BRONKITIS

By | February 7, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > BRONKITIS


Bronkitis adalah peradangan pada bronkus, yaitu saluran yang mengalirkan oksigen ke dalam paru-paru dan mengeluarkan karbondioksida sebagai sisa dari hasil oksidasi. Bronkitis bisa saja akut atau kronis.

Secara umum, bronkitis akut sering terjadi akibat pilek atau infeksi saluran napas lainnya. Sementara bronkitis kronis kondisinya lebih parah, yaitu terjadinya iritasi atau peradangan pada bronkus. Kebiasaan merokok adalah salah satu penyebab utamanya.    

Bronkitis akut biasanya membaik dalam beberapa hari meski dampulaknya masih terlihat, yang ditAndai dengan batuk selama beberapa pekan. Tapi jika setelah itu Anda kembali mengalami bronkitis, itu artinya Anda mengidap bronkitis kronis dan Anda tentunya membutuhkan perawatan medis. Bronkitis kronis adalah salah satu kondisi yang termasuk dalam penyakit paru obstruktif kronis (COPD).

Terapi dan pengobatan bronkitis difokuskan untuk meringankan gejalanya dan melancarkan kembali pernapasan penderitanya.

Ada beberapa tAnda dan gejala pada kondisi bronkitis akut dan kronis:

– Batuk

– Produksi mukus atau dahak (sputum) berlebih

– Napas pendek  

– Napas berbunyi

– Kelelahan

– Demam dan menggigil

– Dada sesak

Dalam kondisi bronkitis akut, biasanya si penderita akan tetap mengalami batuk selama berpekan-pekan meski sudah sembuh dari bronkitis. Namun, gejala-gejala bronkitis kadang menipu, karena ada kalanya penderita bronkitis tak menghasilkan dahak Anda bisa saja terkena bronkitis kronis tanpa lebih dulu mengalami bronkitis akut.

Gejala

Jika Anda mengalami bronkitis kronis, peradangan jangka panjang dapat menyebabkan bronkus tergores, yang akan memicu produksi dahak berlebih. Lama kelamaan lapisan bronkus ini akan menebal dan saluran napas akan mengalami luka. TAnda-tAnda dan gejala bronkitis kronis antara lain:

– Batuk yang parah pada pagi hari dan pada kondisi lembab.

– Sering mengalami infeksi saluran napas (seperti misalnya pilek atau flu) yang dibarengi dengan batuk

Jika Anda mengalami bronkitis kronis, biasanya butuh waktu ketika gejalanya sudah semakin parah. Pada saat itu, Anda mungkin sudah mengalami bronkitis akut, yang disebabkan oleh virus atau bakteri.

Penyebab & Faktor Risiko

Bronkitis akut Virus yang sama yang menyebabkan pilek seringkali memicu terjadinya bronkitis akut. Tapi Anda bisa saja mengalami bronkitis karena menghirup asap rokok atau polutan yang berasal dari bahan pembersih rumahtangga dan lainnya.

Bronkitis bisa juga terjadi akibat seringnya asam lambung masuk ke saluran makanan di tenggorokan dan sebagian jatuh di saluran napas atas. Kondisi ini disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Dan para pekerja yang kerap terpapar partikel debu tertentu atau asap bisa juga mengalami bronkitis. Tapi bronkitis akut ini bisa sembuh jika di penderita tak lagi terpapar material pembuat iritasi itu.

Bronkitis kronis Ketika peradangan dan penebalan lapisan bronkus menjadi permanen, itu bisa disebut sebagai bronkitis kronis. Anda bisa dianggap menderita bronkitis kronis jika mengalami batuk hampulir sepanjang hari selama sedikitnya tiga bulan dalam setahun selama dua tahun berturut-turut. Namun, bagi perokok yang menderita bronkitis kronis, biasanya mereka mengalami batuk hampulir setiap hari.

Tak seperti bronkitis akut, bronkitis kronis adalah penyakit serius dan terus menerus. Penyebab utamanya adalah merokok, tapi polusi udara, debu atau gas beracun dapat juga memicu kondisi ini.   

Bronkitis tunggal Bronkitis tunggal, yaitu bronkitis yang terjadi hanya sekali, biasanya tak terlalu mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini dapat menyebabkan pneumonia pada sebagian kalangan. Para manula, bayi, perokok dan mereka yang mengalami gangguan pernapasan kronis memiliki risiko tertinggi terkena pneumonia.

Bronkitis berulang Bronkitis yang terjadinya berulang ini adalah penyakit serius. TAnda-tAndanya antara lain:

– Bronkitis kronis

– Asma

– Gangguan paru lainnya

Selain itu, jika Anda mengidap bronkitis kronis dan Anda tetap merokok, berarti risiko terkena kanker paru akan meningkat di atas normal yang biasanya dihadapi kaum perokok.

Berikut adalah pendekatan yang biasa dilakukan dokter untuk mendiagnosis bronchitis:

– Menggunakan stetoskop untuk mendengarkan desahan napas dan suara-suara aneh lainnya di dalam paru

– Memeriksa dada dengan menggunakan sinar X

– Melakukan tes darah – Menganilis dahak atau sputum

— pengujian untuk mengecek apakah ada bakteri pada dahak

– Melakukan pulmonary function test (PFT), untuk mengenyampulingkan penyebab lain dari gejala-gejala yang dialami

PFT Tes ini untuk mengetahui tAnda-tAnda asma atau emphysema. Selama tes fungsi paru ini, Anda diminta mengembuskan napas ke dalam sebuah alat yang dinamakan spirometer. Alat ini akan mengukur volume udara di dalam paru Anda setelah Anda mengambil napas dalam-dalam dan mengeluarkannya. Spirometer juga akan menunjukkan seberapa cepat Anda mengeluarkan udara dari dalam paru. Tes ini tak menyakitkan dan cuma butuh waktu beberapa menit. Jika Anda mengalami bronkitis berulang dan dokter tidak menyarankan melakukan PFT, jangan segan untuk minta dilakukan pengujian fungsi paru itu.

Bagi sebagian orang, pengobatan herbal diyakini cukup ampuluh untuk menyembuhkan bronkitis akut.

– Herbal Cina. Banyak orang bilang bahwa obat-obatan herbal China dapat menyembuhkan bronchitis akut. Tapi sejauh ini belum ada bukti dan sejumlah studi juga belum pernah merekomendasikan untuk memakai obat-obatan jenis ini dalam mengatasi bronkitis akut. Begitu juga dengan keamanannya, hingga saat ini belum diketahui apakah obat herbal asal negeri Tiongkok ini sudah terbukti aman bagi penderita bronkitis.

– Pelargonium sidoides. Tumbuhan asal Afrika Selatan ini telah  menunjukkan efektivitasnya dalam mengurangi gejala bronkitis. Tapi memang masih perlu pengujian lebih lanjut. Untuk itu, konsultasikan dengan dokter sebelum mencoba pengobatan herbal ini.

Kapan Harus ke Dokter ?

Bronkitis akut biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Tapi Anda harus segera ke dokter jika:

– Batuk Anda parah dan mengganggu tidur Anda. Dokter bisa memberikan resep obat pereda batuk agar Anda bisa tidur nyenyak.

– Anda mengalami sedikit demam lebih dari tiga hari atau suhu badan Anda lebih dari 38 derajat Celsius. Anda sulit bernapas, atau mengalami batuk darah, mengeluarkan dahak berwarna kuning atau hijau. Anda juga mengalami pneumonia. Dahak tak berwarna biasanya mengindikasikan infeksi karena bakteri, yang akan merespons terhadap antibiotik. Anda mungkin juga telah mengalami sinusitis.

– Batuk tak reda lebih dari tiga pekan. Bagi sebagian orang, peradangan akibat infeksi kronis dapat memicu terjadinya asma (asthma).

– Anda mengalami gangguan paru atau jantung kronis, termasuk asma, emphysema atau gagal jantung kongestif. Dari situ Anda mungkin sudah mengidap bronkitis. Kondisi ini memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi dari infeksi bronkus.

– Anda kembali mengalami bronkitis. Anda mungkin mengalami bronkitis kronis atau penyakit serius lainnya, misalnya asma atau bronchiectasis, yaitu peregangan saluran napas akibat sumbatan dahak.


Pencegahan

Kalau Anda sering terserang bronkitis, pasti ada yang salah dengan lingkungan Anda. Suhu dingin, lembab, apalagi terpolusi oleh asap rokok dan polusi udara, akan membuat Anda amat rentan terserang bronkitis. Jika demikian, maka perlu dipertimbangkan untuk mengubah lingkungan hidup dan kerja Anda.

Ada beberapa langkah penting untuk menekan risiko terserang bronkitis dan melindungi paru Anda:

– Jangan merokok dan jauhi para perokok. Asap rokok meningkatkan risiko terjadinya bronkitis kronis dan emphysema.

– Hindari mereka yang terserang pilek atau flu.

– Lakukan vaksinasi secara berkala. Banyak kasus bronkitis akut berasal dari influenza, yang bermula dari serangan virus. Dengan melakukan vaksinasi flu setahun sekali dapat mencegah Anda terserang flu.

– Suntik vaksin pneumonia. Jika Anda berusia di atas 60 tahun atau Anda memiliki faktor risiko seperti diabetes, penyakit jantung dan emphysema, pertimbangkan untuk melakukan vaksinasi pneumonia. Vaksin yang dikenal sebagai Prevnar ini dapat membantu melindungi anak-anak Anda dari serangan pneumonia. Vaksin ini direkomendasikan untuk semua anak di bawah usia 2 tahun atau mereka yang berada di kisaran usia 2 hingga 5 tahun.

– Selalu cuci tangan dengan sabun. Untuk mengurangi risiko terkena infeksi virus, seringlah mencuci tangan dan biasakan menggunakan sabun khusus untuk cuci tangan.

– Jika perlu pakai masker. Jika Anda banyak berhubungan dengan orang-orang yang sakit batuk atau flu, ada baiknya untuk memakai masker untuk menutup mulut dan hidung untuk mengurangi tertular.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *