Azythromycin

By | November 25, 2020 | Farmasi-id.com > Antiinfeksi (Sistemik) > Azythromycin

Azythromycin (azitromicin)

(Aztrin, Mezatrin, Zarom, Zibramax, Zifin, Zistic, Zithrax, Zithromax, Zycin)

GolonganSediaanPenyakit/indikasiAlasan penggunaanAntibakterial golongan makrolidaKapsul 250 mg atau 500 mgCairan oral : 200 mg/5 mlHanya diindikasikan untuk pengobatan dosis tunggal terhadapa clamidia trakomatis genitalis dan trakomaTrakoma adalah penyebab terbanyak penyebab kebutaan yang dapat dicegah di duniaTerdapat 92 juta infeksi clamidia genitalis di duina per tahun

Efektifitas klinis dari dosis tunggal azitromicin

Azitromicin sebagai dosis tunggal sama efektif dengan dosis multiple dari tetrasiklin, doksisiklin dan eritromicin pada pengobatan infeksi clamidia trakomatis

Makrolida

Azitromicin lebih aktif daripada eritromicin terhadap beberapa organisme gram negatif seperti Chlamydia trachomatis. Konsentrasi dan keberadaan azitromisin lebih tinggi dalam jaringan dibandingkan di plasma. Azitromicin tidak dianjurkan jika terdapat kemungkinan gonorea karena resistensi makrolida timbul cepat sekali pada keadaan ini.

Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Azythromycin

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Azythromycin adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Infeksi klamidia genitalis tanpa klomplikasi dan trakoma

Kontra Indikasi :

Gangguan hati

Perhatian Penggunaan Azythromycin

Kehamilan dan menyusui; perpanjangan interval QT (dilaporkan ventricular takikardi)

Kehamilan dan meyusui :

Kehamilan :

  • Produsen menyarankan penggunaan hanya jika alterntif yang sama efektif tidak tersedia

Menyusui :

  • Terdapat di ASI; gunakan hanya jika tidak ada alterntif pilihan lainnya

Interaksi :

AnalgesikEritromisin meningkatkan konsentrasi plasma alfentanilAntiaritmiaMeningkatkan risiko VT saat eritromisin injeksi diberikan dengan amiodaron; eritromisin meningkatkan konsentrasi plasma disopyramide 9menignkatkan risiko toksisitas)AntibakterialPemberian eritromisin melalui pembuluh darah meningkatkan risiko VT saat diberikan bersama moxifloxacin; makrolida mungkin meningkatkan risiko konsentrasi plasma rifabutin (meningkatkan risiko uveitis-kurangi dosis rifabutin)AntikoagulasiEritromisin meningkatkan efek antikoagulasi koumarinAntidepresiHindari makrolida disarankan pabrik reboxetineAntiepilepsiEritromisin meningkatkan konsentrasi plasma carbamazepinEritromisin mungkin menghambat metabolisme valproat (meningkatkan konsentrasi plasma)AntihistaminPembaut loratadin menyarankan eritromisin mungkin meningkatkan konsentrasi dalam darah loratadin; eritromisin menghambat metabolisme mizolastin- hindari penggunaan bersamaAntimalariaHindari penggunaan makrolida disarankan pembuat artemeter/lumefantrinAntimuskarinikEritromisin mungkin meningkatkan konsentrasi darifenasin dalam darah; hindari eritromisin disarankan pembuat tolterodineAntipsikotikMeningkatkan risiko VT saat eritromisin intravena diberikan dengan amisulpride atau zuclopenthixol, sulpiride-hindari pemakaian bersama; eritromisin mungkin meningkatkan konsentrasi clozapine dalam darah; eritromisin mungkin meningkatkan risiko VT saat diberikan bersama pimozide, sertindole- hindari pemakaian bersamaan; makrolida mungkin meningkatkan kadar quetiapine dalam darah (kurangi dosis quetiapine)AntiviralKonsentrasi dalam darah kedua obat meningkat saat eritromisin dan fosemprenavir diberikan bersamaan; konsentrasi dalam darah azitromicin dan eritromisin mungkin meningkat dengan ritonavir;Ansiolitik dan hipnotikEritromisin menghambat metabolism midazolam sehingga meningkatkan kadar midazolam dalam darah; eritromisin meningkatkan kadar buspiron dalam darah (dosis buspiron harus diturunkan); eritromisin menghambat metabolism aprepitantAtomoxetineEritromisin intra vena diberikan dengan atomoxetine meningkatkan risiko VTKalsium channel blocker (CCB)Eritromisin mungkin menghambat metabolism felodipine (meningkatkan kadarnya dalam darah); hindari penggunaan eritromisin disarankan pabrik lercanidipin; eritromisin dan claritromisin mungkin menghambat metabolism verapamil (meningkatkan risiko toksisitas)Glikosida jantungMakrolida meningkatkan konsentrasi darah digoxin (meningkatkan risiko toksisitas)SiklosporinClaritromisin dan eritromisin menghambat metabolism siklosporin (meningkatkan kadar dalam darah)CilostazolEritromisin meningkatkan konsentrasi dalam darah cilostazol (konsentrasi darah eritromisin menurun)- hindari penggunaan bersamaanKolkisinKlaritromisin dan eritromisin meningkatkan risiko toksisitas kolkisinkortikosteroidEritromisin mungkin menghambat metabolism kortikosteroid; eritromisin menghambat metabolism metilprednisolonSitotoksikEritromisin meningkatkan tolsisitas vinblastin- hindari penggunaan bersama; studi in vitro menunjukkan kemungkinan interaksi antara eritromisin dan docetaxelDiuretikEritromisin meningkatkan konsentrasi dalam darah eplerenone (kurangi dosis eplerenone)Dopaminergikeritromisin meningkatkan konsentrasi dalam darah dari bromokriptin dan cabergoline (meningkatkan risiko toksisitas)Alkaloid ergotMeningkatkan risiko ergotisme saat makrolida diberikan bersama ergotamine dan methisergide- hindari penggunaan bersamaan5HT1 agonisKlaritromisin dan eritromisin meningkatkan kadar dalam darah eletriptan (risiko toksisitas)- hindari penggunaan bersamaanIvabradineRisiko aritmia ventrikuler meningkat saat eritromisin diberikan bersama ivabradine- hindari penggunaan bersamaanLeukotrin antagonisEritromisin menurunkan kadar zafirlukas dalam darahObat pengatur lipidMungkin meningkatkan risiko miopati saat eritromisin diberikan dengan atorvastatin; eritromisin meningkatkan kadar pravastatin dalam darah; eritromisin menurunkan kadar rosuvastatin dalam darah; meningkatkan risiko miopati saat klaritromisin atau eritromisin diberikan bersama simvastatin (hindari penggunaan bersamaan)EstrogenMungkin menurunkan efek kontrasepsi estrogenParasimpatomimetikEritromisin meningkatkan kadar galantamine dalam darahPentamidine isetionateMeningkatkan risiko aritmia ventricular saat ariteomisin intravena diberikan dengan pentamidine isetionateSildenafilEritromisin meningkatkan kadar sildenafil dalam darah (kurangi dosis awal sildenafil)SirolimusKadar eritromisin dan sirolimus sama-sama meningkat dalam darah saat keduanya diberikan  bersamaanTacrolimusKlaritromisin dan eritromisin meingkatkan kadar tacrolimus dalam darahTadalafilKlaritromisin dan eritromisin mungkin meningkatkan akdar tadalafil dalam darahTeofilinEritromisin menghambat metabolism teofilin (kadar dalam darah meningkat), jika eritromisin diberikan per oral, juga menurunkan kadar eritromisisn dalam darahObat untuk ulkusKadar eritromisin dalam darah meningkat oleh cimetidin (meningkatkan risiko toksisitas, termasuk ketulian); kadar kedua obat meningkat saat klaritromisin diberikan bersamaan dengan omeprazoleVardenafilEritromisin meningkatkan kadar vardenafil dalam darahVaksinAntibakterila menginaktifkan vaksin tifoid oral

Sekilas Tentang Infeksi
Infeksi atau jangkitan adalah kolonalisasi (mengacu pada mikroorganisme yang tidak bereplikasi pada jaringan yang ditempatinya. Sedangkan "infeksi" mengacu pada keadaan di mana mikroorganisme bereplikasi dan jaringan menjadi terganggu) yang dilakukan oleh spesies asing terhadap organisme inang, dan bersifat paling membahayakan inang.

Organisme penginfeksi, atau patogen, menggunakan sarana yang dimiliki inang untuk dapat memperbanyak diri, yang pada akhirnya merugikan inang. Patogen mengganggu fungsi normal inang dan dapat berakibat pada luka kronik, gangrene, kehilangan organ tubuh, dan bahkan kematian. Respons inang terhadap infeksi disebut peradangan. Secara umum, patogen umumnya dikategorikan sebagai organisme mikroskopik, walaupun sebenarnya definisinya lebih luas, mencakup bakteri, parasit, fungi, virus, prion, dan viroid.

Simbiosis antara parasit dan inang, di mana satu pihak diuntungkan dan satu pihak dirugikan, digolongkan sebagai parasitisme. Cabang kedokteran yang menitikberatkan infeksi dan patogen adalah cabang penyakit infeksi.

Dosis dan Aturan Pakai Azythromycin

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Azythromycin:

:

Infeksi klamidia genitalis tanpa komplikasi, per oral, DEWASA 45 kg : 1 g sebagai dosis tunggal; di bawah 45 kg : 20 mg/kg dosis tunggal

Cara pelarutan dan pemberian :

Efek yang tidak diinginkan :

Lihat pada eritromisin 9tetapi lebih sedikit gejala saluran cerna); juga anoreksia, dyspepsia, kembung, konstipasi, pancreatitis; pingsan, pusing, sakit kepala, mengantuk, agitasi, hiperaktif; fotosensitif; hepatitis, nefritis interstisialis, gagal ginjal akut, asthenia, paraestesia, artralgia, kejang, neutropenia ringan, trombositopenia, tinnitus, nekrosis hepatica, gagal hati, pewarnaan lidah dan gangguan rasa.

SARAN KEPADA PASIEN. Tidak dimakan bersama obat atau bahan yang mengandung aluminium atau magnesium. Kapsul harus di makan 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan; suspense oral dapat di minum bersama makanan.

(YSK)

Seberapa Baik Produk Ini?

Klik bintang untuk memberi peringkat!

Peringkat rata-rata: 0 / 5. Jumlah pemberi peringkat: 0

Belum ada pemeringkatan, jadilah yang pertama.

Leave a Reply

Email address will not be published. Required fields are marked *