BRONKIOLITIS

By | February 7, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > BRONKIOLITIS


Bronkiolitis adalah suatu peradangan pada bronkiolus (saluran udara yang merupakan percabangan dari saluran udara utama), yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus.

Bronkiolitis biasanya menyerang anak yang berumur di bawah 2 tahun.

Gejala

Gejala bronkiolitis berupa:

– Batuk

– Wheezing (bunyi napas mengi)

– Sesak napas atau gangguan pernapasan

– Sianosis (warna kulit kebiruan karena kekurangan oksigen)

– Takipneu (pernapasan yang cepat)

– Retraksi interkostal (otot di sela iga tertarik ke dalam karena bayi berusaha keras untuk bernapas)

– Pernapasan cuping hidung (cuping hidung kembang kempis)

– Demam (pada bayi yang lebih muda, demam lebih jarang terjadi).

 Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pada pemeriksaan dengan stetoskop terdengar wheezing dan ronki. Pemeriksaan lainnya adalah rontgen dada dan analisa gas darah.

Pengobatan

Kadang tidak perlu diberikan pengobatan khusus. Namun bisa dilakukan terapi suportif terdiri dari:

– Pemberian oksigen

– Udara yang lembab,

– Drainase postural atau menepuk dada untuk mengeluarkan lendir

– Istirahat yang cukup

– Pemberian cairan.

 Kadang bayi menjadi lelah dan mengalami serangan apneu (henti nafas). Jika hal ini terjadi, dilakukan intubasi dan pemasangan ventilator.

Pada bayi yang sangat muda dan sakit berat, kadang diberikan obat anti-virus ribavirin. Obat ini dapat mengurangi beratnya penyakit dan agar efektif harus diberikan pada awal penyakit.

 Prognosis

Setelah satu minggu, biasanya infeksi akan mereda dan gangguan pernapasan akan membaik pada hari ketiga. Angka kematian kurang dari 1%. Masa paling kritis adalah 48-72 jam pertama. Jarang terjadi bronkiolitis ulangan.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab bronkiolitis adalah RSV (respiratory syncytial virus). Virus lainnya yang menyebabkan bronkiolitis adalah parainfluenza, influenza dan adenovirus. Virus ditularkan melalui percikan ludah.

Meskipun pada orang dewasa RSV hanya menyebabkan gejala yang ringan, tetapi pada bayi bisa menyebabkan penyakit yang berat.

 Faktor risiko terjadinya bronkiolitis:

•  Usia kurang dari 6 bulan

•  Tidak pernah mendapatkan ASI

•  Prematur

•  Menghirup asap rokok.



Pencegahan

Beberapa tindakan pencegahan pada bronkiolitis:

•  Jangan membawa bayi berumur kurang dari 3 bulan ke tempat umum, terutama jika banyak anak-anak

•  Penderita infeksi saluran pernapasan harus mencuci tangan atau menggunakan masker jika berdekatan dengan bayi.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *