Causalgia (Complex Regional Pain Syndrome)

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Causalgia (Complex Regional Pain Syndrome)


Causalgia atau bisa disebut complex regional pain syndrome (CRPS) adalah suatu kondisi kronis dan tak umum yang biasanya menyerang tangan atau kaki. Rasa sakit sebagian pada anggota tubuh ini tentunya dapat memengaruhi sebagian anggota tubuh lainnya.  

CRPS ini kerap ditAndai dengan rasa sakit atau ngilu yang teramat sangat. Pada daerah yang sakit biasanya terjadi pembengkakan, perubahan warna kulit dan perubahan suhu badan, berkeringat yang tidak normal serta hipersensitif.

Gejala

Gejala utama dari CRPS adalah rasa sakit yang parah pada sebagian anggota tubuh dan makin lama rasa sakit itu makin parah. TAnda-tAnda dan gejalanya meliputi:

• Rasa sakit seperti terbakar di tangan, lengan, kaki atau telapak kaki.

• Kulit menjadi sensitif.

• Terjadi perubahan suhu badan, warna kulit dan teksturnya. Terkadang kulit pada area yang sakit berkeringat, tapi ada kalanya dingin. Warna kulit berubah mulai dari putih, kemerahan atau bahkan kebiruan. Kulit pada daerah sakit bisa berubah menjadi agak lunak, menipis atau kadang mengkilap.

• Terjadi perubahan pertumbuhan pada rambut dan kuku.

• Area sakit kadang kaku, bengkak dan mudah terkelupas.

• Otot terasa kejang dan badan lesu.

• Anggota tubuh yang sakit sulit digerakkan.

Namun, gejala-gejala itu bisa berubah-ubah dan berbeda pada setiap penderitanya. Yang paling sering terjadi adalah pembengkakan, kulit kemerahan, suhu tubuh berubah-ubah dan hipersensitif (terutama terhadap dingin dan sentuhan). Semakin lama, anggota tubuh yang sakit terasa dingin dan pucat. Selain itu terjadi perubahan pada pertumbuhan rambut dan kuku, sementara otot kejang dan mengeras.

Diagnosis

Diagnosis terhadap CRPS didasarkan pada tes fisik dan riwayat medis si penderita. Sejauh ini tes tak hanya dilakukan sekali untuk mendiagnosis CRPS, namun prosedur di bawah ini mungkin dapat membantu:

• Pemindaian tulang. Zat radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk melihat tulang Anda melalui kamera khusus. Prosedur ini dapat meningkatkan sirkulasi darah pada area yang sakit.

• Tes sistem saraf sympathetic. Tes ini untuk mengetahui gangguan pada sistem saraf. Misalnya, thermography akan mengukur suhu kulit dan aliran darah pada daerah yang sakit. Tes lainnya dapat mengukur jumlah keringat pada daerah yang sakit. Hasil tes yang berbeda dapat mengindikasikan terjadinya CRPS.

• Sinar X. Sinar X dapat mengetahui hilangnya mineral dari tulang Anda pada tahap lanjut CRPS.

Magnetic resonance imaging (MRI). Gambar yang ditangkap oleh MRI dapat menunjukkan sejumlah perubahan jaringan.

Penyebab & Faktor Risiko

Sejauh ini belum diketahui penyebab pasti dari CRPS, tapi seringkali dampulak ikutan setelah sakit atau cedera. Terapi untuk CRPS sangat efektif jika dilakukan sejak dini.

Ada dua tipe CRPS dengan tAnda-tAnda dan gejala yang sama tapi berbeda penyebabnya.

• Tipe 1. Sebelumnya dikenal sebagai reflex sympathetic dystrophy syndrome, tipe ini terjadi setelah sesorang mengalami sakit atau cedera. Namun kondisi ini tidak langsung merusak syaraf pada bagian tubuh yang sakit. Sekitar 90% CRPS yang terjadi adalah tipe 1.

• Tipe 2. Kondisi ini disebut sebagai causalgia, yang biasanya dampulak ikutan dari cedera saraf tertentu.

Banyak kasus CRPS muncul setelah terjadi trauma berat pada lengan atau kaki, seperti tertembus peluru atau terkena serpihan bom. Sementara lainnya disebabkan oleh trauma sedang dan ringan, seperti operasi, serangan jantung, infeksi, patah tulang atau bahkan pergelangan kaki terkilir. Sejauh ini belum diketahui pasti mengapa cedera seperti ini sampai memicu CRPS.

Jika complex regional pain syndrome ini tak didiagnosis dan ditangani sejak dini, penyakit ini akan bertambah parah dan mengarah pada gejala terjadinya kelumpuhan karena anggota badan yang sakit semakin sulit digerakkan. Komplikasi ini meliputi:

• Atrophia (tak tumbuh). Jika Anda memilih untuk tak menggerakkan bagian yang sakit akrena terlalu sakit atau memang sulit digerakkan, lama kelamaan kulit dan otot Anda tak tumbuh.  

• Kontraksi. Anda bisa mengalami kejang otot atau mengeras. Hal ini akan memicu terjadinya suatu kondisi di mana tangan, jari tangan dan jari kaki terkontraksi ke satu posisi yang tetap. Kadang-kadang CRPS dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Gejalanya sebagai berikut.

• Tipe berkelanjutan. Gejalanya adalah rasa sakit berpindah dari satu daerah pada tubuh ke bagian lainnya, seperti dari tangan ke bahu, atau ke wajah.

• Tipe cermin. Gejalanya adalah rasa sakit pindah dari satu area ke area di seberangnya, misalnya dari lengan kiri ke lengan kanan.

• Tipe mandiri. Kadang-kadang gejalanya rasa sakit itu melompat ke area yang berjauhan, misalnya dari area telapak kaki ke daerah paha dan sebagainya.

Kapan Harus ke Dokter ?

Kalau Anda rasa sakit secara tiba-tiba pada sebagian anggota tubuh dan area yang sakit sulit digerakkan, segera pergi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Penting untuk melakukan terapi CRPS sejak dini.


Pencegahan

Langkah-langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko terkena CRPS.

– Segera minum vitamin C setelah mengalami patah tulang. Studi menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengkonsumsi vitamin C setiap hari setelah mengalami patah tulang, akan memiliki risiko lebih rendah terserang CRPS ketimbang mereka yang tak mengkonsumsi vitamin C.

– Mobilisasi dini pascastroke. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa mereka yang cepat melakukan latihan gerak setelah terserang stroke (mobilisasi dini), akan lebih rendah risikonya terkena CRPS.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *