Axion

Apa Kandungan dan Komposisi Axion?

Kandungan dan komposisi produk obat maupun suplemen dibedakan menjadi dua jenis yaitu kandungan aktif dan kandungan tidak aktif. Kandungan aktif adalah zat yang dapat menimbulkan aktivitas farmakologis atau efek langsung dalam diagnosis, pengobatan, terapi, pencegahan penyakit atau untuk memengaruhi struktur atau fungsi dari tubuh manusia.

Jenis yang kedua adalah kandungan tidak aktif atau disebut juga sebagai eksipien. Kandungan tidak aktif ini fungsinya sebagai media atau agen transportasi untuk mengantar atau mempermudah kandungan aktif untuk bekerja. Kandungan tidak aktif tidak akan menambah atau meningkatkan efek terapeutik dari kandungan aktif. Beberapa contoh dari kandungan tidak aktif ini antara lain zat pengikat, zat penstabil, zat pengawet, zat pemberi warna, dan zat pemberi rasa. Kandungan dan komposisi Axion adalah:

Tiap kaplet mengandung L-glutamine 1000 mg

Bagaimana Farmakologi Axion?

Suplementasi L-glutamine sebagai pemenuhan kebutuhan asam amino tubuh dan penyusun protein dalam tubuh, khususnya sistem imun tubuh. Kebutuhan asam amino L-glutamine juga untuk memelihara kesehatan tubuh, serta dapat memproduksi glutation yang merupakan antioksidan alami dalam tubuh.

Sekilas Tentang Glutamine Pada Axion
Glutamin adalah salah satu dari 20 asam amino yang dikodekan oleh kode genetik standar. Rantai sampingnya adalah amida yang dibentuk dengan mengganti hidroksil rantai samping asam glutamat dengan gugus fungsi amina. Oleh karena itu dapat dianggap sebagai amida dari asam amino glutamat. Kodonnya adalah CAA dan CAG.

Nutrisi

Keberadaan di alam

Glutamin adalah asam amino non-esensial yang paling melimpah secara alami dalam tubuh manusia. Di dalam tubuh ditemukan beredar dalam darah serta disimpan dalam otot rangka. Ini menjadi esensial bersyarat (membutuhkan asupan dari makanan atau suplemen) dalam keadaan sakit atau cedera.

Sumber makanan

Sumber makanan glutamin meliputi:

  • Sumber hewani: daging, ikan, telur, susu, yogurt, keju ricotta, keju cottage,

  • Sumber tanaman: buncis, bayam, peterseli, kubis. Sejumlah kecil L-glutamin gratis ditemukan dalam jus sayuran dan makanan fermentasi, seperti miso .


Fungsi

  • Substrat untuk sintesis DNA.

  • Peran utama dalam sintesis protein.

  • Sumber utama bahan bakar untuk enterosit (sel yang melapisi bagian dalam usus kecil).

  • Prekursor untuk membelah sel imun dengan cepat, sehingga membantu fungsi imun.

  • Pengaturan keseimbangan asam-basa di ginjal.

  • Sumber bahan bakar alternatif untuk otak dan membantu memblokir katabolisme protein yang diinduksi kortisol.

  • Sebagai bentuk nitogen tetap oleh heterokista, ditukar dengan fotosintat dari sel cyanobacterial yang tidak berdiferensiasi.


Penggunaan

Dalam keadaan katabolik cedera dan penyakit, GLN menjadi esensial bersyarat (membutuhkan asupan dari makanan atau suplemen). Glutamin telah dipelajari secara ekstensif selama 10-15 tahun terakhir dan telah terbukti berguna dalam pengobatan penyakit serius, cedera, trauma, luka bakar, kanker dan pengobatannya terkait efek samping serta penyembuhan luka untuk pasien pasca operasi (kutipan tertunda). Itulah mengapa sekarang juga diklasifikasikan sebagai "nutraceutical". Glutamin juga dipasarkan sebagai suplemen yang digunakan untuk pertumbuhan otot dalam angkat besi, binaraga, daya tahan dan olahraga lainnya.

Membantu fungsi pencernaan

Ada beberapa penelitian terbaru tentang efek glutamin dan sifat apa yang dimilikinya, dan sekarang ada bukti signifikan yang menghubungkan diet yang diperkaya glutamin dengan efek usus; membantu pemeliharaan fungsi penghalang usus, proliferasi dan diferensiasi sel usus, serta secara umum mengurangi morbiditas septik dan gejala Sindrom Iritasi Usus. Alasan untuk sifat "pembersihan" tersebut diperkirakan berasal dari fakta bahwa tingkat ekstraksi usus glutamin lebih tinggi daripada asam amino lainnya, dan karena itu dianggap sebagai pilihan yang paling layak ketika mencoba untuk meringankan kondisi yang berkaitan dengan gastrointestinal. sistem.

Kondisi ini ditemukan setelah membandingkan konsentrasi plasma di dalam usus antara diet yang diperkaya glutamin dan yang tidak diperkaya glutamin. Namun, meskipun glutamin dianggap memiliki sifat dan efek "pembersih", tidak diketahui sejauh mana glutamin memiliki manfaat klinis, karena konsentrasi glutamin yang bervariasi dalam berbagai jenis makanan.

Membantu pemulihan setelah operasi

Diketahui juga bahwa glutamin memiliki berbagai efek dalam mengurangi waktu penyembuhan setelah operasi. Waktu rawat inap di rumah sakit setelah operasi perut dapat dikurangi dengan memberikan nutrisi parenteral yang mengandung glutamin dalam jumlah tinggi kepada pasien. Uji klinis telah mengungkapkan bahwa pasien pada rezim suplementasi yang mengandung glutamin telah meningkatkan keseimbangan nitrogen, generasi sisteinil-leukotrien dari granulosit neutrofil polimorfonuklear dan peningkatan pemulihan limfosit dan permeabilitas usus (pada pasien pasca operasi) - dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki glutamin dalam diet mereka. ; semua tanpa efek samping.

Axion Obat Apa?


Apa Indikasi, Manfaat, dan Kegunaan Axion?

Indikasi merupakan petunjuk mengenai kondisi medis yang memerlukan efek terapi dari suatu produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) atau kegunaan dari suatu produk kesehatan untuk suatu kondisi medis tertentu. Axion adalah suatu produk kesehatan yang diindikasikan untuk:

Suplementasi asam amino L-glutamine, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mempercepat pergantian / perbaikan jaringan , serta baik untuk recovery saat sakit.

Berapa Dosis dan Bagaimana Aturan Pakai Axion?

Dosis adalah takaran yang dinyatakan dalam satuan bobot maupun volume (contoh: mg, gr) produk kesehatan (obat, suplemen, dan lain-lain) yang harus digunakan untuk suatu kondisi medis tertentu serta frekuensi pemberiannya. Biasanya kekuatan dosis ini tergantung pada kondisi medis, usia, dan berat badan seseorang. Aturan pakai mengacu pada bagaimana produk kesehatan tersebut digunakan atau dikonsumsi. Berikut ini dosis dan aturan pakai Axion:

Dewasa 1 kaplet / hari (1000 mg)

Bagaimana Cara Pemberian Obat Axion?

Dikonsumsi saat keadaan perut kosong di antara waktu makan

Apa Saja Kontraindikasi Axion?

Kontraindikasi merupakan suatu petunjuk mengenai kondisi-kondisi dimana penggunaan obat tersebut tidak tepat atau tidak dikehendaki dan kemungkinan berpotensi membahayakan jika diberikan. Pemberian Axion dikontraindikasikan pada kondisi-kondisi berikut ini:

Penderita hipersensitif terhadap obat ini

Bagaimana Cara Penyimpanan Axion?

Cara Penyimpanan Simpan di bawah suhu 30°C

Bagaimana Kemasan dan Sediaan Axion?

Dus @ 3 strip @ 10 kaplet salut selaput

Berapa Nomor Izin BPOM Axion?

Setiap produk obat, suplemen, makanan, dan minuman yang beredar di Indonesia harus mendapatkan izin edar dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) yaitu suatu Badan Negara yang memiliki fungsi melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana produksi, melakukan pengambilan contoh produk, melakukan pengujian produk, dan memberikan sertifikasi terhadap produk. BPOM juga melakukan pengawasan terhadap produk sebelum dan selama beredar, serta memberikan sanksi administratif seperti dilarang untuk diedarkan, ditarik dari peredaran, dicabut izin edar, disita untuk dimusnahkan, bagi pihak yang melakukan pelanggaran. Berikut adalah izin edar dari BPOM yang dikeluarkan untuk produk Axion:

POM SD. 151 546 881

Apa Nama Perusahaan Produsen Axion?

Produsen obat (perusahaan farmasi) adalah suatu perusahaan atau badan usaha yang melakukan kegiatan produksi, penelitian, pengembangan produk obat maupun produk farmasi lainnya. Obat yang diproduksi bisa merupakan obat generik maupun obat bermerek. Perusahaan jamu adalah suatu perusahaan yang memproduksi produk jamu yakni suatu bahan atau ramuan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sari, atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang telah digunakan secara turun-temurun untuk pengobatan. Baik perusahaan farmasi maupun perusahaan jamu harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Setiap perusahaan farmasi harus memenuhi syarat CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sedangkan perusahaan jamu harus memenuhi syarat CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) untuk dapat melakukan kegiatan produksinya agar produk yang dihasilkan dapat terjamin khasiat, keamanan, dan mutunya. Berikut ini nama perusahaan pembuat produk Axion:

PT. Konimex

Sekilas Tentang Konimex
PT. Konimex adalah suatu perusahaan farmasi yang didirikan oleh Djoenaedi Joesoef (Djoe Djioe Liang) pada 8 Juni 1967 di kota Solo, Jawa Tengah. Djoenaedi Joesoef adalah anak ke-4 dari 7 bersaudara dimana orang tuanya adalah pemilik dari toko obat tradisional Cina Eng Thay Hoo yang juga memiliki kemampuan untuk mengobati orang sakit.

Nama konimek merupakan kependekan dari "Kondang Import Export". Menurut pendirinya, nama itu adalah suatu harapan agar produk perusahaan ini bisa "kondang" atau "terkenal" di mana-mana. Awalnya perusahaan ini berfokus pada usaha penjualan produk obat, bahan kimia, alat laboratorium, dan alat kedokteran. Pada 1971 PT. Konimex memperoleh dukungan fasilitas PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri).

Perusahaan ini memproduksi banyak jenis produk yang menurut pendirinya berpegang pada falsafah 3MU yaitu Mutu, Mudah, dan Murah. Produknya meliputi produk obat resep, obat OTC, vitamin, suplemen, permen, herbal, makanan ringan, minyak telon dan kayu putih, dan masih banyak lagi. Produk yang dihasilkan seperti Paramex, Konidin, Konicare, Inzana, Feminax, Zeropain, Siladex, Fungiderm, Braito, Renofit, Konilife, permen Hexos, Nano Nano, dan masih banyak lagi. Perusahaan ini cukup aktif mengiklankan produknya di televisi, radio, dan media cetak.

Fasilitas produksi PT. Konimex berlokasi di desa Sanggrahan, kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Produk perusahaan ini telah tersebar di seluruh wilayah Indonesia, negara Asia Tenggara, dan negara Timur Tengah. Untuk pemasarannya, perusahan ini mendirikan dua perusahaan distributor yakni PT. Sinar Intermark dan PT. Marga Nusantara.