Bissalam

Farmasi-id.com > Jamu > Jamu Asam Urat > Bissalam

By | 19/11/2018

Kandungan dan Komposisi Bissalam

  • Centellae herba 150 mg
  • Phylanti herba 150 mg
  • Sonchi folium 150 mg
  • Zingiberis rhizoma 50 mg
  • Amomi fructus 50 mg

Khasiat Kegunaan

  • Memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh
  • Membantu meredakan encok, nyeri sendi, dan peredaran darah
  • Mengobati penyakit asam urat, kolesterol, insomnia, stroke ringan, vertigo, rheumatik, pengapuran dan gangguan tenggorokan
  • Memperlancar air seni
  • Memperbaiki fungsi ginjal, maag, dan asam lambung

Pantangan

Hindari makanan yang berupa kacang-kacangan (kacang kedelai, emping, kopi)

Kontra Indikasi

Wanita hamil disarankan tidak mengkonsumsi

Dosis dan Aturan Pakai

  • Pengobatan: 2 (dua) x sehari @ 2 kapsul
  • Pencegahan: 1 (satu) x sehari @ 2 kapsul

Kemasan dan Sediaan

Dus, botol @ 40 kapsul

Izin BPOM

Tidak ditemukan/tidak sesuai

Harga

Rp 80.000/dus, botol @ 40 kapsul

Produsen

CV. AH

Sekilas Tentang Centella Asiatica (Pegagan)

Centella terdiri dari sekitar 40 spesies dengan ragam yang berbeda-beda di Indonesia, dimana penyebarannya terbatas, kecuali Centella Asiatica yang penyebarannya sampai Asia Tenggara dan meluas ke berbagai negara subtropis. Tanaman ini telah digunakan untuk proses penyembuhan agar lebih baik, perbaikan ingatan, kanker, kekebalan, jamu, penyakit pernafasan, perawatan penyakit pada kulit (seperti psoriasis dan eczema), memperbaiki bekas luka, nyeri haid, menguatkan urat, pembersih darah, tekanan darah tinggi, obat penenang, obat anti-stress, anti-cemas, dan perangsang, peningkat kekebalan, dan penyesuaian tubuh, dan lain-lain.

Tanaman ini memiliki Kandungan antara lain Asiaticoside, thankunside, isothankunside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, madasiatic acid, mesoinosetol, centellose, carotenoids, garam K, Na, Ca, Fe, vellarine, tatin, mucilago, resin, pektin, gula, vitamin B.

Sekilas Tentang Sonchus Arvensis (Tempuyung)

Tempuyung (Sanchus arvensisL.) adalah tanaman yang tumbuh secara pesat pada daerah berketinggian 50-1.650 meter di atas permukaan laut. Akarnya besar dan lurus, tangkainya berbentuk silinder dan mengeluarkan getah, daunnya oval dan rasanya pahit, bunganya kuning, dan buahnya keras, tipis berwarna coklat kekuningan. Penelitian membuktikan bahwa tempuyung mengandung alfa-laktoserol, mannitol, inositol, silica, kalium, flavonoid, dan taraxasterol. Ada 4 spesies yang ditemukan di Asia Tenggara, yaitu S.asper (L) Hill ; S.malaianus Miquuel ; S.oleraccus L dan S.arvensis L.

Seluruh bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Manfaatnya antara lain:


  1. Mengatasi radang payudara.

  2. Mengobati bisul.

  3. Menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).

  4. Mencegah dan meluruhkan kencing batu.

  5. Memperbaiki pendengaran berkurang.

Sekilas Tentang Amomum Compactum (Kapulaga)

Amomum compactum atau kapulaga adalah suatu tanaman yang memiliki ciri daun berbentuk lonjong dengan ujung runcing yang panjangnya sekira 30 cm dengan lebar 10 cm. Kapulaga memiliki bunga berwarna kemerahan dan terdapat umbi pada akarnya. Tanaman ini dapat tumbuh dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Buah kapulaga memiliki aroma harum dan dapat digunakan sebagai bumbu masakan maupun obat. Buahnya ada di dalam tandan berbentuk bulat kecil yang warnanya kuning kelabu. Di Indonesia tanaman ini banyak tumbuh secara liar di daerah perbukitan Jawa barat dan Jawa Tengah. Namun sekarang tanaman kapulaga banyak dibudidayakan sebagai tanaman obat.

Kandungan kimiawi yang terdapat dalam buah dan biji kapulaga ini antara lain terpineol, terpinyl asetat, sineol, borneol, sabien, kalsium oksalat, dan silisium. Selain itu juga mengandung minyak atsiri (alfaborneol dan betakamper). Umbi kapulaga digunakan sebagai penunun panas/demam. Biji dan buah kapulaga ini banyak digunakan sebagai obat batuk, perut kembung, penurun panas, antitusif, bau mulut, peluruh dahak, radang amandel, antiemetik, gangguan haid, sesak napas, dan sebagai tonikum pada kondisi tubuh lemas.

Sekilas Tentang Zingiber Officinale (Jahe)

Tumbuhan Jahe mempunyai bau aromatik, rasa pedas, hangat dan tidak beracun.Rimpang jahe mengandung minyak asiri. Minyak asiri tersebut terdiri atas n-nonylaldehide, d-camphene, d-β-phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol, lonalool, acetates, caprylate, citral, chavicol, gengerol, shogaol, dan zingiberene. Selain itu, rimpang jahe juga mengandung resin tepung kanji dan serat.

Efek farmakologis jahe adalah menambah nafsu makan, memperkuat lambung, peluruh kentut, peluruh keringat, pelancar sirkulasi darah, penurun kolesterol, antimuntah, antiradang, antibatuk, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak yang dikeluarkan rimpang jahe.

Sekilas tentang imunitas

Imunitas atau kekebalan adalah sistem mekanisme pada organisme yang melindungi tubuh terhadap pengaruh biologis luar dengan mengidentifikasi dan membunuh patogen serta sel tumor. Sistem ini mendeteksi berbagai macam pengaruh biologis luar yang luas, organisme akan melindungi tubuh dari infeksi, bakteri, virus sampai parasit, serta menghancurkan zat-zat asing lain dan memusnahkan mereka dari sel organisme yang sehat dan jaringan agar tetap dapat berfungsi normal. Deteksi sistem ini sulit karena adaptasi patogen dan memiliki cara baru agar dapat menginfeksi organisme.
Sekilas tentang asam urat/gout

Gout (atau penyakit asam urat); merupakan kondisi medis yang biasanya ditandai dengan serangan berulang dari inflamasi artritis akut yang diakibatkan oleh kecacatan kimiawi tubuh (seperti adanya asam urat dalam cairan sendi). Kondisi yang menyakitkan ini paling sering menyerang sendi-sendi kecil, terutama jempol kaki. Gout biasanya dapat dikontrol dengan obat dan perubahan dalam diet.

Pirai atau gout (juga dikenal sebagai podagra bila terjadi di jempol kaki) adalah kondisi kesehatan yang biasanya ditandai oleh adanya serangan akut artritis inflamatori berulang—dengan gejala kemerahan, lunak yang terasa sakit dan panas pada pembengkakan sendi. Bagian sendi metatarsal-falangeal pada bagian dasar dari ibu jari merupakan tempat yang paling sering terserang (mendekati 50% kasus). Namun, gejala ini juga dapat timbul sebagai tofi, batu ginjal, atau nefropati urat. Keadaan ini disebabkan oleh adanya peningkatan kadar asam urat di dalam darah. Asam urat mengkristal, dan kristal ini mengendap pada persendian, tendon, dan jaringan sekitanya.

Diagnosis klinis dipastikan dengan melihat adanya kristal yang khas pada cairan sendi. Pengobatan dengan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS), steroid, atau kolkisin dapat mengurangi peradangan. Ketika serangan akut berkurang, kadar asam urat biasanya turun dengan cara mengubah gaya hidup, dan bagi mereka yang mengalami serangan berulang, allopurinol atau probenecid memberikan pencegahan dalam jangka waktu yang lama.

Frekuensi pirai telah meningkat pada beberapa dekade ini, memengaruhi sekitar 1-2% populasi Barat pada suatu saat kehidupan mereka. Peningkatan ini diperkirakan disebabkan oleh naiknya faktor risiko dalam populasi, seperti misalnya sindrom metabolik, harapan hidup yang lebih panjang dan perubahan pola makan. Dalam sejarahnya pirai dikenal sebagai "penyakit para raja" atau "penyakit orang kaya".