AU WONG YUEN MEDICAL PILL

Farmasi-id.com > Herbal > Herbal Batuk > AU WONG YUEN MEDICAL PILL

Komposisi

  • Glycyrrhiza glabra 0.05 g;
  • Zingiber Rhizoma 0.16 g;
  • Scutellaria Radix 0.16 g;
  • Siler Radix 0.21 g;
  • Cinnamonium Cortex 0.216 g;
  • Angelica Polymorpha 0.21 g;
  • Armeniacae Semen 0.15 g;
  • Borneol 0.06 g;
  • Bupleuri Radix 0.16 g;
  • Arisaematis Rhizoma 0.16 g;
  • Paeonia Alba Radix 0.16 g;
  • Pachyma Cocos (Poria) 0.21 g;
  • Platycodi Radix 0.21 g;
  • Typhae Polen 0.21 g;
  • Asari Radix 0.16 g;
  • Zizyphis Spinosae Semen 0.88 g;
  • Cows Bezoar 0.15 g;
  • Panax Ginseng Radix 0.06 g.

Khasiat

Membantu meredakan batuk berdahak, meredakan sesak nafas, pusing, keluar keringat yang berlebihan, dan muka pucat.

Aturan Pemakaian

1 – 2 pil sehari diminum dengan air hangat.

Cara Penyimpanan

Simpan di tempat sejuk dan kering, jauh dari jangkauan anak.

Kemasan dan Sediaan

Dus, 4 boli @ 3,8 gram

Izin BPOM

TI064420341

Harga

Rp 280.000/dus

Produsen

Chan Li Chai Medical Factory (H K ) LTD – Hong Kong

Pendaftar dan Importir

Intra Aries – Indonesia

Sekilas Tentang Zingiber Officinale (Jahe)

Tumbuhan Jahe mempunyai bau aromatik, rasa pedas, hangat dan tidak beracun.Rimpang jahe mengandung minyak asiri. Minyak asiri tersebut terdiri atas n-nonylaldehide, d-camphene, d-β-phellandrene, methyl heptenone, cineol, d-borneol, geraniol, lonalool, acetates, caprylate, citral, chavicol, gengerol, shogaol, dan zingiberene. Selain itu, rimpang jahe juga mengandung resin tepung kanji dan serat.

Efek farmakologis jahe adalah menambah nafsu makan, memperkuat lambung, peluruh kentut, peluruh keringat, pelancar sirkulasi darah, penurun kolesterol, antimuntah, antiradang, antibatuk, dan memperbaiki pencernaan. Hal ini dimungkinkan karena terangsangnya selaput lendir perut besar dan usus oleh minyak yang dikeluarkan rimpang jahe.

Sekilas Tentang Panax Ginseng (Ginseng)

Ginseng merupakan salah satu tanaman berkhasiat obat yang telah lama dimanfaatkan di berbagai negara seperti Cina, Korea, Amerika, dan Jepang.

Hampir semua bagian tanaman seperti biji, bunga, daun dan batang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Namun, bagian akar dan umbinya yang paling sering dimanfaatkan. Akar ginseng mengandung berbagai senyawa seperti saponin (panaxosida atau ginsenosida), antioksidan, peptida, polisakarida, asam lemak, glikosida (panaquilon), poliasetilena, pitosterol dan minyak esensial. Selain itu, dalam akar ginseng juga terkandung zat pahit, vitamin B1, dan B2. Zat ginsenosida (triterpenglikosida) berperan dalam memberikan efek adaptogen seperti antistres, antiletih, meningkatkan sistem imun, dan sebagai antioksidan yang kuat.

Sekilas Tentang Glycyrrhiza Glabra (Akar Manis)

Akar manis tumbuh seperti rerumputan (semak) di sebagian wilayah Eropa bagian selatan (Glycyrrhiza glabra). Spesies lainnya yang berasal dari Amerika Utara adalah G. lepidopta dan yang dari Tiongkok adalah G.uralensis, yang terakhir ini banyak dipakai sebagai bahan obat-obatan Cina. Akar manis tumbuh dengan baik di tanah yang dalam, subur, cukup air dan dalam iklim yang penuh cahaya matahari. Biasanya dipanen pada musim gugur 2 atau 3 tahun setelah penanaman. Akar manis juga dikenal dengan sebutan licorice/liquorice.

Ekstrak akar manis didapat dengan cara merebus akar tanamannya dan menguapkan airnya, dapat dijual dalam bentuk bubuk ataupun sirup (cair). Zat yang terkandung di dalamnya adalah glycyrrhizin, yang sangat manis, 50 kali lebih manis daripada gula dan memiliki khasiat pengobatan. Spesies G.uralensis adalah jenis akar manis yang paling banyak mengandung zat ini. Penggunaan : Antitusiv, akar dalam bentuk serbuk sebagai pengisi/pembalut pil, dan campuran obat batuk, menghilangkan bau-bau yang tidak sedap dalam obat-obatan.

Sekilas tentang batuk

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap dan sebagainya.

Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernapasan, bahkan telinga). Kemudian reseptor akan mengalirkan lewat saraf ke pusat batuk yang berada di otak. Di sini akan memberi sinyal kepada otot-otot tubuh untuk mengeluarkan benda asing tadi, hingga terjadilah batuk.