ANHIDROSIS (HIPOHIDROSIS)

By | February 7, 2015 | FARMASI-ID.COM > Blog | Farmasi-id.com > ANHIDROSIS (HIPOHIDROSIS)


Anhidrosis adalah ketidakmampuluan untuk berkeringat secara normal. Bila tidak berkeringat, maka ubuh tidak bisa mendinginkan diri, sehingga dapat menyebabkan overheating (panas berlebihan) dan kadang-kadang juga menyebabkan pitam panas, suatu kondisi yang berpotensi fatal.

Anhidrosis, kadang juga disebut hipohidrosis, cukup sulit untuk didiagnosa. Anhidrosis ringan sering kali tidak disadari, dan beragam faktor dapat menjadi penyebab kondisi ini seperti trauma kulit, penyakit serta obat-obatan tertentu. Seseorang bisa memperoleh anhidrosis dari keluarganya (warisan-genetik) ataupun mengembangkan kondisi ini di kemudian hari.

Pengobatan anhidrosis difokuskan pada upaya mengatasi penyebab yang mendasarinya.

Gejala

TAnda dan gejala dari anhidrosis meliputi:

• Sedikit atau tidak ada keringat sama sekali

• Pusing

• Kejang otot atau kelemahan

• Merasa panas

Kurangnya keringat dapat terjadi pada:

• Lebih dari sebagian besar area tubuh Anda

• Di satu daerah tertentu

• Tersebar di berbagai area tubuh

Area tubuh yang tidak terpengaruh mungkin akan mencoba untuk melakukan kompensasi dengan memproduksi lebih banyak keringat, jadi sangat mungkin bagi orang tersebut untuk mengeluarkan banyak keringat pada satu bagian tubuh sementara bagian lainnya hanya mengeluarkan sedikit (atau tidak sama sekali) keringat. Anhidrosis yang mempengaruhi sebagian besar tubuh Anda dapat menghambat proses pendinginan yang tepat. Demikian pula halnya dengan olahraga yang berlebihan, kerja fisik yang berat dan cuaca panas dapat menyebabkan kram panas, kelelahan panas atau bahkan stroke panas.

Penyebab & Faktor Risiko

Anhidrosis terjadi ketika kelenjar keringat berhenti bekerja, hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan.

Kerusakan saraf

Sistem saraf otonomik mengatur kegiatan tubuh involunter (spontan/tanpa disengaja) seperti pencernaan, detak jantung, tekanan darah dan suhu tubuh. Munculnya cedera pada saraf yang mengendalikan sistem ini dapat mempengaruhi fungsi kelenjar keringat Anda.

Banyak penyakit yang dapat merusak saraf otonom Anda, termasuk:

• Sidnrom Ross, yakni sebuah gangguan saraf perifer

• Diabetes

• Alkoholisme

• Penyakit Parkinson

• Beberapa  jenis atropi sistem, yakni gangguan neurodegeneratif yang cukup progresif

• Amiloidosis, disebabkan oleh penumpukan zat yang disebut protein amiloid pada organ Anda

• Sindrom Sjogren, yang menyebabkan mata dan mulut yang kering

• Sel kecil kanker paru-paru

• Gangguan metabolisme langka, seperti penyakit Fabry

• Sindrom Horner, yang merusak saraf pada wajah dan mata Anda

Kerusakan pada kulit

• Tersumbatnya saluran. Penyakit kulit atau kondisi yang menghambat saluran keringat (oklusi poral) adalah penyebab paling umum dari anhidrosis.

• Cedera kulit. Cedera fisik pada kulit Anda, terutama akibat luka bakar yang parah, dapat merusak kelenjar keringat Anda secara permanen.

Obat-obatan tertentu

• Banyak jenis obat resep – termasuk beberapa obat untuk jantung, tekanan darah, kontrol kandung kemih, mual dan kondisi kejiwaan – dapat mengurangi jumlah keringat.

• Keringat biasanya kembali normal ketika penggunaan obat tersebut dihentikan.

• Jika Anda mengembangkan anhidrosis ketika memulai jenis pengobatan baru, beritahukan dokter Anda.

Faktor genetik

• Beberapa kelainan genetik dapat menyebabkan disfungsi kelenjar keringat.

  • Hypohidrotic ectodermal dysplasia, yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan tubuh menghasilkan kelenjar keringat dalam jumlah yang sangat sedikit.

Dehidrasi

Hal ini terjadi ketika tubuh Anda tidak memiliki cukup cairan untuk menjalankan fungsi normal tubuh. Dalam kasus yang paling parah, dehidrasi dapat mengganggu kemampuluan tubuh Anda untuk berkeringat.

Dehidrasi dapat disebabkan oleh:

• Kombinasi diare dan muntah yang intens

• Demam yang sangat tinggi

•Berkeringat berlebihan tanpa adanya pengganti dari cairan yang hilang

• Peningkatan buang air kecil – sering kali ditimbulkan sebagai akibat dari diabetes mellitus atau diabetes insipidus yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol.

• Alkohol dan obat-obatan tertentu seperti diuretik, antihistamin, obat tekanan darah, dan beberapa obat psikiatris

Faktor risiko

Faktor-faktor tertentu membuat anhidrosis lebih mungkin terjadi, diantaranya:

• Usia. Ketika bertambah tua, kemampuluan tubuh untuk berkeringat secara normal semakin berkurang, biasanya dikarenakan tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur suhu.

• Masalah kesehatan tertentu. Setiap kondisi medis yang merusak saraf otonom Anda dapat memungkinkan terjadi masalah pada kelenjar keringat. Diabetes adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan kerusakan saraf – tetapi sejumlah penyakit lain  juga bisa merusak baik saraf maupun kelenjar keringat, sering kali di daerah tertentu seperti kaki atau wajah.

• Gangguan kulit. Jenis penyakit yang mengiritasi atau menyebabkan inflamasi pada kulit biasanya akan mempengaruhi kelenjar keringat Anda. Anhidrosis dapat terjadi akibat sejumlah gangguan kulit, termasuk psoriasis, dermatitis eksfoliatif -yang ditAndai dengan skala kulit yang parah-, ruam panas, scleroderma -yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kencang-, serta ichthyosis – kulit kering dan bersisik.

• Kelainan genetik. Mutasi gen tertentu dapat menyebabkan gangguan yang mempengaruhi kelenjar keringat.

Komplikasi

Penyakit terkait panas adalah komplikasi paling serius dari anhidrosis. Anak-anak sangat rentan terhadap komplikasi karena suhu inti mereka lebih cepat naik dibandingkan dengan orang dewasa, dan tubuh mereka cenderung kuran efisien menghilangkan anas. Semua anak harus dipantau secara ketat untuk beragam penyakit akibat panas, namun tindakan pencegahan esktra harus dilakukan ketika anak-anak memiliki anhidrosis.

Masalah yang berkaitan dengan panas antara lain:

• Kram Panas. Jenis kejang otot ini dapat mengencangkan otot-otot dpada kaki, lengan, perut dan punggung. Kondisi ini umumnya lebih menyakitkan dan berkepanjangan daripada jenis kram kaki malam hari.

• Kelelahan Panas. Gejala seperti kelemahan, mual dan detak jantung yang cepat, biasanya dimulai setelah melakukan latihan/olahraga berat. Siapapun yang mengalami kelelahan panas harus dipantau secara hati-hati karena gejala ini dapat memburuk dalam waktu yang singkat.

• Heatstroke. Kondisi yang mengancam jiwa ini terjadi ketika suhu tubuh Anda menkapsulai 104 F (40 C) atau lebih tinggi. Jika tidak segera diobati, heatstroke dapat menyebabkan halusinasi, pitam panas, kehilangan kesadaran, koma dan bahkan kematian.

Kapan Harus ke Dokter ?

Jika nyaris tidak berkeringat, bahkan ketika cuaca sedang panas atau Anda bekerja/berolahraga keras, sebaiknya segera berkonsultasi  dengan dokter. Bicarakan dengan dokter jika Anda menyadari bahwa kuantitas keringat lebih sedikit dari biasanya. Karena anhidrosis dapat meningkatkan risiko serangan panas, carilah perawatan medis jika Anda mengembangkan tAnda-tAnda atau gejala dari penyakit yang berhubungan dengan panas, seperti:

• Kelemahan

• Mual

• Pusing

• Detak jantung yang cepat

• Jerawat pada kulit, meskipun suhu sedang hangat

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Terapi dan pengobatan

Pengobatan tidak selalu diperlukan

Anhidrosis yang mempengaruhi sebagian kecil tubuh Anda biasanya tidak menjadi masalah dan tidak memerlukan pengobatan. Tapi jika daerah yang mengalami penurunan keringat cukup luas, maka hal ini bisa mengancam jiwa Anda. Pengobatan mungkin tersedia untuk mengatasi faktor penyebab anhidrosis.

Mengobati masalah yang berkaitan dengan panas

Overheating (kelebihan panas) membutuhkan pengobatan yang tepat untuk mencegah gejala-gejala menjadi semakin buruk.

Kram Panas

Untuk meredakan kram:

• Istirahat dan dinginkan tubuh

• Minum jus buah dingin atau minuman olahraga yang mengandung elektrolit.

• Dapatkan perawatan medis jika kram semakin memburuk atau tidak hilang dalam waktu sekitar satu jam.

• Tunggu setidaknya beberapa jam sebelum kembali melakukan aktivitas berat

Kelelahan Panas

Ketika seseorang mengalami gejala kelelahan panas seperti mual, pusing dan detak jantung yang cepat, Anda harus bertindak dengan cepat:

• Pindahkan orang tersebut ke ruang teduh atau ber-AC, dan angkat kakinya ke atas.

• Kendurkan pakaian orang tersebut dan singkirkan setiap pakaian yang berat

• Berikan orang tersebut minuman sejuk (bukan minuman dingin/es) air atau minuman olahraga yang mengandung elektrolit.

• Semprotkan atau spons orang tersebut dengan air dingin.

Pitam panas (heatstroke)

Pitam panas membutuhkan perawatan medis dengan segera. Kondisi ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani. Sembari menunggu bantuan tiba:

• Pindahkan orang tersebut ke tempat teduh atau ruang ber-AC.

• Mulai proses pendinginan dengan menyemprotkan air ke kulitnya atau membungkus orang tersebut dengan handuk/kain basah dan gunakan kipas atau koran untuk meningkatkan sirkulasi udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *