Batuk Pilek (Si Ji Gan Mao Zhi Ke Gao)

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Flu & Batuk > Batuk Pilek (Si Ji Gan Mao Zhi Ke Gao)

By | 11/01/2019

Komposisi

  • Radix Bupleuri 10 mg
  • Flos Lonicerae 15 mg
  • Fructus Forsythlae 15 mg
  • Radix Platycodonis 15 mg
  • Radix Peucedani 10 mg
  • Semen Armeniacae Amarum 10 mg
  • Bulbus Fritillariae  15 mg
  • Radix Glycyrrhiae 5 mg
  • Herba Menthae 5 mg

Khasiat

Membantu meredakan batuk dan pilek.

Cara Pakai

Dewasa sehari 3 kali @ 15 ml
Anak-anak sehari 3 kaii @ 10ml

Kemasan dan Sediaan

Dus, Botol @ 200 ml

Izin BPOM

TR123662821

Harga

Rp 45.000/Dus, Botol @ 200 ml

Produsen

PT Cahaya Biru

Sekilas Tentang Platycodon Grandiflorum

Platycodon grandiflorum/grandiflorus atau bunga balon biru (blue balloon flower) merupakan suatu tanaman herbal yang aslinya tumbuh di China, Jepang, Korea, dan Russia (timur Siberia). Namun saat ini sudah banyak tersebar di berbagai belahan dunia. Tanaman ini memiliki banyak manfaat terutama dibidang makanan dan obat herbal. Platycodon grandiflorum dapat tumbuh pada kondisi tanah dan lingkungan yang kaya akan nutrisi, lembab, memiliki drainase baik, tanah berpasir, dan menerima sinar mataahri dengan penuh. Tanaman ini memiliki bunga berwarna biru dan mekar seperti balon, itulah mengapa ia disebut dengan blue balloon flower.

Seluruh bagian dari tanaman ini dapat dijadikan obat herbal. Namun saat ini umumnya hanya akarnya saja yang digunakan sebagai obat. Akarnya memiliki rasa sedikit pahit yang memiliki kandungan platycodigenin yang dapat melebarkan pembuluh bronkial dan mampu menghilangkan dahak. Akarnya banyak digunakan untuk mengobati lendir belebihan pada tenggorokan, sakit tenggorokan, pilek, flu, bronkitis, abses mulut dan tenggorokan, disentri, dan nyeri pada usus. Di Korea akar tersebut biasanya dimasukkan sebagai bahan tambahan ke dalam sup dan acar, dengan kulit luarnya dihilangkan terlebih dahulu.

Pada suatu penelitian di Korea, akar Platycodon grandiflorum memiliki kandungan saponin yang mampu memperlambat pertumbuhan sel tumor, menghambat sekresi lambung dan menyembuhkan luka. Percobaan pada tikus laboratorium menemukan bahwa akar tersebut juga mampu menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik, namun belum diketahui apakah efeknya akan sama bila digunakan pada manusia.

Bunga Platycodon grandiflorum bermanfaat untuk pengobatan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK merupakan penyakit paru umum yang membuat penderitanya mengalami kesulitan bernapas. Di Jepang, daun Platycodon grandiflorum biasa dimakan dan dijadikan salad.

Sekilas Tentang Glycyrrhiza Glabra (Akar Manis)

Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.

Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.
Sekilas tentang influenza/flu

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus RNA dari familia Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.

Walaupun sering tertukar dengan penyakit mirip influenza lainnya, terutama selesma, influenza merupakan penyakit yang lebih berat dibandingkan dengan selesma dan disebabkan oleh jenis virus yang berbeda Influenza dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak, namun gejala tersebut lebih sering terdapat pada penyakit gastroenteritis, yang sama sekali tidak berhubungan, yang juga kadangkala secara tidak tepat disebut sebagai "flu perut." Flu kadangkala dapat menimbulkan pneumonia viral secara langsung maupun menimbulkan pneumonia bakterial sekunder.

Biasanya, influenza ditularkan melalui udara lewat batuk atau bersin, yang akan menimbulkan aerosol yang mengandung virus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Aerosol yang terbawa oleh udara (airborne aerosols) diduga menimbulkan sebagian besar infeksi, walaupun jalur penularan mana yang paling berperan dalam penyakin ini belum jelas betul. Virus influenza dapat diinaktivasi oleh sinar matahari, disinfektan, dan deterjen. Sering mencuci tangan akan mengurangi risiko infeksi karena virus dapat diinaktivasi dengan sabun.