Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) (Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH) Anak)

By | February 7, 2015 |


Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) atau Gangguan Pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (GPPH) adalah kondisi kronis yang dialami jutaan anak dan seringkali bertahan hingga dewasa. GPPH terdiri dari kombinasi beberapa masalah, seperti kesulitan dalam mempertahankan perhatian, hiperaktivitas, dan perilaku yang impulsif. Anak dengan GPPH mungkin mengalami gangguan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, rasa percaya yang redah, dan prestasi yang buruk di sekolah.

Sekalipun terapi saat ini belum bisa menyembuhkan GPPH, akan tetapi terapi akan sangat meringankan gejala yang dialami oleh anak. Terapi yang dilakukan biasanya meliputi pengobatan dan intervensi perilaku. 

Ditegakkannya diagnosis GPPH dapat menyebabkan rasa takut, dan gejala yang dialami penderita dapat menyusahkan, baik untuk anak itu sendiri maupun orang tuanya. Namun, penatalaksanaan GPPH dapat membawa perubahan yang besar dan sebagian besar anak dengan GPPH dapat tumbuh menjadi manusia dewasa yang normal.

Gejala

Dahulu, GPPH disebut sebagai ADD (attention-deficit disorder/gangguan pemusatan perhatian). Tetapi, GPPH sekarang adalah istilah yang lebih disukai karena mendeskripsikan dua aspek utama dari kondisi tersebut, yaitu kesulitan memusatkan perhatian dan perilaku yang hiperaktif dan impulsif.

Walaupun banyak anak dengan ADHD memiliki kecenderungan lebih ke salah satu kategori, sebagian besar anak mengalami kombinasi kesulitan memusatkan perhatian dan perilaku hiperaktif dan impulsif saat mengerjakan aktivitas yang membutuhkan usaha pemusatan perhatian. Gejala ADHD menjadi semakin jelas saat melakukan aktivitas yang membutuhkan mental yang terfokus.

Untuk didiagonosa sebagai ADHD, tAnda dan gejala dari gangguan harus muncul sebelum usia 7 tahun. Pada beberapa anak, tAnda dari ADHD dapat terlihat sejak usia 2 atau 3 tahun.

 TAnda dan gejala dari kesulitan memusatkan perhatian adalah:

  • Sering gagal saat memusatkan perhatian pada hal-hal detail atau membuat kesalahan yang ceroboh pada pekerjaan sekolah atau aktivitas lain
  • Sering mengalami kesusahan mempertahankan perhatian saat mengerjakan tugas atau bermain.
  • Terlihat tidak mendengar bahkan saat diajak berbicara secara langsung.
  • Memiliki kesulitan mengikuti instruksi dan sering kali gagal untuk menyelesaikan pekerjaan sekolah, pekerjaan rumah, atau tugas-tugas lainnya.
  • Sering mengalami kesusahan mengatur tugas atau aktivitas.
  • Menghindari atau tidak menyukai pekerjaan yang membutuhkan pemusatan perhatian dalam jangka panjang, seperti pekerjaan sekolah atau pekerjaan rumah.
  • Seringkali kehilangan barang yang dibutuhkan, seperti buku, pensil, mainan, atau peralatan.
  • Dapat dialihkan perhatiannya dengan mudah.
  • Biasanya pelupa

 

 

TAnda dan gejala dari perilaku hiperaktif dan impulsif adalah:

  • Seringkali gelisah atau menggeliat
  • Sering kali meninggalkan tempat duduknya di ruang kelas atau di situasi lain saat diminta untuk tetap duduk
  • Sering kali lari atau memanjat berlebihan saat tidak pantas atau apabila remaja sering kali merasa gelisah
  • Susah bermain dengan tenang
  • Seperti selalu ingin bepergian
  • Bicara berlebihan
  • Menjawab sebelum pertanyaan telah selesai dikatakan
  • Seringkali mengalami kesusahan menunggu gilirannya
  • Seringkali menghambat atau mengganggu pembicaraan orang lain atau permainan

 Perilaku ADHD dapat berbeda pada anak lelaki atau perempuan: 

  • Anak lelaki lebih mungkin utama pada sifat hiperaktif, sedangkan perempuan lebih sering tidak terdiagnosis karena biasanya mengalami kesulitan memusatkan perhatian namun bersikap lebih tenang.
  • Anak perempuan yang memiliki gangguan pemusatan perhatian biasanya melamun, tetapi anak lelaki biasanya bermain atau mengganggu tanpa tujuan.
  • Anak lelaki kurang sesuai dengan guru dan orang dewasa lainnya sehingga biasanya gejala tampulak lebih nata.

 Anda dapat menduga perilaku anak Anda diakibatkan ADHD apabila Anda menyadari adanya gangguan pemusatan perhatian atau perilaku hiperaktif atau impulsif yang konsisten yang: 

  • Bertahan lebih dari 6 bulan
  • Terjadi lebih dari satu tempat saja (biasanya di rumah dan sekolah)
  • Seringkali mengganggu aktivitas sekolah, bermain, dan aktivitas lainnya
  • Mengganggu dalam hubungan dengan orang dewasa ataupun anak-anak lainnya

 Perilaku Normal dibanding dengan ADHD

Sebagian besar anak yang sehat susah memusatkan perhatian, hiperaktif, atau impulsive pada satu waktu. Sebagai contoh, orang tua yang khawatir bahwa anaknya yang berusia 3 tahun tidak dapat mendengarkan cerita dari awal sampai akhir bisa jadi memiliki ADHD. Namun, hal ini normal pada anak yang usia prasekolah memiliki kemampuluan pemusatan perhatian yang relatif singkat dan tidak dapat melakukan satu aktivitas tertentu dalam jangka waktu panjang. Bahkan pada anak yang lebih dewasa ataupun remaja, pemusatan perhatian sering kali bergantung pada minat. Sebagian besar remaja dapat mendengarkan musik atau bicara dengan temannya selama berjam-jam namun kurang fokus pada saat mengerjakan pekerjaan rumah.

Hal yang sama juga terjadi pada hiperaktivitas. Anak kecil muda biasanya energik – mereka biasanya menyebabkan orang tuanya lelah jauh sebelum mereka lelah. Mereka juga dapat menjadi lebih aktif saat kelelahan, lapar, cemas, atau dalam lingkungan yang baru. Selain itu, sebagian anak memiliki tingkat aktivitas yang lebih dibanding yang lain. Anak seharusnya tidak dianggap memiliki ADHD hanya karena berbeda dari temannya atau saudaranya.

Anak yang memiliki masalah di sekolah tetapi dapat bergaul dengan baik di rumah atau temannya mungkin mengalami masalah lain selain ADHD. Hal yang sama juga terjadi pada anak yang hiperaktif atau tidak dapat memusatkan perhatian, tetapi dapat mengerjakan pekerjaan rumah dan hubungan dengan teman yang tetap baik.

Penyebab & Faktor Risiko

Komplikasi 

GPPH dapat menyusahkan kehidupan anak Anda. Anak dengan GPPH: 

  • Sering kali mengalami masalah di sekolah, sehingga dapat gagal secara akademis dan dinilai buruk oleh anak lain dan orang dewasa
  • Biasanya lebih sering mengalami kecelakan dan cedera dibanding anak yang tidak mengalami ADHD
  • Lebih mungkin mengalami masalah berinteraksi dengan rekan atau orang dewasa
  • Lebih berisiko menyalahgunakan obat-obatan atau alcohol dan perilaku nakal lainnya

 Kondisi Penyerta

ADHD tidak menyebabkan gangguan psikologis atau perkembangan lainnya. Tetapi, anak dengan ADHD lebih mungkin mengalami kondisi seperti: 

  • Oppositional defiant disorder (ODD). Kondisi ini biasanya didefinisikan sebagai pola negative, menantang, dan bermusuhan terhadap figure yang berwenang.
  • Conduct disorder. Adalah bentuk yang lebih serius dibandung ODD. Conduct disorder ditAndai perilaku antisocial seperti mencuri, berkelahi, menghancurkan property, dan menyakiti orang lain atau hewan.
  • Gangguan bipolar atau depresi. Depresi seringkali terjadi di anak dengan ADHD. Sebagian anak dapat mengalami gangguan bipolar yang teridir dari depresi dan juga perilaku manic.
  • Gangguan cemas. Anxiety disorders/gangguan cemas biasanya terjadi cukup sering pada anak dengan ADHD dan dapat menyebabkan kegelisahan berlebih, rasa gugup, dan gejala  ADHD yang lebih buruk. Saat gangguan cemas terkontrol, anak biasanya lebih baik dalam menghadapi gejala ADHD. 
  • Kesulitan belajar. Tidak mampulu belajar sering terjadi pada anak dengan ADHD. Namun, pelajar yang berbakat juga dapat mengalami ADHD. Anak dengan ADHD dan kesulitan belajar membutuhkan perhatian lebih di sekolah atau bahkan pendidikan special. 

Tourette syndrome. Banyak anak dengan ADHD memiliki sindroma Tourette, yaitu gangguan neurologis yang ditAndai gerakan otot yang kompulsif atau vocal tics.

Kapan Harus ke Dokter ?

Apabila Anda khawatir bahwa anak Anda memiliki tAnda dari ADHD, seperti gangguan berkonsentrasi, kesusahan duduk diam, atau tidak dapat mengatur perilakunya sendiri, temuilah dokter anak atau dokter keluarga Anda. Dokter Anda dapat merujuk Anda ke spesialis, tetapi penting untuk melakukan evaluasi medis terlebih dahulu untuk memeriksa apakah ada penyebab lain dari gangguan yang dialami anak Anda.

Apabila anak Anda sudah diobati karena ADHD, ia harus datang ke dokter secara berkala, minimal tiap 6 bulan apabila gejalanya stabil. Pastikan untuk mendiskusikan seberapa sering anak Anda perlu datang ke dokter. Hubungi dokter apabila anak Anda mengalami efek samping pengobatan, seperti kekurangan nafsu makan, gangguan tidur, atau mudah rewel. Sebagian anak yang mendapat medikasi stimulant dapat kehilangan nafsu makan dan mengalami kesulitan mempertahankan laju pertumbuhan tinggi dan berat badannya. Namun, biasanya mereka tetap menkapsulai potensi pertumbuhan maksimal saat menkapsulai usia dewasa. 

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Gaya Hidup dan Pengobatan Rumah

Karena ADHD adalah gangguan yang kompleks dan tiap orang yang mengalami ADHD adalah individu yang unik, maka cukup sulit untuk membuat rekomendasi yang dapat diaplikasikan untuk semua anak. Tetapi beberapa saran yang mungkin dapat menolong adalah: 

Anak di rumah 

  • Tunjukkan rasa kasih sayang yang besar. Anak perlu mendengar bahwa mereka dicintai dan dihargai. Terfokus hanya pada sisi negatif perilaku anak Anda dapat merusak hubungan Anda dengan anak Anda atau dapat mempengaruhi kepercayaan diri anak Anda. Apabila anak Anda susah mengerti rasa kasih sayang secara verbal, senyuman, tepukan di bahu, atau pelukan dapat menunjukkan perhatian Anda. Perhatikan perilaku anak Anda yang dapat Anda puji secara rutin.  
  • Bersabar. Cobalah untuk tetap berasabar dan tenang saat menghadapi anak Anda, bahkan disaat anak Anda tidak terkendali. Apabila Anda tenang, anak Anda mungkin akan menjadi tenang juga.
  • Tetapkan target yang realistis. Tentukan target pada perbaikan anak Anda dengan realistis, baik untuk anak Anda ataupun Anda.
  • Luangkan waktu untuk bersenang-senang dengan anak Anda. Berusahalah untuk menerima dan menghargai bagian-bagian dari kepribadian anak Anda yang baik. Ini merupakan waktu pribadi antara anak Anda dan Anda dan tidak ada anak atau orang dewasa lain yang mengganggu. Cobalah untuk memberikan anak Anda perhatian positif dibanding negatif di tiap harinya. 
  • Cobalah menjaga jadwal tetap makan, tidur siang, dan tidur malam. Gunakan kalender yang besar untuk menAndai aktivitas tertentu yang akan datang. Anak dengan ADHD memiliki kesulitan dalam menerima dan menyesuaikan diri dalam perubahan. Hindarilah perubahan mendadak dari satu aktivitas ke yang lainnya.
  • Pastikan anak Anda dapat beristirahat. Cegahlan agar anak Anda tidak menjadi terlalu lelah, karena kelelahan biasanya menyebabkan gejala ADHD menjadi lebih berat.
  • Kenali keadaan yang menyulitkan. Hindarilah kondisi yang menyulitkan anak Anda, seperti duduk mendengar presentasi yang lama atau berbelanja di mall dan supermarket di mana variasi pilihan barang sangat banyak.
  • Gunakan batas waktu atau hilangnya hak istimewa untuk mendisiplinkan anak Anda. Untuk anak dengan ADHD, berhenti sementara dari stimulasi sosial dapat menjadis sangat efektif. Waktu berhenti seharusnya tidak lama, tetapi cukup lama untuk membuat anak Anda terkendali kembali. Maksud dari tindakan ini adalah untuk menghentikan anak Anda yang lepas kendali. Batas waktu tidak selalu bekerja untuk segala hal, tetapi banyak orang tua menemukan bahwa itu adalah salah satu cara terbaik untuk menghadapi anak yang terlalu aktif atau impulsif.
  • Bekerjalah dengan teratur. Bantulah anak Anda mengatur dan mempertahankan dalam mengerjakan buku pekerjaan harian dan pastikan anak Anda memiliki tempat yang tenang untuk belajar. Kelompokkan barang di ruangan anak Anda dan simpanlah di tempat yang ditAndai dengan jelas. Cobalah untuk tetap menjaga lingkungan anak Anda teratur dan tidak kacau.
  • Temukan cara untuk meningkatkan kepercayaan diri dan kedisiplinan anak Anda. Anak dengan ADHD biasanya baik dalam mengerjakan pekerjaan seni rupa, musik, tarian, atau bela diri, terutama karate atau tae kwon do.  Tetapi jangan paksa anak Anda melakukan aktivitas yang lebih dari kemampuluannya. Keberhasilan-keberhasilan kecil yang sering dapat lebih membangun kepercayaan diri anak dibanding keberhasilan besar yang jarang didapat anak.
  • Gunakan kata-kata sederhana dan demonstrasikan saat mengarahkan anak Anda. Bicaralah dengan tenang dan pelan-pelan dan lakukan dengan sangat spesifik dan jelas. Berikan satu arahan di tiap waktunya. Berhentilah dan buatlah kontak mata dengan anak Anda sebelum dan saat Anda memberikan arahan.
  • Beristirahatlah. Apabila Anda merasa kelelahan dan tertekan, pekerjaan Anda sebagai orang tua akan menjadi kurang efektif. 

 Anak di sekolah 

  • Tanyakan mengenai program sekolah. Ambilah keuntungan dari program sekolah yang khusus ditujukan untuk anak GPPH. Seperti pada disabilitas lainnya, pemerintah mengatur agar tiap sekolah memiliki program yang membantu anak yang terganggu proses belajarnya akibat dari disabilitas yang dideritanya. Anak Anda mungkin memenuhi syarat untuk mendapat layanan tambahan yang sesuai dengan hukum federal bagian 504 atau Individuals With Disabilities Education Act (IDEA). Layanan ini termasuk pada pengaturan kurikulum, pengaturan ruang kelas, teknik pengajaran yang dimodifikasi, arahan kemampuluan mengajar, dan peningkatan kolaborasi antara orang tua dan guru. 
  • Bicaralah dengan guru anak Anda. Tetaplah berkomunikasi dengan guru anak Anda dan dukunglah upaya mereka di ruang kelas untuk membantu anak Anda. Pastikan guru kelas mengawasi pekerjaan anak Anda, memberikan umpan balik yang positif, dan memiliki sifat fleksibel dan sabar. Tanyakan juga apakah mereka jelas dengan arahan dan harapan atau tujuan mereka. 
  • Tanyakan apakah anak Anda menggunakan computer di ruang kelas. Anak dengan ADHD biasanya memiliki masalah dalam menulis dengan tangan dan bisa sangat terbantu dengan menggunakan komputer atau mesin tik.

 Pengobatan Alternatif

Sedikit penelitian yang menunjukkan bahwa pengobatan alternative dapat mengurangi gejala ADHD secara signifikan. Beberapa pengobatan alternative yang dapat dicoba adalah: 

  • Yoga dan meditasi. Walaupun tampulaknya wajar apabila aktifitas yang menenangkan dapat menurunkan gejala ADHD, belum ada bukti yang dapat menyimpulkan bahwa terapi tersebut dapat menolong gejala ADHD. 
  • Pola makan khusus. Sebagian besar pola makan untuk ADHD adalah tidak mengonsumsi makanan yang meningkatkan hiperaktivitas seperti gula dan kafein, dan alergen seperti gandum, susu, dan telur. Beberapa pola makan merekomendasikan menghilangkan pewarna dan bahan tambahan makanan buatan. Sejauh ini, penelitian belum menemukan hubungan yang konsisten antara pola makan dan perbaikan gejala ADHD, sekalipun beberapa penelitian menunjukkan perubahan pola makan dapat membuat perubahan; akan tetapi, pembatasan asupan gula tampulaknya kurang membantu.
  • Suplemen vitamin atau mineral. Meskipun vitamin dan mineral tertentu diperlukan untuk kesehatan, tidak ada bukti yang menunjukkan suplemen vitamin atau mineral dapat mengurangi gejala ADHD. Dosis tinggi (Megadose) vitamin dapat berbahaya untuk anak. 
  • Suplemen herbal. Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa pengobatan herbal, seperti St. John’s wort, dapat membantu ADHD.
  • Asam lemak esensial. Lemak-lemak esensial, seperti minyak omega 3, penting agar otak berfungsi secara normal. Peneliti masih menyelidiki apakah asupan gizi ini dapat membantu pasien ADHD.
  • Latihan neurofeedback. Biasa juga disebut electroencephalographic biofeedback, pengobatan ini melibatkan sesi rutin di mana anak difokuskan pada suatu tugas tertentu sambil dipasangkan mesin yang membaca gelombang otaknya. Secara teoritis, anak dapat belajar untuk mempertahankan pola gelombang otaknya aktif pada otak bagian depan, sehingga memperbaiki gejala ADHD. Meskipun terapi ini tampulaknya menjanjikan, banyak penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui apakah penatalaksanaan ini benar-benar bekerja.

 Bantuan dan Dukungan

Mengurus anak yang mengalami ADHD dapat menjadi tantangan yang besar untuk seluruh keluarga. Orang tua dapat tersakiti akibat perilaku anaknya dan juga oleh respon orang lain terhadapnya. Tekanan untuk menghadapi ADHD dapat menjadi tekanan pada hubungan pernikahan. Masalah ini dapat diperparah oleh kondisi financial yang disebabkan ADHD terhadap keluarga.  Saudara dari anak ADHD dapat memiliki kesulitan tertentu. Mereka dapat terpengaruh oleh saudaranya yang selalu meminta atau bersifat agresif, dan mereka bisa kekurangan perhatian karena anak ADHD membutuhkan sangat banyak waktu dengan orang tua. 

 

Sumber Daya

Tidak ada jawaban mudah untuk keluarga yang sedang berjuang, tetapi banyak sumber daya yang dapat membantu. Keluarga dapat mendapat saran untuk membesarkan anak dengan ADHD dari pekerja sosial atau penyedia layanan kesehatan mental yang professional atau dari kelompok pendukung lainnya. Kelompok pendukung belum tentu cocok untuk semua orang, tetapi mereka dapat membantu menyediakan informasi mengenai cara menghadapi ADHD dari orang yang sudah mengenalnya. Tanyakan dokter anak Anda apakah ia mengetahui kelompok pendukung yang ada di daerah sekitar Anda. Banyak buku dan arahan yang bagus untuk orang tua dan guru untuk menghadapi ADHD dan juga banyak situs internet yang membahas ADHD secara eksklusif.

 

Teknik untuk coping

Banyak orang tua yang menyadari pola perilaku anaknya dan juga responnya sendiri terhadap perilaku tersebut. Sebagai contoh, anak Anda dapat marah-marah tiap malam sebelum makan malam, dan Anda dapat secara rutin memberikannya makanan ringan sehingga Anda dapat menyelesaikan persiapan makanan dengan tenang. Walaupun Anda tidak bermaksud demikian, Anda mendukung sifat anak Anda. Baik Anda dan anak Anda perlu berlaku berbeda. Akan tetapi, mengubah kebiasan lama menjadi baru tidaklah mudah. Hal ini membutuhkan kesadaran dan kerja keras. Penting untuk memiliki harapan yang realistis dan tidak meminta anak Anda untuk lebih dari yang dapat ia lakukan, baik secara fisik ataupun mental. Tentukan target kecil untuk Anda dan anak Anda dan janganlah membuat banyak perubahan sekaligus.

Berikut beberapa hal yang dapat membantu Anda dan anak Anda dalam menghadapi ADHKategori D: 

  • Susunlah kehidupan anak Anda. Anda dapat membuat perubahan menjadi lebih mudah dengan memastikan bahwa anak Anda memiliki sebuah struktur yang tepat. Untuk anak dengan ADHD, struktur tidak berarti mengaplikasikan disiplin yang keras, tetapi mengatur sehingga kehidupan anak menjadi lebih dapat diprediksi, tenang, dan teratur. Anak dengan ADHD tidak dapat berubah dengan mudah dan memiliki rutinitas yang terprediksi dapat membuatnya merasa aman dan dapat mengalami perbaikan perilaku. Berikan anak Anda beberapa waktu peringatan, dengan hitungan mundur, saat diperlukan untuk berganti dari satu aktivitas atau lokasi ke yang lainnya.
  • Berikan disiplin yang positif. Salah satu cara menanamkan kebiasaan baru adalah menyediakan disiplin yang kuat dan penuh kasih saying yang menghargai perilaku bagus dan tidak mendorong perilaku yang destruktif. Anak dengan ADHD biasanya menanggapi dukungan yang positif dengan baik, selama didapatkannya dengan tulus. Baik untuk memulai dengan memberikan penghargaan atau mendukung kebiasaan baru tiap kali terjadi. Setelah beberapa waktu, hal ini tidak perlu dilakukan, tetapi Anda tetap perlu membiarkan anak Anda tahu bahwa Anda serius dalam menyemangati kebiasaan barunya. Beberapa orang tua tidak setuju dengan penghargaan (memberikah hadiah) karena terkesan seperti ‘menyogok’ anak mereka. Tetapi mengganti kebiasaan lama sangatlah susah, dan memberikan hadiah/penghargaan adalah salah satu cara yang konkrit untuk mengakui usaha anak Anda.
  • Tetaplah tenang dan berikan contoh yang bagus. Anda perlu memberikan contoh yang bagus dengan cara berlaku seperti bagaimana Anda ingin dilakukan anak Anda. Cobalah untuk tetap sabar dan terkendali, bahkan di saat anak Anda di luar kendali. Apabila Anda bicara dengan tenang dan pelan, anak Anda akan lebih tenang juga.
  • Perjuangkanlah hubungan keluarga yang sehat. Pada akhirnya, hubungan antara anggota keluarga memegang peranan penting dalam mengatur atau mengganti perilaku anak dengan ADHD. Pasangan yang memiliki ikatan kuat biasanya lebih mudah menghadapi tantangan dalam mengasuh anak dibanding yang kurang kuat ikatannya. Ini adalah salah satu alasan penting mengapa penting agar pasangan meluangkan waktu mereka untuk memelihara hubungan mereka. 

Beristirahatlah. Apabila Anda adalah orang tua dari anak yang mengalami ADHD, pastikanlah Anda cukup beristirahat. Jangan merasa bersalah untuk berpisah dari anak untuk sementara waktu. Anda akan menjadi orang tua yang lebih baik apabila Anda beristirahat dan tetap tenang. Dan jangan ragu untuk meminta teman, kakek/nenek, dan keluarga lain untuk menolong. Pastikan baby sitter atau pengawas bayi yang lain cukup mengerti mengenai ADHD dan cukup dewasa untuk menghadapi tugas ini.

Pencegahan

Tidak ada cara untuk mencegah terjadinya ADHD. Tetapi, terdapat beberapa langkah yang dapat membantu mencegah masalah yang disebabkan ADHD dan agar anak Anda sehat secara fisik, mental, dam emosional. Langkah tersebut adalah:

  • Saat mengandung, hindari segala yang dapat mengganggu perkembangan janin. Jangan minum alcohol, merokok, atau menggunakan obat-obatan.
  • Lindungi anak Anda dari paparan polutan dan racun, seperti asap rokok, bahan kimia pertanian atau industri, dan cat yang terdiri dari timbal (biasanya ditemukan di bangunan tua)
  • Konsistenlah, tentukan batasan dan milikilah konsekuensi yang jelas terhadap perilaku anak Anda. 
  • Adakah kegiatan rutin harian untuk anak Anda dengan sasaran yang jelas termasuk di dalamnya adalah tidur, waktu di pagi hari, waktu makan, tugas rumah yang sederhana, dan saat menonton TV bersama.
  • Hindari mengerjakan terlalu banyak kegiatan saat bicara dengan anak Anda. Buatlah kontak mata saat memberikan arahan dan sisakan beberapa menit tiap harinya untuk memuji anak Anda.
  • Bekerja sama dengan guru dan pengawas untuk mengenali masalah sedini mungkin. Apabila anak memiliki ADHD atau kondisi lain yang mengganggu proses belajar dan interaksi sosial, penatalaksanaan sejak dini dapat mengurangi akibat dari kondisinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *