Campak (Rubeola)

By | February 8, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Campak (Rubeola)


Campulak (Rubeola, campulak 9 hari) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditAndai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit. Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campulak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada. Sebelum vaksinasi campulak digunakan secara meluas, wabah campulak terjadi setiap 2-3 tahun, terutama pada anak-anak usia pra-sekolah dan anak-anak SD.

Jika seseorang pernah menderita campulak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Gejala

Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:

– Nyeri tenggorokan

– Hidung meler

– Batuk

– Nyeri otot

– Demam

– Mata merah

Fotofobia (rentan terhadap cahaya, silau). Dua hingga empat hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampulak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah sampuling. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar. Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya menkapsulai 40 derajat Celsius.  Tiga hingga lima hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas. Pemeriksaan lain yang mungkin perlu dilakukan:

– Pemeriksaan darah

– Pembiakan virus

Serologi campulak.

Penyebab & Faktor Risiko

Campulak disebabkan oleh paramiksovirus.  Penularan terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campulak. Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul. Kekebalan terhadap campulak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun).  

Orang-orang yang rentan terhadap campulak adalah:

– Bayi berumur lebih dari 1 tahun

– Bayi yang tidak mendapatkan imunisasi

– Remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Komplikasi

Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campulak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi yang bisa menyertai campulak:

  1. Infeksi bakteri – Pneumonia – Infeksi telinga tengah
  2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan
  3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.


Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Tidak ada pengobatan khusus untuk campulak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen.  Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik.

Pencegahan

Vaksin campulak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campulak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Jika hanya mengandung campulak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *