Asma Akibat Paparan Kerja

By | February 7, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > Asma Akibat Paparan Kerja


Asma akibat paparan kerja yang dikenal sebagai occupational asthma disebabkan oleh memburuknya pernapasan yang dikarenakan lingkungan tempat bekerja seperti asap kimiawi, gas, atau debu. Seperti jenis asma yang lain, occupational asthma bisa menyebabkan beberapa gejala seperti rasa nyeri pada dada, mengi, dan nafas yang pendek.

Dengan diagnosa dan perawatan yang dilakukan secara dini, asma akibat paparan kerja dapat dicegah. Terpaparnya seseorang pada penyebab alergi dalam jangka waktu yang berkepanjangan dapat memperburuk gejala asma bahkan berpotensi menyebabkan seseorang untuk menderita asma seumur hidupnya.

Perawatan dan pengobatan untuk asma akibat paparan kerja sama seperti jenis asma yang lain yang biasanya melibatkan konsumsi obat-obatan untuk meredam gejala asma. Namun satu cara yang pasti untuk menghilangkan gejala dan mencegah kerusakan paru yang disebabkan oleh asma ialah untuk menghindari segala hal yang dapat menyebabkan alergi yang akan berujung pada asma.

Gejala

Gejala dari occupational asthma mirip dengan jenis asma yang lain, gejala dan tAnda yang diderita antara lain :

  • Mengi, kadang terjadi pada malam hari
  • Batuk
  • Nafas yang pendek
  • Sesak pada dada

Adapun sejumlah gejala dan tAnda yang mungkin dialami oleh penderita antara lain :

  • Ingusan, meler
  • Hidung yang sengau atau mampulet
  • Iritasi pada mata dan mata berair

Gejala dari asma akibat paparan kerja dapat berbeda dari satu orang ke orang yang lain, tergantung dari latar belakang lingkungan Anda bekerja, berapa lama dan berapa sering Anda terpapar pada sejumlah hal yang menyebabkan alergi, reaksi tubuh Anda, dan masih banyak faktor yang lain. Gejala yang dapat diderita cukup beragam dan gejala yang mesti diperhatikan adalah sebagai berikut:

  • Asma yang diderita memburuk ketika bekerja pada hari kerja, kemudian tidak menderita asma ketika akhir pekan, namun asma kembali terjadi seiring dengan kembalinya Anda ke tempat bekerja.
  • Terjadi ketika Anda berada atau tidak berada di tempat kerja.
  • Asma langsung terjadi setelah Anda berhadapan dengan sejumlah hal yang memicu alergi di tempat kerja
  • Asma terjadi setelah bulanan atau tahunan Anda berhadapan dengan sejumlah hal yang memicu alergi di tempat kerja.

Asma masih tetap diderita meskipun Anda telah tidak lagi berhadapan dengan sejumlah hal yang memicu alergi di tempat kerja. Semakin lama Anda berhadapan dengan hal-hal yang memicu asma, maka semakin besar risiko untuk menderita asma yang berkepanjangan atau permanen.

Penyebab & Faktor Risiko

Tidak ada sebab yang jelas mengapa seseorang menderita asma yang dipicu oleh lingkungan mereka bekerja. Namun asma akibat paparan kerja dapat terjadi karena faktor turunan (genetis) dan frekuensi Anda berhadapan dengan hal-hal yang dapat memicu alergi dan gejala asma di tempat kerja.

Gejala asma terjadi ketika paru mengalami iritasi atau peradangan. Peradangan mengakibatkan beberapa reaksi yang menghalangi masuknya udara ke paru sehingga mempersulit seseorang untuk bernapas secara normal. Setelah berhadapan dengan hal yang berpotensi memicu serangan asma, saluran udara pada sistem pernapasan pun mengalami penyempitan, seperti:

  • Otot-otot pada saluran udara menyempit
  • Pembengkakan pada saluran udara
  • Produksi lendir yang berlebihan yang akan menyumbat saluran udara

Peradangan paru yang dapat dipicu oleh salah satu dari dua proses, yakni:  

  • Alergi. Asma dapat terjadi karena tubuh sering berhadapan dengan sejumlah hal atau zat yang memicu alergi. Tubuh mulai mengidentifikasi pemicu alergi sebagai sebuah ancaman dan tubuh pun mengaktifkan sistem imun untuk bekerja melindungi Anda, fenomena ini dikenal sebagai sensitisasi (sensitization). Pada awalnya Anda tidak akan mengalami gejala asma karena sensitisasi membutuhkan waktu bulanan atau tahunan untuk terjadi. Gejala asma dimulai ketika sistem imun menghasilkan antibodi yang spesifik untuk melawan pemicu alergi atau asma, hal ini mengakibatkan tubuh melepas zat kimiawi seperti histamin yang mengiritasi paru dan mengakibatkan seseorang mengalami gejala asma.
  • Asma yang disebabkan karena eksposur terhadap pemicu alergi asma (irritant induced asthma). Anda mengalami peradangan pada paru akibat frekuensi bekerja dan bernapas di lingkungan yang sarat dengan zat atau hal yang berpotensi memicu asma. Kondisi yang dialami ini dikenal sebagai sindrom reaksi disfungsi saluran udara (reactive airways dysfunction syndrome – RADS). Sindrom ini terjadi ketika seseorang menghirup zat-zat kimiawi  seperti  klorin, hidrogen sulfida, ammonia anhidrat, dan asam fosfat yang membuat katup paru lebih sensitif terhadap hal atau zat yang memicu asma.

Setidaknya telah teridentifikasi 300 hal yang ditemui di tempat kerja yang dapat memicu terjadinya asma, seperti:

  • Zat atau senyawa binatang, seperti protein yang ada pada rambut, bulu, air liur, dan zat pembuangan dari binatang.
  • Zat kimiawi, seperti asam, anhidrat, dan diisocyanates yang digunakan untuk cat, pernis, bahan perekat, pelapisan, dan pemantrian  untuk damar/resin. Zat kimiawi yang dapat menyebabkan asma pun dapat terkandung pada material kemasan, insulasi, kasur busa, dan 
  • Enzim yang digunakan di detergen dan terigu.
  • Metal terutama platinum, chromium, dan nickel sulfate.
  • Zat – zat tanaman, seperti protein yang ditemukan pada getah karet yang masih alami, terigu, sereal, kapas, gandum hitam, rami, rami halus, gandum, dan papain – enzim yang didapatkan dari pepaya.
  • Zat kimiawi yang menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan seperti gas klorin, sulfur dioksida, dan asap.

Faktor Risiko

Berikut sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang menderita asma akibat paparan kerja:

  • Sudah memiliki alergi dan asma.¸Meskipun hal ini dapat meningkatkan risiko bagi seseorang untuk menderita asma akibat paparan kerja, banyak orang yang memiliki alergi atau asma dan harus bekerja di lingkungan yang sensitif untuk memicu peradangan paru namun mereka tidak pernah mengalami gejala asma yang diakibatkan oleh lingkungan pekerjaan.
  • Genetik. Memiliki keluarga yang menderita asma akibat paparan kerja akan meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit yang sama.
  • Bekerja di lingkungan yang berpotensi memicu asma.

Pekerjaan yang berisiko tinggi Sangat memungkinkan bagi seseorang untuk menderita asma akibat paparan kerja terlepas dari lingkungan di mana ia bekerja. Namun ada beberapa pekerjaan yang memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pekerjaan yang lain.

Berikut penjelasan mengenai pekerjaan yang berisiko tinggi dan berbagai zar yang dapat memicu asma:

Pekerjaan

Zat yang memicu asma

Orang yang pekerjaanya berkaitan dengan zat perekat

Zat kimiawi seperti akrilat

Orang yang pekerjaannya berkaitan dengan hewan, salah satunya dokter hewan

Protein yang terdapat pada hewan

Penggiling dan tukang roti

Biji-bijian, butiran padi,  dan butiran sereal

Pembuat karpet

Getah

Orang yang pekerjaanya berkaitan dengan logam

Kobal, nekel

Orang yang bekerja di hutan, tukang kayu, tukang perabot

Debu kayu

Penata rambut

Zat kimiawi seperti persulfat

Pekerja di layanan kesehatan

Lateks dan zat kimiawi seperti glutaraldehyde

Pekerja farmasi/obat-obatan

Enzim, obat-obatan

Orang yang pekerjaannya berkaitan dengan penyediaan dan penghidangan makanan laut

Makanan laut

Pekerja yang melapisi kayu

Senyawa amine

Tukang cat, pekerja yang berkaitan dengan instalasi penyekatan atau pekerja yang terlibat di industri plastik dan busa

Zat kimiawi seperti diisocyanates

Pekerja tekstil

Bahan celup

Pengguna plastik dan resin

Zat kimiawi seperti anhidrat

 

Komplikasi

Semakin lama seseorang terpapar pada berbagai hal yang menyebabkan asma akibat paparan kerja, maka semakin buruk gejala yang diderita,  dan akan membutuhkan waktu yang semakin lama untuk menyembuhkan asma. Dalam beberapa kasus, seseorang yang menderita asma yang diakibatkan oleh peradangan sistem pernapasan (yang biasanya dipicu oleh partikel debu dan bubuk) dapat berujung pada perubahan paru permanen yang mengakibatkan seseorang untuk menderita asma seumur hidupnya

Kapan Harus ke Dokter ?

Sesegera mungkin mencari perawatan medis apabila gejala asma yang diderita semakin memburuk. Sejumlah serangan asma dapat mengancama kehidupan , tAnda-tAnda dari serangan asma yang membutuhkan perawatan medis emergensi adalah sebagai berikut:

  • Napas pendek atau mengi yang terjadi secara intensif/cepat
  • Keadaan tidak membaik meskipun telah menggunakan bronchodilators (obatan-obatan yang dihirup melalu mulut untuk membuka saluran pernapasan)
  • Nafas terputus-putus meskipun tidak melakukan aktivitas yang berat

Buatlah janji untuk menemui dokter apabila Anda memiliki masalah pada sistem pernapasan seperti batuk, mengi, atau napas yang pendek dan terputus-putus. Masalah pada pernapasan bisa jadi merupakan tAnda terjadinya asma, terlebih lagi apabila gejala yang diderita semakin memburuk.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan alternatif

Banyak orang yang mengakui efektivitas pengobatan alternatif untuk meredam gejala asma, namun para peneliti masih membutuhkan penelitian yang lebih mendalam untuk membuktikan khasiat dari pengobatan alternatif, terutama peranan pengobatan alternatif dalam meredam atau menyembuhkan alergi dan asma. Meskipun belum terbukti secara pasti manfaat dari pengobatan alternatif, ada beberapa jenis pengobatan yang dapat dijalani seperti:

  • Latihan bernafas seperti metode buteyko, papworth, pranyama, hingga latihan untuk menguatkan kinerja otot  pada paru.
  • Akupuntur yang berakar dari pengobatan tradisional China. Akupuntur merupakan teknik memasukkan atau memanipulasi jarum ke dalam titik akupunktur tubuh. Akupuntur merupakan praktik medis yang aman dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun bukti bahwa akupuntur dapat meredam atau bahkan menyembuhkan asma belum dapat disimpulkan.
  • Relaksasi. Teknik yang dipakai seperti meditasi, hipnotis, atau pelemasan otot dapat meredam asma dengan mengurangi ketegangan dan stress, namun keampuluhan teknik relaksasi untuk meredam asma pun belum dapat dibuktikan secara tegas.
  • Obat herbal dan suplemen nutrisi. Terdapat sejumlah obat herbal dan suplemen nutrisi yang biasanya dikonsumsi untuk meredam atau menyembuhkan asma seperti jeruk, asam lemak omega 3 (ditemukan pada minyak ikan) dan vitamin c.
  • Obat tradisional China. Obat tradisional dari China biasanya mengkombinasikan tumbuh – tumbuhan untuk mengobati penyakit tertentu, masih dibutuhkan penelitian untuk membuktikan keampuluhan obat tradisional China dalam mengurangi atau menyembuhkan suatu penyakit.
  • Homeopati. Homeopati bertujuan untuk menstimulasi penyembuhan dengan sendirinya dengan menggunakan dosis kecil dari hal atau zat yang mengakibatkan seseorang menderita gejala suatu penyakit. Dalam kasus asma, pengobatan homeopati dibuat dari zat yang berpotensi untuk memicu reaksi asma, seperti serbuk bunga.
  • Chiropractic. Banyak ahli yang menyatakna bahwa perbaikan pada struktur tulang belakang dapat meredam gejala asma. Namun sejauh ini belum ada penelitian yang menyatakan implikasi positif dari chiropractic terhadap penyembuhan asma.

Mengatasi asma

Asma yang diakibatkan paparan kerja dapat mempengaruhi kesehatan dan karier seseorang. ApabilaAAnda merasa semakin sulit beraktivitas dengan asma , segera temui dokter, penasihat karier, atau bergabung dengan kelompok pendukung asma. Membagi pengalaman dengan yang lain akan membuat Anda lebih mengerti tentang kondisi kesehatan Anda, sekaligus mengetahui bagaimana mengontrol dan menjalani sejumlah perawatan dan pengobatan.

[table “880” not found /]
[the_ad_placement id="konten-perusahaan"] [table “872” not found /]
[the_ad_placement id="referensi-pm"] [the_ad_placement id="referensi"] Berikan Ulasan Produk Ini [ratemypost]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *