Arteriosklerosis (Aterosklerosis)

By | February 7, 2015 |


Arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi untuk jantung dan seluruh tubuh Anda. Arteri yang sehat bersifat fleksibel dan elastis. Seiring dengan waktu, tekanan yang berlebih pada arteri akan membuat dinding arteri menjadi tebal dan kaku sehingga terkadang menghambat aliran darah ke organ dan jaringan. Proses ini disebut arteriosklerosis atau aterosklerosis, atau pengerasan arteri.

Aterosklerosis spesifik untuk tipe arteriosklerosis, tetapi terminologi tersebut digunakan secara bergantian. Aterosklerosis berarti akumulasi dari lemak dan kolesterol pada dinding arteri (plak), yang dapat menghambat aliran darah.

Plak ini dapat pecah dan menimbulkan bekuan darah. Walaupun aterosklerosis sering dianggap sebagai masalah pada jantung, hal ini dapat menyerang arteri manapun di tubuh Anda. Aterosklerosis dapat dicegah dan diatasi.

Gejala

Aterosklerosis berkembang secara bertahap. Aterosklerosis ringan biasanya tidak memiliki gejala.

Anda biasanya tidak akan memiliki gejala aterosklerosis sampai sebuah arteri menjadi sempit atau tersumbat sehingga arteri tersebut tidak dapat menyuplai cukup darah untuk organ dan jaringan. Terkadang bekuan darah menyumbat aliran darah secara sempurna, atau pecah dan memicu serangan jantung atau stroke.

Gejala aterosklerosis derajat sedang atau berat bergantung pada arteri mana yang terkena. Sebagai contoh:

  • Jika Anda memiliki aterosklerosis pada jantung, Anda mungkin mengalami gejala berupa nyeri atau rasa tertekan pada dada (angina).
  • Jika Anda memiliki aterosklerosis  pada arteri yang menuju ke otak, Anda mungkin mengalami tAnda dan gejala berupa kebas mendadak atau kelemahan pada lengan atau tungkai, kesulitan bicara atau kelemahan otot pada wajah. Hal ini adalah tAnda dari transient ischemic attack (TIA) yang jika tidak ditatalaksana dengan baik dapat berujung pada terjadinya stroke.
  • Jika Anda memiliki aterosklerosis  pada arteri di lengan dan tungkai, Anda mungkin mengalami gejala penyakit arteri perifer, seperti nyeri kaki saat berjalan (klaudikasio intermiten).
  • Jika Anda memiliki aterosklerosis pada arteri di ginjal, Anda mungkin mengalami tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.
  • Jika Anda memiliki aterosklerosis pada arteri yang menuju ke genitalia, Anda dapat mengalami kesulitan dalam hubungan 5eks. Terkadang aterosklerosis dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Pada perempuan, tekanan darah tinggi dapat mengurangi aliran darah ke vagin4 yang membuat hubungan 5eksual menjadi kurang memuaskan.

Kapan harus mengunjungi dokter Jika Anda berpikir Anda memiliki aterosklerosis, bicara pada dokter Anda. Selain itu perhatikan gejala awal dari kurangnya aliran darah seperti nyeri dada, nyeri kaki atau keram. Diagnosis awal dan tatalaksana dapat mencegah terjadinya perburukan aterosklerosis dan mencegah serangan jantung, stroke, atau kegawatan lainnya.

Penyebab & Faktor Risiko

Aterosklerosis berjalan lambat dan merupakan penyakit yang progresif yang dapat berawal pada masa awal anak-anak. Walaupun  penyebab pastinya belum diketahui, aterosklerosis dapat diawali oleh rusak atau jejas pada lapisan dalam arteri. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh:

  • Tekanan darah yang tinggi
  • Tinggi kolesterol. Sering berasal dari asupan berlebih kolesterol atau lemak jenuh pada makanan.
  • Merokok dan sumber lain dari nikotin.
  • Diabetes

Saat dinding dalam arteri mengalami kerusakan, sel-sel darah dan substansi lainnya berkumpul pada tempat terjadinya kerusakan dan memperbaiki lapisan dalam arteri. Seiring dengan waktu, deposit lemak (plak) yang terbuat dari kolesterol dan produk sisa sel menumpuk pada tempat luka dan mengeras sehingga mempersempit arteri Anda. Organ dan jaringan yang terhubung ke arteri yang tersumbat tidak menerima asupan darah yang cukup untuk berfungsi normal.

Sedikit demi sedikit potongan dari deposit lemak dapat pecah dan memasuki aliran darah. Selain itu, lapisan plak dapat ruptur sehingga mengeluarkan kolesterol dan substansi lainnya ke aliran darah Anda. Hal ini dapat menyebabkan pembentukan bekuan darah yang dapat menyumbat secara sempurna aliran darah ke daerah yang spesifik dari bagian tubuh, seperti yang terjadi pada serangan jantung. Sebuah bekuan darah dapat pergi ke bagian tubuh lain dan dan menyumbat aliran darah secara parsial atau menyeluruh ke organ lainnya.

Faktor Risiko

Pengerasan dari arteri dapat terjadi seiring dengan perjalanan waktu. Selain oleh karena penuaan, faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko aterosklerosis termasuk:

  • Tekanan darah tinggi
  • Tinggi kolesterol
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Merokok
  • Riwayat penyakit jantung dini pada keluarga

Komplikasi

Komplikasi dari aterosklerosis bergantung pada lokasi arteri yang tersumbat. Sebagai contoh:

  • Penyakit arteri koroner. Ketika aterosklerosis mempersempit arteri yang menuju jantung Anda, Anda mungkin mengalami penyakit arteri koroner, yang dapat menyebabkan nyeri dada (angina), serangan jantung, atau gagal jantung.
  • Penyakit arteri karotid. Ketika aterosklerosis mempersempit arteri yang menuju otak Anda, Anda mungkin mengalami penyakit arteri karotis, yang dapat menyebabkan transient ischemic attack (TIA) atau stroke.
  • Penyakit arteri perifer. Ketika aterosklerosis mempersempit arteri pada lengan atau tungkai, Anda mungkin mengalami gangguan sirkulasi pada lengan dan kaki yang disebut penyakit arteri perfier. Hal ini dapat membuat Anda menjadi kurang sensitif terhadap panas dan dingin sehingga meningkatkan resiko kepanasan atau kedinginan. Pada kasus yang jarang ditemukan, sirkulasi yang buruk pada lengan dan kaki dapat menyebabkan kematian jaringan (gangren).
  • Aneurisma. Aterosklerosis dapat menyebabkan aneurisma, sebuah komplikasi serius yang dapat terjadi pada seluruh tubuh Anda. Aneurisma adalah tonjolan pada dinding arteri. Kebanyakan orang tidak memiliki gejala. Nyeri dan denyut pada area aneurisma dapat terjadi dan hal tersebut merupakan kegawatdaruratan. Jika sebuah aneurisma pecah, Anda dapat mengalami pendarahan dalam yang mengancam nyawa. Walaupun hal ini biasanya bersifat mendadak, kebocoran yang lambat mungkin terjadi. Jika sebuah bekuan darah dalam aneurisma keluar, hal ini dapat menyumbat arteri pada beberapa tempat yang jauh.

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika Anda berpikir Anda memiliki aterosklerosis, bicara pada dokter Anda. Selain itu perhatikan gejala awal dari kurangnya aliran darah seperti nyeri dada, nyeri kaki atau keram. Diagnosis awal dan tatalaksana dapat mencegah terjadinya perburukan aterosklerosis dan mencegah serangan jantung, stroke, atau kegawatan lainnya.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Gaya hidup dan perawatan rumah

Perubahan gaya hidup dapat membantu Anda mencegah atau memperlambat progresivitas dari aterosklerosis.

  • Berhenti merokok. Rokok merusak arteri Anda. Jika Anda merokok, berhenti merokok adalah hal terbaik untuk memperlambat progresivitas aterosklerosis dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi.
  • Latihan fisik beberapa hari dalam seminggu.  Latihan fisik rutin dapat mengkondisikan otot Anda untuk menggunakan oksigen lebih efisien. Aktivitas fisik juga dapat memperbaiki sirkulasi dan mendorong pertumbuhan dari pembuluh darah baru yang membentuk jalan di sekitar daerah sumbatan (pembuluh darah kolateral). Latihan fisik membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko diabetes.

Idealnya, Anda harus melakukan latihan fisik 30 sampai 60 menit selama beberapa hari dalam seminggu. Jika Anda tidak dapat menggabungkan semua itu dalam satu sesi, cobalah untuk memecahnya dalam interval 10 menit. Anda dapat menggunakan tangga daripada elevator, berjalan di sekitar tempat Anda pada waktu makan siang, atau melakukan beberapa gerakan sit up atau push up saat menonton televisi.

  • Makan makanan sehat. Diet yang sehat untuk jantung Anda terdiri atas  buah-buahan, sayuran, gandum-ganduman dan rendah lemak jenuh, kolesterol, serta garam, dapat membantu Anda mengontrol berat badan, tekanan darah, kolesterol, dan gula darah. Cobalah untuk menganti roti putih dengan roti gandum, mengambil sebuah apel, pisang, atau wortel sebagai makanan ringan, dan membaca informasi nutrisi untuk mengontrol jumlah garam dan lemak yang Anda makan.
  • Turunkan berat badan Anda dan pertahankan berat badan yang ideal. Jika Anda memiliki kelebihan berat badan, penurunan  2,3 sampai 4,5 kilogram dapat membantu mengurangi resiko peningkatan tekanan darah dan kolesterol yang tinggi, dua dari faktor resiko mayor perkembangan aterosklerosis. Penurunan berat badan membantu Anda mengurangi resiko diabetes atau mengontrol kondisi jika Anda sedang memiliki diabetes.
  • Mengurangi stres. Kurangi stres sebanyak mungkin. Berlatih teknik sehat untuk mengatasi stres, seperti relaksasi otot dan pengambilan nafas dalam.

Jika Anda telah memiliki kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit kronik lainnya, berkerjasamalah dengan dokter Anda untuk mengatasi kondisi tersebut dan mendukung kesehatan Anda.

Pengobatan Alternatif

Seperti yang dikatakan bahwa beberapa makanan dan suplemen herbal dapat membantu mengurangi tingginya kadar kolesterol dan tekanan darah, dua faktor yang mendorong perkembangan aterosklerosis. Dengan persetujuan dokter Anda, pertimbangkanlah suplemen dan produk berikut ini:

  • Alpha-linolenic acid (ALA)
  • Artichoke
  • Barley
  • Beta-sitosterol (ditemukan pada suplemen dan beberapa margarin seperti Promise Activ)
  • Blond psyllium (ditemukan pada benih jagung dan produk seperti Metamucil)
  • Kalsium
  • Kokoa
  • Minyak hati ikan kod
  • Ko-enzim Q10
  • Bawang Putih
  • Oat bran (ditemukan dalam oatmeal dan whole oats)
  • Asam lemak Omega-3
  • Sitostanol (ditemukan di suplemen oral dan beberapa margarin, seperti Benecol).

Bicarakan dengan dokter Anda sebelum menambahkan suplemen ini ke penatalaksanaan aterosklerosis Anda. Beberapa suplemen dapat berinteraksi dengan obat-obatan sehingga menyebabkan efek samping yang berbahaya.

Anda juga dapat berlatih teknik relaksasi, seperti yoga atau latihan pernapasan, untuk membuat Anda rileks dan mengurangi tingkat stres Anda. Latihan ini dapat mengurangi aliran darah sementara sehingga menurunkan resiko perkembangan aterosklerosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *