BERJALAN DALAM TIDUR (SLEEP WALKING)

By | February 7, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > BERJALAN DALAM TIDUR (SLEEP WALKING)


Sleep walking – juga dikenal sebagai somnambulism – adalah terbangun dan berjalannya seseorang saat sedang tidur. Paling umum terjadi pada anak-anak antara usia 4 dan 8 tahun. Sleep walking adalah peristiwa umum yang bukan merupakan masalah serius dan tidak memerlukan pengobatan. Meskipun demikian, kondisi ini dapat terjadi pada semua rentang usia dan mungkin menyertakan perilaku yang tidak biasa, bahkan berbahaya, seperti memanjat keluar jendela, kencing di lemari, atau kencing di tempat sampulah.

Jika ada anggota keluarga yang tidur berjalan, penting sekali untuk melindungi mereka dari cedera yang dapat timbul akibat perilaku itu.

Gejala

Sleep walking diklasifikasikan sebagai parasomnia – yakni perilaku atau pengalaman yang tidak diinginkan selama tidur. Sleep walking adalah parasomnia yang terjadi selama tidur yang lelap tanpa mimpi (non-rapid eye movement atau NREM). Orang yang mengalami sleep walking mungkin dapat:

·      Terduduk di tempat tidur dan membuka matanya

·      Memiliki ekspresi mata mengkilap dan berkaca-kaca

·      Berkeliaran di sekitar rumah, mungkin membuka dan menutup pintu atau menyalakan-mematikan lampulu.

·      Melakukan kegiatan rutin, seperti berpakaian, membuat makanan, atau bahkan mengemudi mobil.

·      Berbicara atau bergerak secara kikuk

·      Berteriak, terutama jika mengalami teror malam – yaitu jenis lain dari parasomnia dimana ia akan duduk, berteriak, berbicara, memukul dan menendang

·      Sulit untuk bangun ketika mengalami sleep walk

Sleep walking biasanya terjadi pada saat tidur nyenyak – di awal malam – umumnya satu atau dua jam setelah tertidur. Namun sleep walking tidak mungkin terjadi selama tidur siang. Ketika mengalami sleep walking, ia tidak akan ingat apa yang terjadi pada keesokan paginya. Sleep walking dapat jarang terjadi, dapat pula sering, ataupun terjadi beberapa malam berturut-turut. Perilaku sleep walking yang terjadi pada anak-anak biasanya akan hilang saat mereka menginjak remaja, karena waktu tidur nyenyak yang mereka dapatkan semakin berkurang.

Penyebab & Faktor Risiko

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap sleep walking, termasuk:

·      Kekurangan tidur

·      Kelelahan

·      Stres

·      Kecemasan

·      Demam

·      Tidur di lingkungan yang tak dikenal

·      Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti zolpidem

Sleep walking juga kadang dikaitkan dengan kondisi mendasar yang mempengaruhi tidur, seperti:

·      Gangguan pernapasan saat tidur – merupakan gangguan yang ditAndai dengan pola pernapasan yang abnormal selama tidur. Sleep apnea obstruktif adalah jenis gangguan yang paling umum.

·      Sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome)

·      Migrain

·      Cedera kepala

Dalam kasus yang lain, penggunaan alkohol, obat-obatan terlarang atau obat tertentu, termasuk beberapa jenis antihistamin, sedatif, dan pil tidur – dapat memicu terjadinya sleep walking.

Faktor risiko

Sleep walking nampulaknya lebih mudah ditemui pada keluarga yang pernah mengalami hal serupa. Ketika salah satu atau bahkan kedua orangtua pernah memiliki sejarah sleep walking, maka kemungkinan anak untuk mengalami gejala yang sama cukup besar.

Komplikasi

Sleep walking memang tidak selalu harus dikhawatirkan, namun dampulak dari kondisi ini dapat mudah melukai diri sendiri – terutama jika mereka berkeliaran di luar ruangan atau mengendarai mobil ketika tertidur. Gangguan tidur yang berkepanjangan dapat menyebabkan kantuk yang berlebihan di siang hari, sehingga dapat memunculkan masalah (perilaku) di sekolah. Sleep walking juga biasanya akan mengganggu tidur orang lain.

Kapan Harus ke Dokter ?

Sleep walking yang terjadi sesekali biasanya tidak mengkhawatirkan. Anda dapat berbicara secara bebas mengenai sleep walking ketika anak menjalani pemeriksaan fisik rutin. Namun, segera konsultasikan dengan dokter jika kejadian sleep walking:

·      Menjadi lebih sering

·      Mengarah ke perilaku berbahaya atau menimbulkan cedera

·      Disertai dengan tAnda atau gejala lain

·      Berlanjut ketika anak menginjak remaja

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Terapi dan pengobatan

Pengobatan untuk sleep walking biasanya tidak diperlukan. Jika Anda melihat anak atau orang lain dalam rumah mengalami sleep walking, bimbinglah (dengan lembut) kembali ke tempat tidur. Membangunkan orang yang mengalami sleep walking memang tidak berbahaya, tetapi dapat mengganggu. Anak kecil yang mengalami sleep walking biasanya akan kebingungan ketika mereka dibangunkan. Sementara orang dewasa kemungkinan akan marah dan menyerang orang yang membangunkan mereka.

Pengobatan untuk orang dewasa yang mengalami sleep walking biasanya melalui hipnosis. Dalam kasus yang jarang, sleep walking berasal dari penggunaan obat tertentu, sehingga perubahan jenis obat mungkin diperlukan.

Jika sleep walking menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari atau menimbulkan cedera serius, dokter dapat merekomendasikan pengobatan. Kadang-kadang penggunaan benzodiazepine atau anti depresan tertentu dapat menghentikan kondisi berjalan dalam tidur.

Jika sleep walking dikaitkan dengan kondisi kesehatan medis atau mental, perawatan biasanya ditujukan pada masalah yang mendasarinya. Misalnya, jika sleep walking disebabkan oleh gangguan tidur seperti sleep apnea obstruktif, maka dengan menggunakan continuous positive airway pressure (CPAP), yakni mesin yang memberikan tekanan udara melalui masker yang ditempatkan di atas hidung  – dapat membuat bagian atas saluran napas terbuka.

Gaya hidup dan pengobatan di rumah

Jika sleep walking menjadi masalah serius bagi Anda atau anak, berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

·      Membuat lingkungan aman untuk sleep walker. Untuk mencegah cedera, Anda dapat menutup dan mengunci semua jendela dan pintu pada malam hari. Anda juga dapat meletakkan alarm atau lonceng di pintu, memblok pintu/tangga dengan gerbang, serta memindahkan kabel listrik atau benda lain yang menimbulkan bahaya tersandung. Jika anak tidur sambil berjalan, jangan biarkan dia tidur di kasur bertingkat. Jauhkan juga benda tajam dan rapuh di luar jangkauan mereka.

·      Cukup tidur. Kelelahan dapat menjadi salah satu faktor terjadi sleep walking. Cobalah tidur lebih awal atau tidur lebih teratur.

·      Membentuk rutinitas bersantai sebelum tidur. Anda dapat melakukan kegiatan yang menenangkan seperti membaca buku, mengisi teka-teki, atau berendam dalam air hangat sebelum tidur. Meditasi atau latihan relaksasi juga dapat membantu.

·      Tangani stres. Identifikasikan hal-hal yang membuat Anda stres, lalu lakukan brainstorming untuk mengatasi stress tersebut. Jika tampulak cemas atau stres, bicarakan tentang apa yang mengganggunya.

·      Lihat pola. Jika mengalami sleep walking, buatlah catatan mengenainya. Selama beberapa malam, perhatikan berapa lama setelah anak tertidur sleep walking terjadi. Jika waktunya cukup konsisten, Anda dapat membangunkan anak sekitar 15 menit sebelum terjadi sleep walking. Biarkan anak Anda terjaga selama 5 menit, kemudian biarkan dia tertidur lagi.

Hal yang terpenting adalah tetap berpikir positif. Meskipun sleep walking cukup mengganggu, namun hal bukan merupakan kondisi yang serius – dan biasanya hal itu hilang dengan sendirinya.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *