif untuk dehidrasi adalah dengan mengganti cairan dan elektrolit yang hilang. Pendekatan terbaik untuk pengobatan dehidrasi tergantung pada usia, tingkat keparahan dehidrasi dan penyebabnya.

Mengobati dehidrasi pada anak yang sakit

Dokter dapat memberikan saran khusus untuk mengobati dehidrasi pada anak Anda, tetapi beberapa pedoman umum berikut ini dapat Anda lakukan:

Gunakan cairan rehidrasi oral. Kecuali dokter Anda menyarankan sebaliknya, gunakan cairan rehidrasi oral seperti Pedialyte untuk bayi dan anak-anak yang mengalami diare, muntah, atau demam. Solusi ini mengandung air dan garam dalam proporsi tertentu untuk mengisi cairan dan elektrolit. Mereka juga dirancang untuk dapat lebih mudah dicerna. Produk rehidrasi oral yang tersedia di sebagian besar toko obat, apotek tersedia dalam berbagai merek. Mulai berikan cairan di awal kemunculan penyakit, jangan tunggu hingga situasi menjadi mendesak.

Dalam situasi darurat di mana solusi (tinggal pakai) tidak tersedia, Anda dapat membuat sendiri larutan rehidrasi oral dengan mencampulurkan ½  std garam, 6 level sendok the gula, dan 1 liter air minum yang aman. Pastikan untuk mengukur secara akurat kerena jumlah yang salah bisa membuat solusi menjadi kurang efektif atau bahkan berbahaya. Jika memungkinkan, mintalah bantuan orang lain untuk memeriksa pengukuran yang Anda lakukan untuk takaran yang lebih akurat.

Apapun alternatif yang Anda pilih, pastikan untuk memberikan solusi yang cukup. Dokter Anda mungkin menyarankan jumlah tertentu, tergantung pada usia anak Anda dan tingkat dehidrasinya, tetapi aturan yang umum berlaku adalah untuk tetap memberikan cairan secara perlahan sampai kencing anak Anda menjadi jelas dan bening. Bila anak Anda mntah, coba berika sejumlah kecil larutan solusi pada interval yang sering –coba satu sendok atau lebih setiap beberapa menit. Jika anak Anda tidak dapat melakukannya, tunggu 30 hingga 60 menit, kemudia coba lagi. Cairan bersuhu kamar paling baik diberikan.

Lanjutkan untuk menyusui. Jangan berhenti menyusui ketika bayi Anda sakit,tetapi berikan juga bayi Anda cairan rehidrasi oral dalam botol. Jika Anda memberikan susu formula bagi bayi Anda, cobalah untuk beralih ke susu yang bebas laktosa hingga kondisi diare anak Anda meningkat – laktosa cenderung lebih sulit dicerna ketika bayi mengalami diare, dan membuat kondisi diare lebih buruk. Dokter Anda mungkin menyarankan untuk mengganti cairan rehidrasi oral untuk susu formula selama 12 hingga 24 jam.

Hindari makanan dan minuman tertentu. Cairan terbaik untuk anak yang sakit adalah solusi rehidrasi oral –air putih tidak menyediakan elektrolit penting, dan meskipun minuman olahraga mengandung cukup elektrolit, mereka cenderung mengganti elektrolit yang hilang melalui keringat, bukan melalui diare atau muntah. Hindari memberikan anak Anda minuman susu, soda, minuman berkafein, jus buah, atau gelatin yang tidak menghilangkan dehidrasi, malah membuat gejala semakin buruk.

Mengobati dehidrasi pada orang dewasa yang sakit

Kebanyakan orang dewasa dengan dehidrasi ringan atau dehidrasi tingkat sedang akibat diare, muntah, atau demam, dapat memperbaiki kondisi mereka dengan minum lebih banyak air. Air adalah cairan yang paling baik dibanding minuman lain seperti jus buah, minuman berkarbonasi, kopi (minuman ini cenderung membuat dehidrasi menjadi lebih buruk).

Mengobati dehidrasi pada atlet dari beragam usia

Untuk latihan yang berhubungan dengan dehidrasi, air dingin adalah cairan pengganti yang paling baik. Minuman olahraga yang mengandung elektrolit dan larutan karbohidrat juga dapat membantu. Tidak perlu untuk mengkonsumsi tablet garam –terlalu banyak garam dapat menyebabkan dehidrasi hypernatremic, kondisi dimana tubuh tidak hanya kekurangan air, tetapi juga memiliki kelebihan natrium.

Mengobati dehidrasi yang parah

Anak-anak dan orang dewasa yang menderita dehidrasi parah harus ditangani oleh personel gawat darurat setibanyak di ambulans atau di ruang gawat darurat, mereka akan menerima garam dan cairan pengganti melalui pembuluh darah (menggunakan intravena) daripada melalui mulut. Hidrasi intravena memberikan tubuh air dan nutrisi penting jauh lebih cepat daripada yang dilakukan melalui mulut – sesuatu hal yang penting dalam situasi yang mengancam jiwa.

Pencegahan

Untuk mencegah dehidrasi, minum lebih banyak cairan dan makan makanan yang banyak mengandung air seperti sayur dan buah-buahan. Membiarkan rasa haus menjadi pedoman Anda untuk memperoleh lebih banyak air dapat dilakukan oleh orang sehat. cairan dapat diperoleh tidak hanya dari air, tetapi juga dari minuman dan makanan lain. Tetapi, jika Anda berolahraga, jangan menunggu rasa haus untuk mengisi tubuh Anda dengan cairan penting.

Dalam kondisi tertentu, Anda mungkin perlu untuk mengkonsumsi lebih banyak cairan dari biasanya:

– Saat sakit. Mulai berikan tambahan cairan atau cairan rehidrasi oral pada saat kemunculan tAnda-tAnda awal dari penyakit – jangan menunggu sampai dehidrasi terjadi. Meskipun minuman tradisional seperti jahe ataupun soda terdengar menarik, mereka mengandung terlalu banyak gula namun hanya sedikit natrium yang terkandung sehingga tidak akan mencukupi untuk mengganti elektrolit yang hilang.

– Olahraga. Secara umum, cara terbaik adalah untuk memulai hari dengan menghidrasi tubuh sebelum melakukan latihan yang berat. Produksi urin yang encer dan bening merupakan indikasi bahwa Anda terhidrasi dengan baik. Sebelum berolahraga, minumlah 1 sampai 3 gelas air. Selama kegiatan olahraga, minumlah secara berkala, dan minum air atau cairan lain setelah Anda selesai.

Perlu diketahui bahwa minum terlalu banyak air tidak hanya menyebabkan kembung dan ketidaknyamanan, tetapi juga menyebabkan kondisi fatal dimana natrium darah menjadi terlalu rendah (hiponatremia). Hal ini terjadi ketika Anda minum lebih banyak cairan namun tidak banyak air yang dikeluarkan melalui keringat.

– Lingkungan. Anda perlu minum air tambahan ketika cuaca panas atau lembab untuk membantu menurunkan suhu tubuh Anda dan untuk menggantikan cairan yang hilang melalui keringat. Anda juga mungkin perlu tambahan air ketika cuaca dingin jika Anda berkeringat saat mengenakan pakaian yang hangat (terisolasi). Udara dalam ruangan yang dipanaskan dapat menyebabkan kulit Anda kehilangan kelembaban, hal ini meningkatkan kebutuhan harian cairan Anda. ketinggian lebih dari 8200 kaki (2500 meter) juga dapat mempengaruhi jumlah air yang dibutuhkan tubuh. Jika dehidrasi terjadi ketika Anda berolahraga dalam cuaca panas, pergilah ke tempat yang teduh, berbaring, dan mulai minum air atau minuman olahraga. Atlet muda harus memberitahukan pelatihnya jika ia mengalami gejala dehidrasi.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *