Cara penyimpanan vaksin dan antisera yang baik dan benar

FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Cara penyimpanan vaksin dan antisera yang baik dan benar

By | 14/11/2018

Vaksin dan antisera (antiserum) merupakan produk biologi yang akan kehilangan potensinya, seiring dengan waktu. Oleh sebab itu, faktor-faktor berikut harus diperhatikan terkait penyimpanan vaksin, agar potensi dan khasiatnya tetap terjaga sampai saat akan digunakan.

SUHU

Potensi vaksin akan cepat menurun apabila terpapar suhu yang tinggi. Untuk menjaga kualitasnya, vaksin secara kontinyu harus disimpan pada suhu yang sesuai. Sekali vaksin kehilangan potensinya, tidak akan dapat diperbaiki, dan vaksin tidak akan memberi perlindungan terhadap penyakit sesuai yang diharapkan. Vaksin sensitif terhadap panas, dan beberapa vaksin juga sensitif terhadap dingin (pembekuan). Vaksin beku-kering menjadi lebih sensitif terhadap panas setelah dilarutkan. Oleh sebab itu perlu diperhatikan suhu penyimpanan yang sesuai untuk masing-masing vaksin.

SINAR MATAHARI

Beberapa vaksin sangat sensitif terhadap cahaya, paparan terhadap sinar ultraviolet dapat menyebabkan hilangnya potensi vaksin. Vaksin BCG dan Campak, memiliki tingkat sensitivitas yang sama terhadap cahaya dan terhadap panas. Agar tidak mengalami kerusakan dalam waktu yang sangat singkat, bahan biologi termasuk vaksin dan antisera harus dilindungi terhadap paparan sinar matahari.

KELEMBABAN

Pengaruh kelembaban dapat dihindari jika vaksin dikemas dengan baik (menggunakan ampul atau botol bertutup kedap), dan tidak disimpan secara terbuka.

CARA PENGEMASAN SELAMA PENGIRIMAN

Pada umumnya vaksin dan antisera harus dikirimkan dalam keadaan dingin, sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Selama pengiriman, kemasan harus sedemikian rupa agar kondisi suhu yang baik tetap dapat dipertahankan.

DALUARSA

Walaupun disimpan pada suhu yang sesuai, potensi vaksin tidak akan terjaga selamanya. Setiap vaksin dan antisera memiliki tanggal daluarsa, yaitu tanggal dimana vaksin harus digunakan. Tanggal daluarsa tercantum pada setiap etiket vial dan dus vaksin, dan valid selama vaksin disimpan dan ditansportasikan sesuai kondisi yang dipersyaratkan.

PENGGUNAAN VAKSIN DALAM VIAL DOSIS GANDA YANG SUDAH DIBUKA DALAM RANGKAIAN SESI IMUNISASI

Keamanan vaksin dalam kemasan vial dosis ganda yang sudah dibuka, terutama tergantung pada resiko kontaminasi organisme patogen dan efek bakteriostatik atau virusidal dari pengawet. Resiko kontaminasi lebih tinggi pada kemasan dosis ganda daripada kemasan tunggal, karena vaksin terpapar berulang setiap kali pengambilan dosis. Kebanyakan vaksin beku kering (lyophilized) tidak mengandung pengawet dan tidak boleh disimpan melebihi rekomendasi produsen.

Daftar pustaka:

[bg_collapse view=”button-blue” color=”#fff” expand_text=”Show” collapse_text=”Hide” ]

Petunjuk Penyimpanan. http://www.biofarma.co.id/id/untuk-profesional-kesehatan/48840-2/. Diakses 14 November 2018.

[/bg_collapse]