Bisolvon Kids

By | Mei 23, 2020 | Farmasi-id.com > Sistem Pernapasan > Obat Batuk & Pilek > Bisolvon Kids

Kandungan dan Komposisi Bisolvon Kids

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia. Kategori yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Berikut adalah kandungan dan komposisi dari Bisolvon Kids:

5 ml sirup mengandung Bromhexine hydrochloride  4 mg
(mengandung  Ethyl alcohol 3,72 % v/v )

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Bisolvon Kids

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Berikut ini indikasi dari Bisolvon Kids:

Bisolvon bekerja sebagai mukolitik untuk meredakan batuk berdahak.

Kontraindikasi Bisolvon Kids

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Bisolvon Kids dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

  • Bisolvon  tidak boleh digunakan oleh penderita yang hipersensitif terhadap Bromhexine HCl atau komponen lain dalam formula
  • Pada kasus tertentu yang sifatnya jarang yaitu kondisi dimana terdapat ketidakcocokan dengan zat tambahan yang terkandung dalam produk obat tersebut penggunaan produk di kontraindikasikan ( lihat pada bagian “peringatan dan perhatian”)

Peringatan dan Perhatian Penggunaan Bisolvon Kids

Laporan mengenai terjadinya lesi kulit yang parah seperti sindroma Steven Johnson dan sindroma Lyell dengan pemberian sementara zat mukolitik seperti Bromhexine sangat jarang. Hal tersebut kebanyakan di sebabkan oleh penyakit sebelumnya yang parah atau pemberian bersamaan dengan obat lain. Jika terjadi lesi kulit atau mukosa, harus segera di tangani secara medis dan penggunaan Bromhexine harus dihentikan.

Untuk sirup 4 mg / 5 ml

Bisolvon sirup 4mg / 5 ml mengandung 15 g maltitol cair per dosis  maksimum harian yang di rekomendasikan. Pasien yang memiliki kondisi keturunan yang jarang seperti intoleransi terhadap fruktosa tidak boleh mengkonsumsi obat ini. Produk ini mungkin memiliki efek laksatif yang ringan.

Interaksi Obat Bisolvon Kids

Interaksi obat merupakan suatu perubahan aksi atau efek obat sebagai akibat dari penggunaan atau pemberian bersamaan dengan obat lain, suplemen, makanan, minuman, atau zat lainnya. Interaksi obat Bisolvon Kids antara lain:

Tidak ada laporan interaksi klinis yang tidak menyenangkan dengan obat ini.

Masa Kehamilan dan Menyusui

  • Bromhexine dapat melintasi penghalang plasenta. Studi pada hewan tidak menunjukan efek yang membahayakan baik langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kehamilan, perkembangan embrio/fetus, perkembangan atau pasca kelahiran
  • Hingga saat ini tidak ada bukti klinis yang menunjukkan efek yang berbahaya pada janin selama kehamilan. Meskipun demikian, tindakan pencegahan terhadap penggunaan obat selama kehamilan harus diamati. Terutama pada trimester pertama, penggunaan Bisolvon tidak dianjurkan . Bromhexine diekskresikan kedalam air susu.walaupun begitu efek yang tidak baik  pada bayi yang menyusui tidak di harapkan , karena Bisolvon tidak dianjurkan digunakan oleh ibu menyusui

Efek Samping Bisolvon Kids

Efek Samping merupakan suatu efek yang tidak diinginkan dari suatu obat. Efek samping ini dapat bervariasi pada setiap individu tergantung pada pada kondisi penyakit, usia, berat badan, jenis kelamin, etnis, maupun kondisi kesehatan seseorang. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin dapat terjadi setelah pemberian Bisolvon Kids:

Gangguan sistem kekebalan tubuh, gangguan jaringan kulit dan subkutan dan gangguan  pernapasan , mediastinum dan torak.
Reaksi anafilaksis termasuk syok anafilaktik, angiodema, bronkospasme, ruam, urtikaria, pruritus, dan hipersensitivitas lainnya.
Gangguan saluran cerna, mual, muntah, diare dan sakit pada perut bagian atas.

Overdosis

Hingga saat ini  tidak ada laporan kelebihan dosis yang spesifik terhadap manusia. Berdasarkan laporan kelebihan dosis baik yang disengaja dan /atau kesalahan pengobatan, gejala yang teramati secara konsisten dengan efek samping Bisolvon pada dosis yang dianjurkan dan sehingga diperlukan pengobatan simtomatik.

Farmakologi Bisolvon Kids

Bromhexine adalah derivat sintetik dari zat aktif vasicine yang tedapat dalam tumbuh-tumbuhan.studi preklinis menunjukan Bromhexine dapat meningkatkan sekresi bronkus serous. Bromhexine memperbaiki transpor mukus dengan mengurangi viskositas mukus  dan dengan mengaktifkan epitel bersilia( klirens mukosilia).

Studi klinis menunjukkan bahwa Bromhexine memiliki efek sekretolitik dan sekretomotor pada daerah saluran bronkus, yang dapat mempermudah pengeluaran dahak dan batuk. Setelah pemberian Bromhexine, konsentrasi antibiotik ( Amoksisilin, Eritromisin, Oksitetrasiklin )dalam dahak dan sekresi bronkopulmonari meningkat.

Farmakokinetika

Absorpsi

Bromhexine secara cepat diserap di saluran cerna. Bioavailabilitas yang sama ditunjukkan setelah penggunaan oral formulasi padat dan cair.
Bioavailabilitas absolut dari Bromhexine HCl sekitar 22,2 ± 8,5 % dan 26,8  ±  13,1 % terhadap masing-masing Bisolvon tablet dan larutan. Metabolisme jalur pertama  berjumlah sekitar 75-80%. Penggunaan bersamaan dengan makanan akan menyebabkan peningkatan konsentrasi plasma Bromhexine.

Distribusi

Setelah pemberian secara intravena, Bromhexine akan didistribusikan secara cepat dan luas keseluruh tubuh dengan volume distribusi  rata-rata (Vss) hingga 1209 ±  206 L (19 L/kg). Dari penelitian setelah pemberian Bromhexine secara oral, distribusi ke jaringan paru ( bronkus dan parenkim ) adalah 32 mg dan 64 mg. konsentrasi pada jaringan paru dua jam pasca dosis 1.5 – 4.5 kali lebih tinggi pada jaringan bronkiolo-bronkial dan antara 2.4 dan 5.9 kali lebih tinggi pada parenkim paru di bandingkan  dengan konsentrasi plasma.

Bromhexine yang tidak berubah  akan terikat dengan  protein plasma sebesar 95% (non-pengikatan terbatas ).

Metabolisme

Hampulir seluruh Bromhexine di metabolisme menjadi berbagai metabolit yang ter hidroksilasi dan asam dibromanthranilic. Semua metabolit dan bromhexine itu sendiri sebagian besar akan terkonjugasi dalam bentuk N-glucuronides dan O-glucuronides. Tidak ada petunjuk secara substansial terhadap perubahan pola metabolisme oleh Oksitetrasiklin, Sulfonamid atau Eritromisin. Sehingga tidak mungkin  ada interaksi yang relevan dengan substrat CYP 450 2C9 atau 3A4.

Eliminasi

Setelah pemberian secara i.v. Bromhexine merupakan obat dengan rasio ekstraksi tinggi dalam kisaran aliran darah hepatik, 843-1073 ml/menit yang akan menghasilkan variabilitas antar-dan intra-individual tinggi ( CV > 30 % ). Radioaktivitas dalam urin ditemukan setelah pemberian Bromhexine  radiolabelled sekitar 97.4 ± 1.9 % dari dosis , dengan kurang dari 1 % sebagai senyawa induk. Konsentrasi plasma Bromhexine menunjukkan penurunan multieksponensial. Setelah pemberian oral dosis  tunggal antara 8 dan 32 mg, eliminasi terminal paruh berkisar antara 6,6 dan 31,4 jam. Waktu paruh relevan untuk memprediksi farmakokinetik  dosis ganda sekitar 1 jam, sehingga tidak ada akumulasi yang terlihat setelah  beberapa dosis ( Faktor akumulasi 1.1 ).

Umum

Setelah pemberian secara oral Bromhexine menunjukkan  farmakokinetik dosis proporsional dalam kisaran 8-32 mg.

Tidak  ada data farmakokinetik bromhexine terhadap usia lanjut atau pasien dengan insufisiensi ginjal atau hati. Dari pengalaman klinis secara luas tidak menimbulkan terhasap  masalah keamanan relevan dari populasi.

Studi interaksi dengan anti koagulan atau digoksin tidak dilakukan. Farmakokinetik bromhexine secara relevan tidak di pengaruhi oleh penggunaan yang bersamaan dengan ampulisilin atau oksitetrasiklin. Terdapat juga interaksi yang tidak relevan antara  bromhexine dan eritromisin menurut perbandingan sebelumnya.

Tidak ada laporan interaksi yang relevan selama pemasaran obat jangka panjang yang menunjukkan tidak adanya potensi interaksi substansial dengan obat-obat ini.

Toksikologi

Bromhexine HCl menunjukkan toksisitas akut rendah : nilai LD50 adalah > 5 g/kg pada tikus , > 4 g/kg pada kelinci, > 10 g/kg pada anjing, dan > 1 g/kg pada tikus yang baru lahir. LD50 i.p pada tikus adalah 2 g/kg. Nilai LD50 untuk formulasi sirup adalah > 10 ml/kg  pada mencit dan tikus. Tidak ada tanda klinis yang spesifik dari toksisitas yang diamati  pada dosis tersebut.
Pada studi  toksisitas dosis oral berulang selama 5 minggu, 200 mg/kg Bromhexine HCl  ditoleransi oleh mencit mewakili “NOAEL” . Pada 2000 mg/kg,angka kematian tinggi. Beberapa hewan yang bertahan hidup memperlihatkan peningkatan berat hati dan kolesterol serum reversible. 25 mg/kg  ditoleransi oleh tikus selama lebih dari 26 atau 100 minggu, sedangkan pada 500 mg/kg, kejang dan kematian terjadi. Hepatosit centribular diperbesar karena perubahan vacuolic. Studi lainnya selama 2 tahun mengkonfirmasi bahwa dosis hingga 100 mg/kg dapat di toleransi dengan baik, sedangkan pada dosis 400 mg/kg, kejang terjadi secara sporadis pada beberapa hewan. 100 mg/kg (NOAEL) secara oral ditoleransi oleh anjing selama 2 tahun.

Bisolvon sirup ( 0,8 mg/ml) ditoleransi secara baik hingga 20 ml/kg pada tikus dengan centribular pengubah lemak hati sederhana  yang reversibel . setelah pemberian 8 mg larutan injeksi secara intramuskular pada anjing selama 6 minggu tidak ada iritasi lokal atau toksisitas sistemik. Injeksi tunggal 4 mg Bromhexine secara i.a dapat diterima dengan baik oleh tikus dan anjing. Lesi setelah pemberian injeksi i.m pada kelinci lebih baik dibandingkan dengan mereka setelah pemberian larutan garam fisiologis. Bromhexine HCl merupakan hemolitik in vintro.

Bromhexine HCl pada dosis oral hingga 300 mg/kg pada tikus dan 200 mg/kg pada kelinci tidak embriotoksik ataupun teratogenik (segmen II ). Fertilitas ( segmen I ) tidak terganggu dengan dosis  hingga 300 mg/kg. “NOAEL” selama perkembangan peri dan postnatal (Segmen III) adalah 25 mg/kg

Bromhexine HCl tidak memiliki potensi mutagenic pada studi mutasi terhadap bakteri dan uji pada mikronukleous pada tulang sumsum tikus.
Bromhexine HCl tidak menunjukkan potensi tumorigenik pada studi selama 2 tahun yang diberikan pada tikus hingga 400 mg/kg, dan pada anjing hingga 100 mg/kg.

Dosis dan Aturan Pakai Bisolvon Kids

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Bisolvon Kids:

Dewasa dan anak > 10 tahun: 3 x 10 ml per hari
Anak 5-10 tahun: 3 x 5 ml per hari
Anak 2 – 5 tahun: 2 x 5 ml per hari
Atau sesuai dengan petunjuk dokter

Kemasan dan Sediaan Bisolvon Kids

Bisolvon Sirup 4 mg/ 5 ml

  • Botol 60 ml
  • Botol 125 ml

Izin BPOM Bisolvon Kids

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Bisolvon Kids:

Reg. No. DTL0133700637A1

Harga Bisolvon Kids

Botol 60 ml : Rp. 27.060

Cara Penyimpanan Bisolvon Kids

  • Simpan dibawah suhu 30°C, pada tempat tertutup rapat
  • Simpan ditempat yang aman,jauhkan dari jangkauan anak-anak

Produsen Bisolvon Kids

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Bisolvon Kids:

PT Boehringer Ingelheim Indonesia

Dengan lisensi dari:

Boehringer Ingelheim International GmbH
Ingelheim am Rhein
Jerman

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah Aman Menggunakan Bisolvon Kids Saat Mengemudi atau Mengoperasikan Mesin?

Jika Anda mengalami gejala efek samping seperti mengantuk, pusing, gangguan penglihatan, gangguan pernapasan, jantung berdebar, dan lain-lain setelah menggunakan Bisolvon Kids, yang dapat mempengaruhi kesadaran atau kemampuan dalam mengemudi maupun mengoperasikan mesin, maka sebaiknya Anda menghindarkan diri dari aktivitas-aktivitas tersebut selama penggunaan dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Bagaimana Jika Saya Lupa Menggunakan Bisolvon Kids?

Jika Anda lupa menggunakan Bisolvon Kids, segera gunakan jika waktunya belum lama terlewat, namun jika sudah lama terlewat dan mendekati waktu penggunaan berikutnya, maka gunakan seperti dosis biasa dan lewati dosis yang sudah terlewat, jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis yang terlewat. Pastikan Anda mencatat atau menyalakan pengingat untuk mengingatkan Anda mengenai waktu penggunaan obat agar tidak terlewat kembali.

Apakah Saya Dapat Menghentikan Penggunaan Bisolvon Kids Sewaktu-waktu?

Beberapa obat harus digunakan sesuai dengan dosis yang diberikan oleh dokter. Jangan melebih atau mengurangi dosis obat yang diberikan oleh dokter secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan dokter. Obat seperti antibiotik, antivirus, antijamur, dan sebagainya harus digunakan sesuai petunjuk dokter untuk mencegah resistensi dari bakteri, virus, maupun jamur terhadap obat tersebut. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

Jangan menghentikan penggunaan obat secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter, karena beberapa obat memiliki efek penarikan jika penghentian dilakukan secara mendadak. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Bisolvon Kids?

Setiap obat memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda, cara penyimpanan dapat Anda ketahui melalui kemasan obat. Pastikan Anda menyimpan obat pada tempat tertutup, jauhkan dari panas maupun kelembapan. Jauhkan juga dari paparan sinar Matahari, jangkauan anak-anak, dan jangkauan hewan.

Bagaimana Penanganan Bisolvon Kids yang Sudah Kedaluwarsa?

Jangan membuang obat kedaluwarsa ke saluran air, tempat penampungan air, maupun toilet, sebab dapat berpotensi mencemari lingkungan. Juga jangan membuangnya langsung ke tempat pembuangan sampah umum, hal tersebut untuk menghindari penyalahgunaan obat. Hubungi Dinas Kesehatan setempat mengenai cara penangangan obat kedaluwarsa.
Sekilas Tentang Bromhexine Pada Bisolvon Kids
Bromhexine merupakan zat obat yang termasuk dalam golongan obat ekspektoran atau mukolitik yang bermanfaat untuk membersihkan saluran pernapasan. Obat ini mampu meningkatkan cairan pada mukus di saluran pernapasan sehingga membuat dahak menjadi encer dan tidak mengental yang pada akhirnya dapat dengan mudah dikeluarkan. Oleh sebab itu obat ini dapat dengan mudah dijumpai pada komposisi obat batuk.

Bromhexine bekerja dengan cara meningkatkan produksi cairan pada mukus di saluran pernapasan sehingga akan menyebabkan cairan dahak yang diproduksi menjadi lebih encer dan tidak terlalu kental sehingga akan menghasilkan suatu efek sekretomotorik yang membantu cilia mengeluarkan dahak encer tadi keluar dari paru-paru. Bromhexine mulai bekerja dalam waktu 30 menit setelah pemberian dan efek lengkapnya akan terlihat melalui peningkatan produksi cairan di saluran pernapasan setelah dua hingga tiga hari sejak dimulainya pengobatan.

Efek samping yang kemungkinan dapat terjadi setelah penggunaan bromhexine seperti diare, pusing, sakit kepala, mual, berkeringat berlebihan, ruam kulit, perut kembung, gangguan pencernaan, dan lain-lain yang belum disebutkan dalam daftar ini. Namun efek samping-efek samping itu umumnya jarang terjadi. Hati-hati penggunaan pada mereka yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap bromhexine dan komponen lainnya yang ada di dalamnya, pasien penderita ulkus gastrik, penderita gangguan hati maupun liver, orang yang memiliki tingkat imunitas rendah, dan pasien yang sedang menjalani kemoterapi.

Bromhexine disintesa dari suatu komponen kimia yang terdapat pada tumbuhan Justicia adhatoda atau Adhatoda vasica. Dari tumbuhan ini kemudian diekstraksi dan dihasilkanlah vasicine atau peganin yang merupakan suatu alkaloid quinazoline. Vasicine ini kemudian disintesa dan dihasilkanlah bromhexine. Obat ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an oleh peneliti di laboratorium Boehringer Ingelheim, Jerman. Bromhexine kemudian dipatenkan pada 1961 dan mulai dipasarkan secara komersial pada 1966 dan dijual dengan nama brand Bisolvon. Bromhexine tersedia dalam berbagai bentuk sediaan seperti sirup, tablet, solusi oral, dan lain-lain. Untuk bentuk sirup biasanya memiliki kekuatan 8 mg/5 ml dan 4 mg/5 ml, tablet 8 mg, solusi oral 10 mg/5 ml, dan lainnya yang kekuatan dosisnya disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

Bromhexine relatif aman untuk digunakan oleh wanita hamil, namun pada wanita menyusui tingkat keamanannya belum diketahui dengan pasti.
Alkohol dalam berbagai bentuknya merupakan suatu zat yang memiliki sifat antiseptik, disinfektan, dan antidot. Alkohol memiliki banyak bentuk yang digunakan untuk tujuan yang berbeda-beda. Pada pembahasan ini kita batasi alkohol dalam bentuk alkohol, n-butanol, dan ethanol. Alkohol dapat diaplikasikan pada kulit sebagai disinfektan kulit sebelum injeksi dan sebelum pembedahan pada operasi. Alkohol dalam bentuk ethanol (suatu komposisi kimia alkohol sederhana) secara intravena digunakan untuk perawatan toksisitas methanol atau toksisitas ethylene glycol saat fomepizole tidak tersedia. Efek toksik dari glycol dapat terkristalisasi pada ginjal dan menyebabkan efek yang sangat serius. Diperkirakan alkohol mulai digunakan sebagai antiseptik pada sekira tahun 1363 namun kemungkinan jauh lebih awal dari itu. Alkohol umumnya dihasilkan dari fermentasi ragi, gula, dan pati pada buah-buahan seperti anggur, kaktus, tebu, gandum, dan sebagainya.

Alkohol dalam bentuk n-butanol (produk minor hasil fermentasi gula) dalam jumlah kecil digunakan dalam industri makanan dan miuman sebagai pelarut dan pengaroma. Alkohol berupa ethanol (alkohol yang secara alami diproduksi oleh fermentasi gula oleh ragi) memiliki sifat memabukkan biasanya dijumpai pada produk-produk minuman keras seperti bir, wine, dan sejenisnya. Efek samping yang biasa terjadi saat seseorang mengonsumsi alkohol adalah pusing, mual, dan muntah. Alkoho dapat bersifat adiktif, menyebabkan alkoholisme, dan ketergantungan serta menimbulkan efek penarikan. Mengonsumsi alkohol dalam jangka lama dapat menyebabkan kerusakan hati kerusakan otak, dan berisiko menyebabkan kanker. Kebanyakan efek tadi ditimbulkan jika mengonsumsinya dalam dosis besar dan frekuensi sering. Namun kemungkinan efek samping itu bisa saja terjadi pada penggunaan dosis ringan dan moderat. Alkohol pada bir bekerja dengan meningkatkan efek neurotransmiter yang disebut γ-aminobutyric acid atau GABA. GABA adalah inhibitor major neurotransmiter pada otak dan dengan memfasilitasi aksinya, alkohol dapat menekan aktifitas sistem saraf pusat. Alkohol juga secara langsung berefek pada sistem neurotransmiter lainnya termasuk glutamate, glycine, acetylcholine, dan serotonin. Hasilnya akan terjadi peningkatan kadar dopamin dan opioid endogen pada otak.

Pada industri farmasi, alkohol digunakan sebagai pelarut atau media "transportasi" pada berbagai jenis obat baik obat bebas maupun obat resep. Selain itu ia juga digunakan sebagai pengawet produk farmasi.
Berikan Ulasan Produk Ini

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *

Sekilas tentang batuk
Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Sekilas tentang pilek
Pilek, biasa juga dikenal sebagai nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma, merupakan penyakit menular yang disebabkan virus pada sistem pernapasan yang terutama menyerang hidung.Tenggorokan, sinus, dan kotak suara juga dapat terpengaruh. Tanda dan gejala mungkin muncul kurang dari dua hari setelah paparan. Itu termasuk batuk, sakit tenggorokan, rhinorrhea, bersin, sakit kepala, dan demam. Orang biasanya sembuh dalam tujuh sampai sepuluh hari. Beberapa gejala dapat berlangsung hingga tiga minggu. Pada orang-orang dengan masalah kesehatan lainnya, pneumonia kadang-kadang berkembang.

Ada lebih dari 200 strain virus yang terlibat dalam penyebab pilek; rhinovirus adalah yang paling umum. Mereka menyebar melalui udara selama kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan secara tidak langsung melalui kontak dengan benda-benda di lingkungan diikuti dengan transfer ke mulut atau hidung. Faktor risiko termasuk pergi ke tempat penitipan anak, tidak tidur dengan baik, dan stres psikologis. Gejala sebagian besar karena respon kekebalan tubuh terhadap infeksi daripada kerusakan jaringan oleh virus sendiri. Penderita influenza sering menunjukkan gejala yang sama seperti penderita pilek, meskipun gejala biasanya lebih parah di influenza.

Tidak ada vaksin untuk pilek. Metode utama pencegahan adalah mencuci tangan; tidak menyentuh mata, hidung atau mulut dengan tangan yang belum dicuci; dan menjauh dari orang-orang yang sakit. Beberapa bukti mendukung penggunaan masker wajah. Tidak ada obat untuk pilek, tetapi gejalanya dapat diobati.Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS, nonsteroidal anti-inflammatory drug, NSAID) seperti ibuprofen dapat mengurangi rasa sakit.Antibiotik tidak boleh digunakan. Bukti tidak mendukung manfaat dari obat batuk.

Pilek adalah penyakit infeksi yang paling sering pada manusia. Rata-rata orang dewasa terkena pilek dua sampai empat kali setahun, sedangkan rata-rata anak bisa terkena enam sampai delapan kali. Pilek terjadi lebih sering pada musim dingin. Infeksi ini telah ada pada manusia sejak zaman kuno.
Cara Mengutip Untuk Daftar Pustaka
Jika Anda ingin mengutip tulisan ini pada daftar pustaka, Anda bisa melakukannya dengan menggunakan berbagai format berikut ini:

Format APA (American Psychological Association)

Farmasi-id.com. (2020, 23 Mei). Bisolvon Kids. Diakses pada 2 Juni 2020, dari https://www.farmasi-id.com/bisolvon-kids/


Format MLA (Modern Language Association)

"Bisolvon Kids". Farmasi-id.com. 23 Mei 2020. 2 Juni 2020. https://www.farmasi-id.com/bisolvon-kids/


Format MHRA (Modern Humanities Research Association)

Farmasi-id.com, "Bisolvon Kids", 23 Mei 2020, <https://www.farmasi-id.com/bisolvon-kids/> [Diakses pada 2 Juni 2020]


Bagikan ke Rekan Anda