Asma Pada Anak

By | February 7, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Asma Pada Anak


Pada anak penderita asma, paru-paru dan saluran pernapasannya menjadi lebih mudah mengalami inflamasi (peradangan) ketika terpajan oleh pemicu tertentu, seperti serbuk sari. Selain itu, asma pada anak juga dapat kambuh apabila anak menderita flu atau infeksi saluran napas lainnya. Asma tersebut dapat mengakibatkan gejala yang mengganggu kegiatan sehari-hari seperti bermain, berolahraga, dan tidur. Pada beberapa anak, asma yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan serangan asma yang berbahaya.

 Asma pada anak-anak tidak jauh berbeda dengan asma pada dewasa, namun anak-anak menghadapi permasalahan yang berbeda. Asma pada anak-anak merupakan penyebab utama kunjungan ke unit gawat darurat, rawat inap di rumah sakit, dan absen pada hari-hari sekolah. Sayangnya, asma pada anak-anak tidak dapat disembuhkan dan gejalanya dapat terus muncul hingga dewasa. Dengan tatalaksana yang benar, kamu dan anakmu dapat menghindari kekambuhan gejala dan mencegah kerusakan paru yang lebih lanjut.

Gejala

Asma pada anak-anak menunjukkan tAnda dan gejala umum sebagai berikut:

·      Batuk yang hilang timbul namun sering

·      Suara mengi atau seperti tiupan peluit ketika membuang napas

·      Napas yang terengah-engah

·      Kongesti atau sesak

·      Nyeri dada, khususnya pada anak yang lebih muda

TAnda dan gejala lain pada anak penderita asma meliputi:

·      Kesulitan tidur yang disebabkan oleh napas yang terengah-engah, batuk atau mengi

·      Batuk atau mengi yang semakin memburuk ketika terjadi infeksi saluran napas seperti flu

·      Penyembuhan yang lebih lama atau bronkitis setelah infeksi saluran napas

·      Kesulitan bernapas yang membatasi waktu bermain atau beraktivitas

·      Kelelahan yang dapat disebabkan oleh terganggunya tidur

 

TAnda pertama dari asma pada anak-anak yaitu mengi yang berulang dipicu oleh infeksi virus pada saluran napas. Semakin anak tumbuh dewasa, asma lebih sering berkaitan dengan alergi saluran napas.

 

TAnda dan gejala asma bervariasi pada anak yang satu dengan lainnya, dan dapat menjadi lebih buruk atau baik dari waktu ke waktu. Sekalipun merupakan gejala yang paling berhubungan dengan asma, tidak semua anak-anak dengan asma akan mengalami mengi. Anak kamu dapat hanya memiliki satu tAnda atau gejala, seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas.

 

Mengi periodik atau yang berlangsung lama dan gejala mirip asma lainnya dapat disebabkan oleh bronkitis karena infeksi atau masalah pernapasan lainnya.

Penyebab & Faktor Risiko

Penyebab pasti dari asma pada anak belum sepenuhnya dimengerti. Perkembangan sistem imun yang terlalu sensitif dapat menjadi salah satu penyebabnya. Beberapa faktor yang diduga terlibat meliputi:

·      Keturunan

·      Beberapa jenis infeksi saluran napas pada usia sangat muda

·      Paparan terhadap faktor lingkungan seperti asap rokok atau polusi udara

Peningkatan sensitivitas sistem imun menyebabkan paru dan saluran napas menjadi mudah membengkak dan menghasilkan lendir ketika terpajan oleh pemicu tertentu. Pemicu ini bervariasi antara satu anak dengan yang lainnya dan meliputi:

·      Infeksi virus seperti pilek

·      Pajanan terhadap polusi udara seperti asap rokok

·      Alergi terhadap tungau debu, binatang peliharaan, serbuk sari atau jamur

·      Aktivitas fisik

·      Perubahan udara atau udara dingin

Terkadang, gejala asma muncul tanpa adanya pemicu yang diketahui.

 

Faktor risiko

Faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan anak menderita asma yaitu:

·      Pajanan terhadap asap rokok

·      Reaksi alergi sebelumnya, meliputi reaksi kulit, alergi makanan atau rinitis alergi (alergi serbuk bunga)

·      Riwayat asma, rinitis alergi, eksim atau gatal-gatal dalam keluarga

·      Tinggal di daerah kota dengan banyaknya pajanan terhadap polusi udara

·      Berat badan lahir rendah

·      Obesitas

·      Hidung meler atau tersumbat yang kronis (rinitis)

·      Sinus yang mengalami inflamasi (sinusitis)

·      Nyeri ulu hati (penyakit refluks saluran pencernaan atau GERD)

 

Komplikasi

Asma dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti:

·      Serangan asma yang berat membutuhkan tatalaksana yang cepat atau perawatan rumah sakit

·      Penyempitan saluran napas yang permanen (saluran bronkus)

·      Absen dari sekolah atau tertinggal di sekolah

·      Kualitas tidur yang buruk dan kelelahan

·      Gejala yang mengganggu bermain, berolahraga, atau aktivitas lainnya.

Kapan Harus ke Dokter ?

Segera bawa si kecil ke dokter sesegera mungkin jika Anda mencurigai dia memiliki asma. Penanganan sejak dini tidak hanya membantu mengontrol asma yang berkepanjangan, namun dapat mencegah perubahan paru permanen yang dapat memperburuk gejala asma.

 

Buatlah janji dengan dokter anak jika menemui gejala berikut:

·      Batuk yang bertahan, hilang timbul, atau nampulak berkaitan dengan aktivitas fisik

·      Suara mengi atau peluit ketika anak Anda menghembuskan napas

·      Napas yang tersengal-sengal atau cepat

·      Mengeluh sesak dada

·      Keluhan berulang dari suspek bronkitis atau pneumonia

 

Jika si kecil memiliki asma, dia akan berkata seperti ini, “Saya merasa sakit dada” atau “Saya selalu batuk.” Asma biasanya lebih parah ketika malam hari sehingga dengarkan suara batuknya ketika dia  tidur atau batuk tersebut dapat membangunkan anak ketika tidur. Menangis, tertawa, berteriak, atau reaksi emosi yang berlebihan, serta stres dapat memicu asma atau mengi.

 

Jika anak terdiagnosis asma, buatlah rencana penanganan yang dapat membantu Anda dan pengasuh lainnya mengenali gejala dan dapat bertindak apabila terjadi serangan asma.

 

Kapan perlu ke unit gawat darurat

Meskipun anak tidak didiagnosis asma, segera cari pertolongan medis ketika dia mengalami kesulitan bernapas. Meskipun episode dari asma bervariasi derajatnya, serangan asma dapat dimulai dengan batuk, kemudian berkembang menjadi mengi dan napas yang berat.

 

Gejala asma berat

Pada beberapa kasus, Anda bisa melihat dada anak terrtarik ke dalam ketika dia berusaha untuk bernapas. Anak mungkin akan mengalami peningkatan denyut jantung, berkeringat, dan nyeri dada. Segera cari pertolongan pertama jika anak menunjukkan:

·      Berhenti di bagian tengah ketika berusaha bernapas

·      Menggunakan otot perut untuk bernapas

·      Hidung yang melebar ketika setelah menarik napas

·      Berusaha dengan keras untuk bernapas dimana perut tertarik ke bawah rusuk ketika sedang menarik napas.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Gaya hidup dan perawatan di rumah

Meminimalisasi pajanan anak terhadap pemicu asmanya akan mengurangi kemungkinan serangan asma. Beberapa langkah untuk menghindari pemicu bervariasi bergantung pada apa pemicu asma pada anak. Ada sejumlah hal yang dapat membantu:

  • Menjaga agar kelembapan di rumah tetap rendah. Jika Anda tinggal di iklim yang lembab, bicarakan kepada dokter tentang penggunaan alat untuk menjaga udara tetap kering
  • Menjaga agar udara dalam ruangan tetap bersih. Melakukan pemeriksaan secara rutin penghangat dan pendingan ruangan setiap tahun. Mengganti penyaring tungku dan pendingin ruangan berdasarkan instruksi pabrik yang memproduksinya. Selain itu, gunakan penyaring partikel kecil pada sistem ventilasi rumah.
  • Kurangi bulu binatang peliharaan. Jika anak alergi terhadap bulu, akan sangat baik untuk menghindarkan binatang peliharaan yang berbulu. Secara rutin, mandikan atau merapikan bulu binatang peliharaanmu sehingga dapat mengurangi jumlah bulu di sekitar.
  • Gunakan pendingin ruangan. Pendingin ruangan membantu mengurangi jumlah serbuk sari dari pohon, rumput, dan tanaman liar yang dapat ditemukan di dalam ruangan. Pendingin ruangan juga menurunkan kelembapan dalam ruangan dan mengurangi kemungkinan anak terpapar debu tungau. Jika di rumah memiliki pendingin ruangan, usahakan selalu menutup jendela selama musim penyerbukan.
  • Buat rumah lebih bersahabat dengan asma. Kurangi debu yang dapat memicu gejala pada malam hari dengan mengganti benda-benda tertentu di kamar tidur. Sebagai contohnya, bantal, kasur, dan guling yang ditutup dengan sarung. Sebaiknya pindahkan karpet dan menggunakan lantai keras, khususnya pada kamar anak. Gunakan gorden yang dapat dicuci.
  • Bersihkan rumah secara teratur. Bersihkan rumah sedikitnya sekali seminggu untuk menghindarkan debu dan alergen.
  • Kurangi anak terpapar udara dingin. Jika asma anak semakin memburuk karena dingin, udara kering, sebaiknya gunakan penutup muka saat berada di luar.

 

Tetap aktif dan merawat kondisi lain yang berkaitan dengan asma membuat asma anak dapat dikontrol dengan baik.

  • Jadikan perawatan teratur sebagai bagian dari hidupnya. Jika anak harus meminum obat setiap hari, janganlah jadikan hal tersebut masalah besar – hal ini sebaiknya menjadi rutinitias seperti sarapan atau menggosok gigi
  • Yakinkan anak selalu berolahraga. Jangan membiarkan asma selalu menghantui anak. Olahraga yang teratur dapat mengurangi gejala dan itu penting untuk kesehatan anak secara umum. Dengan asma yang terkontrol, tidak ada batasan untuk anak ketika melakukan aktivitas fiisk.
  • Bantu anak mempertahankan berat badan yang ideal. Apabila anak mengalami kelebihan berat badan, gejala asma mereka dapat menjadi lebih buruk dan berisiko mengalami permasalahan kesehatan lainnya.
  • Menjaga nyeri ulu hati tetap dalam batas pengontrolan. Refluks asam atau nyeri ulu hati yang berat (penyakit refluks sistem pencernaan atau GERD) dapat memperburuk gejala asma pada anak. Dia mungkin membutuhkan obat untuk menjaga refluks asam.

 

Pengobatan alternatif

Ketika beberapa pengobatan alternatif digunakan untuk pengobatan asma, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk melihat seberapa baik obat tersebut dapat bekerja dan melihat kemungkinan efek samping yang dapat muncul. Pengobatan alternatif yang dapat digunakan pada asma meliputi:

  • Teknik bernapas. Ini meliputi program bernapas yang terstruktur seperti teknik bernapas Buteyko, metode Papworth dan latihan yoga (pranayama).
  • Akupuntur. Teknik ini sudah mengakar dalam pengobatan tradisional Cina. Pengobatan ini dilakukan dengan menempatkan jarum yang sangat tipis pada tempat tertentu di bagian tubuh anak amda. Akunpuntur membutuhkan waktu hingga beberapa menit sehingga inilah yang sulit bagi anak dengan usia sangat muda. Ini aman dan tidak nyeri.
  • Teknik relaksasi. Teknis seperti meditasi, biofeedback, hypnosis, dan relaksasi otot dapat membantu asma dengan mengurangi tekanan dan stress.
  • Homeopati. Homeopati bertujuan untuk merangsang respon penyembuhan dari tubuh sendiri dengan menggunakan zat dengan dosis yang sangat kecil sebagai pemicu gejala tersebut. Dalam kasus asma, penyembuhan homeopati dibuat dari zat yang memicu reaksi asma seperti serbuk sari atau rumput liat. Hal ini masih membutuhkan pembuktian yang lebih lanjut apakah homeopati membantu penyembuhan asma akibat alergi atau tidak.
  • Pengobatan herbal dan suplementasi. Beberapa pengobatan herbal telah dicoba untuk asma seperti butterbur, gingko, dan tanaman merambat yang kering. Penelitian belum jelas mengenai keuntungan menggunakan tanaman herbal untuk tatalaksana asma. Tanaman obat-obatan dan suplemen dapat memiliki efek samping dan beberapa berinteraksi dengan obat yang diminum anak Anda. Beritahukan dokter anakmu sebelum mencoba herbal atau suplemen apapun.
  • Nutrisi. Beberapa nutrisi dapat membantu asma, namun belum ada penelitian yang meyakinkan mengenai hal ini. Beberapa dari mereka yaitu asam lemak omega 3 yang ditemukan pada ikan dan makanan lain, vitamin C, selenium, makan tinggi antioksidan. Sekalipun Anda memberikan dapat anak Anda  suplementasi vitamin atau mineral yang mengandung zat ini, pendekatan terbaik adalah memberikan anak Anda beragam makanan meliputi buah dan sayuran segar.

 

Memberikan dukungan

Mencegah atau mengatasi gejala asma bukan pekerjaan mudah. Cobalah beberapa trik di bawah ini untuk membuat hidup senormal mungkin:

  • Menuliskan rencana kerja asma. Bersama-sama dengan dokter anak  untuk membuat rencana pada anak dan memberikan salinannya pada seluruh orang di sekitar anakmu, seperti pengasuh, guru, pelatih, dan orangtua dari teman anak. Mengikuti rencana tertulis tersebut membantu orangtua dan anak mengidentifikasi gejala lebih awal, menyediakan informasi penting bagaimana merawat asma anak dari hari ke hari dan bagaimana menangani serangan asma.
  • Tetap memberikan semangat. Fokuskan perhatian pada apa yang dapat dikerjakan anak, bukan pada apa yang tidak dapat dikerjakannya. Libatkan guru, suster sekolah, pelatih, saudara, dan teman untuk membantu mengatasi asma anak. Semangati anak untuk bermain dan beraktivitas secara normal. Jangan membatas aktivitas anak karena ketakutan akan serangan asma – bekerja sama dengan dokter anak  untuk mengontrol aktivitas yang dapat memicu gejala.
  • Tetap tenang ketika menghadapi gejala asma. Jangan panik jika melihat gejala asma menjadi semakin berat. Pusatkan perhatian pada rencana perawatan asma dan libatkan anak pada setiap langkah sehingga dia mengerti apa yang sedang terjadi.
  • Berdiskusi dengan sesama orangtua anak penderita asma. Ruangan diskusi dan mailing list internet atau kelompok lokal dapat menghubungkan Anda dengan orangtua yang mengalami masalah serupa sehingga Anda tahu bahwa Anda  dan buah hati idak menghadapi penyakit ini sendirian.
  • Bantu anak berhubungan dengan sesama penderita asma. Masukkan anak ke “komunitas asma” atau temukan organisasi yang memiliki aktivitas untuk anak-anak penderita asma. Hal ini dapat membantu anak merasa tidak terisolasi bahkan membantu mereka untuk mengerti tentang asma dan tatalaksananya.

Pencegahan

Gaya hidup dan perawatan di rumah

Meminimalisasi pajanan anak terhadap pemicu asmanya akan mengurangi kemungkinan serangan asma. Beberapa langkah untuk menghindari pemicu bervariasi bergantung pada apa pemicu asma pada anak. Ada sejumlah hal yang dapat membantu:

  • Menjaga agar kelembapan di rumah tetap rendah. Jika Anda tinggal di iklim yang lembab, bicarakan kepada dokter tentang penggunaan alat untuk menjaga udara tetap kering
  • Menjaga agar udara dalam ruangan tetap bersih. Melakukan pemeriksaan secara rutin penghangat dan pendingan ruangan setiap tahun. Mengganti penyaring tungku dan pendingin ruangan berdasarkan instruksi pabrik yang memproduksinya. Selain itu, gunakan penyaring partikel kecil pada sistem ventilasi rumah.
  • Kurangi bulu binatang peliharaan. Jika anak alergi terhadap bulu, akan sangat baik untuk menghindarkan binatang peliharaan yang berbulu. Secara rutin, mandikan atau merapikan bulu binatang peliharaanmu sehingga dapat mengurangi jumlah bulu di sekitar.
  • Gunakan pendingin ruangan. Pendingin ruangan membantu mengurangi jumlah serbuk sari dari pohon, rumput, dan tanaman liar yang dapat ditemukan di dalam ruangan. Pendingin ruangan juga menurunkan kelembapan dalam ruangan dan mengurangi kemungkinan anak terpapar debu tungau. Jika di rumah memiliki pendingin ruangan, usahakan selalu menutup jendela selama musim penyerbukan.
  • Buat rumah lebih bersahabat dengan asma. Kurangi debu yang dapat memicu gejala pada malam hari dengan mengganti benda-benda tertentu di kamar tidur. Sebagai contohnya, bantal, kasur, dan guling yang ditutup dengan sarung. Sebaiknya pindahkan karpet dan menggunakan lantai keras, khususnya pada kamar anak. Gunakan gorden yang dapat dicuci.
  • Bersihkan rumah secara teratur. Bersihkan rumah sedikitnya sekali seminggu untuk menghindarkan debu dan alergen.
  • Kurangi anak terpapar udara dingin. Jika asma anak semakin memburuk karena dingin, udara kering, sebaiknya gunakan penutup muka saat berada di luar.

 

Tetap aktif dan merawat kondisi lain yang berkaitan dengan asma membuat asma anak dapat dikontrol dengan baik.

  • Jadikan perawatan teratur sebagai bagian dari hidupnya. Jika anak harus meminum obat setiap hari, janganlah jadikan hal tersebut masalah besar – hal ini sebaiknya menjadi rutinitias seperti sarapan atau menggosok gigi
  • Yakinkan anak selalu berolahraga. Jangan membiarkan asma selalu menghantui anak. Olahraga yang teratur dapat mengurangi gejala dan itu penting untuk kesehatan anak secara umum. Dengan asma yang terkontrol, tidak ada batasan untuk anak ketika melakukan aktivitas fiisk.
  • Bantu anak mempertahankan berat badan yang ideal. Apabila anak mengalami kelebihan berat badan, gejala asma mereka dapat menjadi lebih buruk dan berisiko mengalami permasalahan kesehatan lainnya.
  • Menjaga nyeri ulu hati tetap dalam batas pengontrolan. Refluks asam atau nyeri ulu hati yang berat (penyakit refluks sistem pencernaan atau GERD) dapat memperburuk gejala asma pada anak. Dia mungkin membutuhkan obat untuk menjaga refluks asam.

 

Pengobatan alternatif

Ketika beberapa pengobatan alternatif digunakan untuk pengobatan asma, penelitian lebih lanjut dibutuhkan untuk melihat seberapa baik obat tersebut dapat bekerja dan melihat kemungkinan efek samping yang dapat muncul. Pengobatan alternatif yang dapat digunakan pada asma meliputi:

  • Teknik bernapas. Ini meliputi program bernapas yang terstruktur seperti teknik bernapas Buteyko, metode Papworth dan latihan yoga (pranayama).
  • Akupuntur. Teknik ini sudah mengakar dalam pengobatan tradisional Cina. Pengobatan ini dilakukan dengan menempatkan jarum yang sangat tipis pada tempat tertentu di bagian tubuh anak amda. Akunpuntur membutuhkan waktu hingga beberapa menit sehingga inilah yang sulit bagi anak dengan usia sangat muda. Ini aman dan tidak nyeri.
  • Teknik relaksasi. Teknis seperti meditasi, biofeedback, hypnosis, dan relaksasi otot dapat membantu asma dengan mengurangi tekanan dan stress.
  • Homeopati. Homeopati bertujuan untuk merangsang respon penyembuhan dari tubuh sendiri dengan menggunakan zat dengan dosis yang sangat kecil sebagai pemicu gejala tersebut. Dalam kasus asma, penyembuhan homeopati dibuat dari zat yang memicu reaksi asma seperti serbuk sari atau rumput liat. Hal ini masih membutuhkan pembuktian yang lebih lanjut apakah homeopati membantu penyembuhan asma akibat alergi atau tidak.
  • Pengobatan herbal dan suplementasi. Beberapa pengobatan herbal telah dicoba untuk asma seperti butterbur, gingko, dan tanaman merambat yang kering. Penelitian belum jelas mengenai keuntungan menggunakan tanaman herbal untuk tatalaksana asma. Tanaman obat-obatan dan suplemen dapat memiliki efek samping dan beberapa berinteraksi dengan obat yang diminum anak Anda. Beritahukan dokter anakmu sebelum mencoba herbal atau suplemen apapun.
  • Nutrisi. Beberapa nutrisi dapat membantu asma, namun belum ada penelitian yang meyakinkan mengenai hal ini. Beberapa dari mereka yaitu asam lemak omega 3 yang ditemukan pada ikan dan makanan lain, vitamin C, selenium, makan tinggi antioksidan. Sekalipun Anda memberikan dapat anak Anda  suplementasi vitamin atau mineral yang mengandung zat ini, pendekatan terbaik adalah memberikan anak Anda beragam makanan meliputi buah dan sayuran segar.

 

Memberikan dukungan

Mencegah atau mengatasi gejala asma bukan pekerjaan mudah. Cobalah beberapa trik di bawah ini untuk membuat hidup senormal mungkin:

  • Menuliskan rencana kerja asma. Bersama-sama dengan dokter anak  untuk membuat rencana pada anak dan memberikan salinannya pada seluruh orang di sekitar anakmu, seperti pengasuh, guru, pelatih, dan orangtua dari teman anak. Mengikuti rencana tertulis tersebut membantu orangtua dan anak mengidentifikasi gejala lebih awal, menyediakan informasi penting bagaimana merawat asma anak dari hari ke hari dan bagaimana menangani serangan asma.
  • Tetap memberikan semangat. Fokuskan perhatian pada apa yang dapat dikerjakan anak, bukan pada apa yang tidak dapat dikerjakannya. Libatkan guru, suster sekolah, pelatih, saudara, dan teman untuk membantu mengatasi asma anak. Semangati anak untuk bermain dan beraktivitas secara normal. Jangan membatas aktivitas anak karena ketakutan akan serangan asma – bekerja sama dengan dokter anak  untuk mengontrol aktivitas yang dapat memicu gejala.
  • Tetap tenang ketika menghadapi gejala asma. Jangan panik jika melihat gejala asma menjadi semakin berat. Pusatkan perhatian pada rencana perawatan asma dan libatkan anak pada setiap langkah sehingga dia mengerti apa yang sedang terjadi.
  • Berdiskusi dengan sesama orangtua anak penderita asma. Ruangan diskusi dan mailing list internet atau kelompok lokal dapat menghubungkan Anda dengan orangtua yang mengalami masalah serupa sehingga Anda tahu bahwa Anda  dan buah hati idak menghadapi penyakit ini sendirian.
  • Bantu anak berhubungan dengan sesama penderita asma. Masukkan anak ke “komunitas asma” atau temukan organisasi yang memiliki aktivitas untuk anak-anak penderita asma. Hal ini dapat membantu anak merasa tidak terisolasi bahkan membantu mereka untuk mengerti tentang asma dan tatalaksananya.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *