ATRESIA TRIKUSPID

By | February 7, 2015 |


Atresia trikuspid adalah cacat jantung yang hadir pada saat lahir (kongenital) di mana salah satu katup (valve trikuspid) antara dua ruang jantung tidak terbentuk. Sebaliknya, hanya terdapat satu jaringan padat di antara kamar.

Jika bayi Anda lahir dengan atresia trikuspid, darah tidak bisa mengalir melalui jantung dan ke arah paru-paru untuk mengambil oksigen seperti biasanya. Hasilnya adalah paru-paru tidak dapat memasok seluruh tubuh bayi Anda dengan oksigen yang dibutuhkan. Bayi dengan atresia trikuspid biasanya mudah lelah, sering sesak napas dan memiliki warna kebiru-biruan pada kulit.

Atresia trikuspid umumnya diobati dengan operasi. Kebanyakan bayi dengan atresia trikuspid yang sudah menjalani operasi biasanya akan hidup dengan baik hingga dewasa, meskipun operasi lanjutan seringkali diperlukan.

Gejala

Gejala dari atresia trikuspid biasanya terlihat jelas segera setelah bayi lahir, dan dapat berupa:

• Semburat biru pada kulit dan bibir (sianosis)

• Kesulitan bernapas (dyspnea)

• Mudah kelelahan, terutama ketika bayi sedang menyusui

• Pertumbuhan lambat

Beberapa bayi dengan atresia trikuspid juga dapat mengembangkan gejala gagal jantung, seperti:

• Kelelahan dan kelemahan

• Sesak napas

• Pembengkakan (edema) pada pergelangan, lengan dan kaki

• Pembengkakan pada perut (ascites)

• Berat badan bertambah secara tiba-tiba akibat retensi cairan

• Detak jantung cepat dan tidak teratur

Penyebab & Faktor Risiko

Atresia trikuspid terjadi selama masa pertumbuhan janin saat jantung bayi mulai berkembang. Meskipun beberapa faktor, seperti faktor keturunan atau sindrom down, dapat meningkatkan risiko bayi terhadap cacat jantung bawaan, seperti trikuspid atresia, namun penyebab dari penyakit jantung bawaan tidak diketahui secara pasti -dalam kebanyakan kasus.

Fungsi jantung yang normal

Jantung Anda terbagi menjadi empat ruang, dua di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri. Ketika melakukan pekerjaan dasarnya – yakni memompa darah ke seluruh tubuh – jantung Anda akan menggunakan sisi kiri dan kanan untuk tugas yang berbeda. Sisi kanan bertugas mengalirkan darah ke paru-paru.

Dalam paru-paru, darah akan diperkaya dengan oksigen, yang kemudian dialirkan ke sisi kiri jantung Anda. Sisi kiri jantung kemudian memompa darah ke dalam pembuluh besar yang disebut aorta, yang bertugas mengedarkan darah kaya oksigen ke seluruh tubuh Anda. Sebuah katup berfungsi untuk mengontrol aliran darah ke dalam dan keluar dari ruang jantung Anda. Katup ini akan terbuka agar darah dapat pindah ke ruang berikutnya atau ke salah satu arteri, dan katup akan menutup agar darah tidak mengalir kembali.

Ketika terjadi kesalahan pada fungsi jantung

Pada kasus atresia trikuspid, sisi kanan jantung tidak dapat memompa darah dengan baik ke paru-paru karena absennya (tidak ada) katup trikuspid, yang terletak antara ruang kanan atas (atrium) dan bilik kanan bawah (ventrikel). Sebaliknya, selembar jaringan solid akan memblokir aliran darah dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Akibatnya, ventrikel kanan tumbuh sangat kecil dan “terbelakang” (hipoplasia).

Karena kondisi tersebut, darah mengalir dari ruang kanan atas ke ruang kiri atas melalui lubang di dinding antara mereka (septum). Lubang ini bisa merupakan kelainan jantung (defek septum atrium) atau pembesaran-pembukaan alami (foramen ovale) yang seharusnya berada dalam posisi tertutup segera setelah bayi lahir. Jika bayi dengan atresia trikuspid tidak memiliki defek septum atrium, maka bayi Anda kemungkinan akan memerlukan prosedur untuk membuat pembukaan ini.

Setelah darah mengalir dari atrium kanan ke atrium kiri, maka sisi kiri jantung harus memompa darah ke seluruh tubuh dan ke paru-paru. Darah bisa sampai di paru-paru dari sisi kiri jantung melalui “pembukaan alami” lainnya antara sisi kanan dan kiri (ductus arteriosus) yang seharusnya tertutup segera setelah bayi lahir. Bila perlu, lorong ini akan tetap dibuka denga menggunakan obat pada bayi dengan atresia trikuspid.

Beberapa bayi dengan atresia trikuspid biasanya memiliki cacat jantung – sebuah lubang antara dua ruang bawah (ventrikel septal defect). Dalam kasus ini, darah dapat mengalir melalui lubang dan masuk ke ventrikel kanan, dan kemudian dipompa ke arah paru-paru.

Faktor Risiko

Dalam kebanyakan kasus, penyebab utama dari cacat jantung bawaan, seperti trikuspid atresia, tidak diketahui, namun beberapa faktor dapat meningkatkan risiko bayi untuk lahir dengan kondisi ini:

• Seorang ibu yang memiliki campulak Jerman (rubella) atau penyakit virus lainnya selama awal kehamilan

• Orang tua yang memiliki cacat jantung bawaan

• Minum alkohol selama masa kehamilan

• Seorang ibu dengan diabetes yang tidak terkontrol

• Penggunaan beberapa jenis obat selama kehamilan, seperti obat jearawat isotretinoin dan beberapa obat anti-kejang

• Adanya sindrom Down, yakni kondisi genetik yang dihasilkan dari kromosom 21 ekstra

Komplikasi

Komplikasi yang paling signifikan dari trikuspid atresia adalah kurangnya oksigen ke jaringan sel bayi Anda (hipoksemia). Hal ini dapat mengancam jiwa.

Komplikasi di kemudian hari

Walaupun pengobatan sangat efektif untuk meningkatkan kondisi bayi dengan atresia trikuspid, mereka masih mungkin mengalami komplikasi di kemudian hari, bahkan setelah operasi:

• Pembentukan bekuan darah yang dapat menyebabkan pemblokiran arteri akibat gumpalan di paru-paru (emboli paru) atau stroke

• Mudah lelah ketika berpartisipasi dalam olahraga atau latihan lainnya

• Kelainan irama jantung (aritmia)

Kapan Harus ke Dokter ?

Beritahu dokter Anda jika Anda melihat salah satu gejala tersebut pada anak Anda.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Terapi & Obat

Saat ini tidak ada cara untuk mengganti katup trikuspid yang rusak. Pengobatan untuk trikuspid atresia biasanya melibatkan prosedur operasi untuk memastikan aliran darah yang memadai ke jantung dan paru-paru, sehingga tubuh bayi menerima darah kaya oksigen dalam jumlah yang memadai. Seringkali, hal ini membutuhkan lebih dari satu prosedur bedah. Obat-obatan juga dapat diberikan sebelum operasi dilakukan.

Operasi

Anak mungkin akan membutuhkan lebih dari satu prosedur pembedahan untuk memperbaiki atresia trikuspid. Beberapa prosedur ini disebut operasi penyelamatan, karena mereka dilakukan sebagai perbaikan sementara untuk segera meningkatkan aliran darah. Berikut ini adalah beberapa prosedur yang diperlukan oleh bayi dengan atresia trikuspid:

• Atrial septostomy. Prosedur ini menciptakan atau memperbesar pembukaan antara ruang atas jantung (atrium) agar lebih banyak darah yang bisa mengalir dari atrium kanan ke atrium kiri.

• Pengalihan. Menciptakan bypass (shunt) dari pembuluh darah utama yang menuju keluar dari jantung (aorta) ke arteri paru, sehingga memungkinkan aliran darah yang memadai ke paru-paru. Ahli bedah biasanya menanamkan shunt selama empat sampai delapan minggu pertama kehidupan. Namun, bayi akan memerlukan pembedahan lain untuk menggantinya.

• Prosedur Glenn. Ketika shunt pertama tidak lagi cocok -karena bayi terus berkembang-, seringkali dibutuhkan operasi untuk mengkondisikan operasi korektif lainnya yang lebih permanen, yang disebut prosedur Fontan. Dokter biasanya melakukan prosedur Glenn ketika seorang anak berusia antara 3 dan 6 bulan. Prosedur ini akan menghubungkan salah satu pembuluh darah besar yang biasanya mengembalikan darah ke jantung (vena kava superior) menjadi mengalir ke arteri pulmonalis sebagai gantinya. Hal ini memungkinkan darah-miskin oksigen dapat mengalir langsung ke paru-paru. Prosedur ini dapat mengurangi beban kerja ventrikel kiri, dan mengurangi risiko kerusakan pada ventrikel tersebut.

• Prosedur Fontan. Operasi ini adalah pengobatan stAndar untuk trikuspid atresia. Meskipun demikian, kebanyakan anak dengan atresia trikuspid tidak menjalani prosedur Fontan sampai mereka berusia setidaknya 2 tahun. Pada operasi Fontan, ahli bedah akan menciptakan jalan bagi darah-miskin oksigen (yang awalnya kembali ke jantung) agar bisa mengalir langsung ke arteri paru, yang kemudian akan mengangkut darah ke paru-paru.

Obat-obatan

Sebelum operasi dilakukan, dokter ahli jantung dapat merekomendasikan obat prostaglandin bagi anak Anda untuk membantu melebarkan (dilatasi) pembuluh darah dan menjaga ductus arteriosus dan foramen ovale tetap terbuka.

Perawatan lanjutan

Untuk memantau kesehatan jantungnya, bayi akan membutuhkan perawatan tindak-lanjut untuk seumur hidupnya dengan ahli jantung yang mengkhususkan diri dalam penyakit jantung bawaan. Ahli jantung anak Anda memberitahu apakah anak perlu terus mengonsumsi antibiotik pencegahan sebelum prosedur gigi dan prosedur lainnya. Dalam beberapa kasus, ahli jantung mungkin menyarankan untuk membatasi aktivitas fisik yang terlalu kuat.

Prospek jangka pendek dan menengah bagi anak-anak yang menjalani prosedur Fontan umumnya cukup menjanjikan. Sementara mereka yang menjalani operasi di kemudian hari umumnya mendapat hasil yang cenderung buruk. Berbagai komplikasi dapat terjadi dari waktu ke waktu dan kadang-kadang memerlukan prosedur tambahan. Jika sistem sirkulasi yang dibuat melalui prosedur Fontan gagal, maka transplantasi jantung mungkin diperlukan.

Pencegahan

Dalam kebanyakan kasus, cacat jantung bawaan, seperti trikuspid atresia, tidak dapat dicegah. Jika memiliki riwayat keluarga dengan cacat jantung atau jika sudah memiliki anak dengan cacat jantung bawaan, seorang konselor genetik dan seorang ahli jantung yang berpengalaman dalam cacat jantung bawaan dapat membantu mengetahui risiko yang terkait dengan kehamilan berikutnya.

Beberapa langkah yang dapat mengurangi risiko cacat jantung dan cacat lainnya pada kehamilan Anda antara lain:

• Mendapatkan cukup asam folat. Ambil setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari. Jumlah ini, yang biasanya sudah tercakup dalam suplemen vitamin prenatal, telah terbukti dapat mengurangi risiko cacat sumsum otak dan tulang belakang. Selain itu, asam folat juga dapat membantu mencegah cacat jantung.

 • Bicarakan dengan dokter mengenai obat yang digunakan. Jika tengah mengonsumsi obat resep ataupun non-resep, produk herbal atau suplemen makanan, periksakan obat-obatan tersebut sebelum menggunakannya selama kehamilan.

• Hindari paparan terhadap bahan kimia, bila mungkin. Saat hamil, sangat dianjurkan untuk menghindari bahan-bahan kimia, termasuk produk pembersih rumah tangga dan cat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *